
Mau Killa sepintar apapun tetap saja Damar yang paling Pintar. Damar mencari kunci cadangan kamar Killa karena ia tidak bisa masuk kedalam kamar Killa mungkin karena Killa menguncinya dari dalam
" Kamu pintar Dear, tapi sayang di sini aku yang paling Pintar " Ucap Damar sambil tersenyum. Damar membuka kamar milik Killa dengan pelan setelah berhasil membuka kunci kamar Killa, Adam masuk dengan pelan-pelan ia tidak ingin membangunkan Killa yang sudah tidur
Senyum Adam langsung terbit karena tebakannya benar jika Killa sudah tidur " sedang tidur saja kamu sangat cantik Dear, Apa lagi nanti jika Kamu menggunakan Gaun pengantin kamu pasti akan lebih Cantik " Kata Damar pelan lalu ia naik ke atas tempat tidur dan memeluk Killa dari belakang Namun Damar Tidak sengaja memegang sesuatu yang aneh " Apa ini? bulet kecil " Gumam Damar memutar-mutar kan bulatan kecil itu namun..
" Eum.. " Terdengar pelan suara lengguhan Killa
Damar membuatkan kedua matanya dengan sempurna " Ini.. " Bukannya Melepaskan tangannya dari bulatan kecil itu, Damar malah asik dan menikmati suara lengguhan Killa " Dear, kamu benar-benar menggoda imanku, Dan kenapa kamu tidak menggunakan pengalaman di kedua gunung mu. ini bukan salah ku tapi salah mu sendiri yang tidak menggunakan pengaman di gunung kembar ini " Ucap Damar yang tidak ingin di salahkan Nantinya
Bukan hanya tangan Damar yang Aktif ternyata Adiknya juga ikut Aktif di bawah sana yang membuat sesak apa lagi ia bergoyang-goyang seolah sedang menari menikmati sensasi yang di buat oleh Adam
" Kamu memang gak ada Akhlak Boy. Kenapa kamu mengamuk hanya karena aku memegang kelereng kecil ini " Gumam Damar pelan " Bagai mana Jika aku memegang yang lain sepertinya kamu tidak akan sabar untuk tidak bergoyang di bawah sana "
" Eum.. aaa.... " Killa mend*** Di bawah alam sadarnya dan itu membuat Dasar tersenyum puas
" Di dalam mimpi saja kamu bisa mend*** Begitu apa lagi kalo aslinya Dear, aku tidak jamin Jika kamu bisa menahan suaramu Nanti "
Karena sudah tidak tahan dengan adiknya akhirnya Damar numpang ke kamar mandi Untuk menuntaskan apa yang di inginkan oleh adiknya ya walaupun hanya dengan mis Lux namun itu itu bisa membuat Adik Damar tenang dan bisa tertidur pulas malam ini.
Pagi telah tiba, Suara burung yang berkicau mulai terdengar oleh telinga Killa. Senyup-senyup Killa membuka kedua matanya ia merasa Perutnya sangat sakit dan berat " Apa ini " Lirih Killa dengan suara khas bangun tidur
" Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh " Teriak Killa kaget karena ada tangan yang masuk kedalam Piyama tidur nya
" Ada apa Dear? " tanya Damar yang terbangun karena teriakan Killa
__ADS_1
" Mas!! " Ucap Killa kaget, ia Langsung melepas tangan Damar dari dada nya lalu ia turun dari tempat tidur dengan tangan menutupi dada miliknya
" Mas, damar sedang apa di sini? dan kenapa Mas bisa masuk? " Teriak Killa Kaget
" Dear, ini masih pagi. Ayolah jangan memberikan pertanyaan dulu kepadaku, Lagian ini rumah ku jadi aku berhak masuk kemana saja sesuka hatiku " Ucap Damar yang masih menutup mata nya
" Tapi Tidak dengan masuk kedalam Piyama tidur ku juga Mas!! " Kesal Killa
Damar bukan nya merasa bersalah Ia malah tersenyum lalu membuka mata nya " Lagian salah siapa Tidak mengunakan Pengaman, Jadi ya gitu tanganku melantur kemana saja hihihi '"
" Kamu menyebalkan Mas " keluh Killa yang langsung masuk kedalam kamar mandi
Sedangkan Damar ia malah senyum-senyum sendiri dan Mengingat apa saja yang ia lakukan kepada Gunung kembar tanpa pengaman itu " 1. 2. 3 "
" Aaaaaaaaaaahhhhhhhhh... "
" Mas Damar!!! " Teriak Killa yang keluar dari kamar mandi " Kemana perginya Mas Damar " kesal Killa " Awas saja Mas. Aku tidak akan memaafkan mu "
Bruk..
Killa langsung membanting pintu kamar mandi karena ia kesal dengan kelakuan Damar kepada dirinya. bagai mana tidak, Dada yang putih mulus kini berubah menjadi macan tutul. Killa bukan orang bodoh dan polos yang tidak tau apa arti dari merah-merah di dadanya.
Semalam karena Damar tidak tahan dengan Gunung kembar yang pepel nan besar, Damar mencoba untuk Menc** nya namun nama nya juga Damar, sekali tidak ketauan ia malah ketuluyan memberikan Stempel BI*** milik nya di dada Putih milik Killa, dan Anehnya Killa tidak merasa terusik ketika Damar Memberikan stempel di sana makanya Damar memberikan stempel tidak hanya satu bahkan lebih dari Lima.
Di meja makan Damar sudah duduk dengan Manis menunggu wanitanya turun dari lantai atas " Ko Killa lama benget ya, apa ia masih marah? padahalkan itu di area tertutup jadi tidak akan ada yang melihat " Gumam Damar yang tidak merasa bersalah sama sekali
__ADS_1
Senyum Damar langsung terbit ketika melihat Killa yang berjalan ke arahnya Namun Damar bisa pastikan jika Killa saat ini sedang marah kepada dirinya.
" Pagi Dear " sapa Damar
" Heum " jawab Killa singkat
" Apa kamu masih marah Dear? Sorry " ucap Damar yang langsung Meminta Maaf kepada Killa
" Taulah, Aku sebal sama Mas " keluh Killa yang langsung mengisi piring miliknya tanpa mengisi piring milik Daren
" Apa aku tidak di ambilkan? " tanya Daren
" Ambil saja sendiri " jawab Killa
Damar mengerti jika Killa marah kepada dirinya Namun ia tetap tidak akan berhenti untuk meminta maaf kepada Killa " Sorry Dear, Aku semalam Ke balasan habis kamu sangat menggoda sekali, Tapi Aku hanya mengec** nya saja ko "
Kedua mata Killa langsung melotot bisa-bisanya hanya bilang Hanya " Dosa loh Dear, kamu tidak melayani calon suamimu ini apa lagi Nanti aku harus ada Meeting dengan beberapa klien " Damar memasang wajah Memelas agar Killa mau memaafkan dirinya
Killa membuang kapasnya pelan lalu ia mengisi Piring milik Damar, semarah-marahnya Killa ia tetap saja ingin menjadi calon istri yang baik untuk Damar apa lagi Killa yakin jika di luar sana banyak wanita yang mengantri untuk bisa dekat dengan Damar
" Lain kali jangan ulangi lagi, aku tidak mau berbuat dosa sebelum Waktunya " Kata Killa yang langsung duduk setelah mengisi piring milik Damar
" Siap Dear. atas permintaan Maafku, Aku ingin mengajak kamu Kencan malam ini dan Aku minta Kamu dandan yang cantik. Aku sudah menyuruh ibu untuk menemani mu ke salah satu Salon langganan Ibu " kata Damar mengelus pipi milik Killa
" Heum baiklah " Jawab Killa Pasrah karena menolak pun percuma karena Damar tidak menerima penolakan
__ADS_1
" Kamu sangat Patuh Dear " Puji Damar sambil tersenyum