Cinta Anisa

Cinta Anisa
KELAHIRAN TWINS


__ADS_3

Afnan dan Adam berlari ke ruangan operasi karena Anisa langsung mendapatkan tindakan, Anisa tidak bisa melahirkan normal karena Baby nya yang kembar dan tekan darah Anisa juga rendah


'' Dek. Bagai mana Istriku? '' Tanya Afnan khawatir


'' Iya bagai mana sayang ''


'' Kak Anisa ada di dalam, Tadi pas ke sini Dokter langsung memeriksa Kak Anisa dan di haruskan untuk Sesar '' Jawab Resti yang ikut merasa khawatir dengan kakak Iparnya Itu


Tadi ketika Afnan dan Adam pulang dari mesjid mereka mencari keberadaan istri mereka namun bukannya menemukan Sang Istri Afnan malah melihat Ada bekas Cairan yang berceceran Karena penasan Afnan pun mencolek cairan itu lalu menciumnya, Tanpa menunggu lama Afnan segera mengecek CCTV rumah dan benar saja kekhawatirannya semakin menjadi ketika melihat Pak sekuriti ikut panik dan membantu Istrinya masuk kedalam Mobil


Setelah menelpon sekuriti Yang menolong Istrinya Afnan dan Adam langsung pergi ke rumah sakit.


Afnan terus bulak balik ia benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya di dalam apa lagi ini sudah lewat dari satu Jam


" Kakak tenang jangan Panik, Aku yakin Kak Anisa baik-baik saja " Ucap Resti menenangkan kakak nya


" Kamu tidak tau bagai mana khawatirnya Kakak Dek " Afnan


" Istriku Benar, kamu harus tenang. Mau kamu bulak balik ratusan kali pun tidak akan mengubah semuanya " Ucap Adam Menepuk Bahu Afnan


Setalah Menunggu satu jam lebih Akhirnya Dokter pun keluar dengan membawa kabar bahagia untuk Afnan dan keluarga. Afnan dan keluarga Bisa menjenguk Anisa dan Baby Twins setelah mereka di bersihkan dan di pindahkan ke ruangan Rawat inap


Afnan mengambil Ruangan Presiden switch Untuk Anisa ia tidak ingin Jika Anisa merasa tidak nyaman berada di rumah sakit, Afnan ingin memberikan yang terbaik untuk Anisa Bunda Dari anak-anak nya


" Kak ini ruangan nya besar sekali bahkan kasurnya juga beda dari yang lain " Puji Resti " Ini mah bukan ruang rawat tapi kamar pribadi "



" Kakak ipar mu habis melahirkan mana mungkin Kakak membiarkan istri kakak Merasa sumpek apa mencium bau Aroma rumah sakit, Kakak hanya ingin Tempat yang nyaman untuk istri kakak " Jawab Afnan


" Kakak Emang paling T O P pokonya " puji Resti sambil mengacungkan jempolnya ke arah kakak nya


Anisa di bawa oleh seorang dokter dengan dua satu Box baby " Tuan, Kami pindahkan dulu Nyonya Anisa nya ya " Ucap dokter

__ADS_1


" Baik dok. " Afnan membantu Anisa untuk pindah tempat tidur, Anisa yang masih Terkena Bius ia hanya diam saja bahkan ia terlihat sendu


Setelan memindahkan Anisa ke tempat Tidur dokter langsung pergi " Ah.. liat Cantik sekali " Kata Resti yang ingin menggendong nya


Sedangkan Afnan ia belum melihat Twins ia lebih mendahulukan melihat istrinya yang saat ini masih Terdiam " Bunda. Bagai mana keadaan bunda sekarang? "


Anisa yang di tanya malah menangis haru " Aku bahagia Ayah hiks.. sekarang kita sudah menjadi Orang tua untuk kedua anak Kita "


Afnan tersenyum lalu menghapus air mata Anisa " ini Adalah Buah Cinta kita Bunda. Terimakasih Ya sudah melahirkan Anak-anak kita " ucap Afnan yang mengecup Anisa


" Kak. Lihat Putri Kaka Cantik sekali Pipinya juga tembem "


Afnan mengambil Putrinya dari Resti " lihatlah Bund, Putri kita cantik seperti Bunda " Ucap Afnan memperlihatkan Putri mereka


sedangkan Adam ia malah anteng menggendong Baby Boy bahkan Adam Samapi berkali-kali Mencium Pipi Baby Boy


" Nama Mereka siapa Kak? "


" Kalo yang Boy nama nya Darendra Rifaldi Dan yang girl Nama nya Nefa Naila Rifaldi " Jawab Afnan " Darendra panggilan nya Daren Dan Adiknya Di panggil Naila " Lanjut Afnan


Kedua orang tua Afnan langsung menelpon ketika mendapatkan kabar jika Cucu mereka telah lahir, Tidak hanya sebentar Mereka Bakan Vidio Call sampai Satu jam lebih Dan mereka pun akan segera pulang demi bertemu dengan kedua cucu mereka.


" Mamah itu Rempong kalo sudah punya Cucu, Bawelnya Minta ampun " Ledek Resti


" Nama nya juga Orang tua apa lagi ini Cucu pertama Mamah dan Papah pasti Kaya Gitu " Jawab Adam Yang Sudan duduk di sopa


Kalo Afnan jangan di tanya dia dengan setia duduk di samping Anisa padahal Anisa sedang tidur tapi Afnan seperti enggan untuk Meninggalkan Anisa


Akhirnya Mereka pun menunaikan hari idul Fitri mereka di Rumah sakit Tapi Walaupun begitu Tetap di sambut dengan Suka Cita oleh Keluarga Afnan.


Karena hari sudah mulai malam Resti dan Adam Langsung pamitan Untuk pulang tidak mungkinkan mereka ikut menginap di rumah sakit


Mereka juga menyuruh Bibi untuk tinggal di rumah sakit kalo ada apa-apa jadi gampang " Bi. Kalo mau istirahat, Istirahat saja " kata Afnan

__ADS_1


" Bibi tidak apa-apa Den " Jawab Bibi Yang duduk di sopa


" Bi " panggil Anisa


" Iyah Non " jawab bibi


" Bibi pasti belum makan Malam, mending Bibi Penas kan Makanan yang tadi bibi bawa Terus kita makan bersama " Ucap Anisa


" Nah begitu juga Boleh deh bi, Biar setelah itu kita sama-sama Istirahat " lanjut Afnan


Untung di ruangan Anisa pasilitas nya lengkap sampe ada alat untuk menghambat Makanan segala.


Bibi pun langsung Menghangatkan Makanan yang di bawanya tadi dari rumah. Tak butuh Waktu Lama Makana pun sudah siap saji di Meja sopa


" Den, Non, Makan nya sudah siap " jawab Bibi


Afnan tersenyum " Bibi makan lah, Biar aku makan sehelai istriku " Kata Afnan


" Baik den "


Afnan mengambilkan Makana untuk Anisa, Ia juga menyuapi Anisa, Anisa hanya makan ayam goreng ia tidak akan yang pedas karena ia sedang menyusui


Setalah Anisa habis, Barulah Afnan makan makanan nya, Afnan bisa makan tenang soalnya Si Twins sedang di jaga oleh Bibi


" Bi kalo mau istirahat, Tidurlah di samping istriku Biar nanti Saya tidur di sopa " Ucap Afnan kepada Bibi


" Tidak den, Bibi Tidur di sopa saja Biar Aden yang tidur di dekat Non Anisa " tolak halus Bibi. sebaik-baik nya Anisa dan Afnan, Bibi tidak ingin mengambil kebaikan dari mereka.


" Nanti Bibi sakit pinggang kalo tidur di sopa "


" Tidak apa-apa Non, Bibi mah sudah biasa tidur di sopa apa lagi kalo lagi di kampung Bibi suka nga gempar di atas karpet " Jawab Bibi sambil tersenyum


" Bibi ada-ada saja, Yaudah kalo bibi Maksa. sekarang Bibi istirahat sudah malam " Ucap Afnan yang di balas anggukan oleh Bibi

__ADS_1


Padahal Bagi Afnan dan Anisa tidak masalah jika Bibi mau tidur di samping Anisa karena Anisa juga tidak menganggap Bibi sebagai Pembantu di rumah nya.


__ADS_2