Cinta Anisa

Cinta Anisa
MASA KINI


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar jika sang putri telah Tiada Afnan memboyong keluarganya untuk pindah ke luar Negri apa lagi Anisa sempat mengalami depresi membuat Afnan yakin untuk memboyong keluarganya ke Sana dan menyembuhkan Anisa dari depresinya.


" Daren Bunda tidak suka ya kamu selalu saja pulang Malam " Tegur Anisa


" Bund. ini negara bebas jadi tidak masalah jika Daren pulang malam " Protes Daren


ya saat ini Daren sudah berusia Dua puluh tiga Tahun Dan Daren sangatlah susah di atur bahkan Daren selalu saja Menentang Apa yang bunda nya Larang


" Jadi menurut mu karen ini Negara Bebas jadi kau bisa berbuat sesuka mu hah!! " Bentak Afnan kepada sang putri


Daren Langsung menundukkan kepalanya Ia tidak bisa melawan Jika Sang ayah sudah mulai berbicara


" Besok kau pergi ke Indonesia dan akan Tinggal bersama Aunty Resti " Ucap Afnan


Daren langsung melihat ke arah ayahnya " Tapi ayah "


" Tidak ada bantahan, Jika kau menilai Negara ini adalah Negara bebas maka Kau harus ke Indonesia yang peraturannya Bisa Memperbaiki Sikap mu " Kata Afnan tegas " Dan tidak ada bantahan " Afnan membawa sang istri ke dalam kamar dan meninggalkan Daren sendirian di ruang tamu.


Sebenarnya Anisa tidak tega melihat sang anak yang harus pergi ke Indonesia namun Anisa tidak ingin jika Putranya salah mengambil jalan apa lagi pergaulan di Sini Sangatlah Bebas.


" Ayah apa Ayah tidak terlalu tegas kepada Daren? " Tanya Anisa kepada sang suami


" Kepada? apa Bunda tidak Terima jika Putra ke sayangan Bunda itu akan pergi jauh? " tanya Afnan dengan tatapan yang sudah di artikan


" Bukan begitu "


Afnan memegangi Bahu sang istri " Dengar sayang. ini semau demi kebaikan nya Bunda tidak inginkan Jika putra kita semakin salah jalan? " Anisa Menggelengkan kepalanya " Maka dari itu ini adlah Jalan yang terbaik untuk Daren "


Anisa membuang Napas nya pelan " Baiklah Jika itu yang terbaik untuk Daren " Jawab Anisa


Sebenarnya Daren adalah anak yang pintar bahkan ia berkali-kali Loncat Kelas namun semakin bertambahnya usia dan Semakin luasnya Pergaulan Daren Berubah menjadi Anak remaja yang bandel dan bahan Nakal. Dalam satu tahun terakhir Afnan sering mendapatkan laporan dari Pihak ke polisian soal Daren yang sering tawuran.

__ADS_1


Keesokan harinya Afnan sudah menyediakan Tiket untuk Daren Bahkan Afnan tidak memberikan pasilitas yang semestinya kepada Daren agar Daren bisa tau bagai mana susah nya mencari uang dan Bagai mana ia menghargai hidupnya.


" Bunda " Rengek Daren kepada sang Bunda. Daren tidak ingin pergi ke indo karena ia sangat tau Jika di indo tidak sebebas di sini


" Maafkan Bunda Sayang. Bunda tidak bisa berbuat apa-apa Ucap Anisa dengan wajah yang sendu


" Sudah salam perpisahannya? " ucap Afnan


Daren enggan untuk membalas ucapan sang ayah ia benar-benar kesal Kepada Ayahnya ini, Bukan hanya tidak mendapatkan pasilitas Daren juga harus tinggal dengan Aunty nya.


" Bunda. Daren pergi " Lirih Daren


" iya sayang, hati-hati ya, Jika sudah Samapi kabari Bunda " Ucap Anisa yang mencium Pipi Daren bertubi-tubi


" Iyah bunda " jawab Daren pasrah


Daren di antar oleh Afnan langsung ke bandara. walaupun Afnan membiarkan Daren pergi sendiri tapi Afnan tidak melepaskan pengawasan Daren, Afnan masih menaruh anak buahnya untuk mengikuti kemana pun Daren pergi Dan melindungi Daren.


" Iyah Ayah. tolong bilang sama Bunda jangan menangis terus, Aku pasti bisa hidup baik di sana " Ucap Daren. Daren sangat tau betul bagai mana Bunda nya. Daren yakin Jika saat ini Bundanya sedang sedih dan menangisi kepergian dirinya


" Baik Boy. kamu hati-hati di jalan " Daren menganggukkan kepalanya


" Daren pergi dulu " ucap Daren yang mencium punggung tangan Sang ayah.


Daren tidak lagi Protes karena protes pun percuma sang ayah tidak akan mencabut hukumannya Yang ada Malah memperberat Hukuman. Daren juga sadar jika dirinya Selama ini sudah kelewatan batas dalam pergaulan.


Setelah kepergian Daren Afnan kembali ke rumah ia tidak jadi pergi ke kantor, Afnan ingin menemani sang istri yang sedang sedih saat ini.


" Assalamualaikum Bunda " Ucap Afnan ketika sudah Samapi di rumah


" Wa'alaikumsalam " Jawab Anisa lemas yang sedang duduk di gajebo taman

__ADS_1


Afnan tersenyum lalu ia mengelus kepala sang istri " Jangan sedih terus kan di sini masih ada Ayah Bunda " kata Afnan memeluk sang istri


" Ayah. Bunda merasa tidak rela jika harus berjauhan dengan Daren putra kita hiks.. Dulu bunda kehilangan Putri cantik kita di negara itu, Bunda takut Jika... "


" Hus..." Afnan menutup mulut sang istri dengan Bi*** nya


" Jangan Di teruskan Bunda, Ayah tidak ingin mendengar nya " Ucap Afnan " Putra kita sudah besar bahkan dia memiliki keahlian beladiri yang cukup tinggi jadi Bunda tidak perlu khawatir dengan Putra kita, Dia bisa menjaga dirinya sendiri " Kata Afnan meyakinkan Anisa sang istri


Anisa hanya takut jika dirinya tidak akan bertemu lagi dengan sang putra, sudah cukup dulu Anisa kehilangan sang putri. Anisa tidak ingin kehilangan untuk yang ke dua kalinya


" Mari kita susul Daren Ayah. kita dampingi Daren di sana, Bunda tidak akan tenang Jika membiarkan Putra kita di sana sendirian " Ucap Anisa Kepada sang suami


Afnan cukup Terkejut dengan permintaan sang istri, selama ini Anisa tidak pernah mau untuk di ajak ke Indonesia karena ia takut Akan mengalami depresi lagi tapi kini..


" Apa Bunda Yakin? " tanya Afnan yang di balas anggukan oleh Anisa


" baiklah Kita akan menyusul Daren tapi untuk satu bulan ini Biarkan Daren hidup sendiri dulu lagian Ayah juga harus mengurus kepindahan kantor pusat ke Indonesia. "


" Ayah janji? "


" Iyah Bunda. ayah janji, Jika perpindahan Kantor cabang tidak cepat selesai kita akan segera ke sana " Anisa langsung mengangguk lalu memeluk sang suami.


Bagi Anisa tidak jadi masalah jika dirinya harus menunggu sang suami terlebih dahulu karena itu pasti tidak akan membuang waktu yang lama. Anisa juga ingin menyiapkan Mental dirinya agar bisa berdamai dengan keadaan.


~ Indonesia


Resti langsung menyiapkan kamar untuk menyambut kedatangan Ponakannya " Bi. pokonya Kamar milik Daren harus senyaman mungkin biar ia betah Tinggal di sini " ucap Resti antusias


Resti sangat menyayangi ponakannya itu Makannya Resti ingin memberikan yang terbaik untuk Daren apa lagi Jika Daren tinggal lama di sini bisa jadi Anisa dan Afnan juga akan sering datang ke Indo untuk menjenguk Sang Ponakan


" Baik Nyonya " Jawab bibi itu dengan patuh

__ADS_1


" heummm.. kalo begitu saya pergi dulu dan ingat harus rapih dan wangi "


__ADS_2