
Nara Melihat ke setiap Penjuru ia melihat banyak wanita cantik dengan penampilan yang sangat seksi sedang mempercantik diri mereka, Nara bukan wanita bodoh yang tidak tau tempat apa ini apa lagi ada suara musik yang cukup kencang membuat telinga Nara tidak nyaman
" Nyonya aku ingin pipis " bisik Nara
Tante Lesti yang tadinya sedang ngobrol dengan seorang wanita langsung menoleh kearah Nara " Kau merepotkan sekali, Sudah Sanah pergi kamar mandi nya ada di sebelah sana Awas jangan kau pergi meninggalkan ku " kata Tante Lesti dengan tatapan tajam nya
" Iyah Nyonya lagian mana mungkin saya pergi sendiri " Ucap Nara
" Yasudah sana pergi jangan lama-lama Karena kita harus bertemu dengan Seseorang " Nara mengangguk mengerti ia langsung pergi ke kamar mandi dengan membawa Handphone nya
Di kamar mandi Nara langsung mengeluarkan Handphone milik nya lalu menekan no seseorang. Tempo hari Nara diberikan handphone oleh Ali untuk komunikasi, entahlah Ali juga bingung mana ada di jaman sekarang Gadis seperti Nara tidak memiliki Sebuah Handphone.
" Angkat aku mohon " Nara menggigit Bibir nya ia takut jika telponnya tidak di angkat
" Halo.. "
...
" Tuan Maafkan saya karena saya sudah lancang menelpon Tuan tapi in..ini Genting tuan "
...
" Tuan tolong saya, saya sedang di bawa oleh Nyonya Lesti ke salah satu Klab tapi saya kurang tau nama tempat nya, Saya Mohon Tuan selamatkan saya dari sini " Nara ngomong begitu tergesa-gesa ia takut jika Tante Lesti curiga kepada dirinya
...
" Saya Tunggu Tuan dan terimakasih sebelumnya "
Tut..
" Ya Allah semoga Tuan Adam segera datang ke sini Dan menyelamatkan aku, Sungguh Aku sangat takut hiks.. " Lirih Nara
Dor..dor..dor...
" Nara Cepatlah keluar kita harus menemui seseorang " Teriaknya di balik pintu kamar mandi
Nara memejamkan kedua mata nya lalu menarik napas Agar terlihat tenang " Jangan membuat mereka Curiga Nara " Gumam hati Nara
Ceklek..
__ADS_1
" Iyah Nyonya sebenar gak sabaran banget apa Nyonya juga cipirit seperti saya " Keluh Nara
" Babu sialan, Sudah ayo cepat Sekarang giliran mu untuk bersiap " Kata Tante Lesti
" dasar Babu andai saja kau tidak menghasilkan uang Sudah aku lenyapkan kau saat ini juga, Untung saja Mami sudah memberikan ku uang Dua ratus juta untuk tubuhnya itu "
Dengan patuh Nara mengikuti Permainan Tante Lesti sesuai permintaan Adam agar Nara tenang dan ikuti saja dulu permainan nya Karena Adam akan mengirim Orang untuk menolong Nara.
Nara di dandani dengan sedemikian Rupa oleh gadis jadi-jadian " Yey sudah centong Jadi ekeu tidak butuh tenaga dalam untuk merias Yey.. " kata nya dengan tangan gemulai nya
" Kak, Kamu sangat hebat Aku sampe pangling liat wajah ku sendiri " Kata Nara menatap pantulan kaca Nara seperti tidak sedang menatap dirinya sendiri karena perubahan Wajah nya yang begitu cantik
" Yey bisa saja, Sudah Sanah Yey ganti baju yang sudah ekeu siapkan " suruh nya kepada Nara. Nara menganggukkan kepala nya
Nara Melihat pakaian yang cukup tipis bahkan sangat tipis mungkin bisa di bilang baju ini sangat tidak layak pakai
" Kak apa ini tidak salah? ini bukan pakaian yang layak Untuk aku pake, ini mah saringan Tahu " kata Nara dengan polosnya membuat Si wanita jadi-jadian itu tertawa terbahak-bahak
" Hahaha.. Bukan saringan Tahu Tapi saringan buat ngangetin Nasi. Sudah Yey jangan kampungan Ini pakaian yang biasa di pakai oleh wanita-wanita di sini, sudah Sanah Yey pakai Keburu mamih datang ke sini nanti ribet urusannya "
Nara bukannya memakai ia malah masih menatap pakaian yang tidak layak pakai ini Bagai mana bisa Nara menggunakan pakaian yang sangat tipis dan minim seperti ini
" Hai Cim, Mana gadis itu? " Tanya seorang Perempuan yang usia nya sudah tidak muda lagi
" Dese lagi ganti baju, Yey tenang saja dia sudah ekeu permak abis-abisan " seru Si wanita jadi-jadian itu
" Kau memang selalu bisa di andalkan Cim "
" Tentu Dong Kan ekeu pakarnya " wanita jadi-jadian itu menyelipkan anak rambut ke telinganya
Nara keluar dengan Menggunakan Pakaian yang tadi di berikan oleh si wanita jadi-jadian itu " Wah Yey cuco pakai pakaian itu, kulit putih Yey terlihat indah sekali ketika menggunakan gaun itu, Malam ini Yey pasti bakalan mendapatkan banyak pelanggan " Pujinya
" Kau benar Gadis ini benar-benar Cantik Tuan Boni pasti tidak akan menyesal karena telah membeli gadis ini dengan harga yang cukup Mahal " Lanjut si Wanita tua itu
Nara yang mendengar percakapan Antara dua orang ini benar-benar merasa ketakutan ia takut Jika Adam telat menolongnya " aku harus bagai mana ini, Ya Allah selamatkan hamba, Hamba tidoa ingin di jual " Batin Nara menangis menjerit ia tidak menyangka jika Tante Lesti tega menjual dirinya demi uang.
" Ayo Cantik ikut Mami " Ajak nya
" Ta..tapi " Nara rasanya enggan untuk ikut
__ADS_1
" Kenapa, Apa kau gugup Hem "
" I..iya kasih aku waktu sebentar lagi "
wanita itu Melihat jam yang melingkar di tangan nya " Lima menit, setelah itu tidak ada alasan lagi untuk kau Menolak aku ajak kepada Tuan Boni " Kata nya dengan tatapan tajam
Nara langsung menganggukkan kepalanya ia sengaja mengundur-undurkan waktu Dan berharap Jika Adam datang dengan tepat waktu
Keringat dingin sudah membasahi kening Nara ia Benar-benar Takut " Ayo waktu mu sudah habis " ajak Wanita tua ini
Nara menangis sejadi-jadinya ia tidak bisa menahan lagi rasa takut nya " Hiks.. Tolong jangan jual aku, Aku Mohon hiks.. "
" kau jangan becanda, Saya sudah membayarnya mu mahal kepada si Lesti!! " Bentak Nya " Ayo atau kau lebih senang dengan cara kasar hah!!! "
Nara di tarik paksa oleh pria bertubuh Besar membuat Nara tidak punya kekuatan untuk berontak " Tolong...hiks.. Tolong aku " Terik Nara meminta Bantuan kepada siapa saja namun Nihil bukannya mendapatkan Bantuan mereka malah Asik dengan dunia mereka masing-masing
" Diam! Jangan sampai aku berbuat kasar kepadamu "
" Tolong jangan Lakukan ini kepadaku Aku mohon hiks.. "
Wanita paruh baya itu menarik rambut halus milik Nara Sekuat mungkin " kau pikir aku akan melepaskan mu hah!! Aku tidak akan pernah iba kepadamu " ia Melemparkan Nara ke salah satu Ruangan Diaman di sana sudah ada seorang pria yang Bertubuh gempal dengan menggunakan Kimono
" wah sepertinya Malam ini akan sedikit Menyulitkan untukku tapi Tidak maslaah aku suka Dengan Yang sulit " Ucap si pria Bertubuh gempal itu
" Maafkan Keterlambatan kami Tuan Maklum barang baru jadi masih malu-malu " kata si wanita paruh baya itu " Tapi Tuan tenang saja Gadis ini masih bersegel dan bahan Lihatlah tubuhnya begitu menggoda "
" Kau benar " Pria itu meminum minuman yang ada di tangan nya
" Kalo begitu selamat menikmati Malam panjang Anda Tuan saya Permisi "
" Heum.."
Nara menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya " Tuan saya mohon lepaskan saya hiks " Nara memohon agar Si pria Bertubuh gempal itu akan melepaskan dirinya Namun..
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi Kiri Nara " Hahaha.. Kau benar-benar Gadis Yang akan merepotkan ku malam ini tapi tenang saja Aku akan melakukannya dengan Pelan sayang " bisik nya di telinga Nara
Pria bertubuh gempal itu memang sudah di kenal dengan Kekasaran nya, pria Itu Selalu berhubungan S** dengan Kasar bahkan Tangan nya tidak akan berhenti Memukul atau pun mencambuk wanita nya tidak peduli akan ke sakitan Si wanita yang penting Dia puas..
__ADS_1
Brak...