Cinta Anisa

Cinta Anisa
ANEH


__ADS_3

Resti baru Samapi di depan kantor nya, sejujur nya Resti sangat malas sekali untuk masuk kerja kalo bukan karena tawaran Gajinya yang besar mana mau Resti bekerja satu kantor dengan pria yang tidak tau malu seperti Leon


" Semangat Res " ucap Resti kepada dirinya sendiri lalu berjalan masuk kedalam gedung perusahaan


Ting...


Pintu Life terbuka Resti masuk kedalam Life dan menekan No lantai yang akan di tuju


Resti Menyenderkan kepalanya di dalam Life sambil memainkan handphone nya


Ting....


Ali dan Adam masuk kedalam Life, Ali tersenyum melihat Resti yang tidak menyadari keberadaan Dirinya


" Ahem.. "


Resti masih asik memainkan Handphone nya


" Nona Resti "


" Apa sih.. " keluh Resti yang langsung melotot ketika melihat siapa yang ada di hadapan nya


Seketika Resti langsung berdiri tegak dan memasukan handphone nya kedalam tas


" Selamat pagi Pak " sapa Resti sambil menunduk


Ali hanya bisa mengulum senyum nya sedangkan Adam memberikan tatapan tajam kepada Resti yang menurutnya tidak terlalu sopan kepada dirinya


" Pagi Juga Nona " jawab Ali


Resti masih menunduk ia takut melihat tatapan Adam yang sangat tajam setajam silit itu


Ting...


" Silahkan Nona, anda sudah Samapi di lantai yang anda tuju " kata Ali ketika melihat Resti yang masih terdiam diri di sana


" Nona Resti " sapa Ali sambil melambaikan tangan nya di depan Resti


Adam yang melihat Resti hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil membuang napas nya dengan kasar


" Ah iya pak "


" Anda sudah Samapi di lantai yang anda tuju Nona " ucap Ali lagi


Benar saja Resti sudah sampai di lantai nya " te.. Terimakasih Pak. Kalo begitu Aku pamit " kata Resti yang langsung kabur begitu saja

__ADS_1


" Siapa dia? Kenapa dia seperti orang bodoh kaya gitu? " Tanya Adam heran


" Itu Nona Resti Bos, Dia karyawan baru di bagian keuangan " jawab Ali sambil tersenyum


Adam yang melihat Ali ada pancaran berbeda di wajah nya merasa aneh " ada apa dengan mu? " Tanya Adam


" Kenapa bos? "


" Wajah mu kenapa? Kenapa tiba-tiba merah seperti itu " keluh Adam


" Oh mungkin karena panas Bos " elak Ali


Adam tidak ingin memikirkan itu semua Adam Langsung keluar dari life dan berjalan kearah Kantor nya


Jam sudah menunjukan jam makan siang Resti seperti biasa ia akan Makan siang sendirian di Kantin karena di ruangan kerjanya kebanyakan Pria yang satu ruangan dengan Resti


" Hai " ucap Seorang wanita


" Apa aku boleh duduk di sini? " Tanya nya yang sudah duduk di depan Resti


" Buat apa minta ijin jika Mbak sudah duduk di depan ku " kata Resti sambil menggelengkan kepalanya


" Hehehe.. kamu karyawan baru ya? " Tanya nya. Dan di balas dengan anggukan oleh Resti


" Perkenalkan nama ku Resti sekertaris nya Tuan Adam " kata Resti mengulurkan tangan nya


" Salam kenal ya, semoga kita bisa menjadi teman " kata nya sambil tersenyum


Resti hanya membalas dengan senyuman dan melanjutkan makan siang mereka


" Oh iya apa boleh kita tukeran No? Siapa tau saja jika suatu saat nanti kita bisa nge mol bareng " kata Seli sambil memberikan handphone nya kepada Resti


Resti mengambil handphone milik Seli dan menekankan no handphone miliknya


" Ini Mbak " kata Resti sambil memberikan handphone kepada Seli


" Ok kalo gitu Mbak lanjut kerja dulu ya " pamit nya dan di balas anggukan oleh Seli


Resti tidak mengerti kenapa dua hari ini dirinya selalu bertemu dengan para atasan nya, kemarin Ali asisten Adam dan hari ini Seli sekertaris Adam


" Ada apa dengan mereka kenapa tiba-tiba mereka menemui ku di kantin " keluh Resti Menggelengkan kepalanya


" Resti ini untuk mu " panggil nya


Resti yang sedang fokus dengan kerjaan nya langsung memalingkan Wajah nya

__ADS_1


Leon tidak ingin putus asa karena dirinya masih penasaran dengan Resti apa lagi Leon belum mendapatkan apa yang ia inginkan dari Resti


" Lo bisa pergi gak? Gue sedang kerja " keluh Resti


" Wis.. sekarang kamu jadi galak ya sayang, gak kaya dulu lagi lemah lembut tapi aku suka " ucap Leon Terkekeh


" Lo pergi sekarang juga atau gue laporin ke atasan Lo karena sudah menganggu gue yang sedang kerja "


" Gue gak takut, karena semua orang tunduk sama gue, lo juga tau bukan kalo gue ini saudara nya pemilik perusahaan ini " ucap Leon merasa di atas angin


" Dan Saya tidak suka jika ada orang yang memanfaatkan kekuasaan " ucap Adam dengan tegas


" Kakak " Leon langsung menunduk takut


Adam yang awal nya ingin melihat para karyawan nya bekerja harus melihat Situasi yang paling Adam tidak suka yaitu memanfaatkan jabatan dan kekuasaan


" Sedang apa kamu di sini? Bukan nya Ruangan mu bukan di sini? " Tanya Adam dengan tatapan tajam nya


" Maaf kak "


Sedangkan Resti dia tidak menghiraukan dua peria yang sedang berdiri di depan meja kerja nya dan melanjutkan pekerjaan nya


" Pergi jangan ganggu Karyawan ku, atau kamu mau Aku pecat sekarang juga " kata Adam tegas


Leon Langsung menatap Adam " ia kak, Maaf " ucap Leon yang mau langsung pergi namun di hentikan oleh Adam


" Aku ini atasan mu di sini bukan sebagai kakak mu jadi panggil aku dengan kata pak, hargai Aku di sini "


Resti yang mendengarkan percakapan Adam dan juga Leon hanya bisa mengulum senyum dan menggelengkan kepalanya


Setelah kepergian Leon, Adam melanjutkan memeriksa para karyawan nya tanpa menghiraukan Resti yang sedang menahan senyum


~ Di Rumah


Anisa dan Bu Ani sedang membuat Brownies dan juga pepes ikan dan ayam buat makan malam nanti


" Mamah tidak salah pilih manti nih, kamu pintar sekali Jika soal masak " puji Bu Ani


" Mamah lupa, Jika dulu Nisa tukang Warung nasi " ucap Anisa Terkekeh


" Iyah, tapi walaupun hanya warung nasi tapi soal Rasa restoran bintang lima pun kalah dengan masakan mu Sayang "


Cucu yang sedang membantu Masak di dapur hanya bisa berdengus sebal karena sedari tadi mendengarkan Anisa yang di puji terus menerus oleh Bu Ani


" Sadar diri cu " bisik Bibi yang melihat cucu terlihat kesal melihat Anisa di puji terus menerus

__ADS_1


" Apaan sih bibi " keluh Cucu


Bibi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat cucu bersikap seperti itu. Bibi tidak menyangka jika Cucu memendam rasa yang begitu dalam untuk Tuan nya padahal di kampung Adik nya sedang sakit-sakitan bagai mana jika dirinya di pecat atau di berhentikan dengan secara tidak hormat, lalu bagai mana pengobatan Adik nya nanti, siapa Yang akan membantunya.


__ADS_2