Cinta Anisa

Cinta Anisa
CICAK


__ADS_3

Di kamar Adam dan Resti mereka sedang saling menghangatkan tubuhnya, sedangkan Anisa ia masih berada di dapur dengan menyantap mie instan yang di buat oleh nya namun Sudut bibir Anisa terangkat ketika mendengar des_han di kamar Adam dan Resti


" Ah.. aku jadi ingin membangunkan suamiku lagi " gumam Anisa Menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


~ PAGi HARI


Resti dan Adam masih Berada di bawah selimut tebalnya mereka masih saling berpelukan dengan kondisi sama-sama Polos tanpa sehelai benang pun


Sedangkan di meja makan sudah kumpul untuk sarapan


" Ko Mamah tidak melihat Resti dan juga Adam, kemana mereka? " Tanya Bu Ani


" Iyah, tumben sekali mereka belum bangun biasanya juga mereka selalu paling awal? " Ucap Oma Linda


Anisa terkekeh " biarkan saja mereka Oma, mamah, mungkin semalam terlalu lelah makanya masih belum bangun hihihi "


Sontak saja orang Yang ada di meja makan menatap Anisa dengan tidak mengerti


Sedangkan Afnan dia sudah tau apa yang di maksud oleh istrinya, bagai mana tidak Malam-malam Afnan Harus Melihat cicak besar yang sedang bermain dengan adik kecil bahkan Cicak itu menelan semua adiknya membuta Afnan membulatkan mata dan menimati sentuhan Cicak Itu


Setelah usai bermain Afnan yang masih heran kepada Sang istri yang tiba-tiba melakukan hal yang menurut Afnan sangat luar biasa, ia langsung bertanya Dan Afnan terkejut ketika Mendengar penjelasan Dari Anisa


" Jadi kamu seperti cicak dan memakan Adik kecil ku karena mendengar des_n dari kamar mereka gitu? " Tanya Afnan heran


" Iyah " jawab Anisa dengan enteng nya


Afnan menepuk jidatnya pantas saja Anisa berubah menjadi cicak ternyata karena Itu.


" Iyah bahkan semalam di kamar Afnan juga ada cucak Mah " kata Afnan sambil mengulum senyum nya


Sedangkan Anisa sudah melotot menahan malu


" Benar kah, di kamar mu ada cicak? " Tanya Oma


" Iya Oma, Aku sampai kewalahan gara-gara cicak itu, untung Afnan Kuat dan jago jadi Cicak itu bisa langsung tepar " jawab Afnan


" Ihh.. jorok sekali kamu Nak, masa ia kamu sudah membuat Cicak itu tepar " ucap Ibu Ani yang merasa jijik dengan cicak


Anisa yang mendapatkan sindiran dari suaminya hanya bisa menunduk malu, Anisa tau jika suaminya sengaja ingin membuat dirinya malu


Resti membuka kedua bola mata nya yang pertama kalinya Resti Lihat Adalah Sang suami yang masih memeluk dirinya dengan Erat. Resti tersenyum ia tidak lupa dengan kejadian malam panjang semalam


Untuk pertama kalinya Resti bisa mengelus dan menatap Wajah tampan Sang suami


" Eum.. apa kamu masih ingin mengulanginya lagi? " Tanya Adam yang terbangun karena tangan halus Resti

__ADS_1


" Sudah Bangun Mas? " Kata Resti


Adam mengecup bi_r Resti " kalo aku belum bangun mana bisa aku mengecup bi_r mu sayang " jawab Adam


Resti tersenyum " ayo Bangun Mas, kaya Nya ini sudah sangat Siang " kata Resti yang melihat ke arah gorden yang sudah mulai terang


" Biarkan seperti ini dulu " Kata Adam sambil memeluk Resti


" Tapi aku laper "


" Heum baik lah, ayo kita turun dan Mencari makanan nanti jika sudah mengiri tenaga Kita lanjut lagi " kata Adam menggoda Sang istri


" Ih.. mas sekarang pikiran nya Mesum sekali " Kata Resti yang mencoba bangun dari tempat tidur tapi..


" Auh..." Lirih Resti yang merasa kesakitan di bagian bawah nya


Adam dengan repleks langsung turun dari tempat tidur " ada apa? " Tanya nya


" Bagian bawah ku perih sekali " jawab Resti malu


Adam yang mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Resti ia langsung membawa Resti ke dalam kamar mandi dan membiarkan Resti untuk berendam air hangat di sana


" Apa sangat sakit? " Tanya Adam yang duduk di samping bak mandi


" Maafkan aku, karena aku kamu jadi merasa kesakitan " ucap Adam sambil mengelus kepala Resti


" Mas.. "


" Heum.. "


" Pakai baju mas, Belalai gajah Mas ke mana-mana aku jadi malu " ucap Resti yang melihat Belalai gajah Adam yang tidak menggunakan apa-apa


" Kenapa harus malu, kamu kan sudah merasakan nya " goda Adam


Yang di goda langsung memerah wajah nya bakan Ia langsung memalingkan pandangan nya ke arah lain


" Mas Ih " keluh Resti


Tinggalkan yang sedang berada di kamar mandi.


Di bawah Anisa dan Afnan baru saja pulang dari makan Anak dan juga Kedua orang tua nya


" Loh ko pulang-pulang wajah nya cemberut begitu? " Tanya Bu Ani yang sedang duduk di bale-bale bersama Pak Yusuf


Afnan dan keluarga Mereka berencana akan Tinggal di kampung Anisa selama satu minggu itung-itung liburan

__ADS_1


Anisa Duduk di samping ibu mertua nya lalu bergelayut manja di tangan Ibu mertua nya


" Mas Afnan Mah " lirih Anisa


" Ada apa dengan Anak Itu? " Tanya Bu Ani


" Masa Mas Afnan tidak ingin mengikuti keinginan Anak Nisa "


Pak Yusuf langsung memandang Putra nya dengan tatapan tajam


" Bagai mana aku mau menurutinya, Mamah dan papah bayangkan saja Anisa meminta Aku buat Naik si Eneng " keluh Afnan


" Eneng? " Tanya Bu Ani dan Pak Yusuf


" Iyah Pah, mah, Si eneng kan lagi mandi di sungai terus Nisa minta Mas Afnan buat naiki si Eneng, eh mas Afnan malah kabur " keluh Anisa


" Sayang Mana mungkin Afnan naiki si Eneng, Kan kasian si Eneng nya yang keberatan menahan badan Afnan " kata Bu Ani dengan lembut


" Lagian Gak sopan sekali kenapa Si eneng Bisa mandi di kali, bukannya di kamar mandi, apa di rumah nya tidak ada kamar mandi? " Ucap Pak Yusuf


" Kalo si Eneng mandi di kamar mandi ya gak akan Muat pah, kan badan dia besar makanya mandinya di kali biar leluasa " jawab Anisa


" Sebesar apa badan si Eneng itu, masa ia badan wanita bisa lebih besar dari kamar mandi, papah jadi penasaran wanita macam apa yang mandi di sungai " ucap Pak Yusuf


Anisa mengerutkan keningnya


" Auuhh... Mah Sakit " keluh Pak Yusuf yang di jewer oleh Bu Ani


" Makanya sudah tau jangan aneh-aneh, sudah bau tanah juga masih sja ingin Mengintip wanita mandi di kali " keluh Bu Ani


" Stop Mah, pah, kalian salah paham " kata Anisa


Sontak saja Bu Ani dan Pak Yusuf menoleh kearah Anisa


" Salah paham bagai mana? " Kata nya


Anisa mengulum senyum nya " si eneng itu Anak nya kerbau Mah, pah "


" Hahaha.... Sudah ku duga kalo mamah papah akan Salah paham " tawa Afnan sangat keras dan renyah sekali


Sedangkan Bu Ani dan Pak Yusuf malah saling pandang, dia sudah salah paham, mereka pikir si Eneng itu Seorang wanita yang mandi di kali karena bertubuh jumbo tapi ternyata Hanya anak Kerbau


" Lalu kalo anak kerbau kenapa kamu tidak mau menaikinya " tanya Pak Yusuf dengan mode galak nya


Afnan menghentikan tawanya " karena Mas Afnan takut makanya Mas Afnan gak menaikinya " jawab Anisa

__ADS_1


__ADS_2