
Pagi di rumah Afnan. Seperti biasa Anisa tidak tidur lagi setelah sholat subuh, Anisa langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan
" Neng " panggil Ceu idah
" Eh ceceu Sudah cantik aja Mau kemana? " Tanya Anisa
Ceu idah tersenyum " ceceu kan sudah buatan Neng Lontong jadi Ceceu harus pulang kasian atuh anak Ceceu di tinggalkan lama-lama teuing " kata Ceu idah
" Jadi Ceu idah mau pulang? Padahal Anisa masih kangen sama Ceu idah " kata Anisa yang berjalan kearah Ceu idah lalu memeluknya
" Nantikan bisa ketemu lagi Neng " kata Ceu idah mengelus lengan Anisa
Sebenarnya Ceu idah juga tidak rela jika harus meninggalkan Anisa namun apa daya Jika Ceu idah juga mempunyai kewajiban di kampung apa lagi Anak nya yang di titipkan di Saudaranya membuat Ceu idah Tidak tenang
" Heum baiklah Ceu kalo memang ceceu harus pulang Anisa bisa apa, Tapi nanti Ceceu pulang di antar sama pak Agus lagi ya Ceu biar ceceu tidak repot di jalan " kata Anisa pasrah
" Nanti merepotkan atuh Neng apa lagi Mang Agus kan supir Neng nanti jika Neng mau pergi-pergi bagai mana jika tidak mang Agus " kata Ceu idah
Anisa tersenyum " ceceu tenang saja Kan suami Anisa pria kaya raya jadi punya banyak supir " canda Anisa sambil terkekeh
" Ah si neng mah bisa wae "
" Kalo begitu Kita sarapan dulu ya Ceu, Nanti pulang nya setelah sarapan " kata Anisa dan di balas anggukan oleh Ceu idah
Anisa sebenar nya ingin menahan Ceu idah namun apa daya Anisa juga tidak ingin egois apa lagi Ceu idah punya tanggung jawab di kampung nya. Ketika Ceu idah datang kerumah nya Rumah merasa ramai dengan celotehan Ceu idah yang menurut Anisa menghibur.
" Iyah Neng "
Anisa sudah membangunkan Afnan dari tidur nya bahkan Afnan Sudah menyiapkan Amplop untuk Ceu idah. Bukan maksud untuk menghina Ceu idah tapi anggap Saja Jika Afnan Membalas kebaikan Ceu idah karena sudah meninggalkan anak dan juga Warung nya demi Memenuhi keinginan sang istri
Di meja makan Afnan, Anisa dan Ceu idah mereka menikmati sarapan mereka bersama tanpa suara Seperti bisanya
Setelah sarapan Ceu idah Langsung pamit kepada Anisa dan juga Afnan
" Ceceu pulang ya Neng, Neng Nisa baik-baik dan Nanti kalo Ada umur ceceu ke sini lagi menjenguk si kembar " kata Ceu idah sambil mengelus perut buncit Anisa
" Harus Ceu, Ceceu harus datang lagi ke sini ajak Bu RT juga " kata Anisa
" Siap Neng " jawab Ceu idah
Ceu idah langsung menoleh ke barang bawaan yang sedang di masukin kedalam mobil
" Neng Naon eta, Ko meni seeur Kitu? " Tanya Ceu idah heran
Anisa tersenyum kepada Ceu idah " yang ini Milik Ceu idah " kata Anisa menunjukan tas yang lumayan besar kepada Ceu idah
" yang ini Nisa titip buat Bu RT dan juga pak RT Dan oleh-oleh makanan nya Bisa ceceu bagikan kepada para tetangga " kata Anisa
Ceu idah melongo dengan mata yang melotot ke arah Anisa
" Neng ini mah meni banyak atuh Neng, ceceu sampe rewas ninggalna " kata Ceu idah
Bagai mana tidak Anisa membawakan oleh-oleh yang cukup banyak Untuk para tetangga bahkan Bagasi mobil saja Tidak cukup sampe sebagian nya di taruh di Jok ke dua
" Ini rejeki Ceu gak boleh di tolak, istri saya sudah bela-belain belanja buat ceceu dan dan yang lain " kata Afnan dengan tangan yang di masukan kedalam saku celana nya lalu memberikan amplop yang sudah ia siapkan tadi
" Dan ini bonus buat Ceceu " kata Afnan memberikan nya kepada Ceu idah
__ADS_1
" Naon deui ini? " Tanya Ceu idah yang kaget
" Itu bonus buat Ceceu " kata Afnan
Ceu idah membulak balikkan Amplop yang di berikan oleh Afnan, Ceu idah bisa menebak jika di dalam amplop itu adalah uang. Ceu idah menangis haru ia tidak menyangka jika Anisa dan Afnan akan sebaik ini kepada dirinya
" Jangan di tolak Ceu,, itu rejeki pamali jika di tolak " kata Anisa yang mengelus lengan Ceu idah
Ceu idah mengangguk mengerti " Hatur nuhun ya Neng, Den padahal ceceu mah tidak mengharapkan apa-apa " kata Ceu idah
" Anisa mengerti anggap saja jika ini adalah Pemberian kasih sayang Anisa kepada Ceu idah " kata Anisa yang tidak ingin menyinggung Ceu idah
" Baiklah Neng Den, ceceu tampi ya Semoga semua kebaikan Neng Sam Den Afnan di balas oleh Allah " kata Ceu idah
Anisa memeluk Ceu idah Lalu melepaskan nya " titip salam ya buat Bu Rt dan juga pak Rt " kata Anisa
" Iyah Neng, nanti bibi sampaikan "
" Kalo begitu ceceu pamit ya Neng " kata Ceu idah
" Iyah Ceu hati-hati di jalan "
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam..." Jawab Anisa dan juga Afnan yang sudah merangkul pinggang Anisa
Anisa melambaikan tangannya ke arah mobil yang sudah mulai menjauh
" Yah rumah sepi lagi Ayah " kata Anisa
Afnan tersenyum " Sementara sepi sayang tapi beberapa bulan lagi jangankan sepi rumah ini pasti akan heboh dengan tangisan kedua anak kita " kata Afnan mengelus perut Anisa
" Bagai mana biar Bunda tidak Kesepian Bunda ikut ayah ke kantor lalu nanti siang kita pergi jalan-jalan " Ajak Afnan
" Boleh juga usul Ayah " jawab Anisa
Akhirnya Anisa ikut ke kantor dengan Afnan banyak mata yang memandang Anisa mereka sungguh iri dengan Anisa sudah cantik Baik dan mempunyai suami yang sangat sayang kepada dirinya
" Andaikan saja Aku yang ada di posisi Nyonya Anisa mungkin saat ini aku tidak perlu capek-capek kerja "
" Kamu benar, Nyonya Anisa sangat sempurna padahal beliau sedang hamil tapi malah semakin terlihat cantik "
" Nyonya Anisa seperti Dewi yang turun dari kayangan Pantas saja Bos kita tergila-gila kepada nyonya Anisa "
Begitulah ucapan para karyawan Yang memuji dan mendamba pasangan suami istri itu
Anisa yang Hambal dan juga ramah ke setiap Para karyawan membuat para karyawan memuji-muji dirinya.
Di dalam ruangan Anisa sudah duduk di sopa Sedangkan Afnan duduk di kursi kebesaran untuk memeriksa berkas-berkas
" Jadwal aku apa saja? " Tanya Afnan kepada Raffi
Raffi membacakan jadwal Afnan
" Dari jam 1 Siang kosongkan jadwal ku karena aku ingin membawa istri tercintaku jalan-jalan " kata Afnan tanpa menoleh ke arah Raffi
Raffi yang sudah tau bagai mana sifat Afnan hanya bisa membuang napas pelan apa lagi Raffi sangat tau jika Afnan sangat mencintai Istrinya
__ADS_1
" Baik bos " jawab Raffi yang langsung meninggalkan ruangan kerja Afnan
Anisa yang melihat kepergian Raffi hanya bisa tersenyum ramah
" Ayah, Bunda ke kantin ya mau cari cemilan " kata Anisa meminta ijin kepada sang suami
Afnan langsung menoleh kearah sang istri " boleh tapi di temani dengan Anita " jawab Afnan
Anita adalah Sekertaris Afnan
" Baik Ayah " setelah meminta ijin Anisa langsung pergi ke kantin tidak lupa membawa Anita sesuai perintah suaminya
Anita yang merasa canggung ia memilih berjalan di belakang Anisa
" Anita " panggil Anisa
" Iya nyonya " jawab Anta
" Kenapa kamu berjalan di belakang, berjalanlah di pinggir ku jangan merasa canggung anggap saja Aku ini temanmu " kata Anisa
Anita membulatkan kedua bola mata nya mana mungkin Anita menganggap Nyonya Afnan sebagai teman nya. Suka ngadi-ngadi saja Anisa
Sesampai nya di kantin Anisa duduk di meja dengan membuka Buku menu
" Anita menurut mu di kantin ini Makanan apa yang enak? " Tanya Anisa yang membuka Buku Menu
Anita yang di tanya malah gugup " Anita? " Panggil Anisa
" Eh iya nyonya " jawab Anita gugup
" Makana apa yang enak di kantin ini? " Tanya ulang Anisa
" Di.. Disni banyak yang enak Nyonya tapi yang paling the best adalah Pentol nya " jawab Anita
Anisa mengembangkan senyuman " boleh juga " kata Anisa
" Mbak... Mbak.. " Anisa memanggil mbak-mbak untuk memesan pesanan nya
Seorang wanita tang dengan tergesa-gesa walaupun dirinya penjaga kantin tapi wanita itu tau siapa yang sedang duduk dengan Anita
" Iya Nyonya "
" Aku mau pesan pentol Satu, gado-gado satu dan es kelapa ijo satu dan satu lagi jus buah naga " kata Anisa sambil tersenyum
" Kamu Anita pesan apa? "
" Tidak perlu Nyonya " tolak Anita mana mungkin dirinya pesan Makana di jam kerja
" Ayolah Anita jangan merasa sungkan seperti ini, Jika suamiku marah karena kamu makan bukan di jam kerja biar nanti aku yang ngomong kepada nya " kata Anisa
Akhirnya Anita memesan Pentol Dan juga es cincau mau tidak mau Anita memesan itu karena Anisa yang memaksa nya untuk ikut pesan
" Anita, Aku ke atas duluan ya Nanti suruh OB saja antarkan ke ruangan suamiku dan ini uang nya " Anisa meninggalkan beberapa lembar berwarna merah
" Ini terlalu banyak Nyonya " kata Anita
" Ambil saja kembalian nya " jawab Anisa yang langsung pergi
__ADS_1
Anisa buru-buru ke ruangan suami nya karena Afnan mengirim pesan dan menyuruh Anisa untuk segera ke ruangan nya
Mana bisa Afnan membiarkan istrinya berkeliaran di perusahaan sendiri walaupun Afnan sudah menyuruh Anita untuk menemani sang istri tapi tetap saja Afnan merasa tidak tenang apa lagi ketika melihat tatapan pada karyawan pria yang menatap istrinya seperti singa yang lagi kelaperan dan itu membuat Afnan sebal dan kesal