
" kenapa Bu Ajeng yang marah, perasaan saya tidak menuduh Bu Ajeng, saya hanya bilang ada yang menukar, apa salah saya bicara seperti itu.? " Ucap Resti dengan tenang
Sedangkan Adam mengerutkan keningnya dirinya sudah di buat pusing
" Jika kamu memang ada kopian nya maka bawalah ke sini, jika tidak ada maka kamu akan tau akibatnya " kata Adam dingin
" Baik pak, kalo begitu saya permisi dulu untuk mengambil Kopian nya " Pamit Resti
" Heum " jawabnya dingin
Adam sudah menatap ke empat orang Yang ada di hadapannya ini terutama kepada Ajeng yang sudah berani macam-macam kepada dirinya
Tak butuh waktu lama, Resti membawa kopian Laporan dan memberikannya kepada Ali sesuai perintah Adam
Ali membaca dengan seksama Lalu menyunggingkan senyumnya " benar Bos, ini Kopian Asli " kata Ali memberikan laporan itu
Ajeng sudah pucat pasi dirinya sudah keringat dingin, Ajeng awlannya hanya ingin melihat Resti di pecat namun kenapa Dampaknya sampai sejauh ini dan membuat Dirinya terjebak di lubang yang dirinya Buat
Adam tersenyum Melihat laporan yang di berikan kepada dirinya " Jadi apa ada yang ingin mengakui kesalahan nya di sini? " Tanya Adam Dengan Nada dinginnya
Tidak ada yang berani menjawab karena mereka tidak tau apa-apa kecuali Ajeng yang sudah pucat pasi
" Maaf pak, jika tidak ada lagi yang akan di tanyakan, Saya pamit undur diri karena kerjaan saja masih banyak dan sebentar lagi jam makan siang " kata Resti jujur
Adam menyunggingkan senyumannya
" Apa kamu tidak ingin tau siapa yang sudah kenjebakmu? " Tanya Adam
Resti tersenyum " saya tidak perlu tau siapa orang nya karena Jika saya tau maka jangan harap dirinya masih memiliki Rambut " kaya Resti sambil melirik kearah Ajeng
Resti sangat yakin jika itu ulah Dari Ajeng, Dari awal Ajeng tidak pernah menyukainya dan lagian hanya Ajeng yang mengambil laporan bulanan tadi pagi, untungnya Resti tidak bodoh semalam dirinya sengaja mengkopi Hasil laporan nya untuk jaga-jaga dan ternyata benar saja Piling Resti untuk meng kopi Laporan nya.
Adam bisa melihat bagai mana shipat Asli Resti, Adam semakin kagum dengan calon istrinya itu
" Baiklah kamu bisa lanjutkan pekerjaan mu " kata Adam
Resti mengangguk Hormat " kalo begitu saya permisi " Resti langsung meninggalkan ruangan Adam begitu saja
" Bos, saya ada Vidio yang harus saya perlihatkan kepada Anda dan juga mereka " kata Ali
" Heum " jawabnya dingin
Ali memutarkan sebuah Vidio yang membuat Keempat Orang itu langsung berkeringat dingin dan wajah yang pucat
Di sana terlihat jelas bagai mana kerjaan mereka yang seenaknya, dari mulai ada yang melakukan hal yang tidak senonoh, kelakuan ajeng dan Leon yang sedang beradegan panas di kamar mandi, samapi Ajeng menukarkan berkas laporan nya tadi pagi jangan lupakan di sana ada Vidio Ajeng yang menyenggol kursi milik Resti membuat wajah Adam merah padam melihat nya
__ADS_1
Ajeng dan ketiga Orang lain nya langsung di pecat dengan tidak hormat atas apa yang telah mereka lakukan yang akan membuat kerugian perusahaan
Adam juga telah memenjarakan Kedua orang dari antara mereka karena sudah berani korupsi dan memakan Uang Perusahaan
Dengan ada nya kejadian ini Adam menjadi tau jika bukan hanya lawan yang akan menjadi musuh ternyata Anak buahnya pun bisa menjadi Musuh
" Ali apa kamu sudah membereskan mereka? " Tanya Adam
" Sudah Bos, semuanya sudah beres " kata Ali
Apapun yang di kerjakan Ali pasti akan membuat Adam puas
" Bagus " kata Adam
" Tolong sampaikan kepada Resti jika Nanti malam aku mengundangnya untuk makan malam di Rumah ku " ucap Adam
" Baik bos " jawab Ali sambil menunduk
~ DI RUMAH
Anisa baru saja membuat pepes untuk dirinya bawa ke tempat kerja sang suami karena tadi Afnan meminta di buatkan pepes ikan dan menyuruh Anisa langsung yang mengantarkan nya
" Mah, Anisa nanti siang mau ke kantor Mas Afnan, mas Afnan meminta Anisa buat ke sana " kata Anisa
" Iyah, sayang Pergilah, bawakan makan siang untuknya " kata Bu Ani
Bu Ani tersenyum " Iyah sayang, apa kamu membuat pepesnya banyak? " Tanya Bu Ani
" Lumayan Mah, kenapa? " Tanya Anisa
" Mamah mau Bawakan buat Oma Lidia, kebetulan Mamah mau main ke sana dan membicarakan soal Pernikahan Resti " kata Bu Ani
Anisa tersenyum untuk tadi dirinya membuat pepes lebih " ada ko Mah, Mamah tinggal ambil saja di sana, tadi sudah Anisa tiriskan biar dingin " kata Anisa
" Iyah sayang terimakasih ya "
" Iyah mah, kalo begitu Anisa siap-siap dulu ya mah " pamit Anisa
" Iyah sayang " jawab Bu Ani
Anisa masuk kedalam kamar nya ia langsung bersiap-siap untuk pergi ke aktor Milik suaminya itu
" Mah, Nisa pergi dulu ya. Assalamualaikum... " Ucap Anisa sambil mencium punggung tangan Bu Ani
" Iyah sayang hati-hati ya " kata Bu Ani
__ADS_1
" Iyah Mah "
Anisa Langsung masuk kedalam mobil dengan di supir oleh Mang Agus
Tak butuh waktu lama untuk Samapi di perusahaan sang suami, Anisa berjalan ke arah Resepsionis
" Mbak, apa Pak Afnan ada? " Tanya Anisa ramah
" Maaf ini dengan siapa ya, dan apa sudah membuat janji? " Tanya wanita itu
Anisa tersenyum " saya istrinya, saya mau mengantarkan makan siang untuk suami saya " kata Anisa ramah
Resepsionis itu sedikit Ragu namun ketika melihat penampilan Anisa yang bisa di bilang Harga nya cukup Wow membuat Resepsionis itu mengangguk percaya
" Baik mari saya antar pak Afnan ada di ruangan nya " kata wanita itu
" Terimakasih ya mbak " ucap Anisa
Anisa mengikuti langkah wanita resepsionis itu Samapi akhirnya mereka sampai di ruangan kerja Afnan
" Silahkan Bu " kata Wanita itu
" Sekali lagi Terimakasih ya " ucap Anisa sopan
" Sama-sama Bu. Kalo begitu saya permisi "
Anisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
Tok..tok...tok...
" Masuk " kata Afnan sedikit berteriak
" Mas " ucap Anisa membuka pintu
Afnan yang melihat Anisa sudah datang langsung berdiri dan menghampiri Sang istri " kamu sudah datang sayang " kata Afnan memeluk sang istri
" Mas malu, ada orang " kata Anisa
Kedua orang itu langsung menunduk, tadi Afnan sedang melakukan kerjaan nya sedikit dan meminta bantuan kepada dua orang yang duduk di sopa
" apa Nisa mengganggu mas? " Tanya Anisa tidak enak
" Tidak apa-apa sayang, lagian ini sudah beres ko " jawab Afnan
" Kalian boleh pergi, dan kerjakan sesuai yang saya inginkan " kata Afnan mengusir kedua orang itu
__ADS_1
" Baik Pak " jawab kedua nya yang langsung pamit keluar