
" Assalammualaikum... "
" Wa'alaikumsalam salam... " Seru orang yang ada di dalam Rumah
" Ibu, bapak, Ceu idah " Ucap Anisa Ingin berdiri tapi di tahan oleh suaminya
" Jangan banyak gerak biarkan mereka yang ke sini " Tegur Afnan kepada istrinya
Ceu idah yang sudah pernah datang ke rumah Anisa langsung membawa Bu RT dan juga Pak rt ke ruang Keluarga " Neng Nisa " Bu rt langsung mendekat
Anisa langsung menciumi punggung tangan Bu Rt pak rt dan ceu idah " Bagai mana kabar mu Nak, dan dimana cucu Ibu? "
" Kabar Anisa baik Bu, Cucu ibu ada di kamar mereka " Jawab Anisa sambil tersenyum " Ibu bagai mana perjalanan nya ke sini, Lancar? " Tanya Anisa
" Alhamdulillah lancar Nak " jawab Pak rt
" Neng Nisa hayu atuh Ceceu ingin liat Si kembar " Kata Ceu idah yang sudah tidak sabaran
Afnan hanya bisa membuang napas beratnya Jika sudah ada Ceu idah sudah pasti istrinya ini tidak akan diem dan pasti Akan ikut riweh
" Biar aku aja yang bawa si kembar ke sini dan ingat jangan banyak gerak " Ucap Afnan kepada Istrinya
" Iyah ayah "
" Suamimu sepertinya Posesif sekali ya Nak " Ucap Pak rt
Anisa mengulum senyumnya ia juga emang berfikiran seperti itu " Iyah Pak. semenjak ada Twins Mas Adam semakin Posesif "
Bibi datang dengan membawa Air minum Dan juga kopi untuk pak RT " Silahkan di minum Bu, pak " ucap Bibi
" Terimakasih "
Afnan dan Resti datang dengan membawa Twins ke ruangan keluarga " Ceu idah, ibu, bapak. bagai mana kabar nya? " Seru Resti yang menggendong Daren
Bu Rt berdiri iya ingin menggendong Bayi yang ada gendongan Resti " Kabar ibu baik Nak, uluh uluh Lucunya, Cucu Nenek ini siapa Nama nya? "
" Nama aku Daren Nenek " Jawab Resti
" Wah Nama yang bagus baby Daren ya " Bu RT terus saja membawa main Daren padahal Daren masih terlelap Tidur
__ADS_1
Sedangkan Naila di Gendong Oleh Ceu idah, Ceu idah juga tidak ingin kalah dari Bu rt " Nah kalo yang itu Nama nya Daren Terus yang ini siapa Nama nya "
" Nama nya Naila Ceu " jawab Anisa sambil tersenyum
" Halo Neng Naila. Ini Ceu idah Ceceu yang dulu pernah bikinin Neng Naila lontong " Ucap Ceu Idah membuat orang-orang di sana pada Melongo. mana mungkin Bayi Segede gitu tau soal Lontong
" Hahaha Ceu idah ada-ada Saja mana mungkin bayi segede gitu Ngerti " Resti menertawai Ceu idah sedangkan Yang di ketawain malah Bodo Amat
" Oh iya Neng. Tadi bapak Bawa pisang sama Singkong, Alpukat dan juga Mangga untuk Neng sama Den Afnan " Ucap Pak RT " Itu hasil kebun kan lumayan buat ngemil "
" bapak kenapa Repot-repot segala, Bapak pasti berat Bawa nya " Ucap Anisa
" Tidak ko Neng. Tidak berat " Jawab Bapak
" Makasih ya pak "
" Lumayan kan Buat bikin Getuk Ama jus Biasanya Orang yang habis melahirkan bawaan nya ingin ngemil terus " Lanjut Bu RT
" Iyah Bu, nanti Biar bibi yang bikinin Getuk untuk kita " Ucap Anisa
Afnan Mengerutkan keningnya Ia tidak tau apa itu getuk " Getuk itu apa Bund? " Tanya Afnan
"Getuk itu singkong yang sudah di kukus terus di tumbuk setelah di tumbuk di kasih gula merah nah setelah itu Baru deh di taburi kelapa yang habis di parud " jelas Anisa menjelaskan kepada suaminya
" Di temani dengan secangkir kopi kalo gak teh " Kata Anisa sambil terkekeh
Afnan langsung membayangkan bagai mana bentuknya Getuk itu " sudah jangan di bayangkan, Ayah suruh bibi aja bikin bibi pasti tau apa itu getuk " Ucap Anisa yang tau jika suaminya ini penasaran dengan bentuk yang nama nya Getuk
Tanpa menunggu Lama Afnan langsung menyuruh Bibi untuk membuatkan getuk, tidak hanya itu Afnan juga menyuruh Bibi untuk membuat Pisang Goreng Karena sore-sore gini enak nya makan pisang goreng di temani Teh Panas.
ibu dan Pak Rt mereka sangat Terkesima melihat rumah baru Anisa bahkan mereka Sampai Ke sadar ketika mereka ijin untuk ikut ke toilet. Rumah orang kaya di kampung kalah dengan rumah Anisa yang super Wow ini apa lagi liat Guci-guci yang besar dan juga bagus mereka benar-benar membayangkan berapa kekayaan Afnan karena rumah nya sudah kaya istana
" Jangan heran Bu, awalnya ceceu juga sama kaya Bu rt menganggap rumah ini seperti istana karena bentuknya yang sangat luar biasa apa lagi Lampunya yang indah itu " kata Ceu idah
" Benar Ceu, saya jadi takut "
" Ko takut? "
" Takut kalo ada yang ke senggol teruss di mintain ganti rugi pasti guci yang seperti lebih dari dua ratus ribu " Jawab Pak RT
__ADS_1
" Hahahah pak rt mah aya-aya wae, kalo kata kang Agus satu guci itu bisa miliaran Pak "
Pak rt dan Bu Rt Langsung menelan Silvernya mereka tidak menyangka jika satu guci saja bisa miliaran apa lagi ini ada beberapa Guci
" Loh ko pada di sini " Ucap Anisa " Ayo pak Bu, kita Ngopi " ajak Anisa kepada Mereka yang langsung di anggukan
Mereka menikmati sore hari dengan di temani Getuk dan juga pisang Goreng. Afnan yang baru merasakan Getuk ia malah lahap sekali memakan nya
" Kakak itu doyan apa laper sih " tegur Resti
" Enak " jawab Afnan
" Hati-hati makan nya kak Nanti keselek " Tegur Resti " jangan Samapi nanti Ada berita Seorang CEO mati karena keselek Getuk hihihi "
plak..
" Auh sakit kakak "
" Makanya kalo ngomong itu di jaga jangan asal aja " Tegur Afnan
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam.. Haby sudah pulang? " tanya Resti mencium punggung tangan Adam
" Wah lagi pada makan apa Ini? " tanya Adam " Bu, pak, apa kabar " Adam menyalami Bu RT dan juga Pak RT
" Ganteng Ceuceu gak di sapa? " Tanya Ceu idah yang duduk di dekat Kolam
" Eh Ceu idah apa kabar? bagai mana kemarin berapa kali bolong puasanya? " Tanya Adam
" Is si Aden mah, Mana mungkin bibi Bolong atuh den " elak Ceu idah
" Gak mungkin Bolong By, kan mang Agus nya harus kerja di sini jadi LDR deh hahaha.. "
" Wah sayang sekali ya, padahal kalo lagi pengantin baru Itu enak nya diam di kamar " Lanjut Adam menggoda Ceu idah
" Ih si Aden Sama Si Neng mah meni Kitu KA ceceu teh "
" Hahaha.. " Tawa orang-orang di sana sangat menggelegar melihat Ceu idah yang menahan malu karena ucapan Adam dan juga Resti
__ADS_1
" Sudah ah, jangan di ledekin terus Ceu idah nya kasian kan " Tegur Anisa " Jadi Bagai mana malam pertamanya Ceu? "
" Bund "