
Setelah pulang dari Kantor, Anisa dan Afnan menyempatkan untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Calon Anak mereka
Setelah memeriksakan kandungan Anisa dan Afnan pergi ke Mol untuk belanja Susu ibu hamil kebetulan persediaan susu ibu hamil di rumah sudah habis sekalian Anisa ingin membeli ikan segar untuk di buat ikan Goreng Dengan sambal kecap
" Sayang apa lagi yang mau di beli? " Tanya Afnan
" Kaya nya cukup deh mas, eh tunggu Kita belum beli Buah-buahan" kata Anisa
Anisa dan Afnan berjalan ke Tempat Buah, banyak buah yang di beli oleh Anisa karena jika malam Anisa suka ingin makan buah-buahan
Bugh...
" Auh.. " keluh Anisa yang tidak sengaja di senggol oleh Leon
" Kalo jalan itu pakai Mata " keluh Leon yang belum melihat siapa yang di senggolnya namun sekian detik senyum Leon mengembang
Senyum Leon mengembang ketika melihat siapa yang ia tabrak " Kita ketemu lagi " kata nya tanpa menghiraukan Afnan yang ada di samping Anisa
Afnan mengerutkan kening nya " Siapa dia sayang? " Tanya Afnan
Anisa Menggelengkan kepalanya nya " Aku tidak tau Mas " jawab jujur Anisa
" Wah, kamu curang, kita sudah ketemu sebelum nya loh " kata Leon sambil tersenyum
" Dan ini yang ke dua kalinya " lanjut Leon tersenyum menggoda
Anisa membulatkan kedua bola mata nya, Anis benar-benar tidak ingat dengan Pria yang ad di hadapannya ini " Mas. Orang gak waras kali " kata Anisa cuek
" Kamu siapa, kenapa so soan kenal dengan istri saya? " Tanya Afnan agak tidak terima
" Wah ternyata kamu sudah memiliki suami, aku pikir kamu masih Gadis tapi gak apa-apa lah aku akan tunggu janda mu hahaha.." Ucap Leon Tanpa malu
Bugh..
Satu Bogeman Melayang di perut Leon
__ADS_1
" Mas.. " lirih Anisa sambil menahan tangan Afnan ketika Afnan ingin melayangkan Tinjuan nya lagi
Wajah Afnan benar-benar sudah memerah " Dengar baik-baik ya, Dia istriku Samapi kapan pun akan tetap menjadi istriku, jadi jangan mimpi " kata Afnan yang langsung membawa sang istri pergi dari sana
" Belanjaan nya mas " ucap Anisa
" Biarkan saja " kata Afnan yang sedang menahan Amarahnya
Anisa yang melihat sang suami Sedang marah hanya bisa diam dan mengikuti langkah sang suami
Di dalam Mobil tidak ada percakapan di antara Merek, Anisa terdiam karena ia takut sedangkan Afnan ia sengaja tidak banyak bicara karena ia takut Anisa terkena imbas nya
Yang awalnya ingin belanja dan Memasak bersama dengan sekian detik semuanya buyar...
" Mas.." lirih Anisa memberanikan diri untuk ngajak biacra Afnan
" Hem.. " jawab Afnan yang sedang menyetir mobilnya
" Apa Mas marah sama Nisa? " Tanya Anisa melirik ke arah sang suami
Anisa menghelaikan napas nya " Mas gak percaya sama Nisa Jika Nisa benar-benar tidak kenal dengan orang itu " ucap Anisa meyakinkan sang suami, memang dasarnya Anisa memang tidak kenal dengan Leon bahkan tidak ingat jika dirinya pernah ketemu dengan leon
" Aku percaya " ucap Afnan Masih enggan melihat sang istri
" Jika mas Percaya lalu kenapa Mas Masih diam saja, Nisa kan jadi gak enak hati hiks.." ucap Anisa yang akhirnya ia menangis
Afnan yang melihat Anisa menangis ia langsung menepikan mobilnya lalu menatap Sang istri
" Sudah jangan nangis, mas bukannya gak percaya kepadamu tapi Mas hanya bingung "
Anisa yang awalnya sedang menangis langsung mengangkat wajah nya " kenapa Mas bingung? Apa Nisa sudah membuat Mas Bingung? " Tanya Anisa
" Bukan begitu sayang, Maksud mas, Mas bingung Kenapa banyak Pria yang menyukaimu Hem.." ucap Afnan
.jujur saja jika Afnan sangat was-was kepada Anisa karena banyak nya pria yang ingin dekat dengan sang istri, pertama di kampung Anisa yang banyak pada ibu-ibu yang ingin menjodohkan putranya dengan Anisa lalu kemarin Adam Calon adik ipar nya yang terpesona melihat sang istri, walaupun Afnan cuek tapi Afnan bisa melihat jika Adam menyukai sang istri lalu sekarang tiba-tiba ada pria yang akan menunggu janda nya Anisa membuat Afnan frustasi sendiri
__ADS_1
Anisa tersenyum geli " Mas, Nisa gak peduli Jiak di luar sana banyak Pria yang menyukai Nisa, karena Bagi Nisa, hanya Mas lah pria satu-satunya Yang ada di dalam hati Nisa. Mas percaya Sama Nisa jika Nisa tidak akan pernah tertarik kepada pria mana pun karena mata dan Hati Nisa sudah di penuhi dengan Mas, mas begitu sempurna untuk Nisa jadi buat apa Nisa mencari pria lain hmm... " Kata Anisa yang memberanikan diri untuk mengecup Bi-r sang suami
Afnan meraih tangan Anisa lalu mencium tangan nya " kamu janji ya untuk tidak meninggalkan Mas, apapun kondisi mas kamu harus selalu ada di samping Mas, karena Mas tidak akan mampu jika harus kehilangan mu dan juga Anak kita " ucap Afnan mengelus pipi Nisa
Anisa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya " Iyah Mas, Nisa janji, jika Nisa tidak akan pernah meninggalkan Mas " jawab Anisa.
" Terimakasih Sayang "
" Kalo begitu ayo Pulang " ajak Anisa
" Bagai mana jika kita mampir ke hotel dulu sayang, kalo langsung ke rumah pasti akan ada pengganggu " kata Afnan sambil menggoda Sang istri
" Nisa ikut saja " Jawaban Anisa sepeti lampu Hijau untuk Afnan. Afnan langsung membawa Mobil nya ke salah satu Hotel Bintang Lima untuk bermsdu kasih dengan sang istri
Sedangkan Resti Dan Adam saat ini mereka akan pergi menonton, Tadi Resti mengajak Adam untuk Nonton di Bioskop kebetulan Ada Film yang baru tayang
" Apa kamu sering Nonton bioskop? " Tanya Adam, karena Ini pertama kalinya bagi Adam Masuk ke dalam bioskop
" tidak juga, Aku ke sini baru sekali " jawab Resti Jujur
" Benarkah, dengan siapa? " Tanya Adam penasaran
" Dengan Leon " jawab Nya Jujur
Adam mengerutkan keningnya " kenapa kamu bisa kenal dengan Leon? " Tanya Adam heran
Resti memutarkan bola mata nya " sebenarnya kita ke sini untuk nonton atau Untuk membahas masa lalu ku dengan Leon sih " keluh Resti
" Kan aku hanya ingin tau, kenapa kamu bisa kenal dengan ponakanku " ucap Adam
" Dia mantan yang paling brengsek yang pernah aku kenal, Puas! " Ucap Resti yang langsung masuk ke dalam bioskop
Sedangkan Adam masih mencerna ucapan Resti barusan
" Apa katanya, Mantan? " Gumam Adam tidak percaya. Namun ketikan ia ingin melanjutkan bertanya Resti sudah tidak ada di hadapan nya
__ADS_1
Adam Langsung menyusul Resti ke dalam, Resti mengambil barusan ke 6 dari bawah, ia tidak ingin menonton sambil mojok lagi cukup sekali kejadian yang tidak mengenakan bagi resti saat itu