
Dua hari telah berlalu dan sudah dua hari juga Nara bekerja sebagai perawat Leon di rumah sakit, Selama dua hari ini Nara bisa memahami kenapa Leon bersikap Arogan dan juga menjadi pemain wanita Bagai mana tidak Nara Bisa melihat bagai mana Acuhnya Tante Lesti kepada Leon bahkan Tante Lesti sering pergi-pergi entah kemana Namun Bagi Nara masa bodoh karena ia di bayar untuk menjaga Leon bukan menjaga ibu nya.
'' Akhirnya jam makan siangku Tiba Ini saatnya Aku untuk pergi ke kantin dan mengiri perutku yang kosong ini '' Kata Nara yang merentangkan tangan nya ke atas
'' Siapa yang suruh kamu makan di luar? ''
Nara langsung menoleh kearah suara '' Nyonya '' Nara langsung menunduk
'' Tidak perlu seperti itu Nara, Aku bukan Nenek sihir itu '' Kata Resti yang berjalan kearah Nara
'' Ayo katanya kamu mau makan siang, KIta makan siang bersama kebetulan suamiku juga sudah menunggu kita di kantin '' Ajak Resti
Nara langsung membulatkan kedua bola mata nya, Mungkin jika hanya makan siang bersama Resti tidak akan menjadi maslah namun Akan jadi masalah jika bersama Suaminya
'' Tidak perlu Nyonya, aku makan di sini saja '' Tolak Nara dengan halus Nara tidak ingin bertemu dengan Atasannya itu
Resti langsung menarik tangan Nara untuk ikut dengannya '' Jangan menolak aku tidak suka ada penolakan '' Kata Resti sambil tersenyum
'' Ucapan Nyonya sama seperti ucapan Tuan, Saya jadi tidak yakin bisa makan enak nanti '' Ucap Nara
Namun Resti ia malah tersenyum mendengar perkataan Nara '' Aku jamin kamu akan bisa makan enak kali ini jadi kamu jangan khawatir ''
Nara hanya bisa pasrah kali ini mau kabur pun percuma Karena Tangan Nara di pegang oleh Resti Seolah Resti takut jika Nara akan kabur
'' Haby lihat nih siapa yang aku bawa '' Kata Resti ketika sudah sampai di meja kantin rumah sakit
Adam melirik sebentar lalu kembali ke Handphone nya '' Hm.. '' Kata Adam dingin
'' Auch.. Sakit sayang '' Adam berteriak karena Resti mencubit perut Adam
'' Makanya jangan jutek kaya gitu Nara ini temenku jadi Haby gak boleh jutek-jutek ''' Tegur Resti '' Sudah Ayo Nara kita duduk Abaikan suamiku yang jutek ini ''
__ADS_1
Resti mengajak Nara untuk duduk di sampingnya Sedangkan Adam hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya
'' Kamu mau pesan apa Nara? '' Tanya Resti
Nara melirik kearah Resti lalu kearah Adam '' Jangan kau hiraukan aku di sini, kalo mau pesan pesan saja '' Tegur Adam ketika Nara menatapnya
'' Ma..maaf Tuan '' Lirih Nara Takut
'' Haby.. '' Adam langsung mendapatkan tatapan tajam dari Resti
'' Apa Sayang aku ngomong sudah benarkan '' Keluh Adam
'' Nara Maafkan suamiku dia memang begitu jika ada orang baru tapi kamu tenang saja Aku akan ada untukmu jadi kamu jangn merasa takut ataupun canggung ya '' Kata Resti kepada Nara
'' Bagai mana tidak canggung yang satu Atasan ku dan yang satunya adalah nyonya besar huuh '' Batin Nara
Nara menarik napas lalu membuangnya pelan '' Baiklah Aku tidak akan canggung lagi Kalo begitu AKu pesan sop Buntut satu nasi satu dan jus Jeruknya satu jangan lupa kerupuk emping cabai dan lemonnya di banyakin karena aku suka yang asam pedas gurih. Aku tidak canggung kan '' Kata Nara sambil tersenyum manis
'' Haby ''
'' Iya iya Terserah kamu saja Sayang '' Adam pasrah ketika Resti sudah memberikan tatapan yang mematikan untuk dirinya
Akhirnya Resti memesan menu yang sama dengan Nara sedangkan Adam ia memesan sate dengan tambahan sate tetelan dan juga lontong
'' Nara bagai mana kerjaan mu di sini Apa kamu betah? '' Tanya Resti
'' Betah gak betah Aku harus betah Nyonya karena Gajih yang di tawarkan sangat menggiurkan ya walaupun setiap hari aku harus berhadapan dengan Ibu yang gak punya Akhlak itu '' Nara menggelengkan kepalanya ketika ingat bagai mana kelakuan Tante Lesti dua hari saja sudah membuat Nara pusing tujuh keliling
'' Tapi Apa benar jika beliau itu Ibunya Pak Leon? '' Tanya Nara kepada Resti
'' Kamu pikir bagai mana, apa dia pantas menjadi seorang Ibu? Tanya Resti
__ADS_1
Nara menggelengkan kepalanya kembali '' Justru karena itu aku tidak percaya jika Nyonya Lesti itu ibu kandungnya Pak Leon ''
Resti menatap suaminya lalu beralih kepada Nara '' Memangnya kenapa kamu tidak percaya jika Tante Lesti itu adalah ibu kandungnya Leon? '' tanya Resti penasaran
Tidak jauh beda dengan Adam ternyata Adam mendengarkan pembicaraan istri dengan pegawainya itu
'' Ini mah Maaf-maaf ya Nyonya Tuan sebenarnya Aku juga tidak ingin membongkar aib orang lain tapi entah kenapa lidahku hari ini rasanya gatal sekali ''
'' Jangan bertele-tele ucapkan saja apa yang ingin kamu ucapkan '' Kata Adam yang sudah tidak sabar ingin mendengar cerita Nara tentang Tante nya itu
Resti dan Nara langsung melirik kearah Adam mereka tidak menyangka jika Adam penasaran dengan pembicaraan perempuan
'' Kenapa kalian menatapku, Apa salah jika Aku juga ingin tau tentang Tante ku? '' kata Adam
'' Lanjut Nara ''
Nara mengangguk mengerti '' Jadi setiap hari Nyonya Lesti itu sering bepergian tapi entah kemana jika aku tanya pasti jawabnya ingin mencari udara segar terus jika sedang Aku ajak ngobrol pasti nyonya fokus ke handphone nya kalo gak mempercantik wajah nya padahal kalo di pikir-pikir ngapain dandan Cantik-cantik kalo hanya berdiam diri di Kamar Pak Leon '' Kata Nara panjang lebar membuang Resti melongo mendengar cerita Dari Nara bahkan sesekali mereka menertawakan kekonyolan Tante Lesti
'' hahaha.. Kemarin malam Aku tidak sengaja bangun dari tidur ku karena ingin minum tapi pas aku ngambil air minum Aku mendengar suara Aneh di kamar Mandi tapi aku gak berani untuk mendekat kearah kamar mandi karena aku takut jika suara yang ada di kamar mandi itu bukan suara manusia ''
'' Kenapa kamu takut? Kan di ruangan itu hanya Ada kalian bertiga '' Kata Adam heran sambil menggelengkan kepala nya
'' Is Tuan ini bagai mana orang suara nya Aneh ko kaya bukan suara manusia '' Kata Nara bergidig ngeri
'' Emang bunyinya seperti apa? '' Tanya Resti yang penasaran
'' Bunyinya begini, Plak..plak.. Yes.. Oh.. Yes.. Oh.. Gitu bunyinya '' Kata Nara polos
Sedangkan Adam dan Resti mereka saling pandang mana ada hantu bunyinya seperti itu '' Nara pas kamu ngambil minum apa kamu melihat Ada Tante lest? '' Tanya Resti
Nara menggelengkan kepala nya '' Tidak Ada malah pas sebelum aku mau tidur juga Nyonya sudah tidak Ada '' Jawab Resti jujur
__ADS_1
Memang kenyataan nya seperti itu karena waktu itu Tante lesti pergi untuk mencari angin dan Nara sudah tau jika Mencari angin tidak akan membuang waktu sebentar pasti bakalan membuang waktu yang sangat lama