
Sudah satu Minggu ini Bu Ani tinggal dengan Anisa. Anisa tidak merasa keberatan malah senang jadi ada teman
Pagi ini Anisa di sibukkan dengan pesanan Bu RT karena di rumah Bu RT mau ada arisan bulanan, karena tidak ingin capek masak akhirnya Bu RT pesan kepada Anisa itung-itung memberikan rejeki kepada Anisa
" Neng, ini mau di taruh dimana? " Tanya Bu Ani
" Di sini saja Bu " ucap Anisa
Bu Ani menaruh ayam serundeng di meja makan di sana sudah tertata rapih tinggal di kirim kerumah Bu RT
" Sudah siap tinggal kita hantarkan ke rumah Bu RT bu " ucap Anisa bernapas lega
Ceu idah tidak bisa membantu Anisa karena Ceu idah Harus menjaga warung takut ada yang membeli
" Neng, menurut ibu mending kamu mulai cari pekerja agar kamu tidak terlalu capek dan ada yang membantu " usul Bu Ani
" Iyah Bu, nanti Anisa pikirkan lagi ya " jawab Anisa sambil tersenyum
Tok.. tok.. tok..
" Assalamu'alaikum... "
" Neng sepertinya ada tamu " ucap Ibu Ani
" Iyah bu, bentar Anisa lihat dulu ya " ucap Anisa berjalan depan rumah
" Wa'alaikumsalam... Sakedap "
Anisa melihat ada pria paruh baya yang cukup gagah " maaf apa benar ini rumah nya Anisa? " Tanya nya
" Iyah, maaf bapak siapa ya "
Pria paruh baya itu tersenyum " Perkenalkan saya Yusup. Saya mau mencari istri saya yang bernama ibu Ani "
" Siapa Neng " tanya Bu Ani berjalan ke arah Anisa
Pak Yusup mengulum senyum ketika melihat penampilan istrinya yang hanya menggunakan Daster rumahan dan bisa jadi itu harga nya tidak Samapi seratus ribuan
Sedangkan Bu Ani membulatkan kedua bola mata nya ketiak melihat suami nya yang sudah berdiri di ambang pintu. Bu Ani merapihkan rambut dan juga baju nya agar tidak di tertawaan oleh sang suami
" Mamah "
" Papah sedang apa di sini? " Tanya Bu Ani kaget
Pak Yusup tertawa lepas ketika melihat ekspresi Bu Ani yang terkejut " hahaha.. Papah penasaran saja ingin melihat Mamah. Papah tidak menyangka jika mamah hahaha "
Plak..
__ADS_1
Bu Ani memukul lengan sang suami " Stop pah, mamah tau saat ini penampilan mamah sudah seperti ibu kampung sini " sebal Bu Ani memutarkan bola mata nya sebal
Anisa merasa bingung melihat Bu Ani dengan pak Yusup yang tiba-tiba saja datang
" Maaf Neng Nisa perkenalkan ini suami ibu nama Nya pak Yusup " ucap Bu Ani memperkenalkan suaminya kepada Anisa
Anisa tersenyum lalu mencium punggung tangan pak Yusup
" Maaf pak, tadi Nisa tidak tau jika bapak suami nya ibu " ucap Anisa tidak enak
" Tidak apa-apa Neng, justru bapak yang harus minta maaf karena istri Bapak ini sudah merepotkan mu di sini "
" Ah tidak ko pak, Justru Nisa senang ada ibu di sini jadi ada temen " jawab Anisa sopan
" Lihat Pah, calon mantu Mamah cantik kan, selain cantik dia juga ramah dan baik hati " puji Bu Ani kepada sang suami
Anisa membulatkan bola mata nya, dia heran kenapa Bu Ani bisa bicara seperti itu kepada dirinya
" Iyah, Papah bisa melihat jika Neng Nisa sangat baik dan ramah " jawab Pak Yusuf
Anisa hanya bisa menggelengkan kepalanya, Anisa tidak terlalu menanggapi ucapan Pak Yusuf dan juga Bu Ani, Anisa hanya menganggap hanya sebuah Guyonan saja
Anisa pamit ke dapur karena Ingin menyiapkan makan siang untuk mereka apa lagi ada pak Yusuf yang baru datang pasti belum makan siang
" Pak, Bu, Ayu kita makan siang dulu " Ajak Anisa sopan
Anisa mengisi piring ibu dan bapak barulah mengisi piring nya
" Terimakasih ya Neng Nisa, Maaf bapak jadi ikut makan di sini " ucap Pak Yusuf
Anisa tersenyum " iya pak Tidak apa-apa, Anisa malah merasa memiliki keluarga lagi " jawab Anisa
" Assalamu'alaikum... "
" Siapa lagi itu Neng? " Tanya Bu Ani
" Suaranya sih seperti pak Raffi Bu " jawab Anisa
" Kalo begitu Anisa buka dulu ya " pamit Anisa
Bu Ani sama pak Yusuf saling pandang mereka takut jika itu bukan hanya Raffi saja yang datang
Ceklek..
" Wa'alaikumsalam.. Pak Raffi " ucap Anisa
" Anisa " Anisa melihat ke kanan dan kiri Anisa seperti sedang mencari seseorang namu nihil Ia tidak melihat nya
__ADS_1
" Pak Raffi sendiri ?" Tanya Anisa
" Iyah, memang nya kamu ingin aku datang dengan siapa, Afnan? " Tebak Raffi terkekeh
" tidak. yasudah ayo masuk pak, sekalian saja ikut Makan siang kebetulan Anisa sedang makan siang dengan Bu Ani dan pak Yusuf" ajak Anisa kepada Raffi
Raffi mengerutkan kening nya ia merasa kenal dengan kedua nama itu lalu mengulum senyum nya sambil menggelengkan kepalanya
Benar saja ketika Raffi Samapi di dapur Raffi melihat kedua orang yang ia kenal " Tuan, Nyonya " kata Raffi sengaja
Anisa di buat Bengong ke dua kali nya " maksud Pak Raffi? " Tanya Anisa
" Mereka ini kedua orang tua Afnan " jawab Raffi jujur
Deg..
Anisa melihat Bu Ani lalu beralih kepada Pak Yusuf, Anisa masih tidak bisa percaya dengan keadaan saat ini
Pak Yusuf yang melihat Anisa yang terlihat kebingungan Langsung angkat bicara
" Neng Nisa, sebenar nya saya dan istri saya ini Adalah kedua orang tua Afnan, istri saya ke sini karena dia penasaran dengan wanita yang sedang di dekati oleh putra kami, Selama ini Afnan selalu menolak untuk kami jodohkan bahkan Kami juga tidak pernah melihat putra kami dekat dengan perempuan, Namun setelah kepulangan nya dari sini Afnan putra Kami banyak berubah dia sering senyum-senyum sendiri dan menatap Foto di dalam handphone nya " ucap Pak Yusuf jujur
" ibu harap kamu jangan marah kepada kami karena ibu tidak jujur dari Awal, Ibu hanya ingin tau siapa wanita yang sudah memikat hati putra ibu sehingga Putra ibu banyak berubah " kini Bu Ani yang angkat bicara
Anisa bukan kecewa karena telah di bohongi tapi Anisa shock ketika mengetahui jika Kedua paruh baya ini Adah kedua orang tua Afnan
" Kamu marah ya neng sama kami ?" Tanya Ibu
" Aku tau ini membuat kamu terkejut tapi, Mamah dan papah tidak berniat buruk ko sama kamu, mereka hanya kagum kepada mu yang bisa menaklukkan hati Afnan " kata Raffi
Raffi memeng selalu memangil Pak Yusuf dan Bu Ani dengan sebutan papah mamah itu semau permintaan Bu Ani sendiri
" Bukan, bukan begitu, Anisa bukan marah tapi Nisa hanya Kaget saja jika Ibu yang selama ini tinggal di rumah Nisa ternyata Ibu nya mas Afnan. wajar-wajar saja jika Ibu dan bapak datang kesini mencari informasi tentang perubahan Mas Afnan itu hal yang wajar di lakukan oleh para orang tua " jawab Anisa sedikit menunduk
" Jadi Neng Nisa tidak marah Kan sami kami? "
Anisa tersenyum kikuk " tidak ko Bu " jawab Anisa yang menjadi canggung
Raffi yang melihat Anna menjadi canggung Langsung mencairkan Suasana " Sudah-sudah, Anisa sudah bilang tidak marah, sekarang saat nya kita makan Raffi sudah laper banget " keluh Raffi pura-pura memegang perut nya
" Ayo pah, masakan Anisa sangat enak loh pah " puji Bu Ani
" Kalo tidak enak mana mungkin mamah betah berada di sini, asal mamah tau Ya, papah sudah beberapa kali mencegah Putra kita untuk tidak kembali dulu ke sini karena takut Afnan marah karena tindakan Mamah " ucap Papah langsung melahap nasi dan lauk pauk di piring nya
" Terimakasih papah sayang sudah mau membantu Mamah " ucap Bu Ani
Anisa yang melihat kemesraan Bu Ani dan juga pak Yusuf hanya bisa tersenyum
__ADS_1
Tidak ada suara di meja makan Meraka makan dengan lahap nya apa lagi papah yang sampai minta tambah nasi dan yang lain nya juga membuat Bu Ani malu.