
~ DUA BULAN KEMUDIAN
Hari ini akan di adakan pengajian empat bulanan di rumah Anisa di bandung, Sesuai dengan keinginan Anisa yang meminta untuk empat bulanan di kampungnya. Kedua mertua Anisa hanya bisa pasrah mengikuti keinginan nya dari pada nanti kedua cucunya ileran.
Kedatangan Anisa di sambut hangat oleh Bu rt dan yang lainnya apa lagi mereka sudah lama tidak bertemu datang-datang sudah membawa perut yang buncit
Termasuk ceu idah yang heboh '' Aduh si Neng meni tambah gelis pisan '' Ucap ceu idah yang heboh
'' Ah ceceu bisa Aja '' Jawab Anisa sambil tersenyum
'' Serius Neng, neng tambah gelis Glowing lagi. gak kaya ceceu yang tambah burik, tuh liat wajah ceceu saja meni banyak kokoloten '' Kata Ceu idah sambil menunjukan wajah nya
'' si ceceu mah di samain sama Neng nisa ya jelas jauh banget atuh ceu. Neng Nisa kan perawatan dan pasti harga nya juga mahal, kaya kaya kita beli krim aja yang harag lima puluh ribu itupun belang, Wajah bodas leher hideng apa lagi ini nih jidat yang susah sekali bodasna udah kaya ular belang aja '' Kata Tetangga Anisa membuat tawa di sekelilingnya
' Makanya kalo perawatan itu jangan setengah-setengah kalo mau bodas sekalian aja mandi cet putih biar putihna Rata '' Kata Pak rt yang duduk di sana
'' ih Pak Rt mah eni kitu '' kata si ibu yang ada di sana
Bu ani mengulum senyumnya ia tidak menyangka jika dirinya akan dapat hiburan dari para ibu-ibu
Untung pengajian sudah beres kalo belum pasti gempar karena celotehan dari ibu-ibu
" Sudah-sudah. Ayo di makan rujak nya " kata Bu Ani
" Tuh lihat Bu Ani juga semakin tua bukannya keriput eh malah tambah gelis, benar nya uang mah Moal nga bobodo " kata Ceu idah ngomong ke ibu yang ada di samping nya
" Kalian ini ngomong apa, sama saja, Saya juga sudah tua dan ini lihat udah keriput " kata Bu Ani menunjukan wajah nya yang sudah keriput
__ADS_1
" Ah si ibu mah, malah merendah Kitu "
Anisa tersenyum ia sangat merindukan masa-masa seperti ini karena selama ia pindah ke kota Dirinya tidak pernah merasakan suasana Yang penuh dengan canda apa lagi saling meledek
" Neng Nisa kalo ibu boleh Tau, Kandungannya gak salah baru empat bulan, tapi ko terlihat kaya lima atau enam bulan ya? " Tanya tetangga Anisa
" Empat bulan atuh, bu kan syukuran nya juga empat bulan, si ibu mah sok aneh-aneh wae " kata Ceu idah
" Ya kan barang kalia aja " katanya sambil memutarkan bola mata nya
Nama nya juga orang pasti ada saja yang julid dan kepo
" Menantu saya ini baru hamil empat Bulan, tapi karena Anisa sedang hamil anak kembar makanya Terlibat besar dari bulan nya " jawab Bu Ani yang merasa tidak suka dengan ucapan ibu-ibu itu
" Bener Neng, Neng Nisa hamil anak kembar? " Tanya Bu Rt yang antusias
" Wah bagus atuh ya Jadi kang Afnan tokcer sekali jos langsung dapat dua sekali Gus " kata Ceu idah sambil menyindir ibu yang julid tadi
Ibu itu hanya diam lalu mengalihkan pandangannya kearah lain
" Denger gak tuh Bu, anak Neng Nisa anak nya kembar loh.. cepat sana laporan ke Ceu Imas kalo Neng Anisa sedang hamil Anak kembar biar dia ke Bakaran jenggot " kata Ceu idah yang tau betul kalo ini yang julid ini adalah orang suruhan Ceu Imas untuk memata-matai Anisa
" Naon sih meni sok riweh " kata nya " dari pada saya di sini di sindir-sindir terus mending saya pulang. Mana Nisa rujak yang buat ibu, ibu mau bawa pulang " kata nya tanpa ada rasa malu
Anisa memberikan Rujak Tumbuk ke Ibu julid dengan alasan Daun pisang yang di buat mangkok
" Ini Bu " kata Anisa yang merasa tidak sakit hati
__ADS_1
Sesudah mengambil rujak di tangan Anisa, ibu itu langsung pergi meninggalkan Rumah Anisa
Orang-orang yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya
" Dasar te punya urat malu, mungkin urat maluna sudah di gadeken di pegadaian buat Beli emas Nu rencem " kata Ceu idah yang sebal dengan sikap ibu itu
" Sudah Ceu, orang nya sudah pergi jauh gak baik Jiak terus di omongin " Tegur Anisa
" Ceceu meni sebel atuh da sama dia teh, asal Neng tau ya, pas rumah ini di bangun dia langsung langsung laporan ke Ceu Imas Ampe Ceu Imas ke Bakaran jenggot " lapor Ceu idah
" Ceu, apa bedanya ceceu sama ibu itu jika ceceu masih ngomongin ibu " tegur Anisa
Benar saja ibu itu langsung pergi ke rumah Ceu Imas dan melaporkan apa yang dia dapat
" Sialan, Wanita miskin itu tidak boleh lebih unggul dari putra ku " kata Ceu Imas denah wajah yang memerah
" Apa lagi sekarang Neng Nisa sedang hamil anak kembar Ceu, sama mertuanya juga sangat di sayang dan di manja " lanjutnya
Ceu Imas tidak terima Jika Anisa lebih unggul dari putra nya, apa lagi saat ini putra nya hanya jadi supir di keluarga Istrinya jangankan punya cucu Setiap anak nya pulang pasti mengeluh ingin cerai dari sang istri karena sudah tidak kuat lagi, setiap hari akan sudah seperti supir antar sana antar sini jika menolak pasti akan di ancam Tidak akan memberikan uang bulanan kepada Ibunya
sedangkan Ceu Imas tidak ingin Gengsi, ia masih memaksa Yudi untuk tetap bertahan dengan istrinya, karena jika Yudi bercerai dirinya akan sangat Malu oleh Tetangga dan juga kampung sebelah apa lagi Ceu Imas yang Selalu membangga-banggakan Yudi dan juga keluarga istrinya itu sudah pasti Ceu Imas akan sangat malu jika Yudi bercerai.
" Apa anak Ceu Imas tidak ingin punya anak Ceu, perasaan kan pernikahan nya lebih duluan Anak ceceu dari pada Neng Nisa tapi kenapa neng Nisa duluan yang hamil " tanya ibu itu tanpa bersalah sambil memakan rujak yang tadi ia bawa
Ceu Imas melotot sambil menaruh tangannya di pinggang " Diam.. mending kamu pulang sana dari pada di sini hanya membuat Rumah saya kotor saja " usir Ceu Imas
" Eh.. Ceu Imas mah te baleg, kan saya di suruh ke sini oleh ceu Imas sendiri buka saya yang minta, lagian jika saya tidak di bayar mana mau saya ke sini, mending di rumah Nonton tv sambil makan puding yang di berikan oleh Neng Anisa " ucap ibu itu
__ADS_1