
Dengan Telaten Anisa Membersihkan popok Naila " Selesai " Ucap Anisa tersenyum. sebelum pergi Anisa Mencari Tong sampah untuk membuang sampah Namun ketika ia kembali " Naila? " Anisa langsung panik ketika ia tidak melihat Naila
" Mbak. Mbak liat anak saya? " tanya Anisa kepada Seorang wanita namun orang itu menggelengkan kepalanya ". Ya Allah dimana kamu Nak " Anisa terus berjalan dengan keadaan kacau
" Naila dimana kamu nak " Anisa terus mencari keberadaan Anaknya dengan air mata yang sudah membasahi Pipinya
Anisa ke Meja Ibu mertuanya dan juga Resti " Mah hiks.."
Bu Ani dan Resti saling pandang meraka Merasa Aneh dengan Anisa " Sayang.. Kakak " Ucap Bu Ani dan juga Resti bersamaan
" Kakak kenapa? lalu dimana Naila? " Tanya Resti
" Iyah Nak, kamu kenapa? "
" Mah hiks.. Naila Mah hiks.. "
" Iyah kenapa Naila? "
" Naila hilang Mah hiks " Anisa langsung menjatuhkan Tubuhnya ia benar-benar khawatir kemana perginya Naila
" Apa!!! " Kaget Resti Dan juga Bu Ani. Sambil menjelaskan Anisa masih menangis Tidak henti-hentinya.
" Kakak tenang dulu, Kita telpon Kak Afnan ya " Ucap Resti yang langsung menelpon sang kakak
" Iyah Nak, Kita cari Naila sama-sama ya. Kamu jangan nangis lagi kalo nangis terus bagai mana kita bisa mencari keberadaan Naila " ucap Bu Ani sambil mengelus pundak sang menantu. walaupun Bu ani juga khawatir dengan keadaan Cucunya namun ia juga harus menenangkan Anisa sang menantu
Afnan dan Adam sampai di salah satu mol mereka langsung mencari keberadaan sang istri '' Bunda '' Panggil Afnan kepada Anisa yang sedang di peluk oleh Bu Ani
'' Kakak. '' Panggil Resti melihat keberadaan kakaknya yang sudah tiba
Anisa yang mendengar suara sang suami langsung menoleh dan langsung memeluk Anisa '' Ayah Hiks.. ini salah Bunda Ayah '' Anisa menangis dalam pelukan sang suami
Afnan mengelus kepala Anisa dengan lembut '' Aku pasti Akan menemukanya '' Ucap Afnan mengelus menatap sang istri '' Sekarang Bunda pulang ya sama Mamah, kasian Daren pasti ia sudah lelah ''
__ADS_1
'' Tapi Ayah ''
'' Ayah janji Akan membawa putri kita pulang '' Afnan mengecup kening Anisa
'' Benar kata Afnan kita tunggu di Rumah ya Nak, kasian Daren dan juga Baby Adi [pasti mereka sudah lelah seharian berad di sini '' Ania menatap sang suami lalu ia langsung menganggukkan kepala.
Setelah kepulangan Anisa. Bu Ani dan juga Resti Afnan dan Adam langsung mencari keberadaan sang putri, semua CCTV telah di cek oleh Afnan bahkan Afnan juga mengarahkan Anak buahnya untuk ikut mencari Naila.
~ DI RUMAH
Anisa sudah sampai di rumah, Anisa masih terpukul dengan kehilangan Putrinya. Anisa menyalahkan dirinya sendiri atas hilangnya Naila '' Mah apa sudah ada kabar dari Mas Afnan? '' Tanya Anisa dengan mata sembabnya
'' Sabar ya Nak, mereka masih berusaha mencari keberadaan Naila '' Jawab Bu ani yang merasa kasian kepada Sang menantu yang terlihat menyedihkan karena kehilangan sang putri
'' Kak. Ini Daren nangis mungkin ia haus '' Kata Resti memberikan Daren kepada Anisa namun Anisa seperti enggan untuk menyusui Daren
'' Sayang kamu tidak boleh begini, Kasin Daren jika kamu tidak menyusuinya. Sedih boleh tapi kamu juga jangan menyiksa anak mu yang lain '' Tegur Bu Ani
Bu Ani merasa lega karena Anisa mau menyusui Daren. Resti sangat tau bagai mana perasaan kakak iparnya itu saat ini pasti sangat terpukul dan sangat khawatir.
Resti memeluk ANisa dari samping '' Kakak yang sabar ya Kak, Kak Afan pasti akan membawa Naila pulang '' Kata Resti
Anisa kembali menangis '' Ini semua salah Kakak dek. Andai saja kakak tidak lalai mungkin Naila tidak akan hilang hiks.. ''
'' Ini bukan salah Kakak, Semua ini sudah takdir kak '' Ucap Resti menenangkan sang kakak ipar nya itu
Hari sudah berganti malam namun Afnan belum menemukan dimana keberadaan Putrinya '' Bagai mana, Apa Naila sudah di temukan? '' Tanya Pak Yusuf kepada Afnan yang baru saja datang bersama Adam
Afnan menggelengkan kepalanya ia sangat frustasi '' Belum Pah '' Bukan Afnan yang Jawab melainkan Adam yang sudah duduk di sopa
Pak Yusuf membuang napas beratnya " Kenapa bisa kalian belum menemukan Cucuku? " Kata Pak Yusuf " Bukannya kalian sudah mengerahkan anak buah kalian tapi kenapa kalian masih belum menemukan Cucuku "
" Sabar Pah " Ucap Bu Ani
__ADS_1
" Bagai mana papah bisa sabar, Kita di sini Dan kita tidak tau bagai mana keadaan Naila saat Ini, Bagai mana kalo.. "
" Kalo apa Pah? " tanya Anisa yang turun dari tangga
" Sayang "
" Bunda " Afnan langsung menghampiri Anisa lalu memeluk Anisa
" Bagai mana Ayah, apa Naila sudah di temukan? " tanya Anisa Dengan wajah sendunya
" Sudah ya Bund, Ini sudah malam Kita istirahat dulu ya " Ucap Afnan
Anisa Menggelengkan kepalanya" Enggk ayah, Anisa harus mencari Naila Ayah "
" Aku sudah menyuruh Anak buah kita agar tetap mencari keberadaan Putri kita jadi kita tunggu hasilnya ya " Kata Afnan
Bu Ani, pak Yusuf dan Adam merasa iba tapi bagai mana lagi Mereka juga sudah berusaha untuk mencari keberadaan Naila
Afnan membawa Anisa ke dalam kamar Lalu membaringkan Tubuh Anisa ". Istirahat ya Bund "
" Maafkan Bunda Ayah. Naila hilang gara-gara Bunda hiks.. "
Afnan kembali memeluk sang istri walaupun dirinya kesal tapi ia juga harus bisa mengontrol emosi dirinya apa lagi Melihat sang istri yang terus menyalahkan diri sendiri
" Bunda. ini bukan kesalahan Bunda, jadi bunda jangan menyalahkan diri bunda terus ya, Aku Janji secepatnya Ayah akan membawa Naila pulang dan berkumpul kembali bersama kita " Kata Afnan meyakinkan sang istri agar tidak terus menerus menyalahkan dirinya " Sekarang Bunda istirahat ya, Aku mau liat Daren dulu "
Afnan membaringkan Tubuh Anisa lalu menyelimuti tubuhnya, Setelah Itu Afnan langsung ke kamar Daren Untuk melihat keadaan Daren.
" Halo Boy " Afnan mengelus kepala sang putra yang sedang tertidur di box bayi " Maafkan ayah karena ayah belum bisa membawa adikmu untuk pulang Tapi papah Janji, Papah akan terus mencari keberadaan Adikmu " Afnan meneteskan air matanya Ia benar-benar sedih dengan kehilangan sang putri, Sedari tadi dirinya menutupi kesedihannya namun sekarang Afnan malah terjatuh ke lantai dan menangisi kehilangan sang putri
Ayah mana yang tidak Merasa kehilangan ketika putrinya di Culik dan ayah mana yang tidak rapuh jika dirinya merasa gagal menjaga istri dan juga anak-anaknya, Afnan merasa Rapuh serapuhnya apa lagi Samapi saat ini Afnan belum mendapatkan kabar dari anak buahnya.
" Maafkan Ayah, Naila. Ayah sudah gagal menjaga mu " Lirih Afnan Menjambak rambutnya sendiri
__ADS_1