
Jam sudah menunjukan jam Lima sore, pengukuran pun telah usai kini Resti sedang membantu Oma untuk menyiapkan makan malam, tadinya Resti ingin langsung pamit untuk pulang namun Oma meminta Resti untuk ikut makan malam bersama dulu sebelum pulang, jarang-jarang kan ada waktu begini
" Oma ini Resti tata di meja makan ya " kata Resti
" Iyah Nak " jawab omah
Jangan di tanya siapa yang masak, sudah pasti Oma dan bibi yang masak, Resti hanya memperhatikan saja, karena jika Resti ikut masuk dapur bisa-bisa dapur acak-acakan gak jelas
Makanan sudah di tata rapih di meja makan, namun Karena sudah Adzan magrib, Resti ijin untuk numpang mandi dan sholat magrib terlebih dahulu sedangkan Adam dia sudah pergi ke mesjid untuk menunaikan sholat magrib
Resti baru beres mandi di kamar tamu lalu langsung menunaikan kewajibannya
Setelah usai Resti langsung keluar kamar lalu berjalan ke Meja makan
" Ayo Sayang kita makan malam dulu " ajak Oma Linda
" Iya Oma " jawab Resti
Adam yang baru pulang dari mesjid membuat Resti tidak berkedip, pria yang biasanya terlihat galak dan selalu rapih dengan jas hitam nya kini Resti bisa melihat Adam yang menggunakan Koko dan sarung tidak lupa peci di kepalanya membuat Resti tidak bisa berkedip dengan mulut yang menganga
Oma yang melihat reaksi Resti malah mengulum senyumnya
" Sayang, ayo ambilkan nasi dan lauk pauk untuk calon imam mu " kata Oma sambil menyenggol Lengan Resti
Beda halnya dengan Adam yang cuek ketika melihat Resti seperti itu
" Terimakasih " kata Adam
" Sama-sama Mas " jawab Resti. Resti duduk di kursinya kemabli dan menikmati makan malam dengan tenang
Setelah usai makan malam Resti Langsung ijin untuk pulang karena karena jam juga sudah menunjukan jam delapan malam
Atas perintah Oma, Adam mengantarkan Resti untuk pulang dengan menggunakan motor gede miliknya, untung saja Resti menggunakan celana panjang kalo tidak bisa kemana-mana itu.
Di atas motor Adam menyuruh Resti untuk memeluknya agar tidak jatuh namun Resti masih enggan karena malu
Adam menarik tangan Resti membuat tanah Resti melingkar di perut Adam
" Pegangan Nanti Jatuh" kata Adam
Resti yang mendapatkan sikap Adam yang sangat lembut membuat dirinya merasa hangat
Sudut bibir Adam terangkat ketika melihat wajah cantik Resti di balik kaca spion motor. rambut Resti yang berterbangan membuat Wajah cantik Resti semakin terlihat cantik
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam kurang Akhirnya Motor pun sudah terparkir di depan Rumah
__ADS_1
" Terimakasih Pak, karena sudah mengantarkan Resti Samapi rumah " kata Resti
" Sama-sama. Tapi kalo boleh jika kita sedang di luar kantor kamu bisa panggil aku dengan sebutan Mas seperti tadi " ucap Adam
Resti mengangguk mengerti " baik Pak, eh mas.. " ucap nya
" Kalo begitu saya pamit ya, hari sudah mulai malam " kata Adam pamit pulang
" Maaf tidak mampir menemui Om dan Tante terlebih dahulu karena aku tidak enak ini sudah malam "
" Iyan nanti aku bilangin kepada Mamah dan papah " jawab Resti
" Kalo begitu saya pulang dulu, Assalamu'alaikum... " Ucap Adam
" Wa'alaikumsalam..." Jawab Resti yang langsung masuk kedalam rumah setelah melihat kepergian motor Adam
Di kamar Afnan Sedang pusing dengan permintaan sang istri yang meminta dirinya menggunakan daster milik Bu Ani
" Sayang mana mungkin aku pakai daster milik Mamah, lagian mamah juga gak punya daster " elak Afnan
" Jadi Mas tidak ingin mengabulkan keinginan Nisa " kata Anisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Karena tidak tega, Afnan pun pasrah pergi ke kamar Bu Ani untuk meminjam Daster milik Ibu nya itu
Afnan menggaruk kepala " ini keinginan Istriku Mah, dia ingin meminjam Daster milik Mamah yang sedang mamah gunakan saat ini " kata Adam
Bu Ani menghelaikan napas nya pelan " istrimu itu kalo ngidam aneh-aneh ya, Tapi demi Cucuku dan demi menantuku Mamah ijinkan kamu membawa datar milik mamah ini, sebentar ya mamah ganti dulu " kata Bu Ani masuk kedalam kamar nya
" Ada apa Mah? " Tanya Pak Yusuf heran
" Ini loh, menantu kita meminta Afnan meminjam Daster yang sedang di gunakan oleh Mamah, ini mamah mau ganti dulu " kata Bu Ani
" Ngapain mamah Ganti di kamar mandi, ganti di sini saja mah " ucap Pak Yusuf
" Kalo mamah ganti di sini pasti ceritanya nanti lain lagi, bukan hanya daster saja yang berikan kepada menantuku tapi bisa-bisa papah Memakan apem mamah " ucap Bu Ani yang langsung masuk kedalam kamar mandi
Pak Yusuf hanya terkekeh mendengar ucapan Sang istri, ternyata Sang istri bisa menebak apa yang ada di kepalanya Kue Apem
Bu Ani keluar dari kamar mandi dan memberikan daster miliknya kepada Afnan yang sedari tadi menunggu di depan kamarnya
" Ini, nanti Bilangin kepada Anisa awas ini bagian ketiaknya sudah agak robek tapi masih enak ko buat di pakai " kata Bu Ani
Afnan mengerutkan kening nya " mamah sejak kapan menggunakan daster yang masih robek? Apa papah sudah bangkrut sehingga mamah tidak bisa membeli daster baru lagi? " Ucap Afnan heran karena baru kali ini dirinya tau jika sang mamah mempunyai daster yang robek
Afnan kembali ke kamar dengan membawa daster milik sang mamah
__ADS_1
Wajah Anisa langsung sumringah karena sang suami mengabulkan keinginan nya
" Ayo pakai mas " kata Anisa dengan bola mata yang berbinar
" Tapi sayang "
" Ayo mas, anak kita sudah tidak sabar ingin melihat Papah nya memakai daster " seru Anisa
Afnan Langsung menggunakan daster milik Sang mamah nya
Anisa sangat antusias melihat penampilan sang suami yang begitu cantik menurut nya
Dengan wajah yang berbinar Nisa langsung memeluk sang suami Dan mengajak nya untuk tidur
" Ayo mas kita tidur, jangan di ganti baju nya aku ingin Mas tidur dengan menggunakan daster milik mamah "
" Tapi sayang ini ketiaknya Bolong " keluh Afnan
" Gak apa-apa biar adem jadi gak perlu pakai Ac " Jawab Anisa yang memeluk Erat sang suami
Karena tidak ingin debat dengan sang istri akhirnya Afnan tidur dengan menggunakan Daster yang ketiaknya sudah bolong
~ PAGI HARI
Pagi ini Anisa tidak turun ke bawah karena perut nya sangat mual, mungkin karena bawaan hamil muda
" Sayang, mas ambilkan air hangat ya " kata Afnan
" Iyah Mas " jawab Anis lemas
Afnan langsung turun ke bawah dan mengambil air hangat ke dapur
Di dapur yang sudah kumpul untuk sarapan langsung melongo melihat penampilan Afnan
Resti tidak tahan ingin tertawa " hahaha... Kakak sejak kapan jadi ibu-ibu hahaha..."
Bu Ani dan Pak Yusuf saling pandang dan mengulum senyum nya
" Apaan sih " keluh Afnan yang masih belum menyadari penampilan nya
" Lihatlah penampilan kakak sudah kaya ibu-ibu komplek yang mau ngegosip, dan apa ini hahahah " tunjuk Resti ke arah ketiak Afnan
" Ketiknya robek hahahah "
Afnan yang baru menyadari penampilan nya ia langsung buru-buru kembali ke kamar nya karena malu.
__ADS_1