Cinta Anisa

Cinta Anisa
KEDATANGAN OMA LINDA


__ADS_3

~ RUMAH ADAM


" Pokonya om gak mau tau kamu harus ikut ke rumah Anak sahabat Omah, gak ada penolakan dan gak ada bantahan, itu juga jika kamu ingin melihat Oma hidup lebih lama lagi " ucap Oma Dengan tegas


" Tapi omah, aku banyak pekerjaan " Tolak Adam


" jadi pekerjaan mu lebih penting dari pada Omah begitu? "


~ RUMAH AFNAN


Jam sudah menunjukan jam Empat sore, Afnan, Resti serta Pak Yusuf sudah pulang kerumah dengan tepat waktu karena takut mereka telat menyapa Oma Lidia


" Bagai mana dengan penampilan ku Mas? " Tanya Anisa Yang sedang menggunakan dress panjang berwarna putih dengan motif bunga Sabi yang kecil-kecil dan di padukan dengan kerudung pasmina


Afnan tersenyum " kamu ini sudah sangat cantik sayang, mau menggunakan apapun kamu tetap cantik " puji Afnan mencium bi_r Anisa


" Mas.." keluh Anisa yang sudah menggunakan lipstik tipis


Afnan Terkekeh baru kali ini Afnan melihat Anisa yang heboh dengan penampilan nya


" Sudah ayo turun sayang kata nya Oma Linda sudah sampai " ajak Afnan


" Iyan mas " jawab Anisa yang mengikuti Afnan dari belakang


Afnan merangkul pinggang Anisa dengan posesif karena melihat ada pria lain di Ruang tamu


" Selamat malam Semua nya " sapa Afnan


" Wah, siapa ini? " Tanya Oma Linda menatap Afnan dengan lekat


" Ini Afnan Mah, masa mamah lupa sih " kata Bu Ani Terkekeh


Bu Ani sedari dulu memang sudah memanggil Oma Linda dengan sebutan Mamah karena usia Oma Linda yang seusia Almarhum mendiang Ibu nya.


" Wah kamu tampan sekali Nak " puji Oma Linda


Afnan dan Anisa mencium punggung tangan Oma Linda dan beralih kepada Adam namun Anisa hanya Menangkubkan kedua tangan nya di dada ketika Adam mengulurkan tangan nya


Oma Linda tersenyum melihat sikap Anisa sedangkan Adam malah merasa kagum kepada Anisa baru kali ini ada wanita yang menolak salaman dengan dirinya


Afnan dan Anisa sudah duduk di sopa " mah perkenalkan ini Anisa istrinya Afnan, dan sebentar lagi Mamah akan punya cicit karena Anisa sedang mengandung " ucap Bu Ani dengan bangga nya memperkenalkan Anisa kepada Oma Linda


" Benarkah Jika Mamah akan memiliki Cicit " tanya Oma Linda ikut bahagia

__ADS_1


" Mamah tidak menyangka Jika Anak yang dulu mamah bawa kemana kemari sekarang sudah akan memiliki Seorang anak, selamat ya Nak " ucap Oma Linda kepada Afnan


" Terimakasih Omah " jawab Afnan


Sedangkan Adam ada rasa kecewa karena ternyata wanita yang menolak salaman dengan nya telah menjadi istri orang lain dan akan memiliki seorang anak


" oh iya Oma, ini siapa? " Tanya Afnan kepada Oma nya


Afnan merasa tidak nyaman karena sedari tadi Afnan melihat jika pria yang duduk di samping Oma Linda terus saja mencuri pandang kepada Sang istrinya


" Oh iya, perkenalkan ini cucu Oma, nama nya Adam, bukan nya dulu ketika kamu masih kecil kalian suka main bareng " kata Oma Linda


" Benarkah? " Ucap Afnan tidak percaya


" Mana mungkin dia ingat omah, orang dia waktu itu masih tiga tahun dan itu membuat aku jengkel karena terus saja menempel kepada ku, masih untung jika dia menempel kepada mengenakan pakaian ini hanya menggunakan kolor saja " keluh Adam


Afnan Menggaruk kepala nya yang tidak gatal karena malu. Mana mungkin Afnan ingat apa lagi masih usia tiga tahun sudah lupa.


" Hahaha kamu masih ingat saja " kata Oma Linda tertawa


Anisa mengulum senyumnya dan Mengelus lengan sang suami


" Oh iya, ayo kita makan dahulu, pasti Mamah dan nak Adam sudah laper kan " ajak Bu Ani


Anisa mengangguk " baik mah " jawab Anisa yang langsung berdiri dan menghampiri kamar Resti


" Nama itu, sepertinya aku kenal ah mungkin Karena nama nya saja yang pasaran " ucap Adam di dalam hati sambil menggelengkan kepala menepis pikiran nya


Tok.. tok.. tok...


" Masuk " jawab Resti yang ada di dalam kamar nya


Anisa membuka pintu kamar Resti " loh ko belum siap? " Tanya Anisa kepada Resti yang masih santai di atas tempat tidur


" Aku malas ke bawah kak " jawab Resti


" Gak boleh kaya gitu, Mamah, papah dan yang lain nya sudah menunggu kamu untuk makan malam " kata Anisa


" Heum, malas sekali " keluh Resti. Resti paling tidak suka ada acara makan malam seperti ini


" Baik lah, aku ganti baju dulu " kata Resti yang turun dari tempat tidur


" Jangan buat Mamah dan yang lain menunggu, Kakak keluar dulu " ucap Anisa

__ADS_1


" Iya kak " jawab Resti


Setelah kepergian Anisa, Resti mencari gaun yang cocok untuk dirinya pakai


Resti memakai dress brokat di bawah lutut dengan rambut yang di biarkan di gerai begitu saja dan jepit lucu yang ia selipkan di rambut nya agar terlihat semakin cantik


" Selesai " ucap Resti menatap penampilan nya di kaca


Resti keluar dari kamar dan langsung turun ke bawah


" Selamat malam semua nya, maaf Aku tela..." Ucapan Resti terhenti ketika melihat siapa yang duduk di dekat ibu paruh baya


Adam tidak kalah Terkejut melihat ada bawahan nya di rumah yang sedang ia kunjungi


" Kamu "


" Pak bos " ucap mereka bersamaan


Orang yang ada di sana merasa heran " apa kalian saling kenal? " Tanya Pak Yusuf


" Beliau Atasan Resti pah " jawab Resti jujur


" Benarkah? " Tanya Oma Linda kepada cucunya


" Iyah omah " jawab Adam membuang napas nya


" Kenapa dunia ini sangat sempit sekali " keluh Adam Di dalam hati


" Ayo duduk " ajak Bu Ani kepada Resti


" Bagus dong kalo kalian sudah saling kenal, karena ada yang mau mamah sampaikan kepada kalian Namun lebih baik kita menikmati hidangan nya dahulu, apa lagi mamah sudah tidak tahan mencium aroma pepes ikan " ucap Oma Lidia yang sudah tidak sabar ingin mencicipi pepes yang di sediakan di atas meja makan


Bu Ani Dan Pak Yusuf hanya bisa saling pandang, entah apa yang akan di Bicarakan Oma Linda mereka mereka apa lagi menyangkut Mendiang ibu nya.


" Ini buatan mantu ku loh mah, masakan Mantu ku tidak kalah dengan Restoran bintang lima " puji Bu Ani kepada Oma Linda


" Mah " Ucap Anisa malu


Oma Linda yang melihat Anisa malu-malu hanya tersenyum " kalo begitu Mamah semakin tidak sabar ingin mencoba nya "


Semua orang menikmati makan malam mereka dengan lahap, apa lagi Oma yang sangat menikmati pepes buatan Anisa


" Sudah cantik, akhlak nya bagus, pintar masak lagi, sempurna sudah " batin Adam. Adam semakin Mengagumi sosok Anisa karena Anisa begitu sempurna di mata nya

__ADS_1


__ADS_2