Cinta Anisa

Cinta Anisa
AKIBAT GENGSI PERUT BERBUNYI


__ADS_3

Resti dan Adam yang usai Menjalankan Sahur pertama nya Mereka duduk di Balkon sambil menikmati Angin pagi " Haby Aku tidak menyangka jika Tahun ini aku akan menjalankan Bulan suci Ramadhan di temani pria yang paling tampan Dan juga rupawan seperti suamiku ini "


Adam tersenyum " Kamu menggoda ku sayang " Kata Adam


" Aku tidak menggoda Suamiku, tahun ini kita hanya berdua Tapi tahun depan kita sudah bertiga dengan Calon anak kita "


" Hehehe kamu benar sayang, Aku benar-benar berasa mimpi Jika tahun ini Aku akan menjalani Ibadah puasa bersama mu dan Calon anak kita, Aku tidak pernah bermimpi bisa mencapai Sampai di sejauh ini Selama ini aku selalu sibuk dengan kerjaan ku sehingga aku tidak pernah memikirkan Untuk menikah " Ucap Adam mengelus perut Resti yang masih Rata


" Apa lagi di awal pernikahan tidak pernah ada Cinta di Antara kita " lirih Resti


" Kamu benar sayang, Tapi dengan ke teguhan mu dan ke sabaran mu Kamu telah mengubah hidupku menjadi berwarna "


" Memang nya sebelum dengan ku Hidup Haby tidak pernah berwarna? " tanya Resti dan di balas dengan Gelengan oleh Adam


" Keseharian Ku hanya kerja dan kerja Membuat hari-hari seperti gelap Dan Abu-abu Namun tiba-tiba setitik Cahaya telah Menyinari Hidupku sampai akhirnya setitik Cahaya itu Menjadi Matahari di dalam Hidupku menyinari Setiap langkahku " Kata Adam


" Haby gombal, pagi-pagi sudah gombal saja " kata Resti Walaupun begitu wajah Resti langsung tersipu malu karena Gombalan dari sang suami


" Aku tidak gombal sayang Tapi Iya juga sih " kata Adam terkekeh


" is.. haby " sebal Resti


Resti menatap Sang suami dengan lekat Ia benar-benar jatuh cinta kepada suaminya ini Entah magnet apa yang telah Suaminya Ini berikan kepada dirinya membuat dirinya enggan untuk menatap pria lain Padahal Di awal pernikahan Ucapan Sang suami sangatlah pedas.


" Love you Haby "

__ADS_1


" Love You to Honey " jawab Adam mengecup kening sang istri dengan lembut


Sedangkan di rumah sakit Nara yang sudah menyelesaikan Sahur nya " Apa Nyonya tidak ikut Sahur? " tanya Nara kepada Tante Lesti


" Apa urusan mu, Gara-gara kau aku jadi terbangun dari tidur ku " keluh Tante Lesti


Tadi Ketika Nara mengambil makana di Loby Nara sempat membangunkan Tante Lesti untuk Mengantarnya Walaupun di jawab dengan ketus tapi Tante Lesti mengantarkan Nara sampai Loby


Bukan karena Ingin mengantar Hanya saja Tante Lesti juga takut jika di tinggalkan di ruangan Leon sendirian apa lagi Nara Pernah bercerita jika Ia sempat mendengar Suara yang aneh di dalam kamar mandi Membuat Tante Lesti enggan Untuk di tinggal sendiri ( Padahal Suara yang di maksud Nara itu adalah Suara Tante Lesti yang sedang bermain dengan pria nya di dalam kamar mandi 🤭 )


" Hehehe Maaf Nyonya Habis Nara Takut jika harus ke loby rumah sakit sendirian " Kata Nara


" Kenapa kau Tidak bilang jika Itu Makanan yang di buat dari rumah Ponakanku ? " tanya Nya dengan tatapan sinis


" ck...ck.. Walaupun saya tidak bertanya seharusnya kau bercerita saja " keluh Nya


" Kenapa Sekarang Nyonya Marah? Jika nyonya Mau itu malah ada Makanan yang di kirim oleh Nyonya Resti, Nara sengaja Menyisakan nya buat Nyonya Karena aku tau Jika Nyonya belum makan dari semalam " Kata Nara


Tante Lesti memalingkan wajahnya kearah Lain " bagai mana aku bisa makan orang yang yang di kirim Oleh ponakan sialan itu sudah habis untuk membayar pria bayaran ku " Batin Tante Lesti


" Tidak perlu kau pura-pura Peduli kepadaku Aku tidak butuh lagian Aku tidak sudi makan sisa bekas mu " Kata Nya dengan ketus


" is Nyonya Jangan salah sangka, Nara menyisihkan itu Sebelum Nara memakan nya Mana mungkin Nara memberikan bekas Nara kepada Nyonya " Bela Nara


" Tapi Yasudah jika Nyonya tidak ingin tidak apa-apa, Nara mau permisi buat ke mushola dulu " kata Nara Berpura-pura Nara tau Jika Saat ini Nyonya sombong itu sedang menahan laper apa lagi Nara mendengar bunyi suara Perut Tante Lesti berkali-kali Namun Gengsi untuk mengakui nya

__ADS_1


" Pergilah kau yang jauh biar otak ku tidak mendidih " Keluh Nya


" Baiklah kalo kaya gitu Nara permisi dulu " Kata Nara yang membawa tas yang berisi mukena miliknya


" Assalamualaikum.. " ucap Nara Yang langsung keluar


Setelah kepergian Nara, Tante lesti langsung celingak celinguk di depan kamar Leon Setelah merasa Aman Ia Langsung Membuka Rantang yang berisi makanan


" Wah makanan enak, Dasar ponakan gak punya otak Bisa-bisa nya dia memberikan makana enak kepada babu itu tanpa memikirkan perut Tante nya ini " keluh nya sambil mengunyah Makanan


Nara yang mengintip di jendela hanya bisa tersenyum Benar tebakan Nara jika Tante Lesti memang sedang laper


" dasar Nyonya Sombong kalo laper ya bilang jangan gengsi seperti itu " Kata Nara Sambil tersenyum " Sekarang aku harus kemana Ini kan masih jam empat pagi " Keluh Nara yang bingung Namun ia juga takut untuk ke Mushola apa lagi Jarak mushola lumayan jauh dan harus Melewati lorong yang cukup Panjang


Karena tidak ingin mati ke takutan Nara Duduk di depan kursi ruang tunggu Depan kamar Leon nanti setelah Tante Lesti beres makan Ia akan masuk kembali ke dalam kamar.


Tante Lesti makan sangat lahap bahkan ia Sampai menghabiskan semua isi makan yang ada di dalam rantang " Jika bukan karena Ponakan yang gak punya otak itu hidupku tidak akan susah seperti sekarang, dan kau Leon Putraku yang Tidak berguna yang sudah membuat hidup Ibumu ini kesulitan Bahkan Deposit milikmu saja tidak bisa aku Nikmati karena di bekukan oleh Adam, Aku benar-benar seperti orang miskin Tidak punya tempat tinggal dan tidak punya uang " Keluh Nya


Adam benar-benar Mengusir Tante Lesti dari rumah utama Sudah cukup selama ini Adam Berbaik hati kepada Tante nya apa lagi Setelah Adam tau jika Tante nya sering membawa Pria ke rumah utama membuat Adam geram, Adam juga memblokir Deposit milik Leon, Adam tidak ingin setelah Leon bangun Ia bingung kemana perginya uang miliknya dan Adam juga tidak ingin jika Tante nya Menghabiskan uang milik Leon hanya untuk bersenang-senang bersama Pria bayaran sekali-kali Adam memberikan pelajaran kepada Tante nya agar bisa lebih Menghargai soal uang dan kerja keras Leon semalam ini.


Ceklek...


Tante Resti langsung membulatkan kedua bola mata nya ketika pintu di buka " sial siapa yang datang "


" Assalamualaikum... "

__ADS_1


__ADS_2