
Dua hari berlalu Kini Anisa Dan Afnan sudah kembali ke kota Mereka Mereka sudah menjalankan aktivitas mereka masing-masing seperti Saat Ini Anisa sedang menikmati Pijitan yang di kirim oleh Sang suami
Tadi Afnan berfikiran untuk mengirimkan salah seorang Ahli Massage ke rumah nya, Afnan kasian kepada sang istri yang ngeluh kaki nya sakit Mungkin karena Hamil Tua sangat tidak mudah apa lagi satu Minggu kemarin mereka sibuk dengan pernikahan Ceu idah di kampung
Tenang saja Anisa hanya memijat kaki dan tangan nya walaupun Ada di bagian Pundak Anisa akan di pijat sambil duduk Agar tidak membahayakan Kehamilan nya
" Mbak pijitan Mbak enak sekali " Puji Anisa kepada tukang Massage. Anisa sampai perem melek ketika Mbak itu menjaga Kaki nya yang Terasa pegal
" Terimakasih Bu atas pujian nya "
" Pasti langganan nya sudah banyak ya Mbak "
" Alhamdulilah... Ada saja saja Bu " jawab nya ramah
" Terus bagai mana sistem Kerjanya Mbak, Dan Bagi hasilnya juga bagai mana? setau ku Jika ingin menjadi tukang Massage kan tidak mudah " tanya Anisa dengan Mata yang terpejam Menikmati sensasi pijitan
" Sebenarnya sih, jika lewat Perusahaan yang kami dapat itu tidak besar paling kami hanya Mendapatkan Tiga puluh persen Dari setiap tamu dan jika Ingin lebih ahli dalam Memijat Kami juga ada sekolah nya dan itu juga tidak gratis " jawab Si Mbak nya jujur
" Lalu apa Penghasilan Mbak cukup? " Tanya Anisa yang jiwa kepo nya sedang membara
" Ya Alhamdulillah.. Cukup Bu. lagian jika tidak Cukup juga Kan harus di cukup-cukupi " Jawab Nya " Di jaman sekarang cari kerjaan Susah Bu, Apa lagi saya hanya seorang janda Beranak Dua jadi dari pada yang besar tidak ada mending yang kecil aja di cari "
Mungkin Bagi sebagian orang berfikir jika Tukang Massage itu Penghasilannya besar padahal Mereka hanya bisa menerima Tiga puluh persen dari setiap Tamu dan bahan Bayaran mereka saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Terkadang mereka hanya bisa mengandalkan Tips dari tamu belum lagi biyaya pelatihan nya yang tidak murah Tapi Jika tidak begitu Mereka tidak akan bisa mencari Nafkah apa lagi kebanyakan nya Pekerja Massage itu Adalah single parent. ( Ini setau pengalaman Author ya kalo salah mohon di benarkan ☺️ )
Anisa termenung dengan jawaban Si mbak nya, Ia merasa Bersyukur karena sudah di limpahi keberkahan dari suaminya bahkan Anisa tidak perlu capek-capek kerja hanya untuk sesuap Nasi
" Yang sabar ya Mbak, Allah pasti akan mengangkat harkat derajat Mbak suatu saat Nanti Amin.. "
" Amin Bu "
Sesi Pijat dan curhat berlangsung selama dua Jam Anisa sangat puas dengan Pijatan si Mbak nya ia bahkan sempat tertidur ketika Di pijat kaki
" Mbak tunggu sebentar " Cegah Anisa kepada si mbak Yang akan pulang
" Iyah Bu "
__ADS_1
Anisa pergi ke dapur ia Menyuruh Bibi untuk menyiapkan sembako ke dalam Kantung kresek, Untung saja Anisa selalu menyetok sembako Lebih.
Bibi membawa satu kantung kresek yang cukup besar " Mbak, Terima ini lumayan buat Mbak di rumah " Kata Anisa kepada si mbak " Bi. berikan kantung kreseknya kepada Mbak nya "
" Iyan Non " Bibi memberikan satu kantung kresek yang cukup besar
Si mbak bukannya Menerima ia malah meneteskan air mata karena terharu " Bu, Ini.. "
" Sudah bawa Mbak, ini rejeki buat mbak dan juga Keluarga di rumah " Kata Anisa Sambil tersenyum " Tetep semangat ya mbak, semoga Mbak Selalu di berikan Rizki yang melimpah untuk keluarga "
" Terimakasih banyak Bu, Saya benar-benar terharu " Ucap Si mbak nya
" Sama-sama Mbak "
Ini yang di sukai oleh Bibi dan pekerja yang lain nya kepada Anisa, Anisa begitu ramah dan rendah hati ia selalu menolong orang tanpa pamrih bahkan Bukan hanya sembako yang di berikan oleh Anisa, Anisa juga memberikan Uang tips untuk si mbak nya.
Setelah kepulangan Si mbak, Anisa kemabli kedalam kamar ia ingin melanjutkan Tidur siang yang tidak tuntas tadi.
Sedangkan Di Kantor Afnan merasa bangga kepada sang istri yang selalu rendah hati. Ya Tadi Afnan sampat Cek CCTV rumah karena ia tidak mendapatkan balasan pesan dari sang istri karena khawatir Afnan mencoba mencek CCTV rumah Siapa sangka Jika Afnan akan melihat ke rendah hatian sang istri Yang selalu berbagi
Afnan langsung membereskan pekerjaan nya ia ingin segera pulang menemui sang istri
Jam sudah menunjukan jam Empat sore, Afnan langsung bersiap untuk pulang namun sebelum itu Afnan mampir di salah satu Toko bunga
" Mbak, saya ingin Bunga khusus untuk saya berikan kepada istri saya " Ucap Afnan kepada pemilik Toko
" Oh baik Tunggu sebentar ya Pak " Jawab Nya
Afnan menunggu pesanan nya siap, Sambil menunggu Afnan mengutak Atikkan handphone miliknya..
" Pak ini bunga nya sudah jadi "
" Berapa? "
" Tiga Juta dua ratus Pak " jawab Nya
__ADS_1
Afnan langsung menggesek Kartu sakti untuk membayar Bunga ( Orang kaya mah bebas mau beli bunga harga jutaan juga 🤭 )
Setelah membeli Bunga, Afnan langsung mengendarai mobilnya untuk pulang Di perjalanan senyuman selalu mengambang di wajah Afnan.
Tak butuh waktu lama untuk Afnan sampai di rumah " Bi, dimana istriku? " Tanya Afnan
" Nona sedang di kamar nya Den " jawab Bibi
" Oh baik lah " jawab Adam yang langsung pergi ke kamar miliknya
Benar saja Afnan melihat sang istri yang sedang tertidur lelap di atas tempat tidur, Afnan berjalan dengan pelan ia tidak ingin membangunkan sang istri lalu ia duduk di samping Anisa
" Em.. Ayah " Lirih Anisa ketika merasakan ada seseorang di samping nya
" Bangun yuk, Kita pergi buka di luar " Ajak Afnan sambil mengelus pipi sang istri dengan lembut
Anisa yang mencoba membuka kedua mata nya " Em.. emang ini jam berapa, Kenapa ayah Sudah pulang? " tanya Anisa
" Ini sudah hampir jam Lima sore Bund "
" Astaghfirullah.. Aku belum sholat Ashar Ayah " Anisa langsung turun dari tempat tidur nya lalu ia pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu
Afnan Terkekeh melihat ke panikan sang istri " Ada-ada saja " Gumam Afnan
sambil menunggu istrinya siap Afnan pergi mandi dan menggunakan Pakaian yang rapih untuk Membawa sang istri Buka di luar
" Ayah "
" Iyah Bund " jawab Afnan
" Apa Ayah harus setampan ini untuk pergi ke luar? " protes Anisa
" Lalu aku harus bagai mana? " tanya Afnan Sambil menggoda sang istri
" Heum.. jelekin dikit Muka nya biar gak akan ada yang Naksir kepada Ayah "
__ADS_1
" Hahaha.. Kamu ada-ada saja sayang, Orang lain ingin melibat Suaminya Tapan untuk di pamerkan, Nah ini malah ingin sebaliknya " Afnan tertawa Lucu kepada Sang istri yang cemburu karena dirinya terlalu tampan.