
Resti membawakan kopi untuk Adam di ruang kerja nya, sebelum masuk Resti mengetuk pintu terlebih dahulu
Tok... Tok.. tok...
" Masuk " kata Adam
Resti membuka pintu ia melihat Adam yang sedang duduk di kursi kerjanya. Resti terpesona melihat Adam yang begitu tampan dan mempesona
" Ada apa? " Tanya Adam yang menghentikan aktivitas nya
" Ah iya, ini aku mau mengantarkan Kopi " kata Resti tersadar dari lamunan nya
" Oh, taruh di sini saja " kata Adam
Resti menaruh Kopi di meja kerja Adam lalu ia langsung pamit keluar karena ia juga tidak ingin mengganggu Adam yang sedang bekerja
Resti masuk kedalam kamar ia mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur
" Apa aku harus tidur bersama " Gunma Resti
" Apa tidak akan terjadi apa-apa " Resti menggelengkan kepalanya lalu naik ke atas tempat tidur, ia percaya kepada Adam Jiak Adam tidak akan melakukan apa-apa toh semalam juga bukannya mereka tidur bersama dan tidak terjadi apa-apa
Resti sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan berencana akan tidur namun Bukannya tidur kedua mata Resti malah semakin seger
Ceklek...
Resti langsung pura-pura tidur ketika Ada yang membuka pintu, Resti yakin jika itu suaminya
Benar saja Adam masuk kedalam kamar nya dengan membawa Handphone di tangannya lalu menaruhnya di atas meja
Sebelum naik ke atas tempat tidur, Adam Ke kamar mandi dulu lalu naik ke atas tempat tidur
Adam membaringkan tubuhnya dengan terlentang, dan menutup kedua mata nya
Namun Adam merasa terusik ketika Resti yang banyak gerak
" Apa kamu tidak bisa tidur? " Tanya Adam
Resti membuka mata nya " maaf, aku tidak bisa tidur " ucap Resti
Adam menarik tubuh Resti ke pelukannya " tidurlah ini sudah malam " kata Adam yang sudah memeluk Resti
Sedangkan Resti ia malah mengedip-ngedipkan mata nya, Resti Terkejut karena Adam menariknya begitu saja dan apa ini " tubuhnya wangi sekali " bangun Resti dan mulai memejamkan mata nya
Ternyata Cara Adam ampun juga. Adam tersenyum ketika mendengar dengkuran halus dari Resti.
~ PAGI HARI
Resti ingin bangun tapi masih di tahan oleh Adam
__ADS_1
" Bagai mana cara aku keluar " batin Resti karena Adam memeluknya dengan erat bahkan Adam seperti tidak memberikan celah kepada dirinya
Resti yang tidak memiliki Celah hanya bisa pasrah, ia menatap wajah tampan sang suami tidak Resti sadari jika dirinya tersenyum
" Mas Adam tampan, Dia bahkan wangi sekali padahal Sudah tidur semaleman " batin Resti
Resti mengerutkan kening nya ketika dirinya merasakan ada pergerakan di bawah sana
" Apa ini " batin Resti kedua bola mata Resti langsung membulat ketiak ia sadar jika yang hidup adalah adik Adam
" Aaaaahhhhhh..... " Teriak Resti yang langsung berontak dari pelukan Adam
Adam yang mendapatkan teriakan dari Resti langsung bangun dan menutup kuping nya
" Apa yang sudah kau lakukan, suara mu bisa merusak gendang telinga ku " keluh Adam
Resti yang sudah berdiri di samping tempat tidur dengan refleks menunjuk kearah Adik Adam
" Di.. dia hidup dan gerak-gerak " lirih resti sambil menutup mata nya
Adam yang mengerti ucapan Resti hanya menahan malu " kenapa dia harus hidup sih " batin Adam
" Dia hidup karena Normal, seharusnya kamu senang tanpa di sentuh pun dia bisa hidup dan bergerak, apa lagi jika Samapi... "
" Tidak... " Resti memotong ucapan Adam lalu ia pergi ke kamar mandi
" Kau tau saja jika ada mangsa di depan mu " ucap Adam menatap Adik kecil nya sambil terkekeh
Sedangkan di kamar mandi Resti memegang Dadanya entah kenapa detak jantungnya tidak karuan bahkan Tidak tenang
" Ya ampun, apa itu tadi dan kenapa besar sekali terus tadi dia bergerak-gerak " batin Resti yang Menyenderkan tubuhnya di pintu kamar mandi
Tok....
" Masih lama tidak, adikku ingin ke air " teriak Adam di luar kamar mandi
Resti yang mendapatkan teriakan dari Adam langsung Membulatkan mata nya
" Dasar laki-laki mesum " kata Resti yang langsung menghidupkan Air lalu cuci muka
Di balik pintu Adam malah Terkekeh, Adam yakin jika saat ini Resti sedang membayangkan adik kecil nya
" Dasar gadis " gumam Adam
~ DI RUMAH AFNAN
Anisa seperti Baisa dirinya menyimpan apa yang di butuhkan oleh sang suami lalu pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan yang simpel
" Bi.. " panggil Anisa
__ADS_1
Bibi yang sedang menyapu Langsung menghampiri Anisa
" Iya Non " jawab Bibi
" Duduklah Bi " pinta Anisa
Bibi duduk di bawah lantai
" Loh ko di bawah, di atas saja bi " kata Anisa yang merasa tidak enak jika bibi duduk di bawah apa lagi bibi lebih tua dari nya
" Enggak Non, bibi di bawah saja " tolak bibi
" Jika bibi menolak biar Anisa saja yang ikut duduk di bawah bersama bibi " kata Anisa
" Eh jangan Non, nanti Aden marah, kalo begitu bibi saja yang di atas " kata bibi pasrah
" Bibi jangan merasa tidak enak kaya gitu bi, Anisa juga sama-sama orang kampung dan orang tidak punya hanya nasib Nisa saja yang beruntung " kata Anisa
" Iyah Non " jawab Bibi
" Bi, Anisa Nisa ingin tau kemana perginya cucu, ko Nisa tidak melihat ada cucu? " Tanya Anisa
Bibi menunduk sebenarnya ini bukan ranah Bibi untuk menjawab " maaf Non, bibi tidak tau " kata Bibi
Sedari kemarin Anisa sangat Khawatir jika sang suami melakukan hal yang tidak-tidak
" Bibi jujur sama Anisa "
" Beneran Non, bibi tidak tau kemarin cucu juga tidak berpamitan kepada bibi " kata Bibi
Padahal Kemarin Cucu di seret paksa oleh Raffi untuk keluar dari rumah Afnan, dan Raffi membawa Cucu entah kemana
Bibi yang melihat itu merasa kasian kepada cucu tapi Mau bagai mana lagi Itu sudah pilihan Cucu sendiri yang berani main-main sama Tuan nya
Dan ini juga bukan pertama kali nya Bibi melihat Pelayan di seret paksa oleh Raffi, sudah menjadi rahasia bibi dan atasan nya agar tetap menutup mulut dan Mata nya seolah tidak tau apa-apa dari pada nanti ikut terseret.
Anisa menghelaikan napas nya " Yasudah kalo begitu bibi kemabli bekerja lagi, Maaf ya Bi Nisa sudah ganggu waktu kerja bibi " kata Anisa
" Iyah Non sama-sama " bibi langsung melanjutkan pekerjaan nya kembali
karena tidak mendapatkan jawaban dari bibi, Anisa langsung masuk kedalam kamar nya Untuk membangunkan Afnan
" Mas bangun " kata Anisa menggoyang badan Afnan
Bukan nya bangun Afnan malah menarik tangan Anisa Untuk masuk kedalam perlakukan nya
" Mas, ini sudah siang " kata Anisa
Sambil memeluk Afnan juga mengelus perut Anisa yang agak buncit " Selamat pagi Anak-anak papah " ucap Afnan
__ADS_1