
Oma pulang kerumah dengan mata yang sembab ia hatinya terasa ter iris ketika melihat kehidupan nenek tadi
" Oma kenapa? " Tanya Anisa yang melihat Oma yang terlihat sedih
" Kalian semua duduk lah " pinta Oma
Sontak semua orang langsung duduk di sopa
" Ada apa Oma? " Tanya Adam yang heran
" Nisa tolong panggilkan Bu RT dan Pak Rt untuk ke sini " pinta Oma
" Ada apa mah " tanya Bu Ani yang heran
" Nanti saja jika sudah ada Bu RT dan pak RT baru kita mulai " kata Oma
Anisa yang langsung pergi memanggil Bu RT dan pak RT. Entah apa yang akan Oma diskusikan sehingga harus memanggil Bu RT dan pak RT segala
Tak butuh waktu lama Bu RT dan pak RT sampai di rumah Anisa
" Assalamualaikum... " Ucap Bu RT dan di susul dengan pak RT
" Wa'alaikumsalam... " jawab serempak mereka
Oma melajang pak RT dan Bu RT yang datang langsung menyuruh nya untuk duduk " Duduk lah " pinta Oma Linda
Pak RT dan Bu RT langsung duduk di sopa " Ada apa ya Oma, kami kaget ketika Neng Anisa memanggil kami di rumah " kata Pak RT
Oma menatap orang-orang yang ada di sini, Oma menyuruh mereka diam dan mendengarkan apa yang akan ia bicarakan " Begini, aku ingin meminta data orang miskin yang ada di RT ini terutama Nenek rentan yang rumah nya kaya Kandangan ayam " kata Oma
Pak RT dan Bu RT tau siapa yang di maksud oleh Oma Linda, di kampung nya hanya ada satu nenek yang memiliki rumah seperti kandang ayam
Pak RT masih bingung dengan ucapan Oma " Maaf sebelumnya, Memang nya Untuk apa Oma meminta data orang yang tidak mampu? "
Adam Mengerutkan kening nya memang nya ada rumah kaya kandang ayam..
" sayang memang nya ada rumah kandang ayam di sini? " bisik Adam di telinga Resti
" entahlah, kita dengarkan saja dulu " jawab Resti
Tidak ada yang berani memotong pembicaraan Oma, Meraka ingin tau dahulu baru berkomentar
" Saya ingin membangunkan mereka rumah baru, terutama Nenek yang rumah nya kaya kandang ayam itu " ucap Oma
" Saya sebagi wanita rentan merasa ter iris ketika melihat kehidupan mereka yang sangat Menyedihkan, seharusnya di usia mereka itu menikmati masa tua mereka dengan berkumpul dengan anak dan juga cucu tapi Nenek rumah Kandang ayam itu malah menyedihkan " kata Oma
" Afnan, kamu bukannya Punya perusahaan kontraktor? "
__ADS_1
" Iya Oma " ucap Afnan
" Kalo begitu kerahkan anak buah mu untuk membangun Rumah mereka menjadi layak " kata Oma
" Dan untuk Adam "
" Iya Oma " jawab nya
" Kamu harus memberikan dana untuk Afnan agar dia bisa membangun hunian rumah yang layak " kata Oma
" Baik Oma " Kata Adam
" Oma apa ini tidak terlalu berlebihan? " Kata Bu RT
" Harta ku tidak akan aku bawa mati, aku mati hanya menggunakan kain tipis saja dengan harga yang tidak seberapa " jawab Oma
Orang-orang yang ada di sini merasa terharu dengan keputusan Oma yang menyumbangkan harta nya demi membangun rumah yang layak bagi orang yang tidak mampu
" Saya mewakili Calon penerima bantuan dari Oma, saya ucapkan terimakasih banyak Oma " kata pak RT
" Ya.. " jawab Oma
" Kalo begitu segeralah lah laksanakan tugas kalian, Oma minta satu Minggu rumah mereka sudah berubah menjadi baru " kata Oma
" Jangan lupa ruang nenek kandang ayam itu " pesan Oma
" Baik Oma "
Adam dan Afnan pergi ke Ruang Tamu mereka langsung menghubungi orang-orang mereka agar datang dan membantu proses pembuatan rumah di desa
Anisa, resti dan kedua orang tau nya hanya bisa tersenyum mendapatkan keputusan Oma
" Oma sangat mulia sekali " kata Anisa
" Oma merasa iba kepada mereka, Oma hanya ingin mereka merasakan apa yang Oma rasakan saat ini, di usai yang sudah tidak muda lagi Oma masih bisa tidur dengan nyenyak memakai kasur yang empuk dan di kelilingi orang-orang tercinta " jawab Oma
" Oma, Resti bangga kepada Oma " puji Resti
" Nanti jika Resti sudah sekaya Oma, Resti ingin membangun Rumah Masa tua untuk para lansia yang tidak memiliki rumah " kata Resti dengan wajah yang berbinar
" Cukup mulia Niat mu nak " puji Bu Ani
Oma sangat bahagia Jika melihat orang-orang yang berada di sekeliling nya pun ikut bahagia
" Assalamualaikum.... "
" Wa'alaikumsalam.. masuk Ceu " kata Anisa yang tau jika itu Ceu idah
__ADS_1
" Neng "
" Iya Ceu, ada apa? " Tanya Anisa
" Neng, Oma nya ada? " Tanya Ceu idah
" Ada, tuh di dalam " jawab Anisa
Ceu idah tersenyum lalu berjalan kearah Oma Linda
" Oma ada Ceu idah mencari Oma " kata Anisa
" Ada apa kamu mencariku? " Tanya Oma Linda
Ceu idah duduk di bawah Oma Linda
" Oma, apa Oma tidak berniat memberikan aku usaha gitu, buat masa depan Anak Abi? " Tanya Ceu idah
Ceu idah langsung mencari Oma Linda ketika dirinya tau jika Oma Linda telah memberikan dana besar-besaran buat warga yang tidak mampu
" Jadi kamu datang ke sini karena hanya ingin ngomong ini? " Tanya Oma
" Iya Oma, siapa tau saja kan Oma mau membantu masa depan anak saya Oma " kata Ceu idah
" Kamu masih sehat, bahkan usia mu masih muda jadi buta apa Oma memberikan mu modal, kamu masih bisa bekerja di luar kota " kata Oma
" Tapi kan Oma " lirih Ceu idah menunduk dengan tangan meremas pakaian nya
" Baiklah, nanti akan Oma pikirkan bantuan apa yang pantas untukmu " kata Oma yang tidak tega melihat Ceu idah
Ceu idah yang awal nya sedih langsung menatap Oma " benar Oma? " Tanya Ceu idah Yang girang tidak ketulungan
" Iyah "
" Wah Terimakasih Oma, Oma emang Sultan yang di kirim oleh Allah untuk membantu kami " kata Ceu idah
" Jangan keterlaluan kamu ini " kata Oma
" sudah sana ke dapur buatkan kami nasi liwet " kata Oma kepada Ceu idah
Oma sangat senang ngerjain Ceu idah. Oma sangat kasian melihat nasib Ceu idah yang harus menjadi janda dan menyekolahkan anaknya dengan
" Oma " kata Anisa
" Iya "
" Menurut mu apa yang harus Oma berikan kepada nya, agar dia bisa membesarkan Anak nya dengan baik " tanya Oma kepada Anisa
__ADS_1
" Kalo menurut Anisa sih, lebih baik di buatkan toko sembako saja Oma, di sini toko sembako juga lumayan jauh jadi Jika kita memberikan toko sembako kepada Ceu idah mungkin pendapatan nya akan sangat lumayan " usul Anisa
" Kamu benar juga "