Cinta Anisa

Cinta Anisa
KEDATANGAN ELIF


__ADS_3

~PAGI HARI


Pagi ini Adam terasa lega karena dirinya tidak menumpahkan isi perut miliknya entahlah Tidak seperti biasanya


" Haby. Haby terlihat seger hari ini " kata Resti yang sedang menyiapkan sarapan


Adem tersenyum lalu duduk di kursi " Alhamdulillah Sayang, pagi ini Haby bulak balik kamar mandi " kata Adam


" Was bagus dong. Kalo begitu Haby sudah bis makan seperti biasanya " kata Resti membawa Nasi goreng ke atas meja makan


Resti duduk di kursi samping Sang suami lalu membuka piring milik suaminya


" Haby mau sarapan dengan apa? " Tanya Resti pasalnya di meja makan tidak hanya ada Nasi goreng ada juga roti panggang


Adam melirik nasi goreng " Ambilkan Nasi goreng aja "


Resti dengan telaten menyiapkan sarapan untuk sang suami, Ia juga mengisi piring nya dengan nasi goreng Dan Suir ayam


Mereka makan dengan tenang sambil melemparkan senyuman


" Oh iya haby ini kan hari Minggu terus haby juga badan nya sudah enakan bagai mana jika kita pergi jalan-jalan " tawar Resti


" Boleh sayang, tapi agak siangan ya soalnya haby harus membuka berkas yang di kirim oleh Leon dulu "


" Siap Haby " ucap Resti patuh


Setelah makan Adam Langsung pergi ke Ruangan kerja nya sedangkan Resti memilih untuk membereskan dapur dan juga meja makan, walaupun ada bibi tapi Resti tidak ingin menjadi Orang yang manja yang segala sesuatu di kerjakan oleh bibi, Bibi juga sudah capek mengurus rumah yang cukup besar jadi hal sekecil ini masih bisa di kerjakan oleh Resti


Ting... Nong....


Resti yang sedang mencuci piring langsung menoleh ke arah Suara


" Bi.. " panggil Resti


Bibi langsung berjalan ke arah Resti " iya Non "


" Itu bel Bunyi tolong di lihat ya, Aku tanggung sedang cuci piring " kata Resti


" Oh siap Non " jawab bibi yang langsung pergi melihat siapa yang datang


Usai cuci piring Resti langsung berjalan ke Depan melihat siapa yang datang


" Siapa bi? " Tanya Resti sambil membuka celemek


" Ini Non kata nya temen nya Den Leon " jawab Bibi


Resti mengerutkan kening nya, Untuk apa temen Leon datang ke mari, pikir Resti


" Oh baik lah kalo gitu bibi buatkan Minum untuk tamu nya, biar aku ke depan menemui tamu " ucap Resti sambil tersenyum


" Baik non "


Tidak menunggu lama lagi Resti langsung berjalan ke ruang tamu untuk menemui temen Leon itu, namun siapa sangka Resti malah terkejut melihat siapa yang datang


" Kamu... " Tunjuk Resti

__ADS_1


" Ngapain di sini? " Tanya Resti yang heran


Sedangkan orang yang di tunjuk oleh Leon hanya tersenyum kecut karena Harus bertemu dengan Orang yang dulu ia Hianati


" Gue ke sini untuk ketemu Kak Adam, bukan ingin ketemu sama Lo " jawab Elif


Ya wanita itu adalah Elif, Elif sengaja datang ke rumah Adam karena ada maksud walaupun dirinya harus bertemu dengan Resti sahabat lama yang pernah ia sakiti


" Mau apa Lo ketemu sama suami gue, mau melakukan hal yang sama seperti apa yang kau lakukan kepada kakak ipar gue cih... Trik Lo basi " kata Resti Melipatkan kedua tangan nya di dada


Resti masih tidak bisa memaafkan mantan sahabatnya ini, terlalu dalam luka yang di torehkan oleh Elif apa lagi ketika Resti tau jika Elif dan Leon telah berkencan di belakang Dirinya


" Gue datang ke sini buat menemui kak Adam ya, bukan ingin ngomong sama Lo lagian Ini gak ada urusan nya sama Lo "


" Jadi cepatlah panggilkan kak Adam untuk ke sini " perintah Elif yang tidak tau malu ini


" Hahaha.. Lo memerintah gue seolah lo itu sangat penting ya, ternyata lo gak berbuah sama sekali " sindir Resti


" Sayang ada apa? " Tanya Adam yang berjalan ke ruang tamu


Tadi nya Adam akan ke dapur untuk meminta di buatkan kopi tapi Pendengaran Adam Mendengar ada yang ribut-ribut di ruang tamu akhirnya Adam memutuskan untuk pergi ke ruang tamu dan melihat ada apa di depan


" Haby " kata Resti


" Kak " kata Elif bersamaan dengan Resti


Resti langsung melotot ke arah Elif lalu mendekat ke arah sang suami


" Siapa dia Sayang? " Tanya Adam yang tidak tau siapa Elif, padahal Elif sudah beberapa kali bertemu dengan Adam dan bahkan pernah mengagumi Adam


Logika nya Leon itu tidak tinggal di rumah Adam dan juga Resti jadi untuk apa Elif datang ke rumah mereka, kalo ingin bertemu dengan Leon ya pergilah ke rumah Utama di sana ada Kedua orang tua Leon Dan Leon juga tinggal di rumah utama.


" Ada apa kamu datang ke sini dan mencari saya " tanya Adam yang sudah duduk di sopa


Resti melihat mimik wajah Elif yang berubah drastis yang tadinya galak dan sombong kini berubah menjadi wanita yang lemah lembut dengan Senyuman yang menggoda


" Cih.. ular bermuka dua " batin Resti


Elif tersenyum ramah kepada Adam. Jujur saja jika Elif juga sempat mengagumi Adam dan bahan sudah beberapa kali Elif mengeluarkan jurus andalan nya namun Adam tidak pernah melirik nya sama sekali


" Apa boleh Kita ngobrol berdua saja pasalnya ini sangat penting " kata Elif sambil melirik ke arah Resti


" Ini istriku jadi istriku juga berhak tau apa yang akan kau ucapakan " kata Adam dingin


Adam sangat tau betul wanita macam apa yang ada di halaman nya ini


Resti tersenyum mendengar jawaban dari Sang suami dan memeberikan senyuman sinis ke arah Elif


" Heum baik lah kak. Sebelumnya aku minta Maaf karena telah lancang datang menemui kakak, Aku sudah tidak tau harus bagai mana lagi dan harus ke pada siapa lagi untuk mengadu hiks... " Elif merubah wajah nya mendaki sedih bahkan ada isakan tangis


Resti yang melihat itu tersenyum melihat dengan cermat ia tidak ingin ke colongan


" Jangan bertele-tele Langsung saja pada intinya "


" Ak...aku.. hamil kak " lirih Elif

__ADS_1


Adam dan juga Resti Langsung melotot ke Elif.


" Lo hamil sama siapa, kenapa Lo hamil lalu ngapain Lo datang ke sini? Apa Lo akan melakukan hal murahan lagi agar bisa mengacaukan rumah tangga orang lain " tuduh Resti yang tidak habis pikir dengan Elif


" Lo kenapa sih Res, Lo selalu saja Menuduh gue yang tidak-tidak " kata Elif melihat ke arah Resti dengan mata yang sembab


" Cih.. tuduhan gue benar karena Gara-gara lo kakak gue hampir ke bilangan kedua anak nya, tapi untung saja Kak Anisa pintar yang tidak gampang percaya sama mulut busuk Lo " kata Resti


" Kalian saling kenal? " Tanya Adam, dengan cara Bicara Resti Adam bisa menyimpulkan jika Wanita yang di hadapan nya ini pernah menorehkan luka di hati sang istri


" Iyah kak, dulu kamu adalah sahabat namun karena ada ke salah pahaman membaut Resti benci kepada Saya padahal Saya sudah meminta maaf kepada Resti hiks.. "


" Cih... Basi " kata Resti dengan hati yang menggebu-gebu


" Sayang "


Resti menoleh ke arah sang suami " Apa? Apa Haby lebih percaya kepada wanita kepala dua ini dari pada kepada istri sendiri? " Tanya Resti


" Bukan gitu, Haby hanya minta jangan marah-marah kasian Anak kita yang ada di dalam perut mu " kata Adam yang membawa Resti ke dalam pelukan nya lalu menatap Elif kembali


" Kalo kau hamil lalu kenapa kamu datang ke sini? Saya bukan bapak anak itu dan saya juga tidak mengenal kau " kata Adam yang tidak ingin istrinya berfikiran yang tidak-tidak


Elif menatap Adam dan juga Resti bergantian " aku datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban dari Leon karena Saat ini Aku sedang hamil Anak Leon, Tapi Jika kakak ingin bertanggung jawab juga tidak apa-apa " kata Elif tanpa ada rasa malu dan bersalah


" Kau!!! " Tunjuk Resti kesal bisa-bisa nya Elif berkata seperti itu kepada suaminya


" Jaga ucapan mu! Jika Kau ingin meminta pertanggungjawaban dari Leon maka pergilah ke Leon dan meminta pertanggung dari nya bukan malah datang ke sini, Ini bukan rumah Leon dan saya tidak ingin ikut campur urusan dia " kata Adam Tegas


" Tapi Leon tidak ingin bertanggung jawab makanya Saya datang ke sini untuk meminta bantuan dari kakak hiks... "


" Kau pikir ini panti sosial " keluh Resti


" Lagian pasti Leon punya alasan sendiri kenapa dia tidak ingin bertanggung jawab. Gue aja Sebagai perempuan mungkin Gue bakalan mikir berkali-kali apa benar itu anak Leon atau bukan " kata Resti


Resti bukannya tidak iba dengan Keadaan Elif namun Resti tidak ingin termakan oleh Trik Elif apa lagi sebelum nya sudah ada contoh dan itu terjadi kepada kakak ipar nya sendiri


" Lo tega sama gue Res, gue mana mungkin seperti itu. Kenapa Lo selalu membenci gue hiks.. gue tidak mungkin berpura-pura soal hal yang serius seperti ini, Lo wanita tapi Lo dengan tega nya tidak percaya sama gue " kata Elif yang memeng dada nya


" Lo ngomongin soal hati wanita? Apa Lo lupa apa yang sudah Lo lakukan kepada kakak ipar gue hah!!! Kalo Lo wanita Lo juga seharusnya tidak melakukan trik yang sama kepada kakak ipar gue, gue sudah menganggap Lo sebagai saudara perempuan gue tapi apa balasan yang Lo berikan kepada gue? Lo memfitnah Kakak gue dan Lo dengan berani nya berhubungan dengan Leon di belakang gue padahal Lo tau saat itu gue adalah pacar nya Leon " kata Resti


" Tapi gue bersyukur karena gue sudah membuang kedua sampah seperti kalian " lanjut nya


Sedangkan Adam ia malah Terdiam, kini Adam mengerti kenapa Sang istri sangat membenci wanita yang ada di halaman nya ini


" Leon yang merayu gue dan seharusnya Lo sadar dulu Lo terlalu sibuk mengejar pendidikan Lo sehingga Leon mencari kehangatan kepada wanita lain " ucap Elif tanpa malu


" Ini nama nya bukan mau meminta pertanggungjawaban tapi membuat aib dirinya sendiri " gumam Adam


" Stop!!! " Ucap Adam kepada Kedua wanita yang sedang adu argumen ini


" Kau datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban kan? Kalo begitu mintalah kepada Leon bukan malah ke sini karena saya tidak bisa membantu mu " kata Adam dengan tegas


" Dan kamu sayang, tenang lah jangan terpancing emosi begini nanti kamu bisa darah tinggi melayani wanita yang kamu sebut dua kepala ini " kata Adam mengelus pundak sang istri


Adam melihat ke arah Elif " pergilah dari sini dan jangan ku datang lagi ke rumah ini, Saya tidak ikut campur dengan musibah yang sedang kau alami dan satu lagi jika kau masih berani datang ke rumah ini apa lagi menyakiti hati istri saya jangan harap jika kau akan hidup tenang " kata Adam membawa Resti ke lantai atas

__ADS_1


Sedangkan Elif dia mengepalkan kedua tangan nya " awas saja kalian akan aku balas perlakuan kalian terhadap ku " kata Elif dalam hati


__ADS_2