
" Tetap saja kamu salah karena sudah membawa pria asing kedalam rumah ini!! " Bentak Yudi yang tidak ingin di salahkan
" Terserah Akang saja mau bicara apa percuma bicara sama Akang yang pikiran nya sudah tercemar dengan perilakunya sendiri "
" Ada apa ini? " Tanya Pak Rt yang masuk kedalam rumah Anisa
Yudi yang merasa mendapat angin segar Langsung mendekat kearah Pak RT " Lihat lah pak, Warga bapak ini sudah mencemarkan kampung kita, dia sudah berani membawa pria di saat Suaminya sedang merantau " Adu Yudi memojokkan Anisa dengan Afnan
Afnan mengerutkan kening nya. Ada pria yang seperti Suami Anisa pikir nya
Pak RT langsung mendorong Yudi agar menjauh " Maaf kang Yudi. Saya dan warga menang sudah mengijinkan Pak Afnan untuk tinggal di rumah Neng Nisa lagian Pak Afnan juga tinggal di sini tidak gratis Beliau membayar tiap bulan nya bahkan beliau ini yang sudah meminjamkan modal usaha Untuk Neng Nisa " Ucap Pak rt. sebenarnya Pak RT merasa geram kepada Yudi yang telah menyia-nyiakan wanita sebaik dan secantik Anisa, Bahkan di pemakaman Anak nya saja tidak ada bayang hidung nya untuk datang.
Wajah Yudi sangat kaget karena tuduhan nya ternyata salah kepada Anisa
" Berarti di sini bapak yang salah karena sudah membiarkan Pria lain masuk kedalam rumah istri saya "
Pak RT tersenyum " Masih mau mengakui Neng Anisa sebagai istri kang, lalu kemana akang ketika saya datang memberitahukan kepada Keluarga akang jika Neng Anisa mengalami ke guguran dan membutuhkan kalian ? bahkan Akang waktu itu hanya diam saja ketika Saya di usir mentah-mentah oleh Ceu Imas " Tanya Pak RT dingin tapi nyelekit
Pak RT saat itu datang kerumah Ceu Imas untuk memberitahukan Kepada Yudi ataupun Ceu Imas jika Anisa sedang berada di rumah sakit karena ke guguran, Namun siapa sangka jika Ceu Imas mengusir mentah-mentah pak RT.
Yudi langsung menunduk dia tidak bisa menjawab pertanyaan Pak RT
Anisa tersenyum getir melihat Mantan suaminya yang berdiam diri tanpa sepatah kata pun
" Pak, Jika Anisa meminta Untuk kang Yudi menceraikan Anisa apa bisa? " tanya Anisa langsung di depan semua orang
" Gimana kang Yudi? " Tanya Pak RT
" Tapi saya tidak ingin menceraikan nya pak RT, saya masih sayang ka Neng nisa "
" Buang jauh-jauh rasa cintamu kepada ku Kang, Karen aku sudah tidak membutuhkan nya lagi, Dengan akang masih bersama ku membuat aku semakin teringat kepada putri kita yang sudah tiada, dan itu akan sangat menyakitkan untuk Nisa, Kang "
" Akang sudah mempunyai keluarga baru jadi tolong lepaskan Anisa, biarkan Anisa hidup dengan jalan Anisa sendiri tanpa harus terus menaruh dendam dan dengki kepada Akang " lanjut Anisa
" Tapi Anisa "
__ADS_1
Afnan tidak banyak bicara dia hanya mendengar dan memperhatikan orang-orang yang ada di sini. Bukan ranah Afnan untuk ikut bicara kecuali jika sudah menyangkut dirinya baru Afnan akan ikut campur
Bukan ini yang di inginkan Yudi. Yudi datang karena ingin memperbaiki semua nya bukan untuk menceraikan Anisa, Tapi Yudi juga tidak ingin Jika Anisa terus memendam dendam kepada dirinya apa lagi Karena dirinya yang menikah lagi membuat merek harus kehilangan calon putri mereka
Rasa bersalah dan sesal mulai menghantui Yudi. Yudi makan sangat mencintai Anisa tapi..
" Baik lah pak RT, Neng. Akang akan menalak Neng " Lirih Yudi
" Anisa Rahma Mulai saat ini kamu sudah bukan istri Akang lagi karena Akang telah menalak dua kamu " Ucap Yudi yang merasa tidak terima namun inilah yang harus dia ambil
Anisa menghelaikan napas nya ada rasa lega tapi nyeri di dada, dengan mudahnya Yudi mengucap Talak kepada dirinya
Sedangkan Afnan dia malah bahagia karena wanita yang ia kagumi saat ini sudah berstatus janda " kamu pria bodoh yang menyia-nyiakan wanita yang Cantik dan sholehah seperti Anisa. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini " Batin Afnan tersenyum bahagia di dalam hati nya
Ceu idah dan bu rt langsung memeluk Anisa. Mereka merasa iba dengan nasib yang menimpa Anisa
'' Yang sabar ya Neng ''
'' Iyah, yang sabar ya Neng mudah-mudahan Jodoh Neng pak Afnan '' Bisik ceu idah sambil terkekeh
'' Ceu, Bu, Anisa Pamit ke kemar dulu ya, Anisa seperti nya sedang ingin sediri ''
'' Ceu titip warung ya, jika sudah sore nanti langsung tutup saja '' Pinta Anisa yang langsung masuk kedalam kamar nya
Bu rt dan ceu idah memaklumi sikap Anisa yang sedang bersedih dan membutuhkan waku sendirian
'' Ayo ceu, kita ke warung '' Ajak Bu rt
Tinggallah Afnan dan juga Pak rt di rumah Anisa. Sedangkan Yudi dia sudah pergi ketika yudi sudah menalak Anisa, rasanya Yudi tidak sanggup jika masih berada di rumah Anisa.
Afnan dan juga pak rt mengobrol banyak hal bahkan Pak rt tidak segan lagi ketika sedang membicarakan masa lalu Anisa yang cukup menyedihkan. Tidak ada yang pak rt lewatkan karena pak rt yakin jika Afnan menaruh hati kepada Anisa
'' Kasian sekali Anisa ya pak ''
Pak Rt menganggukkan kepalanya '' Benar pak, bahkan Bapak dan istri bapak saksi kehidupan Neng Anisa '' jawab Pak rt
__ADS_1
'' hanya pria bodoh yang mau melepaskan wanita yang sholehah seperti Anisa, apa lagi di luar sangat susah sekali mencari wanita yang seperti Anisa '' ucap Afnan
'' Pak Afnan benar ''
''Jangan panggil saya bapak, saya masih muda pak '' Protes Afnan
'' hehehe baiklah bapak panggil Nak Afnan saja ya '' ucap pak rt
'' iyah itu juga tidak jadi masalah '' jawab Afnan setidak nya Afnan tidak seperti bapak-bapak
'' Nak Afnan, bapak mau pamit dulu, hari sudah mulai sore bapak harus ke mesjid. Bapak titip Neng Nisa ya, bapak sudah menganggap Neng Nisa seperti anak bapak sendiri ''
'' Baik pak, saya pasti akan menjaga Anisa sebisa saya '' jawab Afnan mengantarkan Pak rt ke luar rumah
Sedangkan di kamar Anisa baru saja bangun tidur karena lelah sehabis menangis tadi siang
'' Jam berapa ini '' Gumam Anisa mengucek mata nya
Anisa turun dari tempat tidur dan berniat untuk ke kamar mandi
'' Anisa '' Panggil Afnan yang melihat Anisa keluar kamar
'' Mas Afnan '' jawab Anisa malu karena mata nya yang masih sembab
'' Apa kamu tidak apa-apa? '' Tanya Afnan melihat Anisa
'' Aku baik-baik saja Mas '' Jawab Anisa sambil tersenyum
'' Bagai mana jika malam ini kita keluar untuk makan malam '' Ajak Afnan
Anisa menatap Afnan dengan banyak pertanyaan di benak nya '' tapi.. ''
'' Tidak ada tapi-tapian, itung-itung saya mau mengucapkan terimakasih kepada kamu karena sudah mencuci kemeja saya ''
'' baiklah Pak, tapi ijinkan saya untuk sholat dulu karena ini sudah jam enam sore waktunya sholat magrib '' ucap Anisa
__ADS_1
'' Iyah silahkan '' jawab Afnan merasa senang karena bisa mengajak Anisa makan malam