Cinta Anisa

Cinta Anisa
PENCARIAN LEON


__ADS_3

Anisa dan Resti ia sedang duduk di meja makan mereka sedang menikmati Bakso Yang di pesan oleh Resti tadi " Bagai mana kak, enakkan? " tanya Resti


" enak banget Apa lagi Ini " Anisa menunjukan Tetelan yang melimpah di mangkuknya " Ini yang paling The best to " Ucap Anisa memakan Tetelan


" Kakak benar, ini yang membuat Nikmati "


" Ini baso iga nya juga empuk banget " Lirih Anisa yang sangat membelah Iga nya dengan mudah " Dia itu memisahkan diri dong "


" Ini mah sudah Fix Kita akan langganan di Tukang bakso ini "


Anisa dan Resti benar-benar tidak memikirkan Afnan yang sedari tadi ngeces melihat Istri dan adiknya yang sedang menikmati bakso " Awas kalian nanti aku balas " Gumam Afnan sebal


" Oh iya kak, Kakak tau gak Kalo Nara pergi dari rumah Leon "


" Hah!! yang benar? terus terus Dimana sekarang Nara? " tanya Anisa mendadak panik walaupun dirinya baru bertemu dengan Nara beberapa kali tapi Anisa bisa tau jika Nara Gadis yang baik


" Gak tau " Jawab Resti Bohong. Bukan niat Bohong tapi Suaminya meminta Resti untuk pura-pura tidak tau.


" Ya Allah kasian sekali Nara, padahal kalo dia mau kabur, Kabur ke sini aja Pintu rumah ku selalu terbuka untuknya " Ucap Anisa yang masih mengunyah baso


" Kakak benar, Jangankan rumah kakak. Rumahku pun Selalu terbuka Buat Nara tapi mau bagaimana lagi Nara memilih untuk pergi tanpa memberitahu kita "


" Aku jadi khawatir dengan keadaan nya bagai mana jika Nara jadi luntang langsung di luar sana "


" Kita Doakan saja agar Nara baik-baik saja di luar sana "


" Iyah. Amin.. " jawab Anisa


" lalu bagai mana dengan keadaan Leon sekarang? " tanya Anisa


Resti mengangkat kedua bahunya " Entahlah, kemarin setelah dia datang ke rumah dan menuduhku yang tidak-tidak aku tidak bertemu lagi dengan nya " Jawab Resti Jujur

__ADS_1


" apa dia menari Nara? tapi Mencari kemana? bukannya dia juga tidak tau Latar belakang Nara ya "


" kakak benar jangankan dia Kita saja yang pernah dekat tidak mengetahui nya " Resti juga memang tidak tau Dimana keberadaan Nara saat ini Namun Resti bisa tenang karena Nara berada di tempat yang Aman setidaknya Resti tau Jika Nara baik-baik saja


" Kenapa kamu melamun? " Tegur Anisa yang melihat Resti melamun


" Tidak ko kak, hanya Merasa kasian saja kepada Nara. kenapa Nasib nya sangat Tidak bagus padahal dia cantik Gesit bahkan Cerita "


" Di balik Itu semua Hanya Allah yang tau. Allah yang lebih tau kapan umatnya Bisa bahagia dan juga di angkat harkat derajat nya "


" Kakak banar. kita hanya bisa menunggu saja "


" Sudahlah jangan di bahas lagi kalo terus di bahas Aku Suka sedih " Ucap Anisa Yang sudah ingin meneteskan air mata nya " Kita doakan saja Dimana pun keberadaan Nara Semoga ia baik-baik saja "


" Kalian Serius sekali, Lagi ngomongin Apa? " tanya Afnan yang menghampiri istri nya


" Ini kami sedang habas Nara kak. kemarin Nara pergi dari Rumah dan Samapi sekarang Nara belum juga pulang " Jawab Resti Melirik kearah kakak nya


" Benarkah? Wah sepertinya Leon benar-benar tidak bisa berubah ya makanya Nara lebih memilih Pergi dari pada Bertahan " kata Afnan yang sudah duduk


" ayah benar-benar Tidak Tau Bund. Lagian ayah ini siapa nya sampe harus tau Segala masalah rumah tangga orang lain "


" Ya kirain, Karena Ayah itu seperti cenayang Mungkin orang lain tidak tau tapi Beda hal nya dengan Ayah yang selalu tau " ucap Anisa


" sudah ah Ko ngomongnya kaya yang lagi Nuduh Ayah. dari pada Ayah di sini di tuduh mending Ayah Ke ruangan Kerja ayah " Ucap Afnan yang langsung berdiri dan meninggalkan Anisa dan juga adiknya


Setelah kepergian Afnan. Anisa melirik Resti yang di balas Menggelengkan kepalanya " Aneh, dan mencurigakan " Ucap Anisa


" sudah kakak Jangan memikirkan yang aneh-aneh Kita lanjut makan lagi keburu tidak enak " Ucap Resti


" Baiklah " Jawab Anisa yang mencoba untuk tidak peduli walaupun sebenarnya Anisa sangat penasaran.

__ADS_1


Leon yang hari ini tidak masuk kerja langsung kerumah Ayah Nara. Leon mendapatkan Alamat Nara dari CV kerja nya " Semoga kamu ada di sana Nara " Gumam Leon. Leon mengendarai Mobilnya ke rumah Ayah Nara


Mobil masuk ke salah satu gang yang Masih cukup Masuk mobil di sana Tidak ada rumah mewah Bakan bisa di bilang di sana Rumahnya biasa saja " Apa benar ini jalannya " Gumam Leon sambil melirik ke kanan dan kiri


Mobil pun sampai Di depan rumah yang cukup sederhana bahkan terlihat tidak ada siapa-siapa " Apa ini rumah nya? " Leon Melihat ruang yang terlihat kosong Namin karena tidak ingin penasaran Leon pun langsung turun dari mobil


Leon turun dari mobil dengan menggunakan Kaca mata Hitam dan kaos Putih, Leon berjalan ke arah Rumah Yang sederhana


Tok..tok..tok...


" Assalamualaikum.. " Ucap Leon sambil mengetuk pintu


" Ya sebentar " Teriak orang yang ada di dalam rumah


Ceklek..


Keluarlah Ibu paruh baya dengan menggunakan Daster dengan rambut yang di rol oleh Rolan " Anda siapa? " Tanya nya ketus


" Eum.. Maaf Apa benar ini rumah nya Nara? " tanya Leon


Ibu tiri Nara membuang Napas nya pelan Ia melihat penampilan Leon dari atas Samapi bawah " Apa dia Penagih Hutang? Dasar anak sialan dia pergi malah membawa sial "


" iya, tapi itu dulu sebelum dia di usir oleh Ayahnya " Jawab ketus ibu tiri Nara " Kalo mau nagih Hutang jangan ke sini karena si Nara sudah di keluarkan dari kartu keluarga" Ucap Nya sambil melipatkan Kedua tangannya di dada


Sedangkan Leon malah Mengerutkan kening nya ia baru tau Jika Nara telah di usir oleh keluarga nya sendiri " baiklah kalo begitu, Jika Nara kemabli tolong suruh Datangi saya " kata Leon yang langsung pergi tanpa permisi


Leon sebal dengan Ibu tiri Nara yang terlihat angkuh Bakan Dia meremehkan Leon dengan memanggil leon penagih Hutang " Dasar Wanita tua gak tau akhlak bisa-bisa nya dia memanggilku dengan sebutan Penagih Hutang " Gerutu Leon yang sudah masuk kedalam Mobil


" ibu Tadi siapa? " tanya Adik Nara yang baru pulang


" Penagih Hutang " jawabnya ketus

__ADS_1


" Hah!! penagih Hutang? kaya nya bukan deh Bu Soalnya dia pakai Mobil Mewah jadi tidak mungkin penagih Hutang menggunakan Mobil mewah, Ibu Ngaco Nih "


" Dia datang ke sini mencari wanita sialan itu Dan mau menagih Hutang, kalo bukan untuk nagih Hutang lalu apa? tidak mungkin dia adalah kekasih nya, Kalo kekasihnya Pasti dia tau jika si wanita sialan itu sudah di usir dari sini "


__ADS_2