Cinta Anisa

Cinta Anisa
CERITA CEU IDAH


__ADS_3

Tidak terasa Ternyata Hari yang di tunggu telah Tiba, Siang ini Semua orang benar-benar di sibukkan Oleh Acara Pernikahan Ceu idah Walaupun sederhana Tapi tetap terkesan Mewah Apa lagi Dekor rumah yang Cukup indah, Kursi-kursi sudah berjajar di Halaman Rumah


Anisa si bumil itu Tidak bisa ikut sibuk karena perutnya yang sudah besar membuat Anisa tidak bisa banyak gerak karena cepat Lelah namun walaupun Begitu Anisa tetap membantu kelancaran Acara


" Sudah Bund, Bunda duduk saja Kasian Twins ikut lelah " Tegur Afnan Yang tidak habis pikir dengan istrinya itu


" Iyah Ayah, Ini Sedikit lagi ko " Anisa membuat Bingkisan Untuk tetangga yang tidak sempat datang


" biarkan saja, Kan yang kerja banyak Bund "


" Ini tanggung Ayah, Tinggal Beberapa lagi. Sudah Ayah lanjutkan yang lainnya biar cepat selesai "


Afnan membuang napas nya pelan " Baiklah, Tapi janji setelah ini Bunda langsung istirahat ya "


" Siap Ayah " jawab Anisa sambil tersenyum


Sedangkan Resti dia malah sibuk mencari Kebaya yang akan di gunakan Nanti malam " Masa ia Tidak ada Kebaya yang pas dengan ku " keluh Nya


" Bukan tidak ada yang pas Sayang tapi karena saat ini kamu sedang hamil makanya Kebaya nya terlihat kecil "


" Jadi menurut Haby aku gemuk? " Kedua mata Resti langsung melotot kearah sang suami


" Bukan begitu Maksud ku Sayang " Adam Menggaruk kepala nya dia benar-benar tidak hati-hati Dengan ucapan nya padahal Bukan itu maksud Adam


" Aaahhh.. Tau ah sekarang Haby Jahat Bilang aku gemuk hiks.. " Resti duduk di ujung tempat tidur lalu menangis


Adam yang melihat istrinya menangis mulai panik ia langsung mendekat kearah Sang istri " Sayang. Jangan nangis Bukan itu maksud ku, Kamu memakai apapun tetap terlihat Cantik bahkan Aku suka dengan tubuh mu yang seperti ini semakin cantik dan Seksi "


" Tadi kata haby aku gemu "


" Kamu gemuk karena sedang hamil anak kita Sayang dan itu Normal. Lihat Anisa dia lebih gemuk dari mu tapi dia santai-santai saja bahkan dia menikmati masa kehamilan nya " Ucap Adam " dengar bagai mana pun tubuhmu aku akan tetap Sayang dan Cinta kepada mu Karena Hanya kamu yang pantas menjadi Ibu dari anak-anakku " Adam mengecup kening Resti

__ADS_1


" Sudah ya jangan marah lagi " Resti tersenyum lalu mengangguk


Setelah Drama Adam langsung memesan Kabaya khusus untuk sang istri ia tidak ingin membuat Istrinya sedih lagi hanya karena tidak ada kebaya yang cukup untuknya


Jam sudah menunjukan jam Tujuh malam, Ceu idah sudah di Make-up Cantik bahkan semakin cantik dengan Kabaya Putih yang ia gunakan " Ceu idah cantik Ya kalo dandan " puji Resti


" ih si Neng mah, ceceu kan emang sudah cantik dari sana nya " jawab Ceu idah sambil tersipu malu


" masa sih, ia deh percaya Ceu idah emang sudah cantik sedari dulu kalo tidak cantik mana mungkin Mang Agus Jatuh Cinta hihihi " Goda Resti


Entah kenapa Resti sangat senang jika menggoda Ceu idah, menurutnya Ceu idah sangat Lucu apa lagi dengan logat Sunda


Wajah Ceu idah berubah menjadi merona merah Merona " Idih Ceceu pake malu-malu segala Ampe wajah nya merah begitu "


" ah Neng mah "


" hahaha... " Resti tertawa Geli ketika melihat Ceu idah yang Semakin malu-malu


" Wah kamar Ceu idah bagus benget Banyak bunga-bunga " ucap Anisa Melihat ke setiap Penjuru


Resti mendekat ke arah Ceu idah " Ceu. Nanti subuh jangan lupa ya " Resti mengedipkan sebelah mata nya ke Ceu idah


Ceu idah dan Anisa mengerutkan keningnya " lupa Apa? " Seru mereka barengan


" Jangan lupa Mandi Kan Besok masih Puasa hahaha " Resti tertawa sambil memegangi Perutnya


Anisa mengulum senyum " Resti "


" Hahaha Iya iya kak, Maaf " ucap Resti yang langsung diam


Sedangkan yang di goda dia malah melongo, Entah apa yang sedang di pikirkan oleh Ceu idah saat ini Ia benar-benar Malu dan bahkan Pikiran nya sudah traveling Keman saja

__ADS_1


" Ceceu masih ingat kan bagai mana cara nya? kalo Sudan lupa nanti Minta bantu saja sama Mang Agus ya pasti Mang Agus lebih pengalaman hihihi " Resti langsung kabur keluar dari kamar ia takut kena semprot oleh Anisa


" Neng Resti!! " Sebal Ceu idah ia benar Di goda habis-habisan oleh Resti malam Ini


" Ceu idah maafkan Adik saya ya, Resti emang gitu orang nya Suka becanda " ucap Anisa yang merasa tidak enak


" tidak apa-apa Neng, Ceceu mah gak ambil Hati lagian Ceceu kan sudah tau bagai mana Neng Resti orang na " Jawab Ceu idah


" Alhamdulillah kalo begitu. Ceu bagai mana perasaan Ceceu sekarang? " Tanya Anisa sambil menunggu pengantin pria sayang Anisa ingin berbincang-bincang sedikit sama Ceu idah


Ceu idah tersenyum " Ceceu Mah atoh atuh Neng, Apa lagi Nikah na meni megah kiye. Dulu Pas Ceceu Nikah tidak semegah Iye bahkan Ceceu Hanya nikah di KUA buat ngirit Uang " jawab Ceu idah " ini Semua Karena Neng sareng NU sanesna. Haturnuhun Ya Neng. Ceceu mah bener-benar tidak menyangka Kalo Hidup Ceceu akan berubah menjadi lebih baik Atas uluran tangan Keluarga Neng Sama yang lain "


Anisa tersenyum lalu memegang Tangan Ceu idah " Ceu. ini semua sudah menjadi Rejeki ceceu, Anisa senang Jika liat Ceu idah seneng, Ceu idah bukan sekedar tetangga buat Anisa tapi Keluarga juga, Dulu Ceu idah sering membantu Anisa di saat Anisa sedang kesusahan Jadi sudah sepantasnya Anisa membalas Kebaikan ceceu "


Ceu idah sangat Terharu dengan ucapan Anisa. Dulu Hidup Ceu idah sangat susah Bahkan untuk makan pun Ceu idah harus susah payah dulu Tapi Walaupun begitu Cek idah Tetap selalu baik kepada orang lain dan Membantu Anisa di saat Anisa sedang kesusahan, siapa sangka Kebaikan dirinya di Masa lalu Kini telah di balas oleh Anisa orang yang dulu selalu ia Bantu di saat susah.


" Sekali lagi Terimakasih ya Neng "


" Sama-sama Ceu " Jawab Anisa Tersenyum " Sekarang status Ceu idah akan menjadi seorang istri, Nisa harap Ceu idah Bahagia dengan pernikahan Ceceu ya, Dan semoga Keluarga ceceu menjadi Keluarga yang sakinah mawadah warohmah Amin.. "


Anisa menghapus air mata yang di pipi Ceu idah " Jangan nangis Ceu, Nanti makeup nya luntur ntar gak terlihat Cantik lagi "


" Hehehe.. Neng mah Ih meni Kitu Haturnuhun Ya neng Doa nya " Ceu idah Menghapus air mata nya ia benar-benar Bersyukur bertemu dengan orang-orang Baik


" Mbak.. Mbak.. " Panggil Anisa ke Perias


" Iyah Neng " jawab Nya


" tolong di benarkan lagi ya Riasan nya, Tadi Ceu idah cengeng "


" Baik Neng " Jawab nya

__ADS_1


__ADS_2