Cinta Anisa

Cinta Anisa
TERAS HANGAT


__ADS_3

Nenek itu terlihat sangat sedih mungkin karena rumah nya yang tidak layak di gunakan sehingga anak-anak nya mulai meninggalkan dirinya


" Jangan terlalu kamu pikirkan, Hidup itu harus di nikmati jadi jangan Bersedih-sedih " kata Oma


" Iyah kamu benar, selama ini Aku sekali memikirkan anak-anak ku yang tak kunjung pulang, Mungkin mereka malu mempunyai rumah kandang ayam "


Oma menghelaikan napas nya. " Mudah-mudahan jika rumah sudah bagus mereka akan pulang dan menemui mu, kita berdoa saja agar hati mereka di lembutkan dan di ingatkan jika Ada ibu nya yang menunggu di sini " kata Oma


Jika posisi Oma ada di posisi nenek ini, Oma belum tentu bisa menghadapi semuanya sendiri apa lagi Di tinggalkan oleh Anak dan juga cucu mungkin Oma tidak akan tahan dan akan memilih diam di tempat panti jompo agar ada teman


" Nenek, Oma, ini Bugis nya sudah jadi " kata Anisa yang membawa nampan yang berisi Bugis


" Bawa sini " kata Oma dengan wajah yang sumringah


Anisa menaruh satu piring bugis di meja dengan dua gelas air teh hangat


" Nisa ke dapur lagi ya Oma, soalnya Nisa lagi bikin makan siang " kata Anisa


" Iyah pergilah " kata Oma sedikit mengusir


Nenek melihat kedekatan Anisa dengan Oma merasa iri karena dirinya Yang tidak pernah di perhatikan oleh Anak-anak nya


Tak terasa jam makan siang telah tiba, Anisa memanggil Nenek dan Oma untuk makan siang


Bu Ani dan Pak Yusuf sudah ijin pulang terlebih dahulu karena pak Yusuf harus pergi ke luar kota karena ada kerjaan di sana dan akan di temani oleh Bu Ani


" Tidak terasa sudah siang, kalo begitu aku pamit dulu " kata Nenek


" Jangan pulang dulu, ayo Kita makan siang bersama, Masakan cucu menantuku sangat enak " kata Oma yang mengajak Nenek


" Tidak usah, aku makan di rumah saja " Kata Nenek


" Rumah mana, rumah mu sudah di robohkan dan sedang di bangun jadi ayo makan terlebih dahulu " ajak Oma agak memaksa


Nenek yang di paksa pun hanya bisa pasrah mengikuti Oma ke dapur untuk makan siang


Nenek dan oma sudah duduk di meja Makan " Oma Aku ijin manggil Resti dulu " kata Anisa karena Resti sedari tadi diam di kamar gara-gara ulah suaminya yang meminta jatah Samapi pagi sehingga Resti Tidak bisa banyak gerak


" Iyah panggil, sedari Cucu menantuku itu tidak keluar kamar apa Adam sangat ganas sehingga cucu menantuku tidak turun kamar " kata Oma sambil bercanda


Anisa hanya bisa tersenyum lalu pergi ke kamar Resti


" Memangnya ada berapa cucu menantu mu? " Tanya Nenek


" Ada dua, dua-duanya perempuan. Kalo yang barusan nama nya Anisa dia sedang hamil cicit ku yang kembar " seru Oma memberitahu Nenek


" Senang nya hati mu ya, di usia kita yang sudah rentan ini kamu sudah bisa melihat cicit " kata Nenek


Oma tersenyum " iya, kamu benar " jawab Oma


" Siang Oma " sapa Resti yang di ikuti Oleh Anisa

__ADS_1


" Nenek ini siapa Oma? " Tanya Resti yang mencium punggung tangan nenek


" Ini teman Baru Oma " jawab Oma


Anisa menaruh piring dan menaruh nasi dan lauk pauk


" Selamat makan " kata Anisa


" Assalamualaikum... "


" Itu pasti Mas Afnan " kata Anisa sambil tersenyum


" Wa'alaikumsalam... " Jawab mereka


" Mas " Anisa mencium punggung tanga Afnan


Resti pun tidak jauh beda dengan Anisa


" Mau makan dulu Mas? " Tanya Anisa


" Iya Sayang, perut ku sudah laper banget " keluh Afnan


Anisa tersenyum lalu menaruh Nasi dan lauk pauk yang lain nya di atas piring Afnan


" Terimakasih sayang " kata Afnan


Nenek yang melihat ini semua merasa terharu ia merasa memiliki keluarga yang hangat.


Setelah usai makan siang, Anisa menaruh Bugis, nasi dan lauk pauk di dalam Rantang


" Nenek, bawalah ini, lumayan buat makan malam nanti " kata Anisa memberikan Rantang kepada nenek


" Tidak perlu Neng " tolak Nenek


" Jangan menolak rejeki, ambil saja " kata Oma


Selama rumah sedang di Renovasi nenek dan yang lain tidur di rumah warga yang sudah di sediakan oleh Bu RT, ada juga yang pulang ke rumah sanak saudara untuk sementara


Nenek sangat terharu karena Ada yang perhatian kepada dirinya


" Terimakasih ya Neng " kata Nenek


" Sama-sama nek " jawab Anisa sambil tersenyum


" Besok datang lagi lah ke sini, temani Aku mengobrol kaya tadi " kata Oma kepada nenek


Nenek itu tersenyum " Iyah " jawab nenek


Nenek sangat bersyukur karena di pertemukan dengan orang-orang baik sepeti oma dan sekeluarga, hatinya mulai menghangat kembali setelah di tinggalkan oleh Anak-anak nya


" Kalo begitu Nenek Pamit dulu " kata Nenek

__ADS_1


" Iyah Nek hati-hati di jalan " kata Anisa dan yang lain


Setelah kepergian Nenek, omah Dan yang lain pada masuk kerumah sedangkan Adam dan Afnan balik ke lapangan lagi setelah sholat Duhur, Adam dan Afnan turun langsung untuk meninjau Perkembangan Pembuatan rumah mereka tidak ingin ada yang salah. Afnan mengerahkan 50 orang untuk membuat rumah Selama satu Minggu


Anisa pergi untuk tidur siang karena hari ini sangat lelah sekali untuknya.


Nenek pun tidak jauh beda dengan Anisa yang ikut tidur siang


" Kalo kak Anisa tidur siang Dan nenek pun sama, lalu aku sama siapa? " Kata Resti menunjuk dirinya sendiri


" Kan ada ceceu " kata Ceu idah yang nongol dari dapur dengan memperlihatkan gigi putih nya


Resti tersenyum " ceceu memang paling Top deh " kata Resti


" Iyah atuh, ceceu mah selalu paling Top " jawab nya bangga


" Ceu, kita pergi jajan bakso yang di Pertigaan yuk " ajak Resti


" Beneran Neng? " Tanya Ceu idah dengan mata yang berbinar


" Iyah atuh ceu, masa ia aku bohong, ayo cepetan Bibi siap-siap kita pergi ke tukang bakso " ajak Resti


" Siap Neng, tunggu ya ceceu gentos Acuk Hela " kata Ceu idah


Resti menganggukkan kepalanya


Tak butuh waktu lama Untuk Ceu idah Berganti pakaian kini Resti dan Ceu idah sudah di jalan, mereka tidak menggunakan kendaraan karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah


Sesampai nya di tukang bakso, Resti pesan Bakso rusuk sedangkan Ceu idah Pesan baso Tulang iga


" Wah neng, seumur-umur baru kali ini Ceceu Makan bakso di sini " kata Ceu idah


Resti tersenyum " masa sih Ceu, emang nya Ceceu gak punya uang buat beli bakso di sini kan harga nya murah


" Ih si neng mah kumaha, Dari pada ceceu beli bakso di sini mending beli buku sepak, kan lumayan bisa di pake buat kebutuhan sekolah anak atuh " kata Ceu idah jujur


Ceu idah emang tipe orang pemikir, Ceu idah lebih memikirkan Anak nya dari pada keinginan dirinya sendiri


" Mang minta pelastik satu " kata Ceu idah


" Buat apa Ceu? " Tanya Resti


" Ini tulang rusuk nya kan banyak Lumayan buat di rumah nanti tinggal di kasih kuah lagi " kata Ceu idah


Resti yang mendengar perkataan Ceu idah merasa ter iris hatinya


" Gak perlu Ceu, makan saja dulu, nanti kalo buat di rumah kita pesan yang baru sekalian Aku juga mau bawain buat kak Anisa dan Oma " kata Resti


" Tapi neng "


" Tidak ada tapi-tapian Ceu, ayo makan " kata Resti

__ADS_1


" Hatur nuhun atuh ya Neng " kata Ceu idah


__ADS_2