Cinta Anisa

Cinta Anisa
KECELAKAAN


__ADS_3

Di dalam Ruangan Leon ia menatap sinis kepada Nara, Leon yakin jika Nara Bukanlah wanita baik-baik Leon bisa melihat jika Nara adalah tipe wanita yang akan naik ke atas tubuhnya demi mendapatkan sesuatu


" Kita lihat saja apa yang akan Aku Lakukan kepadamu Tapi Jangan harap kau akan mendapatkan tubuhku, Kau tidak pantas mendapatkan nya " Kata Leon dengan senyuman devil nya


~ SUDAH DUA HARI DARI KEJADIAN WAKTU ITU


Nara hari ini bekerja seperti biasanya, Selama dua hari ini Nara tidak pernah ketemu dengan Leon. Sore ini Nara akan menggantikan kepal OG untuk sip Sore Karena kepala OG yang sedang tidak enak badan, Nara yang baik hati dan tidak sombong ia pun menyanggupi nya karena Nara juga sedang malas pulang cepat apa lagi Adiknya yang akan membawa Pacar nya ke rumah membuat Nara Mikir dua kali untuk pulang cepat


Jam sudah menunjukan jam Enam sore Nara yang berniat membersihkan Ruangan Leon Ia malah di kejutkan dengan Leon Yang sedang duduk dengan di temani minuman Di tangan nya


Nara tidak tau jika Leon masih ada di ruangannya Nara pikir Leon sudah pulang karena ini sudah waktunya untuk pulang


" Pak Maaf Nara Pikir Bapak sudah pulang " kata Nara yang sedikit takut


Leon yang melihat Nara masuk ke ruangannya ia langsung berdiri, Leon berjalan dengan langkah gontai lalu meneguk minuman nya


Nara yang sudah takut Ia berniat untuk pergi meninggalkan Leon namun Leon lebih cepat menarik tangan Nara


" Aku sudah Mempunyai Permintaan untukmu " kata Leon dengan senyum Devil nya


" A..pa? " Lirih Nara


" Puaskan aku "


Deg..


Nara langsung melotot ke arah Leon Ia benar-benar tidak menyangka jika Leon Akan meminta hak yang Tidak bisa ia berikan


" Jika kamu menolak maka Aku akan memecat mu dan Aku pastikan kamu tidak akan Pernah Mendapatkan pekerjaan lagi " kata Leon Yang sudah mulai mendekati ke arah Nara


" Saya Mohon Pak, Jangan pernah Bapak lakukan itu, Saya memang butuh pekerjaan ini tapi saya juga tidak mau menukarnya dengan hal yang berharga " lirih Nara yang sudah mulai takut


" Cih.. berharga kata mu? Aku tau wanita seperti mu itu selalu manjat ke Tubuh Para pria hidung Belakang agar bisa mendapatkan apa yang kau mau "


" Tenang saja Ini rahasia antara kita berdua Aku janji Aku tidak akan pernah Bilang Kepada siapa-siapa " bisik Leon


Tes..


Air mata Nara sudah mulai menetes ia tidak menyangka Jika dirinya akan mendapatkan hinaan dari Atasannya ini. cacian makian Mungkin Nara masih bisa Berpura-pura tegar tapi ini Adalah hinaan


Plak...


Nara menampar Leon sekuat mungkin sehingga Pipi Leon memerah

__ADS_1


Leon yang tidak terima telah di tampar oleh seorang OG ia pun tidak menunggu lama lagi membawa Nara ke atas sopa dan.....


Sekuat tenaga Nara Ingin lari dan sekuat tenaga Nara Meminta tolong agar Ada yang menolong nya namun apa daya tidak ada yang bisa menolong Nara karena Orang-orang sudah Pulang


Di ruangan itu hanya Ada tangis dan teriakan yang sudah mulai melemah hancur.. hancur sudah hidup Nara Ia tidak menyangka jika dirinya akan di Nodai oleh Atasan nya sendiri, Nara merasa kotor sektornya


Beda hal nya dengan Lon yang Tersenyum kemenangan Ia juga mendapatkan apa yang belum pernah ia dapatkan sebelum nya Namun Leon yang bodoh dan tidak punya Belas kasih itu tidak mengetahui jika dirinya telah mengambil hal yang paling berharga Di hidup Nara


Leon yang merasa puas ia pun melakukan nya sampai berkali-kali


Jam Tiga pagi Leon baru menghentikan Aktivitas nya ia melihat Nara yang tertidur " bisa-bisa nya dia tidur di saat Aku sedang Bermain dengan nya " kata Leon yang sudah mencabut singkong miliknya


Tanpa rasa bersalah Leon pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya Namun Leon Kaget ketika Melihat ada darah di singkong Miliknya


" Darah? " Gumam Leon


" Apa dia? " Leon langsung mengambil Handuk memakinya


Leon melihat Nara yang sedang duduk tanpa busa**a


" Apa kamu..??? " Tanya Leon


" Apa bapak sudah puas bermain-main dengan ku? " Tanya Nara dengan tatapan tajam nya


" Tidur lah di sini, Aku akan pergi " kata Leon yang tidak ingin menjawab Pertanyaan Nara


" Saya harap kita tidak perlu lagi bertemu dan anggap saja semua ini tidak pernah terjadi. Silahkan anda pergi "


Ucapan Nara menghentikan Langkah Leon Lalu pergi meninggalkan Nara sendirian di ruangan nya itu


Nara yang melihat kepergian Leon Nara langsung membaringkan tubuhnya di atas sopa lalu menarik Selimut tipis yang ada di sana


Nara Benar-benar hancur sehancur-hancur nya ia tidak menyangka Jika dirinya sudah kotor bahkan di cuci pun noda Kotor ini tidak akan pernah hilang.


Di dalam mobil Leon Memukul stir mobil nya berkali-kali ia tidak menyangka jika Dirinya telah merenggut hal yang paling berharga dari seorang gadis. Ternyata apa yang selama ini ia pikirkan tentang Nara ternyata Salah dia adalah wanita baik-baik


" Ash sial!! Sial sial!!! " Berkali-kali Leon memukul stir mobil nya


" Bagai mana ini apa yang harus aku lakukan. Pantas saja Rasanya sangat Nikmat Dan... Ahhh... "


Bugh... Bugh....


Mobil Leon terguling-guling setelah di tubruk mol tronton dari belakang....

__ADS_1


Resti yang sedang tidur dengan sang suami harus terbangun karena mendengar bunyi telpon sang suami yang sangat nyaring


" Ya ampun siap sih yang menelpon jam segini " keluh Resti yang mencoba Mengambil handphone milik sang suami


" Haby... " Lirih Resti dengan mata yang masih terpejam


" Eum ia sayang " jawab Adam dengan suara Yang serak


" Telpon haby berisik " kata Resti yang memberikan Handphone kepada Adam lalu menarik selimut nya kembali


Adam Mengerutkan kening nya ia tidak habis pikir Ada orang yang menelponnya sepagi ini


Dengan malas Adam mengangkat telpon


" Halo apa kau tidak lihat jam berapa ini hah!!! " Kesal Adam


....


Dengan seketika Adam melebarkan kedua bola mata nya


" Apa!!! "


...


" Oke oke saya akan kesana sekarang " kata Adam


" Ada apa by? " tanya Resti yang kaget mendengar suara Adam yang kencang


" Leon Sayang "


" Kenapa dengan Leon? " Tanya Resti


" Barusan telpon dari rumah sakit dan Memberitahukan bahwa Leon menjadi korban Kecelakaan Sayang dan saat ini sudah ada di rumah sakit " kata Adam


" Hah!!! " Resti langsung memposisikan dirinya menjadi duduk


" Sayang aku harus ke rumah sakit, kamu di sini saja ya " kata Adam dan di balas anggukan oleh Resti


" Iyan by. Haby hati-hati baw mobil nya jangan ngebut " kata Resti


" Iyah sayang "


" Mudah-mudahan Semuanya baik-baik saja Amin " Gumam Resti Yang ikut khawatir dengan keadaan Leon

__ADS_1


Walaupun Resti Benci dengan Leon Tapi Resti juga tidak menginginkan Kecelakaan ini terjadi Bagai mana pun saat ini Leon adalah adik ipar nya.


__ADS_2