Cinta Anisa

Cinta Anisa
DI NYATAKAN MENINGGALKAN


__ADS_3

Dua hari telah berlalu Namun Afnan ataupun Anak buahnya tetap saja belum bisa menemukan Naila, Begitu sulit menemukan keberadaan Naila dan si penculik juga begitu lihai ia menculik Naila tidak melewati kamera CCTV sehingga Afnan dan anak Buahnya kesulitan.


Anisa sudah mulai tenang sudah tidak seperti kemarin-kemarin yang terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.


." Sudah dua Hari Ayah, Putri kita masih belum di temukan. Apa Naila baik-baik saja atu mungkin.. "


" Jangan ngomong yang aneh-aneh Bunda. Ayah tidak ingin mendengarnya Karena ayah yakin jika Putri kita baik-baik saja dan akan segera kembali bersama kita "


Afnan sangat curiga kalo ini bukanlah penculikan Biasa, Jika dia menculik Naila karena uang sudah pasti orang itu sudah menghubungi dirinya namun sampai saat ini Afnan belum mendapatkan Telpon ataupun tebusan, Afnan semakin yakin kalo ini Bukan Penculikan Biasa ini pasti Orang yang membenci dirinya.


" Sudah bunda jaga Daren ya, Jangan pernah keluar rumah karena Aku tidak ingin terjadi apa-apa kepada Kalian Nantinya. Aku pergi dulu, Ayah akan mencari keberadaan Putri kita " ucap Afnan kepada Anisa


Anisa menganggukkan Kepalanya Patuh " Hati-hati Ayah "


" Assalamualaikum.. " Ucap Afnan


" Wa'alaikumsalam.. "


Sudah dua hari ini Afnan terus mencari keberadaan Sang putri Bahkan Afnan Samapi tidak pulang karena ia ingin mencari putrinya sendiri.


Bu Ani dan Pak Yusuf Mereka memutuskan untuk tinggal kemabli bersama Anisa karena mereka takut Jika Anisa nekad menari Naila seorang diri Apa lagi Pak Yusuf Sudah sangat yakin jika pelaku Penculikan Naila bukanlah Orang sembarangan.


" Anisa. mana Daren? " tanya Bu Ani


Anisa Langsung menoleh ke Bu Ani " Ada di kamar Mah sedang tidur " jawab Anisa


Bu Ani menganggukkan kepalanya lalu duduk di samping Anisa " Kita terus berdoa ya Nak, agar Naila cepat di temukan " Kata Bu Ani


" Amin Mah. aku sangat merindukan putriku Mah hiks.. " Anisa memegangi boneka Milik Naila yang selama ini selalu di pegang Naila


Ting.... tong....

__ADS_1


" Ada yang datang, Mamah ke bawah dahulu ya " Ucap Bu Ani " jangan menangis lagi ya "


Bu Ani langsung ke bawah untuk melihat siapa yang datang " Siapa Bi yang datang " Tanya Bu Ani


" Itu Nyonya "


" Itu siapa? "


" Di depan Ada dua orang Polisi Nyonya " Jawab Bibi


Bu Ani mengerutkan kening lalu ia langsung ke depan untuk menemui Polisi tersebut karena " Selamat siang pak, Silahkan duduk " Ucap Bu Ani sopan


" Terimakasih " jawab si polisi yang langsung duduk di sopa


" Maaf Pak. Ada apa ya datang ke rumah kami, Apa Bapak sudah menemukan Cucu saya? " Tanya Bu Ani


Kedua Polisi isu saling menatap Lalu melihat kearah Bu Ani " Kami ke sini ingin menemui Nyonya Anisa dan Juga Tuan Afnan Nyonya "


" Baiklah kalo begitu bisa Panggilkan Nyonya Anisa? karena ada yang harus kami pastikan " Ucap Salah satu Polisi itu


Bu Ani langsung menyuruh Bibi Untuk memanggil Anisa di kamar nya. " Selamat Siang pak " Sapa Anisa ramah


Polisi itu hanya mengangguk " Bagai mana dengan pencarian Putri saya Pak, Apa sudah di temukan? " tanya Anisa dengan wajah yang sumringah Namu semua itu langsung surut ketika Anisa menerima Beberapa Foto " ini? " Tanya Anisa pelan


" Apa ini adalah Pakaian yang di pakai oleh Nona Naila Nyonya? "


Anisa langsung menganggukkan kepalanya, Pakaian yang ada di dalam Foto itu adalah pakaian yang terakhir Kali Naila pakai " Kalo ini benar Pakaian yang Putri Anda gunakan Berarti Jasad yang kami temukan di Pinggir sungai itu adalah Putri anda dan kami juga menemukan Gelang kaki " Polisi memberikan plastik kecil yang berisi gelang kaki seorang balita


Anisa terasa lemas ia Langsung terjatuh pingsan " Anisa " Ucap Bu Ani ketikan Melihat Anisa yang jatuh Pingsan


Bibi langsung menelpon Afnan Dan memberitahu bahwa Anisa jatuh Pingsan setelah Ngobrol dengan seorang polisi

__ADS_1


Sesampainya Di rumah Afnan Langsung melihat Kondisi Sang istri Ia sangat Khawatir dengan ketika mendapatkan kabar jika sang istri telah pingsan.


" Mamah " Ucap Afnan yang sudah samapi di kamar, Benar saja Anisa masih terbaring di atas tempat tidur " Bagai mana keadaannya Mah? " tanya Afnan


Bu Ani langsung menangis " Istri Mu shock makanya ia pingsan " ucap Bu Ani dengan bergelimang air mata


" Ada apa Mah? "


Bu Ani langsung menjelaskan semuanya kepada Afnan, Afnan langsung terjatuh ke lantai kakinya terasa Lemas mendengar penjelasan dari Sang mamah


Bukan hanya Afnan yang bersedih, Resti, Adam dan yang lain juga ikut bersedih karena menerima kabar Jika Naila telah di temukan tidak bernyawa Bahkan Jasad putrinya itu sulit di kenali karena wajah nya yang penuh dengan luka, mereka hany bisa mengenali Jika itu Naila karena ada gelang kaki dan pakaian Yang ada bercak darah.


Afnan merasa Murka bisa-bisa ada penjahat yang begitu tega menyiksa balita yang tidak bersalah, Afnan akan mencari pelaku pembunuhan Putrinya Samapi Dapat dan akan Membalaskan semaunya lebih dari ini.


Afnan dan sekeluarga sudah memakamkan Naila di pemakaman Keluarga Afnan, Berat sudah pasti apa lagi Anisa yang merasa terpukul bahkan Anisa berniat ingin mengakhiri hidupnya demi menyusul sang putri Namun langsung di halangi oleh Bu Ani.


Plak..


Bu Ani terpaksa menampar pipi menantu kesayangannya itu Bakan Anisa sampai tersungkur ke lantai " maafkan Mamah karena mamah telah Menamparmu, Mamah lakukan ini agar kamu sadar Jika Kamu tidak bisa melakukan hal yang bodoh ini, Apa dengan kamu bunuh diri kamu bisa bertemu dengan putrimu? Tidak sayang, Bahkan Allah akan menghukum mu karena kamu Telah melakukan hal Bodoh " Ucap Bu Ani " Apa kamu tidak kasian kepada Putra mu Jika kamu mati sekarang? ingat kamu masih memiliki seorang putra yang harus kamu kasihi dan kamu cintai " tegur Bu Ani yang tidak habis pikir kepada Menantunya ini


" hiks.. maafkan Aku Mah Maafkan aku hiks.. " Anisa menangis Dengan tangan yang memegangi pipinya


" Jika kamu ingin Minta Maaf, Minta maaflah kepada Putramu karena kamu hampir saja meninggalkan Daren. Jika kamu tidak Siapa yang akan merawat Daren? "


Afnan yang baru pulang dari makan langsung berlari karena Mendengar Suara Bu Ani yang sedang menegur sang istri " Mamah,Bunda " Ucap Afnan


" bawalah Istrimu dan Tenangkan dia, Jangan Samapi Istrimu melakukan hal Bodoh Lagi " Ucap Bu Ani yang langsung pergi meninggalkan Anisa dan juga Afnan


Afnan melihat Pisau dan Afnan bisa pastikan jika barusan Anisa mencoba Untuk Bunuh diri " Apa yang sudah kamu lakukan sayang, Heum? "


" Maafkan Aku ayah " Afnan memeluk sang istri ia juga tidak tahan Untuk tidak meneteskan air mata nya.

__ADS_1


Afnan tidak menyangka Jika Keluarga kecilnya akan Seperti ini padahal Kehidupan Afnan sudah bahagia Memiliki istri dan Juga sepasang anak Kembar namun kini kehidupan Afnan telah di usik oleh seseorang.


__ADS_2