Cinta Anisa

Cinta Anisa
KEPERGIAN NARA II


__ADS_3

Nara sedang berjalan di Trotoar ia melihat jalan yang sedang di Lewati oleh kendaraan, Dengan langkah Gontai Nara menyeret Kopernya. Tadi sebelum Nara memutuskan Untuk pergi ia sempat kerumah Leon untuk mengambil barang-barang miliknya


Hari semakin sore tapi Nara masih bingung harus pergi kemana Apa lagi ia tidak memiliki uang yang cukup untuk menyewa tempat tinggal dan mungkin Uang yang ia pegang pun hanya cukup Untuk makan dia beberapa Hari


'' Aku harus kemana? Tidak mungkin Aku kembali kerumah Ayah sedangkan Aku sudah di usir dari Sana '' Gumam Nara Bingung


Cekitttt......


Tiba-tiba Ada Mobil berwarna Hitam berhenti di depan Nara,. Nara pun terlihat bingung siapa yang menghentikan Mobilnya, Nara semakin Panik ketika ada Dua orang pria yang bertubuh besar dan juga seram Keluar dari MObil dan mendekati dirinya


'' Mau apa Kalian? '' Tanya Nara dengan takut


'' IKutlah dengan kami sebelum kami memaksa Anda dengan kekerasan '' Ucap si Pria hitam itu


'' Tidak. Aku tidak mau ikut karena aku tidak kenal Kalian sebaiknya kalian yang pergi sebelum Aku berteriak meminta Tolong '' Kata Nara dengan suara yang akan menangis


Entah Nasib Apa lagi yang akan Nara terima. DI usir dari rumah, di perkosa oleh atasan, Nikah paksa dan ini Apa lagi..


'' Jangan membuat kami Marah Nona lagian siapa yang akan peduli dengan Teriakan mu yang cempreng itu ''


''Tolong.... To... '' Pria hitam itu langsung membekam mulut Nara dengan saputangan yang sudah di berikan biusan


Nara yang sudah terbius pun semakin tidak bisa apa-apa ia hanya bisa menerima nasib yang akan hadir di kehidupan selanjutnya.


Kedua Pria itu membawa Nara kedalam Mobil lalu membaringkan Tubuh Nara di jok Penumpang


'' Bos kami sudah menemukannya dan kami juga sudah menuju Alamat yang anda Kirim '' Ucap si Pria bertubuh Hitam ke sebrang Telpon


'' Baik Bos ''


Pria hitam itu mematikan Ponselnya lalu melirik ke belakang melihat kondisi Nara saat ini dan mengirimkan gambar kepada bos mereka


'' Ayo lanjut '' Ucap nya ke rekan kerja nya yang di balas Anggukan


Nara tersadar ia melihat ke jendela di luar sana sudah gelap " Di mana Aku? dan akan di bawa kemana aku? " Batin Nara yang mulai cemas. Nara melihat ke depan ia melihat Pria hitam yang tadi membekapnya " Siapa yang sudah menyuruh mereka " Nara memijat kepalanya karena terasa Pusing Karena masih pusing Nara pun kembali tertidur.

__ADS_1


Setelah perjalanan sejauh Dua jam lebih akhirnya mobil Hitam itu terparkir di sebuah rumah yang sederhana tapi sangat rapih dan juga nyaman. Pria hitam itu keluar dari mobil dan menemui kedua orang yang sudah menunggu ke datangannya


" Selamat Malam Bu, maaf Kami ganggu waktu Ibu dan Bapak " Ucap Nya sopan


" Ah tidak apa-apa, serangan mana wanita itu? " tanya Ibu itu


" Ada di dalam mobil, Nona sepertinya masih terpengaruh obat tidur makanya ia tertidur " Jawab si pria itu


" Kalo begitu ayo segera bawa ke dalam tidak baik di lihat Orang " Suruh Si pria paruh baya itu


" Baik Pak, Bu " jawab nya yang langsung membawa Nara kedalam rumah dan Membaringkan Nara di kamar Tamu


" Bu tugas kami sudah beres kalo begitu kami langsung Pamit "


" Iyah. biarkan sisanya bagian kami kalian tidak perlu khawatir "


" Baik Pak "


Setelah kepergian Dua pria Bertubuh hitam dan besar itu, Sepasang suami istri itu masuk kedalam kamar Nara, Nara masih tertidur pulas mungkin dosis yang di berikan oleh mereka terlalu tinggi makanya Nara Belum sadar juga


" Ayo Bu, kita istirahat paling Pagi Nanti baru bangun " Ajak Bapak itu


Sedangkan di Kota Di rumah kediaman Afnan Dan Anisa Mereka sedang bermanja-manja karena Anisa yang saat ini ingin di manja oleh suaminya.


" Ayah "


" Iyah Bund " jawab Afnan


" Papah dan Mamah kapan pulang, Ko mereka lama sekali sih " Ucap Anisa


" Kemarin Aku sudah menelpon Papah kayanya Mereka akan pulang setelah Lebaran nanti mereka ingin merasakan Lebaran di sana " Jawab Afnan


" Heum.. berarti Kita hanya Berempat dong, Aku Kamu, Resti dan Kak Adam "


" Iyah Bund, Gak apa-apa biarkan Mamah dan Papah menikmati masa-masa berdua nya lagian selama ini Papah gak pernah mengajak Mamah ke sana padahal itu adalah Impian Mamah sedari dulu "

__ADS_1


" oh begitu " jawab Anisa Paham " Pelan-pelan Ayah " Ucap Anisa karena Afnan memijat kakinya terlalu Kencang


" Maaf Bund hehehe " Afnan memijat kaki sang istri samapi pa*a Bahkan ia malah memberikan rangs***n kepada istrinya agar Mau berc*** ( Dasar Trik pria yang tidak ada habisnya )


" Eum. ayah.. " Rengek Anisa yang sudah meren melek sambil menahan tangan Afnan ketika Afnan akan berhenti bermain


" Kenapa Bund? " Tanya Afnan dengan senyuman nya karena ia telah berhasil


" Jangan Bohong ayah, Aku tau Ini trik Ayah " Rengek Anisa manja


" enggak Ko, Ayah kan hanya memijat " Elak Afnan


" Aku gak mau tau, Ayah harus menuntaskan nya aeum.. " Pinta Anisa


Dengan senang Hati Afnan akan menuntaskan nya apa lagi ini kan yang ia mau, Untung sudah berbuka puasa jadi bisa Enak-enak..


Afnan Sudah seperti Cicak Merayap dan memakan mangsanya, Afnan Men** Dan menj** Ar* Yang membuat sang istri semakin merem melek bahkan Anisa Samapi berteriak Karena ulah Cicak yang merayap di tubuhnya..


#Skip


Jam sudah menunjukan jam Dua pagi Sepasang suami istri itu Belum juga tidur karena mereka baru saja Menyelesaikan Ronde ke Tiga


" Ayah sangat menyebalkan bisa-bisa nya berubah menjadi Cicak " Kesal Anisa


" Tapi Bunda suka kan Ayah menjadi Cicak heum "


Wajah Anisa langsung memerah jujur saja Anisa sangat Suka jika Sang suami berubah menjadi Cicak yang suka merayap seperti itu membuat dirinya ketagihan Buktinya sampai meminta tambah


" Tau ah " Anisa pura-pura Kesal padahal dirinya menutupi rasa malu nya


" Hahaha.. Bunda kaya pengantin baru saja malu-malu kucing padahal Sebentar lagi kita akan memiliki Dua Anak "


" Sudah ah, Aku mau mandi " Ucap Anisa melepaskan pelukan suaminya itu Namun Afnan Langsung mencekal tangannya


" Kita mandi bersama Bund, Biar cepat sebentar lagi kita harus sahur " Usul Afnan

__ADS_1


" Bukannya celah malah lama nanti, Sudah mandi sendiri-sendiri aj.. " Ucapan Anisa terhenti karena Afnan yang menggendong dirinya ke dalam kamar mandi.


Dan kalian bisa bayangkan sendiri bagai mana jika mereka sudah berada di kamar mandi berdua sudah pasti tidak akan semudah itu Untuk Anisa keluar dari kamar mandi karena harus ada Ritual Ala Afnan terlebih dahulu Hihihi


__ADS_2