
" Assalammualaikum.. Ceu idah " Anisa langsung memberikan salam kepada Ceu idah yang sedang menghitung uang di warung nya
" Wa'alaikumsalam.. Neng " Jawab Ceu idah yang langsung keluar dari Warung nya
" Dari mana Neng, Meni te ngajak-ngajak " Ucap Ceu Idah Duduk di bangku kursi
" Habis dari rumah Ibu Ceu " Jawab Anisa jujur
" Tumben nyalira, Si akang na Kemana? " Ceu idah mencari keberadaan Afnan karena tidak biasanya Anisa jalan sendirian
" Suami Nisa lagi mandi Ceu, tadi habis bantuin Bapak Beres-beres di halaman depan rumah " Jawab Anisa
" Oh.. pantesan Biasana sok ngingintil hahaha kaya anak Ani siyen KA hilangan indukna "
Anisa ikut tersenyum Emang Biasanya Afnan selalu begitu Anisa tidak menyangkal nya " Oh iya Ceu, Ini Nisa bawa mangga mengkel Dari ibu "
" Wah Enak nih neng Di rujak " Ceu idah sudah menelan silvernya nya ia jadi membayangkan bagai mana enak nya itu mangga jika di rujak
" Hus.. Ceu idah ingat lagi puasa gak boleh membayangkan Makanan " Tegur Anisa
" Hehehe Maaf Neng, habis ngaruy " Jawab Ceu idah
" Ini Anisa bawa mangga ke sini mau minta Ceu idah buat Buatin rujak Asinan " Anisa memberikan keresek yang berisi Mangga muda tadi
" Wah sini-sini Biar ceceu yang Bikin, Kebetulan di warung Ada semau bahan nya " Ceu idah dengan semangat mengambil mangga dari Anisa " Alhamdulillah Jadi Ceuceu gak perlu Cari buat takjil lagi da udah ada Rujak hehehe "
" Makan nasi dulu Ceu baru makan rujak "
" Iyah Neng Siap " Jawab Ceu idah " Nanti Neng mau di buatin naon buat Buka? "
" Gak perlu Ceu, Ibu katanya yang akan buatin Anisa Buka puasa Sekalian kita buka bersama "
" Ceceu di ajak gak Nih? " Ceu idah pura-pura Memanyunkan bibirnya
" Sudan pasti di ajak Atuh Ceu, kan Ceu idah yang suka ke bagian Cuci piring hihihi " Canda Anisa sambil terkekeh
" Ah si Neng mah kalo bagian cuci piring aja Inget Sama ceceu "
" Aduh merajuk, Jangan merajuk nanti Mang Agus nya Di ambil orang " Goda Anisa
Kedua bola mata Ceu idah langsung melotot " Ih si Neng, Lagian Siapa Mang Agus Ceceu gak kenal " elak Ceu idah
" Jangan gitu Ceu, Nanti mang Agus nya gak jadi ke sini kalo Ceu idah tidak mengakuinya, Lagian Anisa mah Ikut senang kalo Ceceu Deket Ama kang Agus. Ceu idah sendiri Dan mang Agus juga sendiri jadi Klop deh " goda Anisa
Ceu idah malu-malu kucing Ia tidak menyangka jika Anisa mengetahui hubungannya dengan Mang Agus " Ih Neng malu atuh " Wajah Ceu idah berubah menjadi merah Menahan malu.
Ya pas Mang Agus Mengantarkan Ceu idah ke kampung Mang Agus mengutarakan Isi hatinya kepada Ceu idah Dan Akhirnya Mereka Saling berhubungan Deh ya nama nya juga janda sama duda Gak apa-apa kan kalo mereka bersama.
__ADS_1
Mang Agus Eman tidak cerita kepada Anisa tapi mang Agus cerita Kepada Afnan kalo saat ini Mang Agus sedang dekat dengan Ceu idah dan sontak saja Itu di sambut bahagia oleh Afnan bahkan Mang Agus di kasih Hadiah jika sampai Menikah dengan Ceu idah.
" Neng tau dari mana Kalo ceceu lagi Deket sama mang Agus? " tanya Ceu idah penasan
" Dari mang Agus " jawab Anisa
" is si akang mah meni bilang-bilang Kaya anak ABG wae " Gerutu Ceu idah
Anisa tersenyum melihat Ceu idah yang sedang mendumel " Gak apa-apa atuh Ceu, Anisa mah dukung ko "
" Nuhun ya Neng, Jodoh emang jorok ya Neng Tidak di sangka-sangka Ceceu malah KA gaet sama mang Agus padahal Tipe ceceu Itu kaya Den Afnan "
" Is ceceu mah jangan gitu atuh, Kalo sudah jodoh mah Siapa yang tau Ceu, Walaupun Cita-cita kita ingin punya suami yang kaya Raya mapan Dan tampan Tapi kalo Allah memberikan nya Yang seperti Mang Agus mau bagai mana lagi Yang penting mah Nyaah bisa menerima ceceu dan juga anak Ceceu "
" Bener Neng "
" terus bagai mana jika Mang Agus melamar ceceu sekarang? " Tanya Anisa
Ceu idah langsung melirik kerah Anisa " Ceceu harus ngomong Dulu sama anak Ceceu Neng, Kan ceceu menikah tidak sendiri Tapi ada anak Ceceu juga, Ceceu mah gak mau Bahagia di atas penderitaan Anak ceceu, Kalo anak Ceceu setuju ya Ceceu juga akan setuju "
" Terus kalo anak Ceceu tidak setuju bagai mana? "
Wajah Ceu idah berubah menjadi lesu " Ya mungkin Mang Agus bukan jodoh ceceu Neng " Jawab Ceu idah Menunduk
Anisa membuang napas nya pelan lalu mengusap Tangan Ceu idah, Bisa Anisa rasakan Jika Ceu idah galau jika Anak nya sampai tidak menyetujui nya
" Iyah Neng, Gini lah nasib janda beranak Apa-apa Harus mikirin anak dulu bukan diri kita sendiri "
" Mudah-mudahan anak Ceceu merestui apapun yang menjadi pilihan Ceceu ya, Nisa mah yakin kalo anak Ceceu Akan merestui Ceceu sama mang Agus "
" Amin Neng, Mudah-mudahan saja, Eh tapi da masih lama atuh Neng masa ia Baru kenal Langsung lamar "
" Ih siapa tau aja kan, Tiba-tiba Mang Agus datang dan melamar Ceceu " ucap Anisa " Lalu Memberikan Kejutan Kepada Ceceu "
Ceu idah tersenyum Malu " Emang ada ya Neng Pameget yang kaya gitu? "
Anisa menganggukkan kepalanya " Ada saja "
" Jadi berasa muda lagi hihihi "
" Bund " Panggilan Afnan membuyarkan lamunan Ceu idah
" ih si Aden mah Mengganggu Lamun ceceu wae "
Afnan yang tidak mengerti ucapan Ceu idah hanya bisa mengerutkan keningnya lalu meminta jawaban dari istrinya
" Ini loh, Ceu idah Sedang melamun dan sedang ber andai-andai jikalau Mang Agus Datang tiba-tiba lalu memberikan kejutan lamaran kepada Ceu idah " Jawab Anisa
__ADS_1
" Emang mang Agus mau nikah Sama Ceu idah? " tanya Afnan Polos membuat wajah Ceu idah berubah menjadi mending
" Ayah.. " Tegur Bunda
" Apa Ayah salah? Kan kita harus memikirkan yang pahitnya dulu Bund sebelum memikirkan yang manis Dan bagai mana jika Mang Agus Punya wanita lain Secara selama ini kan mang Agus suka Ngobrol sama karyawan aku di kantor "
plak..
Anisa memukul lengan suaminya pelan " Neng Ceuceu mau Ke dalam dulu ya " Pamit Ceu idah sambil membawa kantung keresek Yang berisi Mangga
Entah kenapa Perasaan Ceu idah langsung galau mendengar ucapan Afnan, Ceu idah jadi berfikir bagai mana jika Mang Agus selama ini hanya mempermainkan dirinya dan telah memiliki wanita lain.
" Ayah ih.. kasian kan Ceu idah jadi galau gitu karena ucapan Ayah
" Gak apa-apa Bund, Sekalian Kita kerjain " Jawab Afnan " Sudah bund ayo kita masuk hari sudah mulai siang Gak baik bumil masih diam panas-panas di luar Nanti anak kita hitam "
" Ayah mana ada Anak-anak kita Hitam Yang ada Bunda nya yang hitam kan bunda yang ke panasan " Protes Anisa yang langsung masuk kedalam rumah
Anisa tidak habis pikir bisa-bisanya Afnan ngerjain Ceu idah Samapi wajahnya berubah menjadi mending seperti itu, Bagai mana jika Ceu idah jadi Ragu kepada Mang Agus dan memutuskan hubungan mereka.
" Bund.. tunggu " Afnan mengejar Bumil yang masuk kedalam rumah
" Apa Ayah " Ucap Anisa yang sudah mendudukkan pantat nya di sopa
" Jangan Marah " Afnan langsung bergelayut manja di lengan Anisa
" Makanya kalo ngerjain orang itu jangan keterlaluan Ayah, Kasian kan Ceu idah " Tegur Anisa
" Iyan Maaf Bunda, Ayah janji tidak akan ngerjain Ceu idah lagi, Sudah ya kita baikan oke "
Anisa melihat ke arah suaminya " Oke kita baikan tapi ada satu Sarat "
" Apa Sayang? apapun akan Ayah lakukan asalkan Bunda jangan minta buat olahraga di atas kasur aja soalnya Ayah sedang puasa tanggung sudah setengah hari hihihi "
plak..
" Pikiran nya Kotor mulu " Anisa menepuk Lengan Afnan
" Heheh lalu apa? " tanya Afnan sambil nyengir
" Bunda mau, Ayah... " Anisa membisikan sesuatu kepada Sang suami dan Di balas dengan anggukan Oleh Afnan
" Oke Dil " Jawab Afnan
" Oke kalo begitu, Bunda mau bobo siang dulu " Ucap Anisa yang melangkah Ke dalam kamar
Sedangkan Afnan langsung menelpon seseorang setelah Usai Afnan langsung menyusul sang istri masuk kedalam kamar.
__ADS_1