
~ KEESOKAN HARI NYA
Pagi ini Anisa sudah bangun ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan tapi kaya nya pagi ini dirinya gak akan masak tapi bakalan beli Lontong kari untuk menu sarapan pagi ini
" Pagi kak " sapa Resti yang masuk ke dapur
" Pagi juga, sudah bangun " kata Anisa sambil tersenyum
Resti duduk di kursi meja mana sambil meminum air putih, Resti sudah biasa jika bangun tidur yang di cari adalah air putih " Iyah kak, Kakak pagi ini mau masak apa? " Tanya Resti
Anisa menoleh kearah Resti " Kakak pagi ini tidak masak tapi Kakak pesanan lontong kari ke Ceu idah, kebetulan Ceu idah tau tempat lontong kari yang enak " kata Anisa
Tadi ketika Anisa bingung mau masak apa tiba-tiba Ceu idah datang membawakan Goreng ubi dan pisang buat Anisa, jadi Anisa sekalian minta Ceu idah untuk membelikan Lontong kari untuk menu sarapan pagi ini
" Oh, iya deh kalo gitu " kata Resti
" Nanti siang Enak nya masak apa ya kak? " tanya Resti
" Sekarang semenjak menikah yang kita bingung pagi-pagi adalah Nanti siang masak apa? padahal dulu sebelum menikah Boro-boro mikirin masak memasak yang penting kenyang di perut jadi. eh sekarang malah Sebaliknya " keluh Resti
Anisa tersenyum " karena setelah menikah yang kita pikirkan bukan hanya perut kita saja tapi perut suami kita juga, Menjadi seorang istri bukan hanya harus pintar di ranjang tapi pintar juga memanjakan perut suami kita masing-masing. Tidak mau kan jika nanti suami kita mampir ke rumah orang hanya karena Di rumah orang lebih enak masakan nya dari pada di rumah kita sendiri " kata Anisa panjang lebar
" oh gitu ya Kak, Kalo begitu ajarin aku masak yang Enak dong biar suami betah di rumah " kata Resti dengan semangat
" apa sekarang Kamu sudah mencintai Suamimu? " tanya Anisa
Resti tersenyum" Kakak doain aja ya supaya aku tidak salah pilih dan mempunyai Keluarga yang sakinah mawadah warahmah " kata Resti
" Amin,.. bukan hanya kakak yang mendoakan mu tapi semua orang ikut mendoakan mu " Jawab Anisa
" Oh iya kak, hampir saja aku lupa semalam ada ibu-ibu yang nyari kakak tapi Kakak sudah tidur jadi aku suruh Ibu itu untuk datang lagi saja hari ini " kata Resti
Anisa mengerutkan kening nya " siapa ya " kata Anisa bingung
" Gak usaha di pikirkan kak, nanti juga datang lagi " kata Resti
Anisa menganggukkan kepalanya " Iyah " jawab nya
" Assalamualaikum... Ceceu NU gelis datang " kata Ceu idah sambil masuk kedalam Rumah Anisa
" Wa'alaikumsalam... Ceu gak usah teriak-teriak Suami kita masih tidur " tegur Resti
" Hehehe maaf Neng, Ceceu pikir sudah pada bangun " kata Ceu idah
" Mana Ceu lontong kari nya " kata Anisa
__ADS_1
Anisa mengambil kantung kresek yang di berikan oleh Ceu idah lalu di siapkan di meja makan
Untung kuah lontong nya di pisah jadi karinya bisa di angetin lagi jika mau di makan
" Ceu, idah sudah sarapan belum? " Tanya Anisa
" Sudah atuh neng, kan tadi ceceu Bikin gorengan " kata Ceu idah jujur
Pagi ini Ceu idah sarapan dengan gorengan yang ia buat
" Oh kalo begitu Ceu idah ikut sarapan sama kita saja " kata Anisa
" Gak sudah atuh neng, ceceu mah sudah sarapan ini Ceceu habis dari sini Mau ke pasar " kata Ceu idah
" Loh ko ke pasar mau apa?" Tanya Anisa heran
" Ceceu kan Hari ini mau belanja buat bikin warung sembako Neng, Alhamdulillah.. Oma sudah memberikan ceceu modal buat buka warung sembako jadi hari ini Ceceu mau belanja buat isi warung " kata Ceu idah
" Oh iya, semoga Warung ceceu rame ya dan bisa menambah perekonomian ceceu " kata Anisa sambil tersenyum
" Amin neng " jawab Ceu idah
Sehabis kepergian Ceu idah. Anisa ke kamar Oma untuk mengajak sarapan
" Oma .." panggil Anisa
Karena penasaran Anisa memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Oma Lidia
Ceklek...
" Oma " panggil Anisa
Anisa melihat Oma yang masih tidur. Anisa duduk di samping Oma sambil membangunkan Oma
" Oma Bangun sudah pagi, ayo kita sarapan dahulu " kata Anisa sambil menggoyangkan lengan Oma tapi...
" Oma... Oma... Bangun... " Kata Anisa yang mulai panaik
Anisa yang panik langsung mengetuk pintu kamar Resti karena kamar Oma lebih dekat ke kamar Resti di bandingkan ke kamar Afnan
" Resti... " Panggil Anisa kencang
Tok.. tok.. tok...
Ceklek..
__ADS_1
" Ada apa kak? "
Anisa yang sudah panik hanya bisa menangis " kakak ada apa? " Tanya Resti yang ikut panik
" O..ma... Res.. Oma.. hiks..."
" Oma " kata Resti terdiam lalu membulatkan kedua bola mata nya
" Oma kenapa kak? "
" Aku tidak tau, tadi pas aku mau bangunin oma, Oma tidak bergerak " lirih Anisa sambil sesenggukan
Adam yang mendengar Oma nya yang pingsan langsung membawa Oma ke rumah sakit bersama Afnan
Sedangkan Anisa dan Resti menunggu di rumah karena Anisa yang tidak memungkinkan untuk pergi ke rumah sakit
" Res bagai mana dengan kabar Oma " tanya Anisa
" Aku belum dapat kabar kak, kita berdoa yang terbaik saja buat Oma ya " jawab Resti
" Amin " kata Anisa yang masih sedih melihat kondisi Oma, kemarin Oma masih terlihat sehat bahkan Oma sangat ceria ketika Ada nenek main ke rumah
~ RUMAH SAKIT
" Oma mau pulang Adam " kata Oma yang tidak ingin di rawat di rumah sakit
" Oma plis.. nurut Sama aku kali ini saja " kata Adam yang ingin Oma di rawat dahulu
" Oma baik-baik saja jadi buat apa Oma di rawat " protes Oma
" Kalo Oma baik-baik saja mana mungkin Oma pingsan tadi " tegur Adam
" Jika Oma tidak nurut maka Adam akan menyuruh istri Adam buat menunda kehamilan nya biar Oma tidak bisa melihat cicit Oma " ancam Adam
Adam sangat tau betul jika Oma sangat menginginkan cicit dari Adam
Ancaman Adam ternyata berhasil membuat Oma mau di rawat di rumah sakit
Adam tersenyum ketika melihat Oma mau menurut dengan keinginan nya
" Ini demi kebaikan Oma, jadi Aku minta Oma tetap di rawat di sini sampai sembuh ya "
" Iyah, cerewet " kata Oma yang langsung membaringkan tubuhnya lalu menutup wajah dengan selimut
Adam melirik kearah Afnan mereka hanya bisa membuang napas nya pelan bagai mana pun Oma adalah Oma mereka
__ADS_1
"Kak Aku pamit pulang dulu ya, Nanti akan aku suruh Resti buta bawakan pakaian ganti buat kakak Sama Oma " ucap Afnan
" Iyah, terimakasih ya " kata Adam menepuk punggung Afnan