Cinta Anisa

Cinta Anisa
MENYEBALKAN


__ADS_3

Resti baru saja sampai di perusahaan ia menaiki life untuk sampai di ruangan nya, untung pagi ini Resti datang lebih pagi jadi tidak akan ketemu dengan Adam yang menyebalkan itu


'' Heh! Mana laporan keuangan yang kemarin kamu kerjakan, Gue harus segera menyerahkan nya kepada Pak Ali '' Kata Ajeng dengan sikap Angkuhnya


Resti yang baru saja sampai langsung memberikan laporan yang di buatnya kemarin kepada Ajeng. Resti tau jika itu bukan kerjaan dirinya tapi karena Resti sadar diri jika dirinya adalah karyawan baru jadi Resti mau-mau saja untuk mengerjakan kerjaan Ajeng


'' Ini bu '' Kata Resti


Ajeng mengambil laporan itu dengan kasar dari tangan Resti dan pergi begitu saja tanpa ada ucapan terimakasih


Resti yang melihat sikap Ajeng yang angkuh langsung menggelengkan kepla nya '' Baru juga jadi asisten Keuangan sudah belagunya Minta Ampun, Apa lagi jika Nanti jadi Bos bisa-bisa para pegawai bekerja seperti masa penjajahan '' Ucap Resti menggelengkan kepala nya lalu melanjutkan pekerjaan nya


Di ruangan Adam. Adam sedang duduk di kursi kebesaran nya ia sedang mengerjakan kerjaan yang sempat tertunda kemarin malam karena keburu Oma Lidia meminta dirinya untuk pulang ke rumah


Tok... Tok.. Tok..


'' Masuk '' Ucap Adam


Ajeng masuk kedalam ruangan Adam dengan gugup


Awalnya tadi Ajeng datang keruangan Ali namun Ali menyuruh Ajeng untuk mengantarkan laporannya langsung ke ruangan Adam


'' Pak, Ini saya mau memberikan hasil laporan bulan ini '' Kata Ajeng


Tanpa melirik Adam menyuruh Ajeng untuk menaruh laporan di atas meja


'' Taruh saja di sana '' Kata Adam dingin


sedangkan Ajeng malah terpesona melihat Adam yang sangat tampan dan juga gagah


'' Andai saja Leon seperti Pak Adam aku pasti akan sangat betah berada di sisi nya '' Batin Ajeng dengan bibir yang sudah terangkat ke atas


'' Sedang apa kau masih di sana, sudah sanah pergi '' Usir Adam kepada Ajeng membuat ajeng langsung cemberut dan menghentakkan kaki nya untuk pergi dari ruangan Adam


di luar ruangan Adam, Ajeng sengaja membuka kancing kemeja atas nya agar terlihat habis melakukan sesuatu dengan Atasan nya lalu kembali keruangan nya

__ADS_1


'' Wah lihat Bu Ajeng sepertinya mendapatkan mangsa baru '' Goda pekerja pria


'' iyah nih, Cerita dong Bu sekarang siapa lagi yang sudah bisa menaklukkan hati Ibu '' Tanya seorang Pria


Ajeng yang merasa di Atas angin langsung menyunggingkan bibirnya '' Barusan aku habis dari ruangan si Bos Niat awal sih hanya ingin memberikan laporan aja tapi si Bos malah minta yang lain-lain '' Kata Ajeng sambil mengibaskan rambutnya


'' Wah Bu Ajeng memang pintar dalam hal pria, sampai si Bos saja ke cantol. KIta tau betul bukan jika Si Bos tidak akan membiarkan para Karyawannya masuk selain beliau sendiri yang meminta '' ucap pria itu


Siapa yang tidak tau Ajeng, Wanita yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang dia mau


Resti yang mendengar percakapan Ajeng dan dua pria di depan nya merasa jengah, Entah kenapa Resti merasa kesal ketika mendengar ucapan Ajeng yang sudah berhasil mendapatkan Bos mereka


'' Apa kalian semua tidak bisa diam! saya sedang bekerja, obrolan kalian sangat mengganggu kerjaan ku '' Keluh Resti sambil memutarkan kedua bola mata nya


brak...


Ajeng menggebrak meja Resti dengan tangan nya


'' Heh!! pekerja baru lo berani sekali membentak gue hah! Lo gak tau siapa Gue '' Kata Ajeng dengan suara kerasnya membuat para karyawan yang lain nya langsung menoleh kearah suara


''Memang nya siapa Anda '' Tanya Resti sambil menatap Ajeng dengan sengit


Ajeng yang tidak ingin kalah langsung berdecak pinggang


'' Gue ini pacar nya si Bos, apa lo gak takut jika gue adukan lo ke pacar gue dan meminta lo untuk di pecat dari sini hah!!! '' bentak Ajeng


Resti tersenyum sinis " gue gak takut, ayo Lo laporin gue ke pacar Lo itu, gue dengan senang hati untuk keluar dari perusahaan yang tidak tau Etitut " kata Resti semakin menantang


Para Pekerja langsung mengacungkan jempol kepada Resti selama ini Tidak ada yang berani melawan Ajeng karena Ajeng Bukan tipe wanita bisa ditindas apa lagi Ajeng Tipe wanita yang menghalalkan segala cara agar orang yang tidak ia suka keluar dari perusahaan


" Lo nantang gue? " Tanya Ajeng, walaupun dirinya sebenarnya sudah menciut karena apa yang dia ucapkan hanyalah bohong semata


Resti menyunggingkan senyum nya lalu duduk di Kursi kerja nya " kenapa tidak, gue gak merasa punya salah, lagian kalo Lo beneran Pacar nya Pak Adam seharusnya Lo itu menjaga sikap agar Pak Adam tidak malu memiliki kekasih yang seperti Lo ini " Sindir Resti sambil melirik Ajeng dari atas sampai bawah


Ajeng yang merasa sudah tersudutkan ia langsung pergi meninggalkan meja kerja Resti dengan wajah yang kesal

__ADS_1


Resti yang merasa menang melawan Ajeng hanya tersenyum sinis lalu melanjutkan pekerjaan nya lagi


~ DI RUMAH


Anisa sedang membuat rujak tumbuk dengan ibu mertuanya. Awalnya Bu ani tidak ingin mengikuti keinginan sang menantu tapi setelah beralasan sedang ngidam barulah Bu Ani membuatkan rujak untuk Anisa


'' Terimakasih Mah.. mamah memang paling yang tebaik deh pokonya '' Ucap Anisa sambil memakan rujak nya dengan lahap


Bu Ani merasa aneh Melihat menantunya yang makan rujak tumbuk dengan Nasi


'' Apa makan rujak di tambah Nasi itu enak? '' Tanya Bu Ani membayangkan nya saja merasa merinding


Anisa tersenyum '' Apa mamah mau mencoba nya? '' Tanya Anisa


'' Ti... tidak kamu saja sayang yang makan, mamah sudah tua sudah tidak bisa makan rujak '' Elak Bu Ani karena tidak ingin makan rujak + Nasi


'' Ini enak loh Mah, Bahkan Nisa bakaln nambah lagi '' Ucap Anisa yang mengambil nasi dan menikmati makan rujak dengan nasi


Bu ani yang tidak ingin di salahkan jika terjadi apa-apa kepada Anisa. Bu ani mengirim Vidio kepada Putranya lalu menyimpan Handphone nya kembali


'' Mah, Nanti jika resti menikah Resti akan tinggal di mana? '' Tanya Anisa


'' Mungkin akan ikut ke rumah Adam, bagai mana pun Adam adalah suaminya " jawab Bu Ani


Anisa menganggukkan kepalanya " oh gitu, lalu apa Resti sudah setuju? "


" Setuju atau tidak, tetap saja Resti harus ikut kepada suaminya "


" Mamah gak tau bagai mana nanti nya yang pasti Mamah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak Mamah, dan mamah yakin Jika Adam bisa membimbing Resti menjadi istri yang patuh "


" Iyah mah, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik buat Resti, Menolak pun tidak bisa membuat Resti harus tetap menerima perjodohan ini " kata Anisa


" Soal Resti biarkan waktu yang menjawab bagai mana rumah tangga nya nanti. Sekarang kamu tidak boleh banyak pikiran ingat, kamu ini sedang hamil dan kandungan mu juga lemah jadi Jangan banyak pikiran dulu ya "


" Iyah Mah " jawab Anisa sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2