Cinta Anisa

Cinta Anisa
DEWI PENOLONG


__ADS_3

'' Sudah-sudah kenapa kalian jadi ngomongin orang yang gak penting itu sih, Ayo makan itu makanan suda datang '' Tegur Adam


Adam tidak menyangka jika tante nya itu bisa menjijikan seperti itu


'' Ah ia karena terlalu asik ngobrol kita ampe gak sadar jika makan sudah datang '' Kata Resti '' Ayo Nara di makan ''


Nara tersenyum lalu menundukkan kepalanya '' iyah Nyonya '' jawab Nara


Adam yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya ia tidak habis pikir bisa-bisa nya mereka ngobrol sampai tidak tau jika makanan telah tiba


'' Haby ''


'' Iyah Ada apa sayang? '' Tanya Adam melirik kearah Resti


'' Aku ingin di suapi sama Haby '' Rengek nya


Adam tersenyum ternyata sipat manja sang istri di bawa-bawa sampe luar '' Iyah sini Aku suapi '' kata Adam


Nara yang melihat itu merasa Iri Andai saja dirinya mempunyai pria yang seperti Bos nya itu mungkin saat ini dirinya tidak akan lelah-lelah bekerja hanya untuk sesuap nasi


'' Nara maaf ya jika aku manja kepada suamiku mungkin karena Aku sedang hamil makanya ingin selalu di manja Jadi harap di maklum iya '' Kata Resti mengelus lengan Nara pelan


Nara tersenyum '' Iyah Tidak apa-apa Aku juga bisa memaklumi itu semua lagian ibu hamil kan pantas di manja '' Jawab Nara


'' Terimakasih Atas pengertiannya Nara ''


'' Kalian ini mau sampai kapan ngobrol terus '' Tegur Adam yang memberikan satu suapan untuk sang istri


Nara langsung memakan makanannya ia tidak ingin berlama-lama berada bersama Resti dan Bos nya itu, Bisa-bisa Nara akan seperti Cacing kepanasan melihat kemesraan Resti dan juga bos nya yang seperti dunia milik berdua itu, Nara juga Tidak habis pikir kepada Bos nya Jika ke orang lain Bos nya akan bersikap dingin Acuh dan cuek tapi jika sedang bersama Istrinya sangat lembut bahkan sangat jauh berbeda.

__ADS_1


Setelah usai Makan Nara langsung untuk pamit kembali ke ruangan leon '' Nyonya, Tuan, saya langsung pamit tidak enak meninggalkan Pak leon sendirian '' Kata Nara


'' Tunggu ''


Nara yang tadinya ingin beranjak dari duduk nya langsung duduk kembali '' Ada apa Tuan? '' Tanya Nara


'' Besok adalah hari pertama untuk puasa jadi saya beri kamu hari libur dan bisa pulang sekarang untuk berkumpul bersama keluarga mu '' Kata Adam


Nara langsung menunduk dengan jari-jari yang ia remas Pulang kemana Rumah pun ia tidak punya bahkan keluarga pun tidak menginginkan keberadaan dirinya


'' Nara kenapa kamu diam bukan nya seharusnya kamu senang karena bisa menghabiskan Waktu bersama Keluarga? '' Tanya REsti yang melihat perubahan Wajah Nara


Nara Tersenyum '' Tidak apa-apa ko Hanya saja Aku lebih suka menghabiskan waktuku di sini dari pada di rumah jadi AKu tidak akan mengambil Cuti ku '' Kata Nara '' Lagian Kasian Pak Leon di sini sendirian jika Aku pergi '' Elak Nara. Nara berharap jika Resti dan Adam akan percaya dengan alasannya


Adam bisa melihat dari sorot mata Nara jika Nara menyembunyikan sesuatu mungkin bibir bisa tersenyum tapi sorot mata tidak bisa di bohongi


'' Baiklah kalo itu mau mu Saya tidak akan memaksa tapi jangan sampai kau membuat gosip yang tidak-tidak tentangku yang menyuruhmu untuk tidak libur '' Kata Adam


'' Tapi Nanti kamu sahur pertama makan apa Nara? Kantin pasti tutup '' Kata Resti yang menghawatirkan Nara


Nara cukup senang ternyata Ada yang menghawatirkan dirinya '' Tenang aja di depan rumah sakit ada Warteg yang buka dua puluh empat jam jadi aku bisa meli makan di sana ''


'' Tidak-tidak itu tidak baik untuk anak gadis seperti keluar malam-malam Atau begini saja Nanti Aku akan menyuruh supir untuk membawakan kamu makanan jangan menolak ini demi kebaikanmu '' Kata Resti yang tidak ingin ada penolakan dari resti


Adam membuang napas nya pelan bisa-bisa nya Istrinya khawatir dengan perempuan lain '' Sudah kamu nurut saja kepada Istriku lagian itu bukan hal yang merepotkan karena yang masak bukan istriku melainkan Bibi '' Kata Adam


Nara melirik kearah Adam lalu ke arah Resti '' Baiklah jika memang tidak merepotkan '' kata Nara


Sebenarnya Nara merasa tidak enak jika terus merepotkan Resti ataupun Adam tapi mau bagai mana lagi Ada benarnya juga kata Resti tidak baik jika keluar malam ya walaupun saat ini dirinya sudah bukan gadis lagi tetap saja Resti takut.

__ADS_1


'' Nah gitu Dong, kalo begitu kami pamit ya '' kata Resti yang sudah berdiri


'' Iyah, Hati-hati di jalannya '' Ucap Nara


'' Iyah ''


Setelah kepergian Resti dan juga Adam, Nara langsung kembali keruangan Leon


'' Dari mana saja kamu? '' Bentak Tante lesti


'' Maaf Nyonya tadi saya dari kantin untuk mengisi perut dulu '' Kata Nara yang menutup kembali pintu Ruangan Leon


'' lagamu seperti orang berduit saja makan di kantin, biasanya juga makan di warteg dengan Nasi rames '' Ledek Tante Lesti


'' Tadinya sih gitu mau beli paket nasi padang sepuluh ribu tapi Dewi penolong datang jadi makan enak deh dengan sop buntut '' Kata Nara


Nara bukan tidak sopan kepada Tante lesti tapi Nara hanya tidak ingin dirinya terus ditindas dan di rendahkan lagi oleh orang lain


Kedua bola mata Tante lesti langsung melotot '' Siapa dewi penolong itu hah! Paling juga makan sisa yang kau makan, kau kan manusia rendahan jadi mana pantas kau makan enak ''


Nara menggelengkan kepala nya '' Nyonya salah bahkan aku makan satu porsi penuh dan bahkan Nanti di sahur pertama aku akan di kirimkan makana enak oleh dewi penolongku JIka Nyonya mau nanti kita bisa berbagi '' Kata Nara yang semakin Tante lesti geram


'' AKu Tidak sudi makan makanan murahan seperti mu, Lebih baik aku kelaparan dari pada makan makanan sampah ''


'' Yasudah kalo tidak mau aku tidak akan memaksa '' Kata Nara yang langsung duduk di kursi yang dekat Ranjang Leon


Tante lesti tidak bisa menjawab ucapan Nara entah kenapa jika adu mulut dengan Nara Pasti dirinya kalah dan tidak bisa membalasnya


'' Dasar Anak sialan '' Kesal Tante Lesti

__ADS_1


Karena tidak mendapatkan sautan lagi dari Nara Tante Lesti langsung menghubungi salah satu temannya ia ingin mencairkan deposito milik Leon yang telah di bekukan oleh Adam namun lagi-lagi


__ADS_2