
Pagi ini Killa bangun lebih awal karena ia harus mencuci pakaian milik ibunya terlebih dahulu, Setelan usai Mencuci Killa langsung menyiapkan sarapan untuk ibu dan juga kakak nya.
" Heh! Killa " Tegur Winda
Killa yang sedang membawa piring langsung berhenti " Lo jangan so-soan dekat dengan Adi ya, Gue gak suka " Tegur Winda
" Maaf kak, Aku.. "
" Alah jangan ngeles deh Lo, gue lihat sendiri kalo Lo itu sering jalan dengan Adi pacar gue " hardik Winda
" Ada apa ini ribut-ribut " tanya sang ibu
" Ini nih Bu, Wanita ini mencoba mau deketin pacar Winda '' Adunya kepada sang ibu
'' Tidak bu, itu tidak benar. Adi teman Killa di kamus '' Jawab Killa yang tidak ingin salah paham
Plak..
Satu tamparan mendarat di pipi Kiri Killa '' Dasar wanita gak tau di untung, Sudah di beri tumpangan malah melunjak. Pokonya kamu harus jauhi kekasih Anakku kalo tidak aku sendiri yang akan meminta pihal kampus untuk mengeluarkan kamu dari sana '' Ancam Ibu
'' Bu.. '' Lirih Killa. Lagi-lagi Killa harus menerima ancaman dari sang Ibu
'' Lo denger Itu, Jika Gue masih Liat lo masih bareng-bareng sama kekasih dan sepupu Adi maka gue gak akan segan Untuk laporin ke Ibu agar Lo benar-benar di keluarkan dari kampus '' ucap Winda yang langsung meninggalkan Killa di dapur
Killa langsung terjatuh ke lantai ia tidak menyangka jika IBunya akan semakin tega kepada dirinya Padahal selama ini Killa tida pernah protes Asalkan tidak membawa-bawa soal kuliah.
~ DI KAMPUS
Killa berjalan seorang Diri dengan menggunakan masker tidak mungkin bukan jika Dirinya pergi ke kampus dengan memar merah di pipinya.
" Killa " panggil Adi namun Killa seolah tuli ia langsung pergi ke kelas tanpa menghiraukan Adi dan juga Daren
__ADS_1
" Ada apa dengannya, Apa dia tidak mendengar panggilan ku? " tanya nya kepada Daren
" Mungkin " jawab Daren " Yasudah Ayo masuk nanti kita bisa tanyakan di dalam kelas " kata Daren kepada Adi
Akhirnya Adi dan Daren berjalan ke kalas namun " Halo Baby. Kita ke kelas bareng ya " ucap Winda yang sudah bergelayut manja di lengan Adi
Adi yang sudah muak kepada Winda langsung menepis tangan Winda " Baby kamu kenapa? " Tanya Winda yang heran
" Menyingkirkan lah dari hadapanku " Ucap Adi tegas
" Ada apa denganmu, Apa aku melakukan hal yang salah? " hanya Winda
" Iya. dan Gue benci sama Lo " Jawab Adi yang langsung pergi meninggalkan winda
sedangkan Winda ia langsung mengepalkan kedua tangannya " Ini pasti karena wanita sialan itu yang sudah mengadu kepada mereka " Tuduhnya yang yakin jika Killa sudah mengadu yang tidak-tidak kepada Adi " Awas saja kau, akan aku adukan kepada Ibu "
Di dalam kelas Adi dan Daren melihat Killa yang sedang membaca Buku " Hey, Kamu kenapa tadi pergi begitu saja padahal aku teriak-teriak " Keluh Adi
" Maafkan aku, Adi, Daren. Aku bukan aku tidak ingin berteman dengan kalian tapi ini demi sama depan ku, Aku tidak ingin putus kuliah hanya karena kalian " Batin Killa
Adi dan Daren saling pandang mereka tidak menyangka jika Killa akan berucap seperti Itu " Apa maksud.. "
" Sudah ayo kita duduk " Ajak Daren. Daren yakin jika Killa Menutupi sesuatu darinya
" Tapi kak " Daren langsung menarik tangan Adi untuk duduk di bangkunya
Winda merasa puas karena Killa sudah menjauhi Adi dan juga Daren, Winda tidak mau jika dirinya tersaingi oleh Killa maka dari itu Winda harus melakukan segala cara agar Killa tidak dekat-dekat lagi dengan Adi dan Juga Daren.
Sedangkan Killa ia langsung kembali membaca Buku walaupun hatinya merasa sakit karena harus menjauhi teman yang selama ini baik kepada dirinya apa lagi Daren dan Adi Selalu saja membantu dirinya.
Jam pulang kuliah telah Tiba, Killa yang tidak sampat makan siang Ia duduk di taman untuk memakan Roti yang ia bawa tadi pagi " Akhirnya aku bisa makan " Ucap Killa. Killa membuka Masker yang ia gimana lalu ia menyantap Rotinya dengan pelan karen ada robekan di bibir bekas tamparan sang ibu tadi Pagi
__ADS_1
" Siapa yang sudah melakukan ini kepadamu? " tanya Daren. tadi Daren mengikuti Killa ke taman ia ingin meminta penjelasan Namun siapa sangka jika Daren malah melihat Bibir Killa yang robek
" Daren " Kata Killa kaget
Daren memegang bahu Killa " Siapa yang sudah melakukan ini kepadamu? Jawab? " tanya Daren. Kakak mana yang tidak sakit hati melihat adiknya di aniaya orang lain
" Ini bukan urusan mu, lebih baik kamu pergi dari sini jangan membuat semuanya semakin sulit " Kata Killa yang tidak ingin sang kakak melihat Dirinya sedang bersama Daren
Killa berniat ingin pergi namun di tahan oleh Daren ". Jawab dulu pernyataan ku, Siapa yang sudah melakukan ini semau kepadamu? "
" Stop Daren. Aku mau pergi " ucap Killa yang menepis tangan Daren lalu pergi meninggalkan Daren di sana.
Daren mengepalkan tangan nya, Ia yakin jika itu adalah perbuatan Winda, Kakak angkat Killa.
Daren sudah mengetahui semuanya, Jika Killa adakah Adik angkat Winda bahkan Daren juga tau bagai mana perlakuan mereka kepada Killa adiknya. Daren sudah Tes DNA ternyata dugaan Daren selama ini banar jika Killa adalah adik kembarnya.
" Aku akan Balas kalian berdua " Gumam Daren
Bukannya Daren tidak ingin membawa Killa dari sekarang namun Daren menunggu waktu yang pas untuk membawa Killa kepada keluarganya.
Killa pergi ke Restoran ia langsung mulai bekerja, Hatinya sedang tidak baik-baik saja gara-gara kejadian tadi di kampus " Ya Allah semoga Aku selalu di berikan kesabaran Amin. " Killa langsung melanjutkan aktivitasnya
Sedangkan di mobil, Adi masih saja Mendumel ia merasa heran kepada Killa yang tiba-tiba saja menjauh dari dirinya " Sudah jangan di pikirkan, Lebih baik kita ikuti saja apa maunya Samapi waktunya tiba " ucap Daren yang mengendarai Mobil
" Apa kakak tidak kasian kepada Adik kakak? " Tanya Adi
" Justru karena itu, aka lebih kasian lagi jika Killa dekat dengan kita. si ular betina itu sudah mulai menunjukkan taringnya bahkan bibir Killa memar mungkin karena tamparan yang Cukup Keras " ucap Daren yakin
" Cih.. mereka wanita macam apa sehingga menyakiti sesama wanita " kesal Adi
" Mungkin karena dia tidak terima melihat Killa dekat dengan kita makanya Dia berbuat seperti itu "
__ADS_1