
" Adi " panggil seorang pria
Adi yang merasa nama nya di panggil langsung menoleh " Kakak " Ucap Adi
Daren Berjalan kearah sang adik, dari tadi Daren mencari keberadaan adiknya namun tidak kunjung ketemu Akhirnya Daren menanyakan ke salah satu mahasiswa.
" Kakak sedang apa di sini? " Tanya Adi heran
" menurut Lo, Aunty mendaftarkan gue disini " Keluh Daren
" Wah Bagus dong, jadi aku ada teman " bisik Adi karena ini lingkungan perpustakaan jadi mereka harus bisik-bisik
Daren menatap Wanita yang ada di samping sang adik, Daren merasa aneh kenapa dirinya selalu bertemu dengan wanita ini " Kakak jangan menakutinya "
" emang siapa yang menakuti dirinya " keluh Daren
" Tatapan kakak yang membuat Killa takut " Ucap Killa polos
Daren Langsung membulatkan Kedua mata nya " Kau!! " Kesal Daren baru kali ini dirinya Di takuti oleh seorang wanita
Sedangkan Adi ia malah mengulum senyumnya ia tidak menyangka kepolosan Killa membuat Daren kesal " Sudahlah, Ayo pergi kakak Belum makan nih " Keluh Daren kepada Adi
" Baiklah " Ucap Adi lalu ia melihat kearah Killa yang sedang memakan rotinya " Aku balik duluan ya, Kamu bisa balik karena Dosen kita hari ini banyak yang tidak masu " Ucap Adi Yang di balas anggukan oleh Killa
Killa sebenarnya merasa Aneh dengan Adi yang tiba-tiba saja baik kepada dirinya namun Killa mencoba tidak terlalu memikirkannya.
Daren dan Adi berjalan berdampingan banyak mata yang memandang kedua pira itu " ini yang gue tidak suka Mata mereka sepertinya minta di colok " ucap Daren kesal
" Hahaha sabar kak, lagian siapa yang tidak tergiur melihat pria bule seperti kakak " ucap Adi sambil tertawa
" Gue bukan orang bule hanya saja besar di sana tapi tetap saja gue Kelahiran sini " ucap Daren kesal
Adi Menggelengkan kepalanya " Sudah ayo kak. kakak mau makan di mana? " tanya Adi kepada kakak nya itu
" Diaman saja yang menurut Lo enak buat di pakai makan siang " balas Adi
" Oke kalo begitu " ucap Adi Yang langsung membawa Sang kakak ke salah satu Restoran yang biasa ia kunjungi
Di sana banyak makanan yang enak-enak bahkan ada juga makanan yang pasti Daren suka di sana apa lagi Daren sudah lama tidak menginjak Indonesia.
Restoran sederhana Namun elegan " Ayo turun kak " ucap Adi
__ADS_1
Daren Ikut turun dari mobil ia langsung mengikuti kemana langkah sang adik. Adi duduk di meja yang biasa ia Duduki, Adi sering sekali datang ke sini Jika Susan tidak ada kelas bahkan Adi tidak jarang makan siang di sini
" Kakak mau pesan apa? " Tanya Adi
" Yang menurut mu Enak saja " jawab Daren Cuek sambil memainkan Handphone miliknya
Adi mengangguk mengerti lalu ia membuka daftar Menu, Ada Tiga menu yang Adi pesan. Iga bakar, cumi Bakar dan Juga SOP Buntut menu andalan Restoran ini dan jangan lupa Dua Orens jus.
" Jadi siapa wanita tadi? " tanya Daren yang masih penasaran Dengan Killa
Adi tersenyum " apa kakak Menyukainya? "
" Jangan mengalihkan pembicaraan, Gue nanya sama Lo lagian Lo itu masih Bocah sudah main suka-suka " ledek Daren
" Hahaha Apa bedanya dengan kakak di sana " hardik Adi
" Katakan Siapa wanita tadi? "
" Dia Killa. mahasiswi Di kampus kita dan satu Kelas dengan Aku kak, Dia juga cukup pintar dan bahkan Kepintaran Killa bisa mengimbangi kita " Jawab Adi
" Jadi itu yang membuat Lo mau dekat dengannya, Tidak ada maksud lain kan? "
Daren mengerutkan kening nya " What's ini jaman modern masih ada orang-orang seperti itu? " tanya Daren
Adi membalas dengan mengangkat kedua bahunya " Jaman Boleh modern tapi Etika mereka yang kurang Modern masih memilih-milih teman hanya karena Latar belakang " ucap Adi
Adi dan Daren bukan bukan pria yang angkuh Mereka Tidak pernah membeda-bedakan orang karena menurut mereka latar belakang itu Tidaklah penting selama mereka baik-baik saja.
" Ayo kak Makan dulu, katanya laper " ucap Adi yang membangunkan Daren dari lamunan nya
Entah kenapa Daren merasa Jika dirinya Ingin tau lebih lanjut tentang Killa " heum " Akhirnya mereka pun makan dengan tenang karena mereka di didik untuk tidak biacra di saat sedang kakak
Sedangkan Killa Saat ini sudah berada di tempat kerja
Ya Killa Selain kuliah Killa juga bekerja di sebuah Restoran sebagai Resepsionis, Killa baru beberapa bulan Bekerja di sini karena sebelumnya Killa bekerja sebagi SPG namun karena ia pernah mendapatkan pelecehan akhirnya Killa berhenti untuk bekerja di sana dan mencari pekerjaan lain yang lebih baik lagi.
" Selamat si... Adi " ucap Killa
" Eh. ko ada kamu di sini? kamu kerja? " tanya Adi yang hendak Membayar Makanan nya
Killa mengangguk Lalu tersenyum " di meja berapa Kak? "
__ADS_1
" meja 10 " Jawan Adi " sudah lama kemeja di sini? "
" baru beberapa Bulan Di " jawab Killa
Adi menganggukkan Kepalanya "Pantas aku baru lihat " killa tersenyum Ramah " kembalian nya ambil saja Buat jajan es teh " kata Adi
" Tidak perlu Adi "
" jangan menolak Rejeki pamali " Ucap Adi
" Baiklah, Terimakasih " Kata Killa ambil tersenyum ramah
" Oke. Aku balik ya " Killa mengangguk
" Alhamdulillah " ucap Killa bersyukur karena ada yang memberikan uang Tips untuk dirinya kan Luamyan buat Nambah-nambah tabungan.
Daren yang sudah menunggu di Mobil Melirik Adi yang Keluar dari Restoran " Ada apa dengannya " Gumam Daren
" maaf lama kak "
" kenapa lama sekali "
" Ternyata Kasir di Restoran Tadi adalah Killa jadi ya sedikit berbincang-bincang hehehe " Daren Menggelengkan kepalanya
" Yaudah Ayo jalan " Kata Daren karena habis dari sini Daren harus ke Anak perusahaan Milik sang Ayah Untuk bekerja di sana tapi bukan di kenal sebagai Anak melainkan sebagai Karyawan Magang Daren Tidak protes karena ia juga tidak ingin orang-orang menjilat dirinya hanya karena dirinya anak pemilik perusahaan.
Sesampainya di Perusahaan hanya Daren yang Turun sedangkan Adi ia langsung pulang kerumahnya karena ia Harus mengantar sang Mamah cek up ke dokter.
Daren Berjalan ke Perusahaan dengan sikap biasa saja Dan Menyapa para karyawan yang lainnya karena ia tidak mungkin bersikap angkuh apa lagi dirinya Hanya seorang magang di sini.
" Selamat Siang Pak " Sapa Daren kepada Resepsionis
" Siang, Apa ada yang bisa saya Bantu? " tanya Resepsionis pria itu
" Saya mau bertemu dengan Tuan Raffi "
Resepsionis itu langsung mengerutkan keningnya " beliau menyuruh saya ke sini untuk Magang Pak " Ucap Daren yang Tidak ingin salah paham
" Oh baiklah. Mari saya antar ke ruangan Tuan Raffi " Ucap Resepsionis itu
Ya selama ini Raffi yang menjalankan usaha di Jakarta Karena tidak mungkin Afnan bulak balik walaupun sesekali Afnan akan datang dan mengecek Perusahaan.
__ADS_1