
Sedangkan di hotel Leon sedang berolahraga dengan Elif. ya sehabis dari Mol Leon Langsung menghubungi Elif wanita pemuas nya
" Uuu... Leon " des_h nya yang sangat manja
Plak.. plak..
" Aku sampai " ucap Leon sambil mend_h kencang dan menyemburkan lahar panas di dalam sana
Leon berdiri dan membuang Kon_m ke sembarang arah lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Elif
" Kamu gila Leon, dari semalam kamu tidak ad henti-hentinya memakai ku " keluh Elif
" Tapi kau juga suka kan, bahkan kau yang selalu lebih aktif dari pada aku "" jawab Leon sambil tersenyum sinis
" Dari kemarin aku penasan dengan mu, kenapa kamu kemarin tiba-tiba menghubungi ku? Apa kamu gagal dalam misi mu lagi hahaha " ledek Elif
Elif dan Leon sudah berteman sejak Resti mengenalkan Leon kepada Elif, Tanpa sepengetahuan Resti Elif dan Leon sering bertemu dan Melakukan hubungan Int-m tanpa Ada status yang jelas
" Kau sangat tau tentang ku " ucap leon
" Aku selalu tau tentang mu hanya saja kau yang tidak pernah tau tentang ku " jawab Elif
" Sorry sorry, gue kemarin di tampar oleh Resti ketika gue ingin mengelus kue apem miliknya, gue kira Dia sama dengan Lo yang sekali Elus Langsung nempel eh taunya gue malah dapat tamparan di depan umum "
" silakan lo, Lo pikir gue cicak pake nempel segala hah!!! " Kesal Elif
Elif sudah lama memendam rasa kepada Leon makanya ketika Leon Mengajaknya untuk Cek in Elif senang karen Elif pikir Leon menyukai dirinya tapi nyatanya hanya menjadi pemuas saja
" Buktinya Lo masih nempel sama gue Ampe sekarang padahal Lo tau, kalo gue ini pacar sahabat Lo "
" Sudahlah gak perlu bahas yang lain, mending Lo kirim uang buat gue, gue ingin shoping " ucap Elif cepat karena jika berlama-lama dengan Leon, Elif akan semakin merasakan sakit hatinya
Leon tersenyum mengejek " Di pikiran Lo hanya duit dan duit, gak salah gue dapat fatner ranjang seperti lo jadi Jiak Lo hamil atau kenapa-kenapa gue gak ikut urusan karena gue sudah membayar Lo " ucap Leon sambil mengetik Angka di handphone nya
__ADS_1
Ting..
" Sudah gue Transfer " ucap Leon
" Ok, gue suka duit dan lo suka dengan Surabi gue jadi jangan banyak komentar selama kita sama-sama menguntungkan " ucap Elif yang langsung turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Leon menatap kepergian Elif dengan senyuman mengejek " dasar Jala-g "
Di kamar mandi Elif menatap Kaca ia melihat dirinya sendiri " aku kurang apa Leon, aku lebih segalanya di bandingkan Resti tapi kenapa kamu tidak pernah melihat ku, aku yang selalu ada untukmu bahkan aku yang selalu menjadi pelampiasan mu selama ini tapi kenapa!! Kenapa Leon hiks... " Elif tidak ingin hidupnya seperti ini namun karena dirinya sudah di buatkan oleh Cinta membuat Elif melakukan hal segala cara agar bisa mendapatkan Leon
" Kenapa tidak ada Pria yang menyukai ku, Leon, kak afnan kenapa semua laki-laki tidak ada yang memandangku " Elif mengguyur tubuhnya dengan air shower Meratapi nasib nya yang selalu gagal dalam hal Cinta
~ DI RUMAH SAKIT
Anisa baru saja usai sarapan dengan Afnan " sayang, Nanti aku harus pergi ke kantor dulu karena ada kerjaan yang tidak bisa di wakilkan oleh Raffi, kamu tidak apa-apa kan jika mamah yang menjaga mu selama aku ke kantor ?" Ucap Afnan
Sudah hampir beberapa hari ini Afnan tidak pergi ke kantor karena menemani Anisa yang masih di rawat di rumah sakit
" Iyah, mas pergi saja " kata Anisa membaringkan tubuhnya
Tidak ada jawaban dari Anisa, Afnan melihat Anisa yang sudah memejamkan kedua matanya
" Heum, baik lah aku pergi sekarang ya, agar aku cepat Kembali, Kamu baik-baik di sini nanti kalo butuh sesuatu panggil suster jika Mamah belum datang " Afnan mengelus dan mencium kening Anisa yang sudah tertidur lebih tepatnya berpura-pura tidur
Setelah kepergian Afnan, Anisa langsung menelpon Resti untuk membelikan beberapa barang yang akan di butuhkan oleh Anisa
Setelah menelpon Resti Anisa menaruh kembali handphone nya dan menunggu kedatangan Ibu mertuanya
Habis dari makan, Resti langsung pergi ke mol untuk belanja yang di butuhkan oleh Anisa. Resti berjalan sendiri dan mencari toko yang di butuhkan kakak ipar nya nya
" Resti " tegur nya
Resti sedikit berfikir lalu membulatkan kedua bola mata nya " Ziko " ucap Resti menunjuk sambil tersenyum
__ADS_1
" Apa kabar kamu? " Tanya Ziko
" Kabar aku baik, kabar kamu bagai mana? Sudah lama ya kita tidak ketemu " seru Resti
" Kabar ku baik juga. Iya nih semenjak Lo pacaran dengan Si Leon Lo lupa sama gue " keluh Ziko
" Hahaha Lo mah bisa aja, lagian bukan karena dia Aku gak ketemu sama kamu, tapi karena aku kan harus kuliah di luar " jawab Resti
" Ok ok deh yang lulusan sarjana luar negri " ledek Ziko sambil terkekeh
" Is kamu ini menyebalkan sekali " ucap Resti " mau di laur negri atau di sini sama saja apa bedanya "
" Kamu sedang apa di sini, dan Sama siapa, pasti sama si Leon ya mana si Leon nya? " Tanya Ziko sambil melihat ke kanan dan kiri
Resti tersenyum miris ketiak Ziko menanyakan Leon " Aku sedang mencari kebutuhan Kakak ipar ku, Jangan bahas dia, aku lagi gak mood bahas dia " jawab Resti membuang napas nya pelan
" Ada apa nih, jangan-jangan Lo sedang ada maslaah ya sama dia? " Tanya Ziko " Jika kamu ingin cerita, cerita saja gue tampung ko "
" Kapan-kapan saja, aku harus pergi belanja keperluan Kakak ipar ku " ucap Resti sambil tersenyum ramah
" Oh ok kalo gitu, Jika Lo butuh gue, kabarin aja ya " ucap Ziko
" Masih ada kan No gue? gue gak pernah ganti No masih yang dulu " ucap Ziko
" Siap kalo gitu, nanti kapan-kapan kita cerita ya " ucap Resti sambil mengacungkan jempolnya
Tak butuh waktu lama untuk Resti belanja keperluan Anisa, setelah dapat yang di butuhkan Resti langsung ke rumah sakit
~ DI KANTOR
" Raffi tumben banget pak Susilo tidak ingin di wakilkan, ada apa ini? " Tanya Afnan
" Entahlah gue gak tau, lebih baik sekarang Lo temui Pak Susilo " jawab Raffi
__ADS_1
" Heum baik lah, mudah-mudahan saja tidak ada apa-apa " kata Afnan
Pak Susilo adalah salah satu rekan bisnis Afnan yang bisa di agak rewel jika mengenai soal kerjaan maknya Afnan turun langsung ketika pak Susilo tidak ingin di wakili