Cinta Anisa

Cinta Anisa
Masih hari bahagia


__ADS_3

Ceu idah menghampiri pasnagan pengantin yang sedang kasmaran dengan membawa satu piring yang berisi nasi dan lauk pauk juga


" Aduh, Ceu idah jadi ingin menikah lagi " Ucap Ceu Idah sambil senyum-senyum


" Ceu.."


" Hehehe.. maaf neng, ceceu ganggu, ceceu hanya mau mengantarkan makan siang untuk Neng sama suami Neng " ucap Ceu idah memberikan satu piring


Anisa yang melihat hanya ada satu piring merasa heran " Loh ko satu Ceu? " Tanya Anisa


" Sengaja biar romantis makan sepiring berdua " jawab Ceu idah


" Ceu idah tau saja jika saya apa yang ada di pikiran saya " ucap Afnan tersenyum


" Tau dong, kan Ceu idah sudah pengalaman "


" Hehehe kalo begitu terimakasih ya Ceu " Afnan mengambil piring yang ada di tangan Ceu idah, Ceu idah juga hanya membawa satu sendok yang artinya mereka akan makan dengan sendok yang sama


" Kalo begitu Mas saja dulu yang makan nanti setelah Mas baru Anisa " ucap Anisa


" Kenapa harus nanti, kita makan barengan saja sayang lagian sekarang kan kita sudah menjadi suami istri jadi sah sah saja jika kita maka dengan satu sendok bersama " ucap Afnan


Dengan pasrah Anisa mengangguk


Afnan menyuapi Anisa dengan telaten, Afnan mengambil remeh yang menempel di bibir Anisa


" Maaf ada remeh " ucap Afnan


" Iyah Mas, sini biar Nisa yang menyuapi mas " pinta Anisa


" Aku saja sayang nanti tangan mu kotor " kata Afnan


Sedangkan di luar sana Yudi melihat kemesraan Anissa dengan Afnan, Ia merasa tidak terima


" Kamu sangat cantik Nisa, andai saja dulu aku tidak meninggalkan mu mungkin saat ini kita masih bahagia dengan putri kita


Hari sudah mulai sore dan tamu undangan pun sudah mulai berkurang kini hanya menyisakan keluarga terdekat saja


" Anisa ajaklah suami mu berganti pakaian karena kalian akan pergi sore nanti "


" Baik Bu Ucap Anisa kepada perias itu " Anisa sudah tau jika dirinya dan sang suami akan pergi berbulan madu jadi Anisa sudah tidak banyak tanya lagi kemanan mereka akan pergi


Anisa masuk kedalam kamar dengan di Ikuti oleh Afnan


Afnan yang baru pertama Kali masuk kedalam kamar Anisa mengerutkan kening nya, Afnan pikir kamar Anisa lebih besar dari kamar yang lain nyatanya Kamar Anisa sungguh kecil bahkan hanya ada kasur yang berukuran No 3 dan lemari plastik


" Sayang aku pikir kamar kamu lebih besar tapi ternyata lebih kecil " ucap Afnan


Anisa tersenyum " Iyah Mas, kamar ini memang paling kecil di antara yang lain karena awal nya kamar ini hanya di gunakan untuk menaruh barang-barang saja " jawab Anisa


" Lalu kenapa kamu menyewakan kedua kamar itu jika Ini dulu nya di pakai untuk barang? "


" Karena Anisa butuh uang " Jawab Anisa polos


Memang dulunya kamar yang di tempati Anisa bekas menaruh barang-barang tapi karena dia butuh uang makanya Ia sewakan kedua kamar nya

__ADS_1


Afnan langsung memeluk Anisa, Anis langsung melotot kaget


" Maafkan Mas ya karena sudah membuat tidur mu tidak nyaman " Ucap Afnan yang memeluk Anisa


" Anisa tidak apa-apa ko Mas, lagian itu kan pilihan Nisa sendiri jadi mas tidak perlu merasa tidak enak " jawab Anisa


Afnan mengurai pelukan nya lalu menatap Anisa dengan Intens " kamu selain cantik kamu juga memiliki hati yang baik, itulah yang membuat Mas yakin jika kamu adalah jodoh Mas "


Jarak wajah Anisa dan juga Afnan hanya berjarak beberapa senti bahkan Anisa bisa mencium aroma mulut Afnan yang wangi daun Mint. Afnan memejamkan mata nya dan menahan Tengkuk leher Anisa, Afnan menc_m bi_r Nisa Dengan lembut karena tidak ada perlawanan Afnan Menggigit bi_r bawah Anisa agar ia bisa mengobrak abrik di dalam sana


" Eumm.. " Afnan membuka mata nya ia melihat Anisa juga ikut menikmati lalu kembali memejamkan kedua mata, namun itu terjadi tidak lama karena Anisa kehabisan Napas


" Maafkan Mas, Anisa " Afnan mengusap bi_r Anisa yang basah dengan jari jempol nya


Anisa hanya bisa mengangguk karena malu, apa lagi wajah nya yang tiba-tiba menjadi panas


" Mas, apa tidak sebaiknya kita menunaikan sholat dulu? Mumpung waktu nya masih ada " kata Anisa


Afnan tersenyum, Afnan pikir Anisa akan marah karena ulah nya tapi nyata nya tidak


" Baiklah, ayo kita sholat dulu, tapi kita sekalian mandi ya " Anisa hanya mengangguk


Jam sudah menunjukan jam 4 sore, Anisa sudah menyiapkan perlengkapan untuk pergi berbulan madu dengan satu koper kecil.


" Wah aura pengantin baru memang beda ya, lebih bercahaya " ucap ceu idah yang sedang membantu beres-beres di rumah Anisa


" Ceceu bisa aja " ucap Anisa malu


" Jangan di ledekin terus Ceu, lihat tuh mantu saya sedang menahan malu " tegur Bu Ani


" Hehehe Maaf Bu, habis Aura Neng Nisa bercahaya banget "


" Sudah mah, tinggal nunggu Mas Afnan yang sedang menelpon " jawab Anisa


Tadi Pas Anisa dan Afnan mau keluar kamar tiba-tiba saja handphone milik Afnan berdering makanya Anisa keluar terlebih dahulu


" Oh gitu " jawab Bu Ani


" Mantu papah sudah siap saja nih mau pergi, nanti jangan lupa ya, oleh-olehnya " ucap Pak Yusuf sambil terkekeh


" Papah mau oleh-oleh apa? " Tanya Anisa


" Oleh-oleh cucu hehehe "


Anisa langsung menunduk malu karena di goda oleh papah mertua nya


" Iyah bawa cucu yang banyak biar nanti rumah ramai " lanjut Bu Ani


" Di pikir mamah dan papah bikin cucu tunggak nyomot aja gitu " ucap Afnan yang baru keluar Dari kamar


" Jangan di dengarkan sayang, mamah dan papah hanya bercanda " ucap Afnan yang langsung merangkul pundak sang istri


" Hahaha... " Tawa Mamah dan papah sangat kencang membaut orang-orang yang mendengar nya pun ikut tersenyum


" Kalo begitu sudah Sanah kalian pergilah keburu hari semakin sore " ucap Bu Ani

__ADS_1


" Baiklah, kalo gitu kami pamit ya doakan kami agar di perjalanan lancar dan malam pertama pun ikut lancar hehehe " ucap Afnan terkekeh


" Pasti sayang, mamah dan papah pasti akan mendoakan kelancaran kalian "


" Kalo gitu kami pamit ya mah, pah " Afnan dan Anisa saling bergantian mencium punggung Bu Ani dan pak Yusuf


" Assalamu'alaikum... "


" Wa'alaikumsalam.. hati-hati nak "


Bu Ani masih melihat kepergian Afnan dan Anisa ia tidak menyangka jika sang putra telah menikah


" Anak kita sudah besar ya pah " ucap Bu Ani


" Iyah Mah, waktu terlalu cepat padahal kemarin Afnan baru saja di sunat sekarang dia malah sudah menikah " jawab Pak Yusuf terkekeh


" Benar pah, Heum.. semoga mereka selalu di limpahi kebahagian ya pah "


" Amin, kita doakan saja ya mah, sudah ayo masuk " ajak Papah kepada mamah


Ceu idah yang sedang beres-beres di kejutkan dengan kedatangan Yudi


" Ceu idah "


" Mau apa kamu ke sini ? "


" Anisa nya ada, ada yang mau aku omongin " kata Yudi dengan wajah yang sudah merah dan mulut yang bau alkohol


" Mau apa lagi kamu cari Neng Anisa, sadar kamu teh Neng Anisa sudah menikah kamu juga sudah menikah " tegur Ceu idah


" Alah jangan banyak omong Mana Anisa, Nisa hanya milik saya " ucap Yudi yang mencoba untuk masuk tapi di halangi oleh Ceu idah


" Minggir kamu teh!! bisi ku saya di tampar gera "


" Percuma kamu masuk juga gak akan temu dengan Neng Anisa, Neng Anisa sudah pergi berbulan madu " ucap Ceu idah sedikit berteriak


Prang..


Yudi melemparkan botol yang ada di tangan nya lalu mencengkram Leher Ceu idah


" Sadar kamu teh, apa kamu sudah gelo " ucap Ceu idah sambil memukul-mukul tangan Yudi


" Yudi!!! Lepaskan " kata pak rt yang keluar dari rumah Anisa karena mendengar keributan


Yudi melepaskan cengkraman nya " ini semua gara-gara pak rt, coba kalo pak rt tidak meminta saya untuk menceraikan Nisa mungkin saat ini Anisa masih menjadi istri saya!!! "


" Sadar kamu Yudi, kalian berpisah karena ulah kamu sendiri apa kamu masih tidak paham juga dengan apa yang sudah kamu lakukan kepada Anisa "


Para tetangga langsung keluar rumah dan melihat ada keributan apa di luar


" Aku tidak terima pokonya aku tidak terimaaaa!!!! " Teriak Yudi sambil menangis


" Anisa hiks.. kamu hanya milik akang Anissa... " Yudi terjatuh ke atas tanah dengan sir mata yang sudah membasahi wajah nya, rasa penyesalan Yudi sangat dalam sehingga ia tidak ikhlas untuk merelakan Anisa


Pak rt yang melihat Yudi sudah terduduk lemas Langsung menyuruh orang untuk mengantarkan Yudi pulang ke rumah ibu nya

__ADS_1


" Dulu dia menyia-nyiakan Anisa sekarang dia malah menyesal "


" Itulah manusi, kalo sudah tidak ada baru merasakan kehilangan "


__ADS_2