
Gosip Tentang Kecelakaan nya Leon telah menyebar luas di perusahaan Banyak yang Menyumpahinya ada juga Yang merasa kasian kepada Leon karena harus Mengalami kecelakaan apa lagi terdengar kabar jika Leon sampai saat ini belum sadarkan diri
Nara yang mendengar kabar tentang Leon hanya mengelus dadanya Ia Memang benci kepada Leon tapi Nara juga tidak Se picik itu menyumpahi Leon
" Mungkin ini adalah Ujian untuknya karena telah mengotori ku tapi Aku juga mendoakan kesembuhan mu semoga saja setelah Musibah ini kamu menjadi orang yang lebih baik lagi dan menjadi orang yang selalu menghargai perempuan " Kata Nara di dalam hatinya
" Nara kamu kenapa? " Tanya Salah satu teman nya
Nara yang sedang melamun langsung tersadar " ah tidak apa-apa hanya sedang memikirkan makan apa nanti siang " kata Nara Mencoba mengalihkan pembicaraan
" Oh, aku pikir Kamu ikut sedih juga karena Pak Leon masuk rumah sakit " kata Teman nya itu
" Hahaha kenapa aku harus sedih, sedih itu ketika tanggal tua Tapi gajian belum masuk baru sedih " Elak Nara sambil tertawa
" Dih di otak kamu itu hanya uang-uang dan uang tidak ada Pikiran yang lain kah " kata Nya sambil meledek Nara
" Tanpa uang kita tidak bisa makan dan tanpa uang juga Kita tidak bisa bayar sewa rumah " jawab Nara " apa lagi jika kita punya kreditan panci Tambah pusing kalo tidak ada uang " lanjut Nara
" Jadi Realistis aja kalo kita memang butuh Uang. Lagian Buat apa sedih memikirkan pak Leon, Walaupun pak Leon terbaring di rumah sakit ia tidak akan Merasa miskin hanya karena Memikirkan biyaya rumah sakit Karena uang nya banyak " kata Nara
" Kamu benar. Hem lagian Mungkin ini karma dari Allah karena Selalu mempermainkan wanita dan menjadikan budak Naf* nya "
Nara merasa tersentil dengan ucapan teman nya ini " dan salah satu nya itu adalah aku " batin Nara menatap Teman nya
" Sudah lah jangan di pikirkan Ayo kita kerja lagi biar cepat usai " kata Teman Nara dan di balas anggukan oleh Nara
Hari ini Nara bekerja dengan lega yang awalnya ia sangat malas untuk berangkat kerja karena tidak ingin bertemu dengan dengan Leon pria yang telah membuat dirinya kotor dan bahkan Nara berniat tidak akan pernah menikah seumur hidup nya. Apa yang bisa Nara banggakan di malam pengantin dan bagai mana jadinya jika calon suami dirinya Mengetahui jika dirinya sudah tidak perawan lagi
Membayangkannya juga Nara tidak sanggu.
Jam makan siang telah tiba Nara dan temannya sedang beristirahat dan berniat untuk memakan makan siang nya
__ADS_1
'' Nara ''
'' Iyah bu '' Jawab Nara sambil menoleh kearah kepala OG
'' Nara ibu mina tolong untuk mengantarkan makan siang ini ke ruangan Big Bos di sana Ada nyonya Adam jadi Jadi kamu bawa Piring dan juga air mineralnya dua '' Kata Kepala OG
'' Baik Bu '' Nara menaruh makan siang nya di meja lalu ia pergi keruangan Adam dengan membawa nampan yang bersi Makan siang
Tok.. tok.. tok..
'' Masuk ''
Nara membuka pintu ruangan Adam '' Tuan ini makan siang nya '' Kata Nara
'' Oh simpanlah di sana. Kemana Kepala OG kenapa kamu yang mengantarkannya? '' Tanya Adam heran soalnya selama ini Adam lebih percaya kepada kepala OG Dari pada OG yang lain
'' Maaf Tuan saya kurang tau '' Lirih Nara. selama Nara bekerja di sini baru kali ini Nara bertemu dengan Adam dan Baru kali ini juga Nara masuk ke Ruangan Big Bos nya karena selama ini Kepala OG yang biasa ke sini.
Nara tidak menyangka jika Bos nya itu sungguh dingin dan juga menakutkan
Nara mengangkat kepala lalu tersenyum '' Kak Resti ''
Resti tersenyum lalu berjalan ke arah Nara
'' Sayang kamu mengenalnya? '' Tanya Adam heran lalu di balas anggukan oleh Resti
'' Kenal dimana? '' Adam penasaran dimana istrinya bisa mengenal OG perusahaan nya. apa lagi selama ini Adam tidak pernah memanggil OG lain selain Kepal OG.
Resti tersenyum '' Waktu itu aku ketemu dengan Nara pas aku lagi makan di Restoran Sunda lalu aku tidak sengaja menubruk Nara dan membuat makan nara jatuh berserakan '' Jawab Resti sambil duduk di samping sang suami
Sedangkan Nara sudah dag dig dug ser ia takut jika Big Bos nya marah kepada dirinya, Apa lagi Nara memanggil Resti dengan sebutan kakak.
__ADS_1
Resti yang melihat Nara seperti ketakutan hanya tersenyum " kamu jangan takut dengan suamiku, Suamiku aslinya baik ko Dia sudah Jinak " kata Resti sambil terkekeh
Nara hanya tersenyum semu mau bagai mana pun Yang ada di hadapan nya ini adalah Big Bos yang mempunyai wajah Dingin dan juga galak.
" Sayang.. " tegur Adam. Mana mungkin istrinya bicara seperti itu kepada Bawahan nya, Selama ini kan Adam selalu menjaga wibawa nya.
" Sudah kamu keluar dan bilang kepada kepala OB lain kali jangan seperti ini lagi " kata Adam
" Baik Tuan. Kalo begitu saya permisi Tuan Nyonya " kata Nara yang langsung pamit untuk keluar dari ruangan Adam, Lama-lama diam di ruangan itu bisa jantungan
" Haby. Jangan galak-galak gitu kalo sama Nara, dia anak nya baik ko Bahkan Pas aku mau ganti Makana yang tumpah aja Nara menolaknya berkali-kali tapi Aku paksa agar Nara mau menerima gantinya dari ku " kata Resti panjang lebar
Adam hanya manggut-manggut Lalu membuka makan yang tadi di bawa oleh Nara
" Sudah jangan ngomongin OG itu lagi kita Harus makan " kata Adam
Resti langsung memakan makanan yang di berikan oleh Adam " Haby Bagai mana kabar Leon apa sudah ada kabar? " Tanya Resti
Tadi pagi Adam tidak pulang ke rumah ia malah menyuruh istrinya untuk membawakan baju untuk kerja dan Rencana nya nanti sore Adam akan pergi ke rumah sakit lagi untuk melihat keadaan Leon
" Tadi pas aku tinggal masih tidak sadarkan diri Tapi sekarang entah lah belum Ada kabar lagi " jawab Adam
" Nanti sore kita ke sana ya liat Kondisi Leon " ajak Adam
" Iyah haby " Resti mengangguk mengerti
Merekapun melanjutkan makan siang nya dengan Tenang.
Setelah usai makan siang Resti Membereskan Bekas makan mereka
" Sayang Biar kan OG yang beresin kamu duduk saja nanti kamu lelah sayang " tegur Adam
__ADS_1
" Cuman sedikit Haby, lagian Gak baik juga ibu hamil banyak diam "
Adam hanya menggelengkan kepalanya " Terserah kamu saja sayang " Kata Adam Pasrah Mau bagai mana pun Wanita memang selalu benar dan pria selalu salah