Cinta Anisa

Cinta Anisa
LONTONG


__ADS_3

Di dalam Mobil Elif memukul setir mobil nya ia merasa terhina dengan ucapan Ibunya Leon


" Awas saja jangan panggil aku Elif jika aku tidak bisa merusak nama baik kalian. Kalian yang mulai jadi Akan aku mainkan peran ku " kata Elif sambil mencengkram Setir mobil


Sedangkan Leon saat ini masih berada di Bukit. Leon masih enggan untuk pulang apa lagi harus ketemu dengan Elif wanita Ular yang sudah membuat dirinya Kesal


" Hai sendiri aja? " Tanya seorang wanita


" Eh iya " jawab Leon


" Eum.. apa kamu punya air minum, Air minum milik kami habis " kata Wanita itu


" Oh air minum, Sebenar saya ambilkan dulu " kata Leon yang langsung masuk untuk mengambil Aqua


" Ini " Leon memberikan satu Aqua kepada Wanita yang ada di hadapan nya


Wanita itu tersenyum ramah " terimakasih, Jika kamu tidak ada teman datang lah ke sana gabung bersama kami " kata nya


" Oh Terimakasih,, tapi saat ini Saya sedang ingin sendiri " kata Leon


" Baik lah kalo gitu, jika kamu butuh teman datang saja ke sana " ucap wanita itu yang langsung pergi meninggalkan Leon sendirian


Leon menatap kepergian wanita itu. Saat ini Leon benar-benar ingin sendiri tanpa ada yang mengganggu apa lagi besok sudah mulai masuk kerja kemabli membuat Leon ingin terus menerus diam di Bukit


Hari sudah mula sore Anisa dan Resti baru saja usai Menonton drama yang biasa Anisa tonton sedangkan para pria mereka malah mengutak atik Motor sport milik Afnan bahkan Adam malah berencana ingin membeli Motor sport yang sama seperti Afnan


" Jika motor milikku sudah datang Mari kita jalan-jalan dengan motor milik kita " ajak Adam


" Siap kak, Sesekali kita memanjakan diri kita Tidak ada salahnya bukan " kata Afnan


" Kamu banar " kedua nya Terkekeh Bersama


Afnan menang sangat menyukai motor sport namun jarang Afnan gunakan apa lagi semenjak Menikah Afnan tidak mungkin membawa sang istri naik motor apa lagi sekarang keadaan Anisa yang sedang hamil sangat tidak mungkin Afnan membawa Anisa naik motor


" Apa kakak oleh mencoba nya? " Tanya Adam


" Silahkan " balas Afnan mempersilahkan Adam untuk mencoba motor sport miliknya


Adam Langsung mengendarai Motor sport milik Afnan. Adam Mengelilingi Kompleks dengan motor, suara yang cukup nyaring membuat Siapa saja tau jika motor yang sedang di gunakan oleh Adam Bukan motor kaleng-kaleng


" Ayah " panggil Anisa


" Iyah Bunda " jawab Afnan yang langsung melirik ke arah sang istri


" Kak Adam mana, itu udah di tungguin oleh Resti kata nya mau pulang " kata Anisa


" Kak Adam sedang mencoba motor sport milik Ayah " jawab Afnan jujur

__ADS_1


Anisa mengerutkan kening nya " Ayah jangan macem-macem jangan meracuni Kak Adam untuk membeli motor yang seperti Ayah " keluh Anisa


Bukan Anisa tidak boleh namun jika Adam memiliki Motor sport pasti Suaminya akan sering pergi dengan Adam menggunakan motor milik mereka. Bukan tidak boleh suaminya menggunakan motor namun Anisa hanya takut, takut Jika suaminya kenapa-kenapa di jalan apa lagi tingkat kecelakaan lebih besar yang naik motor dari pada mobil


" Tidak apa-apa sayang kan cuma kali-kali " kata Afnan sambil tersenyum


Anisa menggelengkan kepalanya " Terserah Ayah deh " jawab Anisa yang langsung masuk kedalam rumah


Brung... Brung....


Terlihat sekali raut kebahagian di wajah Adam


" Wah motor milikmu benar-benar Sangat bagus " puji Adam


" Hahaha.. Kakak bisa saja " jawab Afnan


" Jadi tidak sabar ingin segera mencoba motor milik sendiri "


" Oh iya, tadi Resti sudah menunggu kakak kata nya mau ngajak kakak untuk pulang " kata Afnan kepada Adam


" Ah iya, Gara-gara terlalu takjub melihat motor mu sehingga kakak lupa jika tadi Istri kakak sudah ngajak kakak untuk pulang " ucap Adam


Akhirnya Adam dan Afnan langsung masuk kedalam rumah, Benar saja Resti sudah Menunggu Adam untuk pulang


Setelah kepulangan Adam dan juga Resti Afnan langsung masuk kedalam kamar ia Langsung membersihkan diri untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim


" Bunda lagi baca apa? " Tanya Afnan


" Lagi baca buku " jawab Anisa sambil memperlihatkan buku yang sedang ia baca


Afnan duduk di samping Sang istri lalu membaringkan tubuhnya di atas pangkuan Anisa


" bunda "


" Iyah Ayah " Anisa menutup buku lalu menaruh nya di meja


Anisa mengelus kepala Sang suami dengan lembut


" Bagai mana kabar anak-anak kita Apa mereka aktif hari ini? " Tanya Afnan


Anisa tersenyum " anak-anak kita cukup Aktif ayah, bahkan hari ini Bunda merakan keram beberapa kali " keluh Anisa


" Benar kah " Afnan langsung menghadap ke arah perut sang istri lalu mencium nya


" Hai twins kalian jangan membuat Bunda kalian kesakitan ya, Jika kalian kalian itu lagi Ayah akan menghukum kalian " ucap Afnan sambil tersenyum


Dug.. dug...

__ADS_1


" Aww... " Lirih Anisa


" Baru juga Ayah kasih tau kalian sudah buat Bunda kalian ke sakitan " keluh Afnan mengelus perut Anisa agar Anisa tidak merasakan kesakitan lagi


" Apa masih sakit? " Tanya Afnan


" Sudah agak mendingan " jawab Anisa memejamkan mata nya


" Twins jangan ulangi lagi ya, Ayah tau kalian ingin bermain dengan ayah tapi Nanti saja kita main nya jika kalian sudah keluar dari perut Bunda ok, kalian baik-baik di sana jangan buat Bunda kalian kesakitan lagi " kata Afnan mencium perut milik Anisa


Anisa tersenyum ketika melihat Suaminya yang sedang ngobrol dengan calon anak mereka


" Siap ayah, kami tidak akan nakal lagi " kata Anisa dengan nada anak-anak


" Hehehe.. " Afnan tersenyum lalu mnc_m bi_r Anisa sekilas


" Ayah "


" Iya Bunda "


" Bunda ingin Lontong buatan Ceu idah " kata Anisa dengan wajah polos nya


Deg...


Afnan menelan silvernya ketika mendengar ucapan Sang istri


" Tapikan Ceu idah jauh sayang, walaupun Ceu idah bisa membuatkan lontong untukmu pasti ketika sampai di sini sudah tidak enak lagi " kata Afnan


" Kalo begitu, suruh aja Ceu idah Datang ke sini terus buatkan Bunda Lontong " usul Anisa sambil tersenyum


Afnan langsung bangkit dari tidur nya


" Baiklah Sebagai seorang suami Aku bisa apa Jika tuan putri Menginginkan nya makan Aku suamimu akan memenuhi keinginan Tuan putri " kata Afnan sambil turun dari tempat tidur lalu mengambil Handphone


Afnan menghubungi pak Agus untuk segera pergi ke Bandung dan menjemput Ceu idah untuk membuatkan lontong Untuk sang istri


Anisa tersenyum karena suaminya Langsung memenuhi keinginan Dirinya


" Terimakasih Ayahku sayang. Ayah memang paling TOP pokonya " puji Anisa


" Untukmu dan untuk kedua anak kita, asalkan jangan menyuruh Ayah untuk mengambil Bulan saja karena bulan tidak akan bisa ayah jangkau " kata Afnan sambil terkekeh


" Ayah bisa aja "


Cup


Afnan mengecup Kening Anisa lalu mereka tidur bersama..

__ADS_1


( Kalian bisa bayangin sendiri apa yang akan terjadi selanjutnya 🤭 )


__ADS_2