Cinta Anisa

Cinta Anisa
ADAM SAKIT


__ADS_3

Usai puas membeli jajanan di taman komplek akhirnya Afnan bisa bernapas lega karena sang istri sudah mengajak untuk pulang


" Bunda, Ayah langsung bersiap buat berangkat kerja ya " kata Afnan


" Iyah Yah " jawab Anisa dengan mulut yang penuh Cilok yang ia beli tadi sebelum pulang


Afnan Menggelengkan kepalanya ketika melihat Sang istri yang Tidak ada hentinya Mengunyah


" Sayang, Apa kamu tidak takut mulut mu lelah? sedari tadi Mengunyah terus " kata Afnan


Anisa Menggelengkan kepalanya " tidak, Aku kaya gini juga kan karena Kedua anak kita " jawab Anisa santai


Afnan memijat pelipis lalu langsung beranjak dari duduknya Untuk segera Bersiap ke kantor karena sudah jam Delapan pagi


Setelah kepergian Sang suami Anisa pergi ke taman untuk Menyirami tanaman yang belum ia siram tadi pagi dengan senandung lagu yang akhir-akhir ini ia sering nyanyikan


Aiya, Susanti, perempuan banyak muda


Ana banyak susah jalan tutup mata


Wang dan ringgit, ana takda hairan, nah


Ente tutup mata, ana tentu jalan..

__ADS_1


" Hehehe...kenapa akhir-akhir ini aku sering sekali Menyanyikan lagu Anak-anak apa karena Aku calon ibu " Gunma Anisa sambil terkekeh


Marilah, Mei Mei, oi, mari, sayang


Ikutlah ana, Mei Mei jangan bimbang


Marilah jalan, ente cepatlah, cepat


Awas, hei, longkang, oi, kaki melompat


Mei Mei, jaga depan ada longkang....


Anisa terus bersenandung dengan wajah yang ceria dan selang di tangan nya


~ DI RUMAH ADAM


Adam Yang sedang tidak enak badan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur


" By, Gak sebaik-sebaiknya kita pergi ke dokter agar kita tau gimana keadaan Haby " kata Resti duduk di samping ranjang


Adam meraih selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut


" Tidak perlu nanti setelah istirahat juga sudah baikan lagi " jawab nya

__ADS_1


Resti menghembuskan nafas pelan, Ia cukup khawatir dengan keadaan sang suami yang sedari tadi pagi tidak ingin bangun dari tempat tidur nya apa lagi Adam muntah-muntah terus


" Bagai mana jika nanti sore belum sembuh juga? " Keluh Resti


" Kalo sore belum sembuh aku janji besok kita ke rumah sakit "


" Janji ya, aku gak mau jadi janda sebelum waktunya apa lagi Aku sedang hamil " keluh Resti yang sudah berfikiran jauh ke sana kemari jika sang suami tidak kunjung sembuh


" Astaghfirullah.. aku tidak menyangka jika istriku sendiri mendoakan aku mati " keluh Adam


" Setiap ibu hamil pasti.... "


Mulut Resti langsung di bungkam oleh bi_r Adam lalu menatap sang istri dengan lekat " sampai kapan pun aku tidak akan pernah Meninggalkan mu sayang, kecuali jika Allah yang Berkehendak apa daya aku tidak bisa apa-apa, tapi jika aku di panggil lebih dulu Aku sudah tenang karena aku meninggalkan Harta yang cukup untuk kalian berdua sehingga kalian tidak akan pernah kelaperan " kata Adam sambil tersenyum


Plak..


Resti memukul lengan Adam " jangan ngomong ngawur, sudah minum obat nya lalu istirahat lagi " kata Resti yang langsung beranjak dari tempat tidur


Adam tersenyum lalu mengambil posisi nyaman untuk dirinya tidur


" Oh iya Sayang hampir saja aku lupa, Nanti ada Leon datang ia mau mengantarkan Berkas ke sini nanti kamu simpan di meja kerja aku saja " kata Adam


Resti membuang napas nya pelan " iya By " jawab Resti pasrah padahal dirinya sangat malas untuk bertemu dengan pria itu

__ADS_1


__ADS_2