
Di meja makan Resti masih menertawakan Kakak nya yang menggunakan Daster
'' Sudah jangan diketawain terus Kakak mu itu, lagian itu sebagian dari ngidam nya Anisa '' Ucap Bu ani yang masih mengulum senyumnya
Bu Ani tidak menyangka jika sang Anak meminjam daster itu untuk putranya, Bu ani pikir daster itu akan di gunakan oleh Anisa tapi nyata nya malah di gunakan oleh sang putra
'' hehehe maaf Mah '' Ucap Resti yang masih mengulum senyum nya
Pak yusuf hanya bisa menggelengkan kepala melihat ngidam menantunya itu, Pak Yusuf sangat beruntung jika dulu ketika sang istri ngidam tidak seperti Menantunya yang meminta hal yang aneh-aneh
'' Bagai mana kemarin kunjungan ke rumah oma Mertua? '' Tanya Pak Yusuf kepada putrinya
Resti yang sedang memakan makanan nya langsung mengangguk dan meminum air putihnya '' Sambutan yang baik pah, apa lagi Oma bela-belain nunggu kedatangan aku di depan pintu utama '' kata Resti
bu Ani tersenyum '' Oma lidia itu sangat baik jadi kamu jangan sia-siakan kebaikan nya ya, kalo sual Adam nanti juga kalian akan terbiasa apa lagi kalo sudah satu rumah pasti akan sering berinteraksi '' Kata Bu Ani
'' Benar kata mamah mu itu '' Lanjut Pak Yusuf
'' Iya Mah, Pah '' Jawab Resti mengangguk dan melanjutkan sarapannya
Sedangkan di kamar Afnan sedang merengek kepada Anisa seperti Anak kecil
'' Sayang kamu tau bagai mana malunya aku ketika mereka menertawakan aku di bawah, aku seperti tidak punya muka sayang '' Keluhnya
Anisa mengelus rahang milik sang suamI '' kenapa harus malu kan Mas melakukan nya untukku dan juga anak kita, Seharusnya Mas bangga kepada diri Mas sendiri karena bisa membahagiakan aku dengan cara sederhana '' kata Anisa sambil tersenyum
Afnan hanya bisa menghelaikan napas dan memeluk sang istri '' Tapi jangan di ulangi lagi sayang, Cukup hari ini saja aku malu tidak ada hari-hari lainnya
Anisa mengangguk '' Iya Mas, Nisa janji '' Kata Anisa mengecup bibir sang suami sekilas namun Afnan malah menahan tengkuk leher Anisa dan memperdalam nya sehingga mereka saling membelit satu sama lain, Karena mendapatkan balasan dari Anisa Afnan malah mengambil kesempatan ini untuk berolahraga di atas tempat tidur
~ DI KANTOR
Resti baru saja sampai di ruangannya. Resti menaruh tas Handphone di atas meja dan menarik kursi untuk ia duduki namun
bugh..
'' Auh... '' Keluh Resti kesakitan karena kursi yang hendak ia duduki malah di senggol oleh Ajeng sehingga Resti jatuh ke atas lantai
'' Ups.. Sorry '' Ucap Ajeng menempelkan tangan di bibirnya lalu pergi begitu saja seperti tidak punya dosa
Resti yang melihat kepergian Ajeng hanya bisa melotot dan bangun dari atas lantai '' Dasar Nenek sihir gila! teriak Resti yang sudah menempelkan bokongnya di kursi
'' apa kamu tidak apa-apa?'' Tanya orang yang ada di samping meja Resti
__ADS_1
'' Aku tidak apa-apa '' Jawabnya dingin lalu menghidupkan komputernya untuk memulai bekerja
Pria itu mengangguk lalu melanjutkan kerjaan nya kembali, tadinya hanya kasian melihat Resti yang jatuh tersungkur namun karena Resti sudah bilang tidak apa-apa jadi ya sudah
Resti bekerja sambil menahan bokongnya yang sakit karena tadi bisa di bilang agak keras ketika dirinya terjatuh
~ DI RUANGAN ADAM
Brak....
'' Apa kalian sedang mempermainkan ku hah!! saya memperkerjakan kalian ituk kerja bukan untuk gaya-gaya bisa kerja di kantoran. Kalian membawa laporan bulanan yang sangat kacau seperti ini dan apa ini '' Tunjuk Adam ke salah satu berkas yang jumlahnya tidak sesuai dan kekurangan satu angka
'' Apa kalian masuk ke perusahaan ku ini melalui jalur dalam sehingga kalian yang bodoh ini bisa bekerja di tempatku hah!!! '' bentak Adam
'' Maaf Pak, Kami mengaku salah tapi kalo soal berkas keuangan itu bukan tanggung jawab saya, karena itu tugasnya Bu Ajeng sekertaris keuangan '' Jawab pria itu sambil menunduk takut
Adam yang sudah duduk di kursi kebesarannya menatap pria yang menjawab ucapannya itu
'' Ali '' Panggil Adam
'' Iya Bos '' Jawab Ali yang melangkah mendekat ke arah Bos nya
'' Panggilkan orang yang di sebut pria itu '' Kata Adam dengan tatapan yang dingin
Sedangkan karyawan perempuan yang ikut kena imbas ia juga ikut menunduk takut namun dalam hatinya ia merasa heran kepada Bos nya
Siapa yang tidak tau Soal Ajeng yang sedang dekat dengan Atasan mereka apa lagi Ajeng yang semakin sombong dan angkuh Ketika dirinya bilang Adalah calon Istri Dari Adam.
Ajeng yang sedang melakukan kerjaan nya terkejut dan Bangga karena dapat panggilan dari Ali yang menyuruh dirinya untuk datang keruangan Atasan mereka
Dengan bangga nya Ajeng melewati Resti dan mengibaskan rambut pirangnya
Resti yang melihat tingkah Ajeng hanya bisa menggelengkan kepalanya '' Dasar Nenek sihir '' Gumam Resti
Ajeng dengan Pd nya masuk kedalam ruangan Atasannya itu, Namun Ajeng merasa heran kenapa ada temannya di sana
'' Pak, Apa Bapak memanggil saya? '' Kata Ajeng dengan sura yang di buat-buat manja oleh Ajeng
Adam yang melihat sikap Ajeng bukannya suka ia malah jijik
Brug...
Adam melemparkan laporan keuangan ke atas lantai pas di depan wajah Ajeng
__ADS_1
Ajeng yang mendapatkan sikap Adam yang kurang enak langsung menunduk
'' Apa kau sudah gila hah!!! '' Bentak Adam
Ajeng yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepala nya lalu melihat wajah Adam
'' Maksud Bapak apa? '' Tanya Ajeng tidak mengerti
'' kalo kau tidak mengerti maka buka dan bacalah apa kesalahan mu di sana '' Kata Adam
Ajeng yang tidak mengerti apa yang di maksud Adam ia pun langsung membuka laporan bulanan itu lalu membaca nya dengan perlahan. tangan Ajeng menutupi mulutnya karena terkejut ternyata hasil laporan nya cukup mengejutkan
'' Tidak, Tidak Pak, ini bukan salah saya. Kemarin saya menyuruh pegawai baru yang melakukan laporan pembukuan '' Kata Ajeng yang tidak ingin di salahkan apa lagi angka yang hilang bisa membuat dirinya di penjara
Adam mengerutkan keningnya '' Jadi ini bukan hasil kerjamu? '' Ucap Adam yang menahan amarahnya
'' panggil orang yang kau suru itu ke sini dan kalian jangan tetap di sini karena saya tidak suka dengan pekerja yang tidak punya otak seperti kalian '' Kata Adam
Ali langsung menghubungi Resti untuk datang keruangan Bos nya
'' Huh.. ada apa sih pake panggil-panggil segala, apa dia mau pamer dan membuat aku cemburu gitu, dih ogah Aku tidak akan pernah cemburu sama nenek sihir itu apa lagi aku tidak punya perasaan apa-apa kepa Pak Adam '' Gumam Resti yang langsung mengetuk pintu ruangan Adam
tok... tok.. tok..
Ali membukakan Pintu untuk resti karena ia yakin jika yang mengetuk pintu itu adalah Calon nyonya nya
'' Silahkan Masuk Nona '' Kata ali sopan
Resti pun mengangguk ia terkejut ternyata yang ada di dalam ruangan Adam Tidak hanya Ada Ajeng melainkan Ada tiga orang lagi
'' Maaf pak, Ada apa ya Memanggil saya? '' tanya Resti sopan
Adam tidak menyangka jika Resti yang di panggil selanjutnya namun Adam tetap harus proporsional
'' Apa kamu yang melakukan laporan bulanan ini? '' Tanya Adam
Ajeng dan ke tiga orang lain nya langsung melongo karena sikap Adam yang tiba-tiba berubah menjadi lembut
Resti mengambil laporan dari tangan Adam lalu melihatnya '' Benar pak, Tapi yang saya kerjakan bukan yang ini '' Kata Resti
Adam mengerutkan keningnya
'' Apa maksudmu? Apa ada lagi yang kau suruh untuk melakukan laporan? '' Adam sedikit meninggikan suaranya
__ADS_1
Resti menghelaikan napasnya pelan '' Sepertinya Ada yang menukarkan hasil laporannya pak, JIka bapak tidak percaya kepada saya, Saya masih Ada kopiannya di meja kerja saya '' Kata Resti
'' Apa maksudmu apa kamu ingin menuduhku yang menukar laporan itu hah!! '' Bentak Ajeng yang menutupi rasa takutnya