Cinta Anisa

Cinta Anisa
HUBUNGAN YANG MULAI MEMBAIK


__ADS_3

Resti membawakan kopi untuk Adam di ruang kerja nya, sebelum masuk Resti mengetuk pintu terlebih dahulu


Tok... Tok.. tok...


" Masuk " kata Adam


Resti membuka pintu ia melihat Adam yang sedang duduk di kursi kerjanya. Resti terpesona melihat Adam yang begitu tampan dan mempesona


" Ada apa? " Tanya Adam yang menghentikan aktivitas nya


" Ah iya, ini aku mau mengantarkan Kopi " kata Resti tersadar dari lamunan nya


" Oh, taruh di sini saja " kata Adam


Resti menaruh Kopi di meja kerja Adam lalu ia langsung pamit keluar karena ia juga tidak ingin mengganggu Adam yang sedang bekerja


Resti masuk kedalam kamar ia mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur


" Apa aku harus tidur bersama " Gunma Resti


" Apa tidak akan terjadi apa-apa " Resti menggelengkan kepalanya lalu naik ke atas tempat tidur, ia percaya kepada Adam Jiak Adam tidak akan melakukan apa-apa toh semalam juga bukannya mereka tidur bersama dan tidak terjadi apa-apa


Resti sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan berencana akan tidur namun Bukannya tidur kedua mata Resti malah semakin seger


Ceklek...


Resti langsung pura-pura tidur ketika Ada yang membuka pintu, Resti yakin jika itu suaminya


Benar saja Adam masuk kedalam kamar nya dengan membawa Handphone di tangannya lalu menaruhnya di atas meja


Sebelum naik ke atas tempat tidur, Adam Ke kamar mandi dulu lalu naik ke atas tempat tidur


Adam membaringkan tubuhnya dengan terlentang, dan menutup kedua mata nya


Namun Adam merasa terusik ketika Resti yang banyak gerak


" Apa kamu tidak bisa tidur? " Tanya Adam


Resti membuka mata nya " maaf, aku tidak bisa tidur " ucap Resti


Adam menarik tubuh Resti ke pelukannya " tidurlah ini sudah malam " kata Adam yang sudah memeluk Resti


Sedangkan Resti ia malah mengedip-ngedipkan mata nya, Resti Terkejut karena Adam menariknya begitu saja dan apa ini " tubuhnya wangi sekali " bangun Resti dan mulai memejamkan mata nya


Ternyata Cara Adam ampun juga. Adam tersenyum ketika mendengar dengkuran halus dari Resti.


~ PAGI HARI


Resti ingin bangun tapi masih di tahan oleh Adam

__ADS_1


" Bagai mana cara aku keluar " batin Resti karena Adam memeluknya dengan erat bahkan Adam seperti tidak memberikan celah kepada dirinya


Resti yang tidak memiliki Celah hanya bisa pasrah, ia menatap wajah tampan sang suami tidak Resti sadari jika dirinya tersenyum


" Mas Adam tampan, Dia bahkan wangi sekali padahal Sudah tidur semaleman " batin Resti


Resti mengerutkan kening nya ketika dirinya merasakan ada pergerakan di bawah sana


" Apa ini " batin Resti kedua bola mata Resti langsung membulat ketiak ia sadar jika yang hidup adalah adik Adam


" Aaaaahhhhhh..... " Teriak Resti yang langsung berontak dari pelukan Adam


Adam yang mendapatkan teriakan dari Resti langsung bangun dan menutup kuping nya


" Apa yang sudah kau lakukan, suara mu bisa merusak gendang telinga ku " keluh Adam


Resti yang sudah berdiri di samping tempat tidur dengan refleks menunjuk kearah Adik Adam


" Di.. dia hidup dan gerak-gerak " lirih resti sambil menutup mata nya


Adam yang mengerti ucapan Resti hanya menahan malu " kenapa dia harus hidup sih " batin Adam


" Dia hidup karena Normal, seharusnya kamu senang tanpa di sentuh pun dia bisa hidup dan bergerak, apa lagi jika Samapi... "


" Tidak... " Resti memotong ucapan Adam lalu ia pergi ke kamar mandi


" Kau tau saja jika ada mangsa di depan mu " ucap Adam menatap Adik kecil nya sambil terkekeh


Sedangkan di kamar mandi Resti memegang Dadanya entah kenapa detak jantungnya tidak karuan bahkan Tidak tenang


" Ya ampun, apa itu tadi dan kenapa besar sekali terus tadi dia bergerak-gerak " batin Resti yang Menyenderkan tubuhnya di pintu kamar mandi


Tok....


" Masih lama tidak, adikku ingin ke air " teriak Adam di luar kamar mandi


Resti yang mendapatkan teriakan dari Adam langsung Membulatkan mata nya


" Dasar laki-laki mesum " kata Resti yang langsung menghidupkan Air lalu cuci muka


Di balik pintu Adam malah Terkekeh, Adam yakin jika saat ini Resti sedang membayangkan adik kecil nya


" Dasar gadis " gumam Adam


~ DI RUMAH AFNAN


Anisa seperti Baisa dirinya menyimpan apa yang di butuhkan oleh sang suami lalu pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan yang simpel


" Bi.. " panggil Anisa

__ADS_1


Bibi yang sedang menyapu Langsung menghampiri Anisa


" Iya Non " jawab Bibi


" Duduklah Bi " pinta Anisa


Bibi duduk di bawah lantai


" Loh ko di bawah, di atas saja bi " kata Anisa yang merasa tidak enak jika bibi duduk di bawah apa lagi bibi lebih tua dari nya


" Enggak Non, bibi di bawah saja " tolak bibi


" Jika bibi menolak biar Anisa saja yang ikut duduk di bawah bersama bibi " kata Anisa


" Eh jangan Non, nanti Aden marah, kalo begitu bibi saja yang di atas " kata bibi pasrah


" Bibi jangan merasa tidak enak kaya gitu bi, Anisa juga sama-sama orang kampung dan orang tidak punya hanya nasib Nisa saja yang beruntung " kata Anisa


" Iyah Non " jawab Bibi


" Bi, Anisa Nisa ingin tau kemana perginya cucu, ko Nisa tidak melihat ada cucu? " Tanya Anisa


Bibi menunduk sebenarnya ini bukan ranah Bibi untuk menjawab " maaf Non, bibi tidak tau " kata Bibi


Sedari kemarin Anisa sangat Khawatir jika sang suami melakukan hal yang tidak-tidak


" Bibi jujur sama Anisa "


" Beneran Non, bibi tidak tau kemarin cucu juga tidak berpamitan kepada bibi " kata Bibi


Padahal Kemarin Cucu di seret paksa oleh Raffi untuk keluar dari rumah Afnan, dan Raffi membawa Cucu entah kemana


Bibi yang melihat itu merasa kasian kepada cucu tapi Mau bagai mana lagi Itu sudah pilihan Cucu sendiri yang berani main-main sama Tuan nya


Dan ini juga bukan pertama kali nya Bibi melihat Pelayan di seret paksa oleh Raffi, sudah menjadi rahasia bibi dan atasan nya agar tetap menutup mulut dan Mata nya seolah tidak tau apa-apa dari pada nanti ikut terseret.


Anisa menghelaikan napas nya " Yasudah kalo begitu bibi kemabli bekerja lagi, Maaf ya Bi Nisa sudah ganggu waktu kerja bibi " kata Anisa


" Iyah Non sama-sama " bibi langsung melanjutkan pekerjaan nya kembali


karena tidak mendapatkan jawaban dari bibi, Anisa langsung masuk kedalam kamar nya Untuk membangunkan Afnan


" Mas bangun " kata Anisa menggoyang badan Afnan


Bukan nya bangun Afnan malah menarik tangan Anisa Untuk masuk kedalam perlakukan nya


" Mas, ini sudah siang " kata Anisa


Sambil memeluk Afnan juga mengelus perut Anisa yang agak buncit " Selamat pagi Anak-anak papah " ucap Afnan

__ADS_1


__ADS_2