
Afnan Menidurkan kedua anak nya di tempat tidur Tidak lupa ia juga menaruh bantal di setiap sisi " Kak "
" Iyah Dek " Jawab Afnan
" Makan dulu yu, Kak Adam sudah menunggu di meja makan " Ajak Resti
Afnan sedikit berfikir ia takut jika ia meninggalkan anak nya terus tiba-tiba Anak nya bangun " Kalian saja Dulu dek. Kakak mau nungguin Twins takut jatuh "
" Kakak tenang saja, Ini aku sudah Menyuruh bibi Untuk ke sini jagain Twins " Ucap Resti
" Hem baiklah " jawab Afnan yang langsung meninggalkan kamar
Di meja makan Adam sudah menunggu untuk kakak siang. Afnan pun duduk di kursinya lalu mengisi piring miliknya
" laper kak? " tanya Resti yang langsung menganggukkan kepalanya
" Ternyata tidak gampang ya mengurus Anak " Ucap Afnan
Afnan sampai berfikir bagai mana cara istrinya mengurus Kedua anak mereka selama ini Dirinya saja Merasa kewalahan.
" Makanya jangan menyepelekan perempuan Kak. Kakak harus beruntung memiliki Kak Anisa yang tidak pernah mengeluh. Aku saja Sering sekali ngeluh dan ingin mengambil Pengasuh " Kata Resti
" Iyah kamu benar. kakak sangat beruntung memiliki istri seperti kakak ipar mu itu, Kakak tidak pernah mendengar Kakak ipar mu mengeluh "
Resti tersenyum ia sangat tau betul bagai mana Anisa yang sangat menyayangi kedua anak nya Bahkan Dulu Resti pernah bertanya kepada Gak mengambil Pengasuh dan jawaban Kakak ipar nya itu adalah " Kakak ingin menikmati menjadi seorang ibu dan kakak juga ingin melihat Anak-anak tumbuh dewasa karena Waktu tidak akan bisa di putar kembali "
" Kamu harus banyak belajar dari istriku agar kamu tidak manja " ucap Afnan terkekeh
" Is kakak mah suka nyama-nyamain orangan aja " Keluh Resti
" sudah-sudah ayo makan keburu Anak-anak bangun " Lerai Adam
Akhirnya mereka pun makan dengan tenang, di Antara mereka tidak ada pembicaraan selain suara sendok dan kuah Garpu.
Sedangkan di Salon Anisa mengambil Paket Body spa ia ingin memanjakan dirinya dan juga memanjakan sang suami Nanti malam
Bu Ani juga tidak jauh beda ia mengambil paket Body spa, kapan lagi Nyalon di Bayarin sama menantu pikir Bu Ani.
Setelah menghabiskan berjalan-jalan akhirnya mereka beres juga, Bukannya pulang Mereka malah Kalab membeli pakaian Buat Twins dan Juga baby Adi Mumpung lagi banyak diskon
Karena semuanya sudah beres mereka beli akhirnya mereka memutuskan untuk pulang namun mereka tidak langsung pulang Ke rumah Afnan tapi mereka mampir ke rumah Resti karena Afnan tadi memberi kabar kalo mereka masih di rumah Resti.
Sesampainya di rumah Resti, Anisa dan Bu Ani langsung masuk dengan membawa beberapa paper bag Untuk Baby Adi " Assalamualaikum.. " Ucap Anisa
" Wa'alaikumsalam.. " Jawab Adam Dan Afnan yang sedang Duduk di ruang tengah
" Ayah " Anisa langsung mencium Punggung tangan Afnan lalu ia duduk di samping sang suami " Resti kemana? " tanya Anisa
" Ada di dapur " jawab Adam
" Gaya ya habis nyalon plus belanja " Ledek Resti yang membawa nampan yang berisi Kopi
" hehehe Tadinya Mamah mau ajak kamu tapi mamah kasian kepada Cucu Mamah masa ia baru usia tiga bulan sudah di tinggal-tinggal " Ucap Bu Ani " Tapi kamu tenang saja, Mamah sudah belikan Pakaian yang lucu-lucu untuk Cucu Mamah yang ganteng Ini " Seru Bu Ani yang langsung mengeluarkan Isi paper bag yang tadi ia bawa
" Wah Terimaksih Aunty, Oma, Pakaian nya lucu-lucu sekali " Puji Resti yang melihat Pakaian Yang di berikan oleh Bu Ani
" Lucu kan "
" pasti ini hasil berburu diskon " Ucap Resti melirik ke arah kakak ipar nya Karena Resti sangat tau betul bagai mana kakak ipar nya
" Hahaha Kamu tau aja, Kan biar bisa salah banyak " Jawab Anisa tertawa
" Istri seorang CEO yang uang nya berlimpah Tapi belanjaan nya tidak jauh dari diskon " cibir Resti
" Itu nama nya irit " ucap Anisa
Afnan hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang istri padahal tadi sebelum Anisa pergi Afnan sudah mentransfer sejumlah uang untuk istrinya gunakan Tapi tetap saja yang di cari malah diskonan
" Twins mana Ayah? " tanya Anisa yang tidak melajang si kembar
__ADS_1
" Ada di kamar mereka masih tidur " jawab Afnan
" Lalu di tinggal begitu saja, Gimana kalo jatuh? " keluh Nya
" Tenang dulu Bund. Ada yang jaga ko, Aku juga tidak kan meninggalkan Anak-anak kalo gak ada yang jaga "
Anisa bernapas lega ia pikir Anak-anaknya gak ada yang jaga " ada bibi di dalam, tadi aku ke sini bareng bibi Soalnya gak ada yang jagain Anak-anak kalo aku nyetir " lanjut Afnan
" Iya Syukur deh ko begitu Bunda jadi tenang " Kata Anisa
" Terus baby Adi Diman? " Tanya Bu Ani
" ada, Lagi di mandiin Sama bibi " jawab Resti
" Loh ko enggak kamu yang mandiin sayang? "
" Aku masih Belum bisa Mah, Apa lagi leher Baby Adi masih goyang-goyang Gak berani aku " jawab Resti Jujur bahkan saat ini saja kalo Resti mau Gending ia harus minta bibi agar memposisikan tubuh baby Adi dengan Benar
" Kamu ini ada-ada saja. Yasudah kalo begitu Untuk Sementara Mamah dan Papah akan tinggal di sini Bantuin Baby Adi, Kasian bibi kalo harus Bantu Kamu terus " Ucap Bu Ani " Sayang, gak apa-apakan kalo Mamah bantu Resti dulu? " tanya Bu Ani kepada Anisa
Anisa melirik kearah sang suami " Aku gak apa-apa Mah, lagian Anak-anak juga sudah mulai besar dan mulai anteng " Jawab Anisa sambil tersenyum " Lagian kasian Resti kalo harus melakukanya sendiri Apa lagi baby Adi masih rentan "
" Terimakasih ya sayang " Ucap Bu Ani
Padahal tanpa Bu Ani ijin pun Anisa tidak apa-apa Jika Bu Ani mau membantu Resti Dulu, Sebenarnya Anisa juga merasa tidak enak kepada Resti karena Bu Ani dan pak Yusuf masih membagi dirinya di rumah padahal yang anaknya kan Resti Anisa hanya seorang menantu.
Setelah ngobrol-ngobrol Akhirnya Afnan dan Anisa langsung pamit untuk Pulang sedangkan Bu Ani tetap di rumah Resti Dan nanti Afnan yang akan mengantarkan keperluan Bu Ani dan juga Pak Yusuf nantinya.
Sesampainya di rumah Anisa dan bibi langsung menaruh Twins di kamar nya, Untuk Anak-anak Anisa kemabli terlelap jadi Ia bisa mandi terlebih dahulu
" Bi. Maaf banget ya Kalo Anisa Sering repotin Bibi " Ucap Anisa yang merasa tidak enak
" Tenang saja Non, bibi mah Seneng bisa jaga Twins. Seneng jaga nya seneng juga gajian nya jadi dobel hehehe "
Bibi memang mendapatkan gajih dua kali lipat dari Afnan karena ia sering membantu Anisa mengurus Twins.
Di kamar mandi Anisa dengan asiknya di bawah Guyuran shower Namun tiba-tiba ada tangan yang merangkul nya dari belakang " Eum.. A.. ayah " lirih Anisa karena tangan Afnan yang sudah kemana-mana.
Afnan mencium punggung Anisa lalu merem** salah satu gunung Milik sang istri " sekali sayang * bisik Afnan di telinga Anisa
Anisa tidak bisa menolak apa lagi Setuhan sang suami yang memabukkan dirinya Bahkan Anisa juga Mend*** ketika tangan nakal Afnan bermain di donat miliknya " Eumm.. "
Tangan Afnan semakin gencar ketiak Anisa yang semakin Mend*** Karena tidak ingin kalah Anisa memutarkan tubuhnya lalu tangannya bermain dengan Adik Afnan
" Sayang "
.
" sekarang Giliran ku ayah " bisik Anisa. Anisa langsung berjongkok agar bisa sejajar dengan adik Afnan Lalu ia mengelus kepala Adik Afnan dengan pelan dengan Lid*** setelah melihat sang suami yang mulai Meremas rambutnya Anisa pun Memasukan Adik Afnan ke dalam Mul*** apa lagi Adik Afnan seperti yang sudah sangat siap Untuk di Manjakan
Benar saja Afnan mengera*** kenik** ketiak Anisa terus memasukan Adik Afnan Samapi dalam Bahan Anisa kuah bermain dengan dua kelereng milik Adik suaminya itu Membuat Afnan semakin Frustasi di buatnya
Karena sudah kewalahan Afnan pun membawa Anisa ke dalam kamar nya lalu membaringkan sang istri di atas tempat tidur, sebelum beraksi Afnan membuat Basah dulu agar jalan nya tidak terhambat oleh Jari-jari milinya
Anisa sudah seperti cacing ke panasan Tubuhnya terus berkelok-leok Menahan gejolak yang di ciptakan oleh sang suami " ma..su...k. " Lirih Anisa yang sudah tidak tahan lagi
Akhirnya Afnan memasukan Adiknya ke dalam rumah yang sudah di berikan jalan oleh Afnan, Rumah yang cukup nyaman untuk melampiaskan segalanya Bahkan Adik Afnan Pun Langsung menari-nari di dalam sana Saking semangatnya Memasuki rumah Yang selama ini membuat dirinya nyaman.
" uh... Afn..nan "
" yes.. baby "
Anisa terus saja meracau ia benar-benar di bawa terbang oleh sang suami. sedangkan Afnan merasa puas karena bisa memuaskan istrinya.
# Skip
Jam Dua belas Mereka terbangun karena perut Anisa yang terasa lapar " Ayah, Aku mau cari makanan dulu ya. Ayah coba liat ke kamar anak-anak " Ucap Anisa berbagi tugas
" Siap Bunda sayang " jawab Afnan semangat. bagai mana tidak semangat Mereka di dalam kamar dari jam Lima sore tidak keluar-keluar bahkan Anak-anak Afnan pun harus minum susu botol karena Afnan yang terus saja Meminta jatah
__ADS_1
Anisa langsung ke dapur setelah Ia memberisih dirinya, Di dapur Anisa melihat ada lauk pauk mungkin tadi bibi yang masak Tidak menunggu lama Ansia langsung menghangatkan Makana yang ada di meja makan lalu membawanya ke atas Untuk di santap bersama sang suami.
" Ayah makan Dulu yuk " Ajak Anisa
" Iyah sayang * jawab Afnan yang langsung menghampiri sang istri
" bagi aman Anak-anak? "
" kata bibi sih baik-baik aja mereka juga baru tidur setelah minum susu " jawab Afnan yang merasa tidak bersalah
" Ayah sih pake ngurung bunda segala jadi kasian kan Anak-anak " oceh Anisa sambil memakan makanan nya
" tapi Bunda kuah gak protes tadi malah Bunda teriak-teriak " jawab nya
wajah Anisa langsung berubah menjadi Merah ingin rasanya Anisa ngumpet namun apa Daya Jika dirinya hanya bisa pasrah
Afnan yang melihat sang istri Seperti Malu-malu jadi semakin Gemas " Bund. setelah makan sekali lagi ya " Goda Afnan yang langsung mendapatkan tatapan yang tajam dari sang istri
" Jangan Aneh-aneh ayah Tadi sudah tiga kali, sekarang Giliran Bunda bareng Anak-anak " tegur Anisa " Lagian tidak baik Ngomongin yang kaya gitu di depan makanan " Tegur Anisa
Yang di tegur bukannya mikir malah cengengesan Gak jelas ". suapi Bund " Pinta Afnan
Walaupun Anisa agak sebel kepada suaminya namun ia juga tetap melayani suaminya dengan baik karena Anisa tidak ingin di sebut istri durhaka yang tidak mengikuti permintaan Suaminya.
Setelah Makan usai Anisa kemabli ke dapur Dengan di bantu oleh Afnan biar cepet beres " Bunda besok lagi Aja Cuci piringnya " ucap Afnan
" Sebentar Ayah ini cuman sedikit tanggung " Anisa langsung merapihkan piring yang barusan ia Cuci " Beres, Ayo ke atas jangan lupa Bawa air minum Ayah " Ucap Anisa mengingatkan Afnan
" Siap Bunda " Jawab Afnan Dengan patuh
Mereka tidak masuk kedalam kamar melainkan masuk kedalam kamar Twins, Afnan juga sudah menyuruh Bibi untuk pindah ke kamar nya.
Di sinilah mereka berada Di Tempat tidur yang cukup Luas Anisa menaruh anak-anak di tengah-tengah mereka, Anisa Memeluk Daren sedangkan Afnan memeluk Naila inginnya sih memeluk sang istri tapi apa daya Jika sekarang di tengah-tengah mereka Ada kedua anak nya.
~ PAGI HARI
Anisa bangun dari tidur nya ia melihat suami dan kedua anaknya yang masih tertidur dengan pulesnya, Setelah menyelimuti anak dan suaminya Anisa langsung turun ke bawah untuk menyiapkan Sarapan
" Bi. biar aku aja yang buat sarapan, Aku juga sudah lama tidak menyiapkan sarapan untuk suamiku " ucap Anisa kepada Bibi
" Baik Non. kalo begitu Bibi beres-beres rumah saja ya Non " Anisa mengangguk Sambil tersenyum
Anisa tidak pernah menekan kepada para pelayan yang penting semua pekerjaan beres. Anisa pagi ini akan membuat sup Ayam karena ia sudah lama tidak membuatkan kesukaan sang suami tidak hanya itu Anisa juga membuat Perkedel jagung jangan lupakan Kerupuk udang biar tambah maknyus.
" Sayang Aku pikir kamu kemana Pagi-pagi Sudah ngilang begitu saja " Ucap Afnan yang memeluk sang istri dari belakang
" Morning Ayah " Sapa Anis
cup..
Afnan malah mengecup Bi*** Anisa " Morning Istriku yang paling cantik "
" Sudah sana ayah mandi dulu ini Bunda Sebentar lagi juga beres " Ucap Anisa
" Nanti aja mandinya bareng "
" Aku masih lama Ayah, belum mandiin anak-anak " Ucap Anisa
" Kalo begitu kita mandiin anak-anak barang setelah itu Titipin sama bibi biar sekalian berjemur, Nah udah gitu baru deh kita mandi bareng tanpa ada halangan Hihihi " Goda Afnan sambil meremas Gunung milik Anisa
Untung di dapur tidak ada siapa-siapa coba kalo ada orang pasti Anisa akan sangat malu sekali Karena di liang oleh Para pelayan
" Ayah ih nakal deh "
" hehehe sedikit Bund pemanasan " bisik Afnan
" Nanti ada yang lihat Ayah. eum.. " Anisa tidak sengaja mengeluarkan Des** nya karena Afnan yang memutar-mutar ceri milik Anisa membuta Anisa tidak tahan.
#Skip
__ADS_1