
Anisa dan Afnan baru samapi di rumah Adam sekitar Jam Tiga pagi. Afnan melihat Rumah Adam di penuhi dengan karangan bunga dan bendera berwarna kuning
'' Ayah '' Lirih Anisa memegangi lengan Afnan
Afnan mengelus lengan Anisa pelan lalu mengajak Anisa untuk masuk kedalam rumah, dengan langkah pelan mereka berjalan memasuki rumah Adam dengan pipi yang sudah berderai Air mata
Anisa merasa tidak sanggup ketika melihat Oma Linda yang terbaring kaku dengan di tutup kain, Anisa tidak percaya jika Oma telah meninggalkan mereka, walupun Anisa baru mengenal Oma sebentar Tapi Anisa bisa merasakan bagai mana kasih sayang oma kepada dirinya
Bu ani yang melihat kedatangan Anak dan menantunya langsung berdiri dan menghampiri Anisa
'' Sayang kalian sudah sampai? '' Tanya Bu ani
'' Iyah Bu '' jawab nya
'' Kamu langsung ke kamar istirahat, Ibu hamil kurang bagus jika jam segini masih di luar pamali '' kata Bu ani menyuruh Anisa buat ke kamar langsung
'' Tapi Mah '' Lirih Anisa
'' Kata Mamah ada benarnya, kamu langsung ke kamar ya kasian anak-anak kita kelelahan '' Kata Adam
Anisa membuang napas pelan lalu mengangguk pelan. Ibu Ani mengantarkan Anisa ke kamar tamu
'' Istirahat ya Nak '' Kata Bu Ani
'' Mah bagai mana keadaan Resti, apa Resti baik-baik saja? '' Tanya Anisa kepada Bu Ani
Bu ani Tersenyum '' Resti baik-baik aja sekarang ada di kamar dengan suaminya '' Jawab Bu Ani
Anisa mengangguk paham, Anisa bisa merasakan bagai mana perasaan Resti saat Ini pasti ia sangat sedih seperti dirinya.
~Di kamar Adam
Adam masih memeluk istrinya sambil mengelus kepala sang istri dengan pelan '' Kita harus kuat sayang, kita tidak boleh seperti ini '' Kata Adam
'' Iyah by '' Jawab Resti dengan mata Yang sembab
" Sekarang kamu istirahat dulu ya, Aku harus keluar lagi Gak enak sama Mamah dan papah yang masih di depan " kata Adam
" Iyah By " jawab Nya
Adam menidurkan Resti dan menyelimuti Tubuh Resti dengan Selimut, setelah melihat Resti tidur Adam Langsung pergi ke luar Dan ikut gabung dengan yang lain
" Kamu sudah datang, dimana Anisa? " Tanya Adam
" Istriku sudah aku suruh istirahat kasian habis perjalanan jauh " Jawab Adam
" Bagus deh kalo begitu, pasti dia sangat lelah apa lagi sedang hamil " kata Adam
Afnan mengangguk " iyah kak, oh iya Aku turun berduka cita ya atas perginya Oma, Aku ikut sedih " kata Afnan
" Terimakasih " jawab Adam
" Aku tidak menyangka jika Oma akan secepat ini meninggalkan ku padahal Oma sangat ingin melihat cicit nya " lirih Adam
Afnan menepuk pundak Adam " Oma pasti akan masih bisa melihat cicit nya di atas sana kak "
" Iyah kamu benar "
Afnan dan Adam duduk di dekat Oma sambil melantunkan Ayat suci Alquran
Anisa di dalam kamar karena ia tidak bisa tidur akhirnya Anisa pun mengambil Air wudhu lalu sholat Setelah sholat Langsung membuka Al-Qur'an dan mengirim Do'a untuk Oma
~PAGI HARI
Pagi ini rumah Adam semakin banyak tamu yang berdatangan
" Saya ikut berduka cita ya Tuan Adam " kata Rekan bisnis Adam
" Terimakasih Tuan " jawab Adam
Oma sudah di sholat kan Dan akan segera di kebumikan, Suara Ambulance sudah terdengar di depan halaman rumah Adam
Adam dan sekeluarga sudah Siap untuk mengantarkan Jasad Almarhum Oma ke pemakaman
__ADS_1
" Sayang kamu tunggu di rumah saja ya " kata Afnan kepada Anisa
" Iyah Ayah " jawab Anisa
Afnan mengelus kepala Sang istri lalu ikut bersama rombongan ke pemakaman
Resti ikut serta dengan rombongan hanya Anisa yang tidak ikut karena sedang hamil
Di pemakaman Adam merangkul sang istri mereka tidak kuasa melihat Kepergian Oma, Resti menahan tangis karena ia tidak ingin memberatkan Oma
Tidak ada yang menangis di sana Karena mereka tau jika Mereka menangis tersedu-sedu itu akan membuat kepergian Oma Terasa berat dan Mereka tidak menginginkan itu karena Yang di inginkan adalah Oma pergi dengan tenang dan damai tanpa Merasa berat meninggalkan anggota kekuatan nya ( Setau Author ya, Kalo salah boleh komen di kolom komentar )
Setelah di kebumikan Resti dan Adam menaburkan bunga di atas gundukan tanah yang masih basah
" Oma, yang tenang di sana ya Kami pasti akan selalu merindukan Oma " kata Resti mencium papan lisan
Adam mengelus pundak sang istri, " ayo pulang hari sudah sore " ajak Adam dan di balas anggukan oleh Resti
Adam, Resti dan yang lainnya langsung pulang, mereka tidak mampir-mampir dulu
" Assalamualaikum... " kata Bu Ani ketika Samapi di rumah Adam
Anisa yang sedang menyiapkan makan siang langsung menoleh ke arah suara " wa'alaikumsalam... Sudah pada pulang " kata Anisa yang berjalan ke arah rombongan
" Sudah Bun " jawab Afnan
" Kamu sudah masak sayang? " Tanya Bu Ani
" Sudah mah, Anisa sengaja masak agak banyak Karena walaupun kita masih berduka tetap saja kita harus makan bukan " jawab Anisa sambil tersenyum
" Kamu benar tidak baik Jika Terus meratapi Dan terpuruk, karena Kita harus menjalani hidup " jawab pak Yusuf
" Kalo begitu ayo kita makan dulu pasti sudah pada laper " ajak Anisa
Adam dan Resti Yang baru saja Samapi langsung Berjalan ke meja makan, Adam sudah banyak menerima nasihat dari Pak Yusuf sehingga Adam tidak ingin Terus terpuruk dan Menangisi Oma yang sudah tenang di sana
" Ayah mau makan apa? " Tanya Anisa
" Ayah udang balado saja Bun " Jawab Afnan
Resti yang melihat sikap Anisa yang begitu manis kepada sang kakak langsung mengisi piring milik sang suami, Resti bertekad kalo dirinya harus tegar dan Tidak terus menerus merasa bersalah dengan kepergian Oma
" Di makan Haby " kata Resti setelah mengisi piring milik suaminya
Adam mengangguk patuh lalu Menikmati makan siang mereka dengan tenang dan damai tanpa ada suara hanya ada suara dentingan sendok dan garpu
Setelah beres makan siang Adam dan Resti pamit ke kamar sedangkan Pak Yusuf dan Bu Ani pamit untuk pulang karena masih ada yang harus mereka urus
Sedangkan Afnan dan Anisa masih di rumah Adam karena mereka tidak ingin meninggalkan Adam Dan Resti dengan keadaan yang masih sedih
" Ayah, ayah yakin kita akan nginep di sini beberapa hari? " Tanya Anisa
" Iyah sayang, Agar nanti jika Ayah dan Kak Adam pergi kerja Biar bunda bisa temani Resti, Agar Resti tidak merasa sendirian " jawab Afnan
Anisa mengangguk mengerti " Iyah Ayah " jawab Nya yang langsung duduk di Sopa dan mengambil remote tv
Sedangkan di kamar Adam dan Resti Mereka Sedang melakukan tidur siang karena Semalaman kurang tidur
" Ayah, apa ayah tidak ngantuk, semalam kan ayah kurang tidur " kata Anisa
" Iyah ayah memang ngantuk Bunda tapi ayah gak tega membiarkan bunda sendirian " jawab Afnan jujur
Anisa Menggelengkan kepalanya " Ayah tidur saja, Bunda tidak apa-apa ko lagian Jika nanti bunda ngantuk pasti bunda akan ikut tidur juga " kata Anisa
Karena sudah tidak tahan menahan kantuk akhirnya Afnan memutuskan untuk membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur dan langsung menutup kedua mata nya
Anisa yang melihat suaminya yang langsung tidur hanya bisa tersenyum " ngantuk ko di paksa buat Melek " kata Anisa
~ MALAM
Hari sudah sore matahari pun sudah mulai Turun untuk bergantian dengan Bulan, Anisa yang sedang duduk di sopa di kagetkan dengan Resti yang turun dari tangga dengan membawa koper
" Loh kamu mau kemana? " Tanya Anisa heran
__ADS_1
" Aku mau ke kamar Oma kak, Mau beresin baju-baju Oma dan akan Resti sumbangkan kepada orang yang membutuhkan " jawab Resti
" Kakak bantu ya " Tawar Anisa dan di balas anggukan oleh Resti
Tadi ketika Resti sudah merasa cukup untuk tidur ia berniat untuk membereskan pakaian Oma dan akan di sumbangkan kepada orang yang lebih membutuhkan.
Di kamar Oma, Resti dan Anisa Dengan telaten mengeluarkan baju-baju Oma
" Wah baju-baju Oma pada cantik-cantik ya " puji Anisa
" Kakak benar, Bahkan masih Ada segel dan Harga nya juga " jawab Resti sambil tersenyum
" Pasti nanti penerima pakaian Oma pasti bakalan senang benget ini, mudah-mudahan jadi berkah ya "
" Amin.." jawab Resti
Anisa bangga kepada Resti yang bisa tegar menghadapi ini semua
" Kakak bangga melihat mu bisa tegar Dan tidak terpuruk " kata Anisa sambil melipat pakaian Oma
Resti tersenyum " hanya dengan cara ini agar Oma bisa bahagia di sana kak, jujur saja Resti juga tidak sekuat itu namun Resti tidak ingin membuat Oma sedih " lirih Resti
Anisa langsung memeluk Resti " kakak tau bagai mana perasaan kamu, Karena kakak juga pernah di tinggalkan oleh kedua orang tua kakak " kata Anisa
" Mungkin ini tidak mudah tapi Kakak yakin jika kamu dan suamimu bisa melewati semua ini " kata Anisa sambil mengelus pundak Resti
Resti yang di peluk ia malah meneteskan air mata nya " terimakasih ya kak "
" Sama-sama " jawab Anisa
" Ternyata kalian di sini " kata Afnan yang mencari keberadaan Istri nya
" Ayah, Ayah sudah bangun? "
" Bagai mana tidak bangun, Orang yang selalu Ayah peluk tiba-tiba tidak ada " jawab Afnan Yang ikut duduk di samping Resti
Afnan mengelus Resti dengan lembut " Kakak yakin jika kamu bisa melewati ini semua, karena Setiap manusia pasti akan merasa kehilangan " kata Afnan
" Iyah Kak " jawab Resti
~ DUA BULAN KEMUDIAN
Tidak terasa sudah dua bulan Oma meninggalkan Adam dan keluarga, Sudah tidak ada kesedihan lagi di rumah Adam Apa lagi saat ini Resti telah hamil empat Minggu membuat Adam yang tadi nya bersedih kini berubah menjadi Bahagia seperti saat ini Adam tidak membuatkan sang istri untuk mengurus pekerjaan rumah, Adam malah mencari pelayan baru untuk ia kerjakan di rumah Adam tidak ingin sang istri merasa kelelahan atau kecapean karena harus melakukan aktivitas rumah
" By, aku bosan berdiam di atas tempat tidur terus aku ingin gerak dan jalan-jalan " rengek Resti yang sudah mulai bosan
" Tidak, Untuk saat ini tidak dulu tapi nanti jika Kandungan mu sudah kuat baru kita jalan-jalan " kata Adam
" Perasaan Dulu pas Kak Anisa hamil gak gini-gini amat deh " keluh Resti
" Aku dengar Sayang " kata Adam yang sedang Fokus dengan Laptop nya
Ya setelah Resti di nyatakan hamil Adam memindahkan pekerjaan nya di rumah sehingga Resti harus sering bertemu dengan Leon karena yang akan mengantarkan berkas-berkas kepada Adam adalah Leon
Adam menyuruh Leon yang datang karena Adam tidak ingin para pegawai nya tau di mana rumah Adam, Cukup Leon yang tau karena Leon Adalah saudara Adam
Resti membulatkan kedua mata nya " By, aku mau seblak boleh? " Tanya Resti
" Makana apa itu? " Tanya Adam sambil Memalingkan mata
" Ini yang seperti ini " Resti menunjukan Anisa yang sedang makan seblak dengan lahap nya
" Itu tidak enak " kata Adam
" Kalo tidak enak mana mungkin kak Anisa mau makan, Ayo dong By, Carikan " rengek Resti
" Kalo tidak percaya coba saja tanyakan kepada Anisa " ucap Adam tidak habis pikir mana ada Makana yang di campur-campur kaya begitu enak
Resti langsung menghubungi Anisa untuk meminta Jawaban dari Anisa, Dan ketika mendapatkan jawab Resti langsung berbinar dan menyuruh Adam untuk mencari seblak ke inginkan nya
Sedangkan Anisa malah tersenyum terbahak-bahak ketika Mendapatkan telpon dari Resti, Entah kenapa Ketika ia tau Resti sedang hamil Anisa lebih sering Menunjukan makanan yang sedang ia makan dengan begitu pasti Resti akan Langsung meminta di belikan kepada Adam dan itu membuat Anisa tersenyum puas
Afnan yang melihat kejahilan Istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Sepertinya Anak ku nanti akan jahil seperti bunda nya saat ini " gumam Adam