
Afnan menunggu pak Susilo di ruang rapat sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jari-jari nya
" Raf, apa Pak Susilo tidak jadi datang? Kenapa lama sekali " ucap Afnan
Raffi sudah berkeringat ia sesekali ia mengusapnya dengan Tisu
" Mungkin masih di jalan Bos " jawab Raffi
" Apa dari perusahaan pak Susilo Samapi ke sini butuh waktu tiga jam? " Keluh Afnan
" Sebentar aku telpon dulu " ucap Raffa mengambil telpon nya lalu pergi dari ruangan Rapat
Afnan membuka Handphone nya ia berniat mengirim pesan kepada sang istri tapi Afnan urungkan karena biasanya jam segini jam tidur siang nya Anisa jika di rumah sakit
" Kamu sedang apa, sudah makan apa belum " Gunma Afnan sambil melihat Foto sang istri yang berada di handphonenya
Kedatangan Raffi membuat Afnan sadar dari lamunan nya
" Bos maaf, Sepertinya Pak Susilo tidak jadi datang karena ada halangan " ucap Raffa menunduk takut
Afnan mengerutkan kening nya, ia merasa di permainkan " Ada apa dengan nya hah!! Aku datang ke sini meninggalkan istriku yang sedang di rumah sakit hanya untuk menemui dirinya tapi apa ini, dia malah mempermainkan ku. Raffi "
" Iyah bos " jawab Raffi menunduk
" Putuskan kerja sama kita dengan pak Susilo, Jika dia bertanya apa alasan nya, bilang saja jika aku tidak suka di permainkan " ucap Tegas Afnan dengan wajah yang mengeras menahan amarah
" Baik Bos " jawab Raffi
Afnan berjalan kearah ruangan Anisa dengan wajah yang masih menahan amarah, baru kali ini dirinya di permainkan oleh rekan bisnis nya padahal perusahaan Afnan sudah bisa di bilang perusahaan besar
Ceklek
" Assalamu'alaikum... "
Afnan terkejut melihat Anisa yang sedang berdiri di depan pintu
Happy birthday to you.. happy birthday to you...
Happy birthday...
Happy birthday.. to you...
" Barakallahu Fii umrik suamiku, semoga Allah selalu ada dalam lindungan mu.. serta tercapai semua angan dan cita-cita kamu, panjang umur sehat selalu suamiku dan selalu mencintai Keluarga " ucap Anisa yang langsung mencium punggung suaminya lalu mengambil Bolu yang sudah di hidupkan lilin nya
__ADS_1
Sedangkan Afnan ia masih termenung kaget, terkejut dan terharu semua nya campur aduk
" Tiup lilin nya mas, nanti keburu Habis " ucap Anisa tersenyum bahagia
Bukan hanya Ada Anisa di sana tapi kedua orang tau Afnan, Resti, Raffa pun ikut serta di sana
Puuh...
Afnan meniup lilin dan mencium kening Anisa membuat orang yang ada di sana ikut baper
" Terimakasih istriku, kamu sudah berhasil membuat suamimu ini Terkejut dengan kejutan yang kamu buat ini "
" Sama-sama Mas, ini semua Di bantu oleh mereka jadi mas harus berterimakasih juga kepada Resti dan Raffa yang sudah berhasil mengerjai Mas " ucap Anisa Terkekeh
Afnan menatap Raffi dengan lekat " ini perintah istrimu " kata Raffi langsung karena takut di marahi oleh Afnan
" Sudah-sudah jangan ribut " kata Bu Ani
" Putra Mamah sudah dewasa dan sebentar lagi akan memiliki seorang anak, Selamat ulang tahun ya nak, semoga Semua cita-cita dan harapan mu tercapai Amin doa mamah selalu yang terbaik untukmu " kata Bu Ani mencium pipi sang putra
Pak Yusuf langsung memeluk sang putra " papah bangga kepadamu Nak, Bahagiakan keluarga kecilmu dan Jangan pernah kamu sakiti Anak dan istri mu karena Yang akan menemanimu di saat tua nanti adalah mereka " Nasehat Pak Yusuf
" Iya pah, aku janji Aku akan selalu membahagiakan mereka " ucap Afnan melepaskan pelukan Pak Yusuf
Afnan memeluk sang adik Walaupun bukan adik kandung tapi Afnan menyayangi Resti seperti adik kandungnya sendiri
Resti memeluk Afnan ia menangis di pelukan Afnan " Hiks.. kenapa kakak semakin tua hiks hihihi ... " lirih Resti Sambil terkekeh
Afnan melepaskan pelukan Sang adik " Kamu itu mau nangis atau mau Ngeledek Hem "
Resti menghapus Air mata nya " jangan tua kak, kalo Kakak tua nanti Aku gak ada yang jagain hiks... "
" Adik kurang Akhlak " sebal Afnan tapi ia malah memeluk kembali sang adik
" Hehehe... panjang umur ya kak, Kakak Harus sehat terus agar selalu menjaga Aku, mamah papah dan Kak Anisa "
" Terimakasih ya, adik mani walaupun kakak sudah tua nanti tapi kakak akan tetap jagain kalian semua karena tanpa kakak turun tangan pun kakak masih bisa bahaya orang buat jagain kalian, termasuk jagain kamu " kata Afnan sombong " dan satu lagi Awas saja jika kakak melihatmu atau mendapatkan laporan kamu pergi lagi dengan pria itu jangan harap kamu mendapatkan jatah bulanan " ucap Afnan
Afnan sudah tau apa yang terjadi di bioskop dari anak buah nya.
Resti yang merasa bersalah hanya bisa menunduk " iya kak, aku tidak akan jalan lagi dengan nya. Lagian aku mau putusin Dia " lirih Resti
" Tunggu.. tunggu. Ada apa ini, apa ada hal yang tidak di ketahui oleh Papah? " Tanya pak Yusuf
__ADS_1
" Tanyakan saja kepada Anak gadis bandel mu ini pah " ucap Afnan
" Resttiii!!!! " Ucap Pak Yusuf
" Iyan pah, Maaf jika Resti sudah bohong sama mamah dan papah soal mata Resti yang sembab... " Resti menceritakan semua nya kepada Kedua orang tua nya
" Mulai besok, kemana pun kamu pergi di antar oleh Supir " ucap Pak Yusuf yang tidak ingin terulang kembali apa yang menimpa kepada Putrinya, untung waktu itu Resti bisa melarikan diri coba kalo tidak entah apa yang akan terjadi kepada putrinya Nn
" Tenang saja Pah, anak buah Afnan selalu ada di dekat kalian " ucap Afnan
" Jadi kamu juga menaruh mata-mata untuk mamah dan papah? " Tanya Anisa
" Lebih tepat nya bukan mata-mata tapi Tak kasat mata hehehe.. aku lakuin itu karena ingin menjaga mereka selagi tidak bersama ku " jawab afnan
" Terus apa mas juga melakukan hal yang sama kepada Nisa? " Tanya Anisa penuh selidik
" Apa lagi kamu, tuan putri Di istanaku Mana mungkin aku membiarkan mu terluka ataupun di ganggu oleh orang lain, karena Jika sudah menjadi milikku berarti tidak boleh di ambil orang " ucap Afnan sambil menggoda
Wajah Anisa langsung bersemu merah karena malu " Mas bisa saja "
Kedua orang tua Afnan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat anak dan menantunya yang sudah rukun
" Cie..cie... Yang sudah rukun " ledek Resti
" Diam anak kecil " kata Afnan
Raffi ikut bahagia melihat kebahagian Afnan yang sudah memiliki pasangan yang sangat Pengertian dan perhatian seperti Anna
" Bro.. selamat ya maaf tadi gue berbohong padamu " Ucap Raffi
" awas saja gue bakalan balas nanti " ucap Afnan
Setelah bersedih-sedih ria, Afnan memesan Makanan yang cukup Banyak untuk di bagikan kepada suster, Dokter dan pasien yang lain nya anggap saja Afnan sedang merayakan hari ulang tahun nya di rumah sakit
Tak lupa Afnan juga memesan makanan untuk dirinya dan keluarga makan bareng di rumah sakit
" Wah kalo kita tiap hari makan yang kaya gini bisa-bisa mamah kolesterol ini " ucap Bu Ani
" Mamah bisa saja " ucap Afnan
" Dan badanku akan menjadi bulat jika makan yang berlemak kaya gini " kata Resti agak cemberut
" Mas.. maaf ya gara-gara Nisa Mas merayakan Ulang tahun nya di rumah sakit " ucap Anisa
__ADS_1
Afnan menatap sang istri " tidak peduli Dimana pun aku merayakan ulang tahun sayang yang penting Ada kamu dan kumpul bersama Keluarga sudah cukup " jawab Afnan