
Pagi ini Afnan dan Anisa berencana Untuk menjenguk Leon sebelum Ke kantor Namun ya yang Nama Nya Afnan yang tidak lepas dari Drama Pagi nya Membuat Anisa Cemberut
Bagai mana tidak marah Anisa yang Awalnya ingin membantu sang suami malah di terkamnya Padahal Anisa sudah rapih dengan pakaian nya.
" Bunda " panggil Afnan mencolek dagu sang istri
" Taulah Ayah mah gitu kebiasaan Kalo Ajak olahraga gak pernah liat-liat Dulu " gerutu Anisa
" Tuh kan kerudung Bunda Jadi lecek "
" Maaf Bunda lagian yang salah Bukan Ayah tapi Adik ayah yang tidak bisa menahan Godaan " elak Afnan menyalahkan Adik kecil nya padahal emang otak Afnan saja yang ngeres gak bisa liat Istri yang sudah cantik sedikit.
Anisa membuang napas nya Pelan " Ayah. Adik ayah sama ayah itu sepaket jadi Mana mungkin Ayah menyalahkan Adik ayah, Kalo Pikiran ayah Tidak ngeres Adik ayah juga tidak akan Ikut bangun dan menyerang si neng begitu saja " keluh Anisa
Bukan nya ingin Menjawab Afnan malah Terkekeh mendengar kekesalan Istrinya itu Menurut Afnan Anisa sangat Lucu dan imut jika sedang marah-marah seperti itu
" Bunda Gemes banget sih " Afnan mencubit kedua pipi Anisa
" Ayah.." Belum juga reda dengan kekesalan nya Yang tadi Afnan malah membuat ulah Kembali
" Hahaha.. Cup. love you Bunda " Kata Afnan mengecup kening sang istri
Wajah Anisa berubah menjadi Kemerahan ketika mendapatkan Kata manis dari Afnan Entahlah wajah Anisa selalu bersemu ketika mendapatkan Kata-kata manis Dari suaminya itu
" Jangan marah lagi, Maafkan ayah Ya yang sudah buat Bunda kesal dan Marah pagi ini " kata Afnan Memeluk sang istri
Anisa mengangguk Kecil di pelukan sang suami " Iyah ayah " Jawab nya pelan
Afnan melonggar kan Pelukannya lalu menatap Sang istri dengan intens
" AYAh jangan mulai! " Tegus Anisa melepaskan pelukannya
Anisa bisa Membaca apa yang akan Terjadi selanjutnya jika Tatapan sang suami Sudah Seperti itu pasti akan ada Ronde-ronde berikut nya
Afnan Terkekeh sambil menggaruk kepala yang tidak gatal ketika di tinggalkan oleh Anisa keruang Ganti
" Kamu membuat aku semakin gemas Saja Sayang " gumam Afnan
Setelah Sarapan Afnan dan Anisa langsung pergi ke rumah sakit Tidak lupa Anisa juga bawa buah tangan
" Assalamualaikum.. "
__ADS_1
Bu Lesti yang kebetulan baru datang juga langsung menoleh kearah suara
" Iyah. Maaf siapa ya? " Tanya Bu Lesti yang tidak mengetahui siapa Afnan dan juga Anisa
Afnan menatap Bu Lesti dengan intens
" Saya kakak nya Resti " jawab Afnan
Bu Lesti langsung membuang muka ke arah lain " oh Kirain siapa " kata nya sambil duduk
Anisa tersenyum " kami ke sini Ingin menjenguk Leon, Bagai mana dengan keadaan nya Tante " kata Anisa ramah
" Ya gitulah Masih begini saja " kata nya agak ketus
Afnan yang mendapatkan perlakuan kurang baik dari Bu Lesti merasa geram
Anisa yang melihat suaminya sudah kesal Langsung mengelus lengan sang suami
" Ini tante saya bawakan buah-buahan " Anisa memberikan keranjang buah kepada Bu Lesti Namun lagi-lagi bukannya di sambut ramah Malah hanya di lirik saja
" Sudah Bunda ayo kita Pergi Dari sini " ajak Afnan yang tidak ingin lama-lama berada di sini
Anisa membuang Napas nya pelan Lalu melirik sang suami
Namun Bu Lesti masih saja seperti enggan untuk menjawab Salam Dari Anisa, Anisa hanya mengelus dadanya ketika tidak mendapatkan Keramahan dari Bu Lesti
Di laur Afnan mengumpat sikap Bu Lesti yang tidak ramah itu
" Melihat sikap nya yang seperti itu aku jadi nyesel Bun menjenguk Leon " kata Afnan
Andai saja Jika Mereka bukan anggota keluarga Mungkin Afnan juga enggan untuk datang ke rumah sakit apa lagi Melihat sikap Bu Lesti yang sombong dan juga tidak ramah itu
" Hus.. Ayah gak boleh gitu. Dalam Islam, menjenguk orang sakit hukumnya adalah sunah. Rasulullah SAW pun mengajurkan umatnya untuk menjenguk orang sakit dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan. " kata Anisa membuat Afnan menutup mulut nya
" Maaf bunda " kata Afnan yang merasa Tidak enak
" Tapi aku kasian kepada Leon Ayah, sepertinya Leon gak di rawat dengan benar oleh pihak keluarga Tante Lesti saja terlihat Baru datang juga seperti kita " kata Anisa yang merasa kasian melihat Leon tidak ada yang urus
" Entah lah Bun " jawab Afnan yang enggan memikirkan nya
" Sudah ayo Bun sudah siang Kita ke perusahaan langsung ya " Ajak Afnan yang mendapatkan Anggukan dari Anisa
__ADS_1
~ DI RUMAH ADAM
" Haby Barusan Kak Anisa ngasih kabar kalo mereka habis dari rumah sakit jenguk Leon " kata Resti kepada sang suami yang hendak berangkat kerja
" Benar kah? "
Resti mengangguk " tapi Kata Kak Anisa Tante Lesti juga sama baru datang juga, apa Tante Lesti tidak menunggu Leon di rumah sakit jika malam? " Tanya Resti heran
" Entahlah Nanti aku coba tanyakan kepada Tante Lesti ya "
" Kalo benar kaya begitu kasian Leon Bagai mana jika Leon Siuman tengah malam lalu tidak melihat ada Ibu atau sanak saudara nya di sana pasti sedih sekali " kata Resti
Adam mendongakkan tubuhnya ke arah Resti
" Sejak kapan Istriku ini peduli dengan Leon? " Tanya Adam
" Ia haby, bukan peduli hanya kasian saja " balas Resti
Adam mengucek rambut Resti " baiklah karena istriku ini sangat perhatian sekali terhadap Leon maka aku akan cari tau " ucap Adam
" Ia Haby.. " rengek Resti yang tidak terima rambut nya di acak-acakan
Adam Terkekeh " hehehe.. kalo begitu Aku berangkat dulu ya " pamit Adam Mengecup kening sang istri lalu berjongkok
" halo Baby Baik-baik ya di dalam sana Jangan buat Mamah mu kerepotan Hari ini, Papah sayang Kalian " Afnan mengelus lalu mencium Perut Rata Resti
Resti tersenyum melihat suaminya yang sedang mengajak Calon anak mereka berbicara
" Assalamualaikum.. sayang "
" wa'alaikumsalam Haby. hati-hati di jalan ya Haby " kata Resti sambil melambaikan tangannya
Setelah kepergian Adam Resti kembali masuk kerumah Ia Langsung membereskan Kamar miliknya lalu membawa Cucian Ke ruang Cuci
" Non Biar Bibi saja yang mencuci " kata bibi
" Apa bibi tidak repot jika Bibi mencuci juga? " tanya Bibi
bibi tersenyum " Tidak Non lagian ini kan tugas nya bibi " jawab Bibi sopan
" baiklah Kalo begitu " jawab Resti yang memberikan Cucian kepada bibi
__ADS_1
jika dulu Resti selalu mencuci sendiri karena Belum hamil tapi setelah hamil Resti sudah tidak pernah ke ruang cuci lagi Karena takut Ada bahaya di sana.
" sepertinya Aku harus mencari tukang cuci Agar bibi tidak kerepotan " gumam Resti Yang merasa kasian melihat bibi terlihat repot