Cinta Anisa

Cinta Anisa
Sebuah tamparan


__ADS_3

Di dalam Bioskop Resti dan kekasihnya mengambil Kursi yang paling ujung, Awalnya Resti heran kenapa ngambil kursi yang paling ujung Tapi karena sang kekasih sudah terlanjur beli tiket jadi mau tidak mau Resti mengikuti sang kekasih


'' Ayo duduk sini '' Ucap pria itu


'' ini gak terlalu ujung ya ''


'' enggak ko, malah ini kursi favorit '' ucap nya


Resti menganggukkan kepala nya lalu melipatkan kedua kakinya di atas kursi mencari posisi nyaman untuk menonton


Ruangan Mulai gelap hanya ada cahaya yang menerangi ruangan itu, Para penonton sudah Antusias buat menonton Film yang akan segera di putar termasuk dengan Resti yang sudah siap untuk menonton dengan cemilan di tangan nya


Leon. ya Pria yang sedang bersama Resti itu Adalah Leon. Leon sudah lama menunggu saat-saat berdua dengan Resti untuk melancarkan Aksinya Apa lagi mereka jarang bertemu


Film telah di putar Resti sudah asik menonton, Tangan Leon mengambil tangan Resti yang masih memegang cemilan


Resti tersenyum ketika leon mengambil tangan nya, Leon mencium Punggung tangan Resti. Untung lampu gelap mungkin kalo terang Leon bisa melihat bagai mana wajah Resti yang memerah


'' Aku sangat mencintaimu jadi jangan tinggalkan aku '' bisik leon di telinga Resti dan menahan tengkuk leher Resti agar bisa mengambil ciu-n dari Bi-r Resti


'' Sayang '' tegur Resti yang merasa tidak enak takut di lihat oleh orang lain


'' Tidak apa-apa Sayang orang lain tidak akan melihat kita '' Ucap Leon yang memperdalam ciu-n nya


Resti yang terbuai oleh kata-kata manis Leon ikut terhanyut dalam belitan lid-h Namun ketika Leon ingin memegang Gunung miliknya Resti langsung menepis tangan Leon dan melepaskan belitan nya itu


'' Jangan gini leon, ini tidak benar '' Kata Resti halus


'' Aku hanya ingin merasakan nya sayang, Apa lagi kita sudah lama tidak bertemu '' Kata Leon '' Apa kamu tidak merindukanku? ''


Resti terdiam ia sangat merindukan Leon apa lagi terakhir bertemu dengan Leon itu Satu tahun yang lalu


Leon mencoba menhan tengkuk Leher Resti kembali, Resti yang ingin melampiaskan rasa rindunya malah ikut terhanyut dalam permainan Leon Namun kali ini Resti langsung berdiri dan menampar Leon

__ADS_1


Plak...


Orang di sekitarnya langsung melirik kearah Resti yang menampar leon


Resti yang merasa tidak terima oleh perlakuan Leon iya langsung perigi tanpa menghiraukan leon yang memanggil dirinya


Tatapan tajam dari para penonton kepada Leon yang sedang memegangi pipinya membuat Leon malu dan langsung keluar dari Bioskop


Resti keluar dari Bioskop dengan deras Air mata. Bagai mana tidak, Ketika Mereka sedang berbelit lid-h Leon mencoba menerobos Gaun milik Resti agar Leon bisa bermain dengan hutan lembut di bawah sana Namun siapa sangka bukannya mendapatkan kenikmatan tapi Leon malah dapat tamparan dari sang kekasih


'' Sialan tuh wanita berani sekali dia menampar ku di depan umum '' kesal Leon yang meninju tembok Toilet


Biasanya Wanita yang sudah Leon ajak menonton dan membuat pemanasan wanita Itu akan meminta lebih dan di situlah Leon Akan mengajak mangsa nya untuk pergi ke hotel Namun beda hal nya dengan Resti yang malah menampar pipi mulus nya


'' Awas saja aku tidak akan membiarkan mu bebas begitu saja dari ku, kau harus ku dapatkan dan setelah itu aku akan mencampakkan mu '' Gumam Leon tersenyum sinis


Resti pulang kerumah dengan mata yang sembab mungkin karena habis menangis Untungnya Rumah sudah sepi jadi tidak akan Banyak pertanyaan dari Paman dan bibi nya


Resti langsung masuk kedalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur


~ PAGI HARI


Resti turun dari kamar nya untuk sarapan '' Selamat pagi Mah, pah '' Sapa Resti. Resti sudah terbiasa memanggil Bu ani dan pak Yusuf dengan panggilan mamah papah dari sejak kecil Apa lagi Resti telah di besarkan oleh Bu Ani dan Pak Yusuf dari sejak lahir karena orang tua Resti telah tiada Akibat kecelakaan untung Resti masih bisa di selamatkan kalo tidak mungkin Resti juga akan ikut berpulang dengan kedua orang tua nya


'' Matamu kenapa Sayang? '' Tanya bu ani yang melihat Mata Resti yang sembab


'' Oh ini, Semalam Aku menonton Acara kelurga dan terbawa kedalam cerita membuat Resti ikut menangis '' Elak Resti sambil memeluk Bu ani dari samping, Resti akan Manja kepada kelurganya namun ia bisa mandiri jika sedang sendiri


'' Kamu ini Ada-ada saja, Masa ia Nonton Sambil menangis '' Ucap Bu ani menggelengkan kepalanya


" Mah, aku ingin pergi ke Makam Ibu dan ayah, boleh? " Tanya Resti


Bu Ani tersenyum " pergilah, mereka juga pasti merindukan mu nak " jawab Bu Ani sambil Tersenyum

__ADS_1


Sedari kecil Bu Ani dan pak Yusuf selalu membawa Resti ke makan kedua orang tua nya, Tidak ada yang di tutup-tutupi oleh Bu Ani karena Bu Ani tidak ingin jika Suatu saat nanti Resti tau siapa jati dirinya Resti akan pergi dan merasa kecewa kepada Bu Ani yang telah membohongi Resti


" apa mau mamah temani? " Tanya Bu Ani


Resti tersenyum lalu Menggelengkan kepalanya " Tidak udah mah, Resti bisa sendiri lagian bukan nya Mamah mau menjenguk Kak Anisa ke rumah sakit " ucap Resti menikah halus


" Heum, baiklah kalo begitu, Nanti kamu hati-hati ya pergi nya " ucap Bu Ani


" Iyah mah, oh iya papah mana ko belum kelihatan " tanya Resti yang sudah duduk di meja makan


" Papah di sini " ucap Pak Yusuf yang sudah menggunakan setelan kantornya


" Wah papah tampah tampan saja " Puji Resti


" Kamu ini bisa saja, tapi papah curiga dengan pujian mu itu " ucap Pak Yusuf yang duduk di kursi nya


" Hehehe.. tidak ko pah "


" Yakin? " Tanya Ulang Pajak Yusuf


Resti menggaruk kepala nya tidak gatal " Sebenarnya Resti mau cari kerjaan pah, tapi Resti tidak ingin kerja di perusahaan papah "


" Loh kenapa? Bukan nya enak kerja di perusahaan papah jadi kamu bisa menjadi pimpinan " ucap Pak Yusuf


" Nah itu yang Resti tidak inginkan, Resti ingin kerja di bagian bawah dulu lah, Resti ingin merintis Semuanya dari Nol tanpa ada embel-embel nama papah " jawab Resti


Pak Yusuf tersebut ia bangga dengan putri nya ini, walaupun Resti bukan anak kandungnya tapi Pak Yusuf sudah menganggap Resti sebagai putrinya


" Lalu kamu mau bekerja dimana? " Tanya Pak Yusuf


" Entahlah pah, Resti sedang mencari-cari di internet " jawab Resti


" Yasudah kalo itu ingin mu, papah bisa apa, Yang penting kamu kerja dengan nyaman, jujur dan juga telaten agar Atasan mu suka dengan pekerjaan mu "

__ADS_1


Resti tersenyum " siap papah ku sayang "


__ADS_2