
~ KANTOR
Jam sudah menunjukan jam dua belas, Resti sudah bersiap untuk pergi makan siang namun Resti dapat panggilan dari Ali bahwa dirinya di suruh ke ruangan Adam saat ini juga
Resti memutarkan bola mata nya sambil membuang napas nya pelan " ada apa lagi ini, apa karena perdebatan ku dengan nenek sihir itu " gumam Resti
Namun dengan cepat Resti merubah Raut wajah nya menjadi ceria " ah, Jika Nenek sihir itu sudah ngadu berarti aku akan di pecat, dan aku tidak perlu membayar denda " ucap Resti senang
Dengan wajah yang ceria Resti berjalan ke lantai Paling atas, dimana lantai paling atas itu Ruangan Adam
Ting...
Resti keluar dari life dan langsung mengetuk pintu ruangan Adam
Tok.. tok.. tok...
" Masuk " kata Adam di dalam ruangan nya
Resti membuka pintu ruangan Adam, di sana tidak ada siapa-siapa selain Adam yang sedang duduk di kursi kebesaran nya
" Apa bapak memanggilku? " Tanya Resti berjalan ke arah meja Adam
" Duduk " pinta nya
Dengan sigap Resti langsung duduk di depan Adam
" Ada apa ya Pak? Apa saya akan di pecat? " Tanya Resti dengan wajah sumringah
Sedangkan Adam malah mengerutkan kening nya, mana ada orang yang di pecat tapi wajah nya sebahagia itu
" Kamu ngomong apa, aku memanggil mu karena Ada yang harus kita bahas " ucap Adam
" Apa yang mau Bapak bahas? Apa si nenek sihir itu sudah ngadu? " Tanya Ulang Resti
" Ngomong Mu semakin melantur saja, emangnya siapa yang kamu bilang Nenek sihir itu? "
" Yah.. kalo bukan karena si nenek sihir lalu apa dong dan kenapa aku di panggil ke sini " tanya Resti yang mulai lesu
REsti membulatkan kedua bola mata nya ketiak mendengarkan ucapan Adam yang meminta dirinya untuk datang ke rumah Oma Linda
" Apa bapak tidak salah? " Tanya Resti
__ADS_1
" Menurut mu, apa aku terlihat Berbohong? " Tanya balik Adam
" Tapi bagai mana bisa aku sayang keruang bapak, lagian bapak kan sudah memiliki kekasih kenapa bapak tidak jadikan alasan saja untuk membatalkan pernikahan ini " ucap Resti dengan polosnya
" Kau ngomong apa? Jika aku punya pacar mana mungkin aku mau menikah dan tidak berusaha untuk membatalkan pernikahan ini " kata Adam
" Dasar pria selalu saja Begitu, bilang tidak ada tapi nyata nya " keluh Resti pelan namun masih bisa di dengar oleh Adam
" Apa kamu bilang, kamu pikir saya bohong kepadamu, kamu kamu tidak percaya kepadaku kamu bisa memeriksa handphone ku dan cek apa ada no wanita selain Oma " ucap Adam kesal sambil memberikan handphone nya kepada Resti
Resti yang merasa di tang tang langsung membuat Handphone milik Adam dan memeriksa handphone Adam
Dengan teliti Resti memeriksa Ponsel Adam " benar juga tidak ada no wanita di sini " batin Resti
Karena tidak menemukan apa yang di cari, Resti menaruh kembali Handphone milik Adam
" Puas kamu, sudah jangan banyak asalan lagi nanti kita pulang lebih awal dan bertemu dengan Oma, ingat ya ketika di depan keluarga kita, kita harus terlibat baik-baik saja jangan menunjukkan bahwa kita tidak akur " kata Adam memperingatkan Resti
Resti tersenyum sinis " tanpa Bapak ingatkan aku sudah ingat " jawab Resti
" Apa ada yang mau di bicarakan lagi? Kalo tidak aku mau pergi ke kantin karena perutku sudah laper " kata Resti yang sudah berdiri
" Ya, kamu boleh keluar sekarang " kata Adam
Setelah di beri ijin, Resti langsung ke Parkiran yang ada di bawah kantor niatnya mau menggunakan Mobil miliknya sendiri tapi Adam sudah menunggunya
" Masuk " kata Adam yang ada di belakang kemudi
Dengan pasrah Resti masuk kedalam mobil Dan duduk di samping Adam
" Kenapa kita harus satu mobil sih, kan bisa pergi masing-masing " keluh Resti
Adam menggelengkan kepalanya " jika kita pergi masing-masing bisa-bisa Oma Akan curiga kepada kita karena Datang tidak bersamaan " jawab Adam
" Ya ya ya..." Jawab Resti yang langsung melihat kearah luar jendela
Ali yang sedang menyetir hanya bisa menghelaikan napas nya melihat Bos dan calon Nyonya bos nya yang masih tidak akur
Di dalam mobil tidak ada lagi pembicaraan mereka saling diam membisu sampai akhirnya Mobil pun sudah masuk ke pekarangan Rumah Oma Linda
" Ayo keluar " ajak Adam dan di balas anggukan oleh Resti
__ADS_1
" Assalamualaikum... " Resti masuk kedalam rumah kebetulan pintu tidak di tutup
" Wa'alaikumsalam Cantik " jawab Oma Linda senang sambil menghampiri Resti
" Halo sayang, selamat datang di rumah utama " ucap Oma Linda memeluk Resti
" Terimakasih Oma " jawab Resti melepaskan pelukan nya
" Ayo sayang masuk " ajak Oma
Resti mengangguk patuh sedangkan Adam dia hanya berdiam diri di depan pintu utama karena tidak di sambut oleh Sang Oma
" Sini duduk " Ucap Oma sambil menepuk sopa korong
" Terimakasih Oma " jawab Resti
Resti tersenyum ketika mendapatkan sambutan hangat dari Oma Linda
" Oh iya, maafkan Oma ya karena menyuruh mu untuk datang ke sini " kata Oma
" Iyah Oma tidak apa-apa. Memang nya ada apa ya Oma, sehingga Aku harus datang ke sini? " Tanya Resti
" Apa cucu nakal Oma tidak menjelaskan apa maksud tujuan Oma menyuruh Kamu datang ke rumah Oma? " Tanya Oma Linda dengan tatapan tajam kepada Adam
Sedangkan Adam hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti
Oma Linda menggelengkan kepalanya " Oma menyuruh kamu untuk datang karena nanti sore akan ada Perancang Gaun pengantin, Omah pesankan khusus untuk calon mantu Oma " kata Oma sambil membenarkan anak rambut Resti
Resti sangat terharu karena Oma nya begitu perhatian kepada dirinya
" Oma, terimakasih karena Oma sudah repot-repot memesankan Perancang untuk Resti, padahal Resti bisa beli yang sudah jadi di butik " ucap Resti
" Tidak, tidak, Oma tidak merasa di repot kan oleh mu Sayang, justru Oma senang karena bisa melihat Cucu nakal omah akan menikah " Kata Oma sambil meneteskan air mata nya karena terlalu bahagia
" Oma.. Oma jangan sedih, Resti kan jadi ikut sedih " ucap Resti menghapus air mata Oma Linda di pipinya
Sedangkan Adam sedari tadi yang memperhatikan Siap Resti merasa kagum
" Oma terlalu bahagia sayang " kata Oma memegang tangan Resti
" Semoga Kalian akan selalu di berikan kebahagian dan di jadikan keluarga yang harmonis ya " ucap Oma
__ADS_1
" Amin, Resti hanya bisa bilang Amin Oma, karena manusia hanya bisa berencana Selebihnya Kita serahkan kepada yang maha kuasa " jawab Resti
Adam semakin kagum kepada Resti namun lagi-lagi Adam harus menepis perasaan nya kepada Resti