
Kini Nara sudah Di sulap menjadi Wanita cantik berkebaya putih Dengan rambut yang di sanggul moderen memperlihatkan leher jenjang Miliknya
" Wah kamu cantik sekali Nara " Puji Anisa menatap Nara yang sangat cantik
" Benar kamu sangat cantik Nara " Lanjut Resti yang memegang bahu Nara
Nara hanya tersenyum simpul seharusnya Ini adalah hari bahagia Untuk Nara tapi Nyatanya Nara tidak bahagia dengan pernikahan ini Andai saja Waktu bisa di ulang sudah pasti Nara tidak akan mau bertemu dengan Leon ataupun yang lain nya Tapi Sekarang Nasi sudah menjadi bubur Nara pun harus menerima semua ini dengan lapang dada walaupun dengan terpaksa
" Loh ko cemberut sih Masa pengantin cemberut " Anisa duduk di samping Nara
" Aku baik-baik saja Kak " Jawab Nara tersenyum simpul
" Kalo begitu tersenyumlah Jangan cemberut begitu nanti Riasan nya malah terlihat jelek "
Nara mengangguk, Bagai manapun tidak akan ada yang tau bagai mana perasaan nya saat ini Andai saja Di sini ada ayah dan keluarga nya mungkin Nara akan Berpura bahagia Agar sang ayah tidak merasa cemas dengan pernikahan ini tapi apa daya Jangankan keluarga Ayah Nara saja Belum tentu datang menyaksikan pernikahan ini.
" Ayo Nara sekarang sudah waktunya untuk keluar " Ajak Resti
Resti dan Anisa tidak kalah cantik mereka juga menggunakan Gaun yang begitu indah apa lagi Anisa yang menggunakan gaun yang berwarna putih Dengan Perut yang sudah buncit membuat Anisa semakin Cantik
Nara keluar dari kamar sambil di gandeng oleh Anisa dan juga Resti
Leon langsung menganga ketika melihat Nara yang berjalan kearah nya " Tutup mulut mu " Bisik Adam kepada Leon
" Nara sangat Cantik kak " Ucap Leon tidak berkedip
Adam yang melihat itu hanya Menggelengkan kepalanya Ia juga pernah ada di posisi Leon membanggakan Wanita pujaan nya yang berjalan ke arah Dirinya dengan menggunakan Kebaya putih Sungguh itu sangat berkesan untuk Adam.
Nara duduk di samping Leon, Nara tau jika sedari tadi Leon Tidak berkedip melihat dirinya tapi Nara bersikap biasa saja, Tidak ada senyum di bibir Nara ia sangat ingin Menyudahi semau ini
Acara akad Berlangsung dengan Hikmat Nara Tidak bergeming mendengar kata SAH Walaupun Nara Sempat terkejut mendengar Mas kawin yang di berikan oleh Leon, Bagai mana tidak Terkejut Mas kawin yang berupa Uang lima ratus Juta,, Satu Rumah mewah dan juga Satu set perhiasan yang di taburi dengan Berlian membuat Nara Melotot Mendengarnya Dan tidak lupa Adam memberikan Satu pasang Cincin pernikahan yang harga Nya bisa Senilai Dua Ratus juta rupiah
__ADS_1
Afnan, Anisa, Adam dan Resti berucap syukur karena Pernikahan Leon berjalan dengan lancar tidak ada hambatan Mereka berdoa untuk kebahagian Pasangan baru itu
" Selamat ya Nara Leon Semoga pernikahan kalian selalu samawa Amin.. " Ucap Resti
" Amin Terimakasih Kakak sepupu " jawab Leon
" Awas saja jika setelah ini kau berbuat Macam-macam kepada Wanita ini Kamu akan habis di tanganku " Ancam Adam
Leon menelan silvernya ia tidak menyangka jika Nara akan banyak Yang membela nya " Kakak Tenang saja, Aku sudah janji kepada Nara jika aku akan Merubah sikap ku dan Akan melindungi Nara dengan segenap hati ku kak " Jawab Leon melirik kerah Nara Namun Nara malah Tidak peduli dengan Ucapan Leon
Bagi Nara Ia tidak butuh janji tapi Nara butuh bukti, Nara Masih tidak percaya dengan ucapan Leon yang akan menjaga dan melindungi nya Apa lagi berusaha untuk Merubah sikap nya.
" Aku pegang omongan mu dan Aku akan terus mengawasi mu " Kata Adam dengan tatapan tajam nya
" Iyah kak " Balas Leon mengangguk
Setelah mengucapkan Beberapa patah kata Adam dan Resti langsung meninggalkan pasangan Pengantin baru itu
" Ayah, Bunda laper " Kata Anisa sambil mengelus perut nya
" Aduh Bunda kenapa tidak bilang dari tadi, Ayo kita cari makanan " Ajak Afnan
Ali benar-benar bisa di andalkan ia juga sudah menyiapkan Catering untuk Jamuan para tamu ya walaupun tamunya hanya Sekitaran Wilayah Vila karena Ali tidak bisa mengundang kolega dan rekan bisnis Adam apa lagi ini acara dadakan Sungguh tidak sopan bukan Mengundang dengan cara dadakan seperti itu.
Anisa dan Afnan langsung mencari makanan Setelah itu mereka duduk di kursi taman Untuk menikmati Makanan yang mereka bawa tadi
" Makanan nya cukup enak Ya Ayah " puji Anisa yang menyantap Sate
" Jangan banyak-banyak makan sate nya kasian kedua anak kita jika terlalu banyak makan sate "
" Apa urusan nya dengan anak-anak Ayah, kan yang makan Bunda bukan Twins " Anisa heran dengan ucapan sang suami
__ADS_1
" karena jika Bunda makan Sate terlalu banyak Nanti perut bunda bisa panas dan nanti Anak kita kegerahan di dalam sana
Bukan tanpa sebab Afnan menegur Anisa untuk tidak makan sate banyak Pasalnya sate nya adalah sate kambing Sangat tidak bagus buat ibu hamil mengonsumsi sate kambing.
" Ok, Ayah lagian kan Bunda hanya makan dua tusuk aja "
" Iya Bunda "
Acara Pernikahan Nara dan juga Leon di selenggarakan Malam hari Makanya Anisa dan Afnan bisa makan dan menikmati hidangan yang di siapkan oleh Ali.
" Ayo Ayah juga makan, Ayah kan belum makan juga "
" Iyah Bunda ini Ayah mau Makan " Ucap Afnan Menyodokkan makanannya ke dalam mulut
" Oh iya Ayah, Bagai mana Jika kita pulang ke rumah Nisa, Kan dari sini tinggal Satu jaman lagi jika mau ke rumah Bunda " usul Anisa ia sangat merindukan kampung nya itu
" Nanti kita bicarakan ya, sekarang makan dulu Setelah itu kita langsung istirahat saja jangan menunggu para tamu pulang "
" Baik ayah, lagian Bunda juga sudah merasa lelah " Keluh Anisa
Bagai mana tidak Bumil itu sedari tadi siang ia sibuk membantu Persiapan pernikahan Nara dan juga Leon bahkan Nara tidak ada hentinya ia menata makanan di meja
Setelah makan usai Kini Afnan membawa sang istri kedalam kamar yang sudah di sediakan oleh Adam, mereka benar-benar kelelahan padahal yang punya hajat Bukan mereka.
Sedangkan Resti Dan Adam mereka masih menyambut para tamu, entah mereka datang dari mana Ada yang bawa anak dua ada juga Yang membawa Keluarga nya untuk sekedar makan Resti yang melihat itu hanya tersenyum Ia tidak menyangka jika pernikahan Leon dan Nara membawa berkah tersendiri untuk warga sekitar
" Haby, aku mulai lelah " rengek Resti
" Kalo begitu Ayo kita istirahat sayang, aku juga lelah " Ajak Adam yang di balas anggukan oleh Resti
" eh tapi bagai mana dengan acaranya? "
__ADS_1
" Sudah jangan memikirkan acara nya kita istirahat saja Dulu biar sisanya menjadi urusan Ali " kata Adam membawa sang istri ke dalam kamar.