
Pagi ini Anisa tidak enak badan mungkin karena efek semalam yang kurang tidur ulah Suaminya itu " Bund "
" Badan aku sakit semua ayah " Rengek Anisa yang masih di bawah selimut
" Maafkan aku ya Bund " Afnan memeluk Istrinya
Hari ini Afnan memutuskan untuk tidak masuk kantor karena Afnan khawatir dengan kondisi sang istri yang sedang sakit
" Bund, jangan puasa dulu ya ini di makan dulu buburnya " Ucap Afnan yang sudah memegang Satu mangkuk Bubur
" Eum ia Ayah " Anisa langsung bersandar di tempat tidur dengan wajah Yang pucat dengan pelan Afnan menyuapi Anisa
" Sudah ayah "
" Baru dua sendok Bund, Mana nyampe di lambung mu apa lagi nyampe di perut kedua anak kita " Tegur Afnan
" Hiks.. ayah marah kepada Bunda? " Anisa malah menangis karena di tegur Oleh Afnan
" Bukan marah Bund. Sudah Ayah Minta Maaf ya, Ayah tidak akan ulangi lagi " Ucap Afnan yang meminta Maaf kepada sang istri
Anisa mengangguk Lalu memakan makanan nya kembali " Pinter " Ucap Afnan ketika Anisa mau menghabiskan Bubur nya
" Bunda mau Istirahat lagi " Ucap Anisa yang sudah menghabiskan satu mangkuk bubur
" Yaudah Bunda istirahat ya, Ayah mau ada Rapat Online dulu. Nanti kalo ada-ada Langsung Telpon Ayah Ya "
" Iyah Ayah " Jawab Anisa Mengangguk
Sebelum pergi Afnan menyelimuti Istrinya terlebih dahulu dan mengecilkan AC agar Anisa tidak merasa kedinginan
~ DI RUMAH RESTI
" Haby "
" Iyah Ada apa? " tanya Adam yang belum berangkat Ke kantor
" Haby menaruh Nara di mana? " tanya Resti penasan
Adam melirik kerah sang istri " Di tempat yang aman dan di sana juga Nara bisa merasakan memiliki sebuah keluarga, Suatu saat Nanti Aku bawa Kamu ke sana untuk menjenguk nya, Sekarang sabar dulu ya karena situasinya masih belum pas Apa lagi Leon masih mencari keberadaan Nara "
Resti membuang napas nya pelan " Baikan Tapi nanti Baby ajak Aku ke sana ya, Aku kasian kepadanya "
" Iyah sayang. kalo begitu aku berangkat kerja dulu ya ini sudah siang, Oh Iya tadi aku dapat kabar dari Afnan Kalo Anisa sedang sakit, Apa kamu mau aku antar ke sana? " tanya Adam karena Perusahaan melewati Kompleks rumah Milik Afnan
__ADS_1
" Hah sakit? "
" Iyah, Kamu mau menjenguk nya gak Sayang? kalo enggak Aku pergi sekarang "
" Oke oke Aku ikut Haby " Jawab Resti yang langsung bersiap Dan mengambil Tas miliknya
Setelah dua puluh menit Akhirnya mereka sampai di kediaman Afnan * Sayang aku tidak mampir ya, Ini sudah siang " Ucap Adam yang melihat jam yang melingkar di tangan nya
" Iyah Haby gak apa-apa " Jawab Resti " Kalo begitu aku Turun Dulu ya Haby, Haby hati-hati di jalannya Kalo dah sampai kabarin aku "
" Iyah sayang "
setelah mencium Punggung tangan Suaminya Resti pun turun dari mobil dan masuk ke ruang Anisa " Bi, Dimana kakak ipar? " tanya Resti bertanya kepada Bibi yang sedang bersih-bersih
" Ada di kamar nya Non " Jawab Bibi
" oh baiklah, Aku ke kamar kakak ipar ku dulu ya Bi " Ucap Resti yang langsung naik ke atas untuk menemui kakak ipar nya itu
Tok.. tok..
" Kak.. " Panggil Resti namun tidak ada jawaban. karena tidak ada jawaban Akhirnya Resti membuka pintu kamar
Resti melihat Kakak ipar nya yang sedang tidur Di atas tempat tidur " Pantes gak ada Jawaban " ucap Resti menutup pintu kamar lalu berjalan kearah Tempat tidur Anisa
Karena Rapat telah usai Afnan memutuskan untuk kembali ke kamar ia ingin melihat Kondisi Istrinya namun siapa sangka Jika Pas ia masuk ia malah melihat Adiknya yang sedang Berbaring di sopa
" Ada Resti ternyata " Gumam Afnan menutup Pintu kamar nya dengan pelan agar kedua bumil itu tidak terbangun
Afnan memeriksa keadaan istrinya " Ayah "
" Tidur lagi Bund " Ucap Afnan
" Pengen di peluk ayah "
" Malu Bund "
" Malu sama siapa di sini tidak ada siapa-siapa " Jawab Anisa heran Karen Anisa memang tidak mengetahui jika Ada adik ipar nya
" Tuh, lagi tidur di sopa " Tunjuk Afnan ke sopa
Anisa melirik ke arah yang di Tunjuk oleh Afnan " Resti? kapan Resti dagang Ayah? " tanya Anisa
" Gak tau " jawab Afnan sambil mengangkat Kedua bahunya " Mungkin tadi Pas Ayah masih di ruang kerja Resti dagang Soalnya tadi Pagi ayah sampat Berbalas Pesan dengan Kak Adam sekalian aja Ayah bilang gak ke kantor soalnya Bunda lagi sakit "
__ADS_1
" oh.. Kasih selimut ayah kasian Resti kedinginan " Ucap Anisa
Dengan patuh Afnan menyelimuti Resti Dengan pelan Agar adiknya itu tidak bangun kalo sudah bangun bikin kuping Afnan berisik
Setelah menyelimuti Resti Afnan mengelus perut Anisa, Mereka berbicara dengan bisik-bisik karena takut Resti bangun.
Jam sudah menunjukan jam Dua belas siang, Resti menggeliat ia membuka Kedua mata nya Dengan pelan Pemandangan yang pertama Resti liat Adalah Kakak nya yang sedang Melakukan Sholat
" Jam berapa Ini? "
" Jam dua belas " jawab Anisa yang sudah bangun
" Hah!!! "
" Suutt.. jangan berisik Mas Afnan sedang sholat * Tegur Anisa Kepada Resti
" Hehehe Maaf, Lagian kenapa gak bangunin Aku sih Kak "
" Kamu pules banget tidur nya makanya aku gak bangunin kamu " Jawab Anisa
" Kakak sudah sembuh? "
" Sudah agak mendingan "
" Aku tadi Kaget ketika mendengar kakak sakit, soalnya kan kakak jarang sakit ko tiba-tiba malah sakit "
" Iyah Mungkin karena kelelahan makanya sakit " jawab Anisa Bohong tidak mungkin kan Anisa bilang kepada Resti kalo dirinya sakit gara-gara kurang tidur karena ada cicak Yang merayap
" makanya kakak jangan capek-capek, Kaya aku dong Strong " Kata Resti sambil terkekeh
" bagaimana tidak Strong orang kamu gak pernah puasa beda hal nya dengan istriku yang setiap hari puasa " Jawab Afnan yang baru beres sholat lalu berjalan ke arah istrinya
" is kakak mah Gitu " Keluh Resti memanyunkan bibirnya
" Kakak berarti hari ini gak puasa dong kan lagi sakit "
" Kenapa memang nya? "
" Bagai mana jika kita pesan bakso online, Aku laper " Rengek Resti
" Ide yang bagus, kalo begitu Cepatlah Pesan Kakak mau yang ada iga dan baso kepiting " Ucap Anisa dengan antusias
" Siap kak "
__ADS_1
" Apa kalian tidak sadar jika di sini ada yang sedang berpuasa bisa-bisanya kalian memesan makanan di depan Orang yang sedang berpuasa " Keluh Afnan bagai mana tidak Afnan juga ikut ngiler mendengar bakso iga