Cinta Anisa

Cinta Anisa
HAMIL MEMBUAT LAPAR


__ADS_3

Resti merasa iba melihat nasib Ceu idah, Menjadi seorang janda satu anak itu tidak mudah apa lagi Di jaman sekarang di usia Ceu idah mencari kerjaan sangatlah susa


Resti mengelus pundak Ceu idah seolah ia ingin meringankan beban yang ada di pundak Ceu idah


" Makanlah yang banyak Ceu, Nikmati hidup mulai sekarang, Ceu idah masih mudah masih bisa mendapatkan suami yang baik yang bisa mengangkat harkat dan martabat Ceceu " kata Resti yang so bijak padahal tidak bijak-bijak banget hehehe...


Ceu idah yang tau apa maksud Resti hanya tersenyum ia, Sangat bersyukur karena di pertemukan dengan orang-orang baik seperti Keluarga Resti yang tidak menilai orang dari latar belakang, bahkan mereka sangat membuka tangan ketika ada orang yang mau meminta tolong atau meminta bantuan


" Ceceu mah sangat bersyukur karena Sudah di pertemukan oleh Keluarga Neng, Semenjak Ceceu kenal dengan keluarga Neng, ceceu sudah tidak pernah kesusahan lagi, bahkan ceceu bisa Menyekolahkan Anak Ceceu padahal awal nya Ceceu merasa te sanggup buat Menyekolahkan Anak Ceceu dengan Biaya yang cukup Mahal Kalo buat ceceu " kata Ceu idah sambil tersenyum


Resti membalas senyuman Ceu idah dengan hangat " kalo begitu, ceceu Harus tambah semangat lagi cari Uang nya agar bisa menyekolahkan Anak Ceceu sampai Tinggi setinggi-tingginya, agar bisa mengangkat harkat dan martabat Ceceu " kata Resti


" Iyah Neng, Mudah-mudahan Aja ya " ucap Ceu idah


" sudah ayo makan lagi Ceu, nanti kalo sudah dingin tidak enak " kata Resti yang sudah tidak sabar buat makan bakso nya


Setelah makan bakso Resti dan Ceu idah langsung pulang kerumah, Ceu idah membawa bakso buat anaknya di rumah, Resti pun membawa bakso buat Anisa dan Oma


Ketika Resti pulang ternyata Oma dan Anisa sudah bangun dan sedang Jajan cilok di depan rumah


" Assalamualaikum... " Kata Resti


" Wa'alaikumsalam.. dari mana kamu res? " Tanya Anisa sambil memakan ciloknya


" Habis jajan bakso Sama Ceu idah " kata Resti


" Yah kamu mah gitu gak ajak-ajak kakak " kata Anisa sambil cemberut


" Kan kakak tadi lagi tidur siang jadi aku pergi berdua Sama Ceu idah "


" Terus gak bawa buat Kakak gitu? " Tanya Anisa


" Ini aku bawa kak, tenang saja lagian kan kakak habis makan cilok masa ia sudah makan lagi " ucap Resti


" Apa kamu lupa jika Kakak ini sedang hamil anak kembar jadi tidak akan ada puasnya jika soal makan " kata Anisa sambil mengambil Kantong kresek dari tangan Resti


Oma yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya " kamu mau tau berapa banyak Bumil itu makan cilok " kata Oma


" Berapa Oma "


" Dia sudah habis Sepuluh ribu buat makan cilok yang artinya Dua puluh biji cilok yang sudah masuk kedalam perut nya, dan sekarang mau di tambah bakso " kata Oma yang menggeleng kepalanya

__ADS_1


" What's.. " ucap Resti shock


" Itu hamil apa Karung Goni Oma " tanya Resti yang tidak habis pikir


" Kamu pikir apa hah!! "


Anisa begitu semangat ketika mendapatkan bakso dari Resti, ia Langsung menghangatkan Bakso agar semakin Enak kalo panas-panas


" Eum.. ini mah gak bisa di tunda lagi harus langsung di hap hehehe " kata Anisa yang langsung menyantap Bakso nya


" Benarkan ini enak sekali " gumam Anisa Yang tidak ingin menyia-nyiakan baksonya


Resti Sama Oma yang masuk kedalam rumah langsung membulatkan bola mata mereka


" Nisa Kamu benar-benar memakan bakso itu? " Tanya Oma tidak percaya


" Mungkin karena bawaan si kembar Oma " bisik Resti


Anisa tersenyum sambil mengangguk " Oma Mau? " Tanya Anisa


" Ti..tidak.. kamu makan saja, Cilok Oma masih nyangkut di leher jadi gak bisa ikut makan bakso sama kamu " tolak Oma


Makan cilok lima biji aja Oma masih merasa kenyang apa lagi Anisa yang sedari tadi makan terus


Resti tersenyum Ia ikut duduk di kursi depan Anisa


" Enak gak Kak? Ini bakso yang ada di ujung sana loh " kata Resti


" Kakak Tau, Soalnya kakak dan Mas Afnan Jiak habis dari makam kita suka mampir ke sana, tempat nya bersih pemandangan nya juga sejuk enak jika di pakai ngobrol " jawab Anisa


" Kakak benar, di sana bukan hanya Baksonya saja yang enak tapi Pemandangan nya juga lumayan bisa buat hati kita adem "


Resti jadi ingat pas pertama kali di kecup dan di panggil sayang oleh Adam suaminya, rasanya Resti ingin mengulang semaunya kembali


" Res..Resti..." Panggil Anisa sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Resti


" Resti!! " teriak Anisa


" Hah iya kak, Ada apa? " Tanya Resti kaget karena Anisa berteriak di depan wajah nya


" Kamu ini kenapa sih, dari tadi di panggil gak denger, kamu lagi mikirin apa sih senyum-senyum gak jelas kaya gitu jangan-jangan lagi mikirin yang jorok-jorok ya..." tebak Anisa sambil nyengir gak jelas

__ADS_1


" Apan sih kak " Kata Resti sambil memalingkan wajah nya kearah lain


" Iya juga gak apa-apa ko lagian aku juga udah pernah dengar teriakan kamu ketika sedang di terkam oleh Suamimu hahaha " kata Anisa sambil tersenyum


Kedua bola mata Resti langsung membulat ketika Mendengar ucapan ucapan Resti


Uhuk...


" Pelan-pelan Res " kata Anisa masih cekikikan


" Assalamualaikum... "


" Ada apa nih, ko istriku ini malah ketawa-ketawa " tanya Afnan yang abru saja masuk rumah


" Wa'alaikumsalam... " Jawab Anisa sama Resti


" Kak Aku pamit ke kamar dulu ya " pamit Resti yang langsung pergi ke kamar karena malu oleh Anisa


Di kamar Resti mengutuk dirinya sendiri kenapa bisa Kakak ipar sepupunya itu bisa mendengar teriakan dirinya


" Aku malu sekali " kata Resti yang sudah berjongkok dan memegangi rambut nya


Tok..tok..tok...


" Sayang " Panggil Adam di balik pintu


Ceklek...


Resti membuka pintu dengan rambut acak-acakan


" Kamu kenapa sayang? " Tanya Adam yang heran melihat istrinya


" Hiks.. Aku malu By " rengek Resti


Adam membawa sang istri kedalam kamar nya lalu mendudukkan Resti sopa


" Malu kenapa? Ayo cerita? " Tanya Adam


Resti mengangkat wajah nya lalu menatap suaminya " By, Kak Anisa mendengar terkaman mu malam itu by, aku malu sekali " rengek Resti


Adam mengerutkan kening nya " lalu kenapa kamu harus malu sayang, bukan nya itu hal yang biasa di lakukan oleh Sepasang suami istri " kata Adam heran

__ADS_1


" By, tapikan.."


" Suttt.. sudah Jangan terlalu di pikirkan, Kak Anisa juga sudah mengerti apa yang sedang kita lakukan malam itu bahkan mungkin dia lebih pengalaman dari pada kita " kata Adam


__ADS_2