Cinta Anisa

Cinta Anisa
Kedatangan Afnan


__ADS_3

Anisa yang baru beres makan siang langsung ke warung menggantikan Ceu idah buat makan siang dan juga sholat Duhur


" Aduh.. yang sudah ketemu calon mertua, Kumaha rasanya neng ? " Tanya Ceu idah kepo


" Sudah siang Ceu, keburu waktu nya habis buat sholat Duhur " elak Anisa agar Ceu idah tidak banyak tanya lagi


" Ah si neng mah, padahal Ceu idah kan ingin tau Neng, Tapi Yasudah deh ceceu sholat dulu ya " pamit Ceu idah, walaupun masih penasaran tapi Ceu idah juga tidak ingin melewati kewajiban nya


Anisa duduk di kursi warung sambil menunggu pembeli datang


Sedangkan Ibu sedang menemani pak Yusuf untuk istirahat


" Bagai mana pah, menurut papah bagai mana Anisa? " Tanya Bu Ani


" Kalo papah sih Yes "


" Baru melihatnya saja papah sudah bisa menebak jika Anisa wanita yang baik dan cantik " jawab Pak Yusuf


" Kalo begitu kita sudah yes ya, sekarang Tinggal menunggu Putra kita saja Pah "


" Putra kita justru menunggu jawaban dari Anisa, kata nya Anisa tidak ingin salah pilih lagi " jawa pak Yusuf


Anisa memang sudah menunaikan sholat istikharah beberapa malam dan Anisa telah mendapatkan jawaban lewat mimpi-mimpi nya.


" Iyah, mamah juga pernah mendengar ucapan Anisa. Selama mamah di sini banyak sekali yang ingin menikahkan anak laki-laki mereka dengan Anisa bahkan Bu RT juga malah ikut-ikutan ingin menikahkan anak nya dengan Anisa tapi untung saja Bu Rt tidak memiliki anak kalo punya bisa bahaya putra kita dan kita juga akan gagal mendapatkan menantu seperti Anisa " ucap Bu Ani. Bu Ani selam di sini sering sekali mendengar ibu-ibu kampung yang ingin menikahkan putra mereka dengan Anisa membuat Bu Ani tidak tenang takut Anisa terpincut dengan mereka. ada juga yang pura-pura beli lauk pauk demi berkenalan dengan Anisa


" Tapi papah lebih bangga lagi kepada istri papah yang sudah mau hidup sederhana tanpa perhiasan dan riasan yang melekat di diri mamah, Papah sangat senang ketika melihat mamah yang berpenampilan sederhana semakin cantik " puji Pak Yusuf


Wajah Bu Ani bersemu kemerahan karena menahan malu " ah papah bisa aja, Mamah kan begitu demi ingin melihat calon mantu kita pah, Tapi jika papah lebih senang melihat mamah seperti ini mamah akan terus berpenampilan sederhana biar papah tambah cinta sama mamah " ucap Bu Ani


Sedangkan di kota Afnan merasa heran karena di rumah tidak melihat keberadaan papah atau mamah nya bahkan di rumah seakan kosong hanya ada pembantu


" Bi.. bibi " panggil Afnan


" Iyan den " jawab Bibi sambil lari kecil kearah Afnan

__ADS_1


" Papah sama mamah sebenarnya pergi kemana sih Bi, beberapa hari ini papah juga seolah menghindar dari saya " keluh Afnan


" Lah bukan nya Nyonya dan Tuan sedang ke rumah calon istri Aden ya kata nya sih ingin tau calon istri Aden " ceplos Bibi yang langsung menutup mulut nya


" Eh keceplosan " bibi memukul-mukul mulut nya


Kedua bola mata Afnan langsung membulat mendengar penjelasan dari Bibi. Tanpa pamit Afnan langsung mengambil kunci mobil dan pergi menyusul kedua orang tua nya


Banyak pertanyaan di benak Afnan apa lagi mereka pergi tanpa sepengetahuan Dirinya, Afnan takut jika mamah nya tidak setuju dengan pilihan dirinya, Afnan juga takut jika Mamah mengancam dan menyuruh Anisa untuk menjauhi dirinya


" Jika itu sampai terjadi ahhh... " Afnan memukul-mukul kemudi mobil dengan tangan nya


" Tidak pokonya aku harus meyakinkan Mamah dan papah jika Anisa benar-benar Jodoh ku "


Waktu setelah Afnan pulang dari Bandung. Afnan sempat di kenalkan dengan seorang gadis kenalan mamah nya namun lagi-lagi Afnan menolak nya bahkan Afnan Langsung pergi ke perusaan dengan alasan ada rapat padahal itu hanya sebuah alasan untuk menghindari gadis yang di kenalkan oleh Mamah nya.


~ Di rumah Anisa


Karen hari sudah malam, Anisa baru beres mandi dan berniat untuk menyiapkan makan malam tapi Mamah malah sudah menyiapkan semua nya


" Gak apa-apa Neng, Selama ibu di sini kamu terus yang menyiapkan makanan untuk ibu, jadi kali ini baurkan ibu yang menyiapkan sarapan untuk kita ya "


Anisa benar-benar merasa tidak enak " yasudah tapi kali ini saja ya Bu, Anisa gak mau tambah capek jika harus menyiapkan makanan, ibu kan tadi sudah bantu Anisa di warung "


" Heheh Iya Anisa " jawab Ibu


" Biarkan saja Neng, istri papah ini juga pintar masak tapi tidak sepintar kamu " kata Pak Yudi merangkul bahu sang istri


" Papah " tegur Bu Ani karena sang suami ngomong terlalu jujur


" Pah.. mah.. " teriak Afnan yang langsung masuk kedalam rumah mencari keberadaan orang tua nya


" Datang-datang Lo malah teriak-teriak bukan nya ucapkan salam " tegur Raffi yang sedang duduk di sopa


" Dimana nyokap dan bokap Gue? Dan Diaman anisa? " Tanya Afnan khawatir

__ADS_1


" Tuh di dapur " jawab Raffi santai


Beda hal nya dengan Afnan yang khawatir dengan keadaan Anisa


" Anisa " panggil Afnan


Sontak saja yang ada di dapur langsung menoleh kearah suara dan menghentikan tertawa nya


" Mas.. Afnan " ucap mereka bareng


Afnan langsung memutar-mutar Tubuh Anisa " kamu tidak apa-apa kan, kamu tidak di lecehkan oleh mamah ku kan? " Tanya Afnan


Plak..


Bu Ani Memukul Lengan sang anak " kamu pikir mamah mu ini sejahat apa sehingga mamah melecehkan calon mantu Mamah sendiri " sebal Bu Ani


" Aku kan hanya takut mah, siapa tau saja mamah melecehkan Anisa " ucap Afnan


" Jangan durhaka kamu Kepada ibu mu sendiri " Ucap pak Yusuf


" Aku baik-baik saja Mas " jawab Anisa


" Kamu tidak bohong kan "


" Apa kamu buta atau pura-pura buta hah!! " Kini giliran Bu Ani yang kesal kepada putra nya


Setelah drama anak dan orang tau, Kini mereka langsung kumpul di ruang tamu " Anisa.. "


Anisa yang awal nya menunduk langsung menoleh ke Afnan " Iyah Mas "


" Di sini ada kedua orang tua ku dan juga Raffi sahabat ku. Mungkin menurut mu ini terlalu capat bahkan sangat cepat untuk aku mengungkapkan isi hatiku kepada mu, Jujur Aku tidak bisa menahannya lagi Aku takut takut jika kamu di ambil pria lain "


" Emang nya Anisa makanan " ledek Raffi


" Suuttt " tegur Bu Ani sambil menatap tajam Raffi

__ADS_1


" Jujur saja Di awal pertemuan kita Aku sudah mulai kagum dan salut kepadamu, kamu wanita hebat kamu mampu berdiri di atas kaki kamu sendiri padahal saat itu kamu sedang terpuruk, Kamu juga hebat sudah mengobrak abrikan perasaan ku Anisa, selama ini Aku sangat sulit sekali dekat dengan seorang wanita padahal Mamah sudah sering sekali membawa Anak dari teman, sahabat bahkan Samapi anak rekan bisnis nya untuk di kenalkan kepadaku tapi hatiku tetap aku kunci dengan rapat-rapat karena aku tidak tertarik dengan mereka, tapi setelah aku melihat mu mengenalmu walaupun kamu selalu cuek kepada ku tapi kamu mampu membuka gembok yang ada di dalam hatiku dan mengisinya dengan dirimu "


__ADS_2